Tempat Nongkrong Bernuansa Heritage Favorit Para Pecinta Kopi

Jadi seorang social media officer ngebuat gue harus selalu update sama berita – berita terbaru seputar socmed. Kadang, pekerjaan ini ngebuat gue harus selalu online kapanpun dan dimanapun. Kalau weekend, gue biasanya selalu nenteng – nenteng laptop dan capcus ke store kopi favorit gue, Starbucks! Sudah kayak ritual mingguan wifi café kopi yang hits banget di Jakarta ini memfasilitasi laptop gue untuk buka email atau mikirin konsep baru untuk pekerjaan gue ke depannya. Dan Sabtu ini gue nemuin store Starbucks baru yang kayaknya bakal jadi tempat favorit gue, Starbucks Stasiun Kota.

Continue Reading

[REVIEW] Guardians Of The Galaxy, Ketika Super Hero Punya Masalah Sendiri

Nonton film di bioskop emang udah kayak hal wajib yang gue lakuin tiap weekend, apalagi kalau filmnya rame diomongin di social media atau media – media lainnya. Dan kali ini, bukan karena habis baca review atau sinopsisnya, tapi karena adik sepupu kesayangan gue mengajak nonton Guardian Of The Galaxy dan dia kekeuh harus nonton filmnya hari itu juga. Awalnya gue agak males – malesan karena seminggu terakhir ini gue nggak terlalu banyak denger review film ini. Seperti kebiasaan gue sebelum – sebelumnya, gue nggak akan baca sinopsis film yg akan gue tonton. Why? Karena gue nggak mau berekspektasi terlalu banyak. Gue membiasakan untuk membaca sinopsis setelah nonton supaya gue bisa mereview secara subjektif dari sudut pandang gue.
Siang itu gue dan adik sepupu akhirnya sepakat nonton di XXI Grand Mall Bekasi. Gue dating jam 11.30 dan ternyata bioskop baru buka jam 12.30 ya mau nggak mau menghabiskan waktu sambil main muter – muterin mall yg nggak terlalu gede itu.
Sebelum baca review gue, mending baca sinopsisnya dulu:
Setelah 26 tahun diadopsi oleh cahaya yang datang ke bumi, Peter Quill menemukan dirinya menjadi target utama oleh para pemburu manusia setelah menjelajahi planet incaran Ronan.

 

18b149286ca6f2920e017bd5d2ffcbf5

Review:
Kalau lo butuh film untuk refreshing otak alias nggak usah terlalu mikir, lo wajib nonton film ini! Keren! Dengan plot yang dibuat standar, penonton diajak berjelajah ke planet lain, planet Nova. Sasaran utama Peter Quill (diperankan oleh Chris Pratt) adalah sebuah orb yang mempunyai kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Peter yang diperintahkan oleh ayah-angkatnya, Yondu Udonta (Michael Rooker), menemukan sebuah orb berbentuk bulat yang di dalamnya terdapat kepingan berwarna ungu yang bisa member kekuatan bagi mereka yang memegangnya. Ternyata Peter tidak sendiri, ada Gamora (Soe Saldana) yang merupakan anak tiri Ronan yang juga diperintahkan untuk memburunya.
Film terasa lebih seru saat Rocket yang merupakan sebuah Rakun (disulihsuarakan oleh Bradley Cooper) dan sebatan pohon bernama Groot (disuarakan oleh Vin Diesel) juga berburu orb tersebut di planet Nova. Semenjak ada Groot, suasana film lebih hidup karena ternyata si Groot nggak bisa ngomong apa – apa selain ngomong “I’m Groot” hahahahha.
Seperti film – film superhero lainnya, Peter akhirnya bergabung dengan Gamora, Rocket serta Groot. Saat mereka ber-4 tertahan di penjara, mereka bertemu dengan Drax (Dave Bautista) yang ternyata ingin membalaskan dendamnya kepada Ronan (Lee Pace). Ternyata, Gamora pun punya dendam kesumat kepada keluarganya. Ternyata seorang Super Hero punya masalah yang bikin mereka jadi loser. Di film ini diceritakan bahwa masing – masing super hero punya masalah pribadi dan mereka mencoba membalaskan dendamnya masing – masing.

 

guardians-galaxy-big
Akhirnya dibantu Yondu Udonta (Michael Rooker), ke – 5 superhero (Peter, Ganora, Drax, Rocket dan Groot) menyerang Ronan, Nebula (Karen Gilan), dan pasukannya. Sedihnya, Groot mati dalam peperangan. Namun Rocket menanam batangnya di sebuah pot dan akhirnya baby Groot tumbuh berkat air mata kehilangan Rocket.
Film keluarga yang pas ditonton untuk remaja atau anak diatas 10 tahun ini bisa ngebuat weekend makin seru. Nonton ya guys!

Rate: 7/10

 

Continue Reading

Pentingnya Gugatan Prabowo – Hatta ke Mahkamah Konstitusi Demi Masa Depan Demokrasi RI

10553546_837972346234249_4181707354563190636_nsumber

Saya paham kenapa banyak orang yang mulai gerah dengan kabar gugatan dari tim Prabowo – Hatta ke Mahkamah Konstitusi. Banyak diantaranya yang mulai tutup kuping dan melupakan begitu saja. Sisanya hanya bisa menghujat tanpa punya bukti, hanya mengandalkan ‘katanya’ saja. Lagi – lagi peran media menjadi penting disini. Saya sendiri lebih memilih menonton langsung sidangnya di tv daripada hanya membaca media. Dengan begitu saya punya bukti kuat untuk berargumen.

Sebelumnya, saya mencoba memposisikan diri sebagai pengamat netral. Tidak memihak siapapun sampai akhirnya saya mencari informasi, mendengar, mendatangi tempatnya langsung hingga akhirnya mengenal sosok Prabowo dan Hatta Rajasa. Sikap militer yang melekat erat dalam diri Prabowo membuat beberapa pihak dengan enaknya mencap beliau sebagai ‘tukang suruh’ dan ‘keras kepala’. Apalagi setelah beliau walk out dari hasil rekapitulasi KPU. Cap ‘nggak gentle’ kayaknya sudah mulai nempel di pribadinya. Tapi pernahkah kamu berfikir apa yang sebenarnya dilakukan Prabowo adalah caranya mencari keadilan?

Gugatan yang dilayangkannya menjadi titik awal kebangkitan demokrasi Indonesia. Seperti yang kita ketahui, PEMILU adalah contoh bahwa negara kita adalah negara yang demokrasi. Kalau pemilunya saja berjalan secara serampangan, lalu apa jadinya negara ini 5 tahun ke depan? Inilah yang menjadi dasar saya untuk kembali menulis politik. Karena selama 5 tahun ke depan kita akan dipimpin oleh pemimpin baru, dan dalam periode itu kekuasaan penuh akan diberikan kepada pemimpin yang dipercaya rakyat. Tapi gimana coba kalau ternyata pemimpinnya itu nggak becus dan banyak melakukan kecurangan yang nggak diketahui masyarakat?

Awalnya, saya percaya KPU akan melakukan tugasnya dengan amanah, jujur dan adil. Tapi nyatanya, rasa percaya saya lama kelamaan hilang saat KPU mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1446/KPU tertanggal 25 Juli 2014 yang ditjukan kepada ketua KPU Provinsi /KIP Aceh dan Ketua KPU/KIP Kabupaten/Kota seluruh Indonesia untuk membuka kotak suara pada tanggal 25 Juli untuk diambil formulir A5 dan C7 oleh KPU tanpa sepersetujuan MK. Namun Bawaslu yang digadang sebagai lembaga yang memback-up KPU pun tidak bertindak melawan atau menolak surat edaran KPU tersebut. Saya kaget, mungkinkah lembaga sekaliber KPU melakukan kejahatan pemilu? Kenyataannya seharusnya KPU meminta izin kepada MK untuk membuka kotak suara, bukan langsung membuat edaran 2 minggu sebelum sidang pertama. Kalau sudah begini isi kotak suaranya sudah tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi, kan? Padahal MK baru menyetujui pembukaan kotak suara pada tanggal 8 Agustus. Berarti KPU benar – benar melanggar ketentuan yang ada.

Selain tindakan merugikan yang dilakukan oleh KPU, ternyata ada bukti kecurangan yang telah dikumpulkan oleh tim Prabowo – Hatta. Sejumlah 55.485 TPS diindikasi melakukan kecurangan dan memunculkan 22.543.811 suara bermasalah. Hal ini lantas menjadi sesuatu yang sangat merugikan, dan tim Prabowo – Hatta pun tidak hanya asal bicara. Pihaknya menyiapkan bukti dokumen C1 di 52.000 TPS. Selain itu, diindikasikan adanya penggelembungan suara untuk 1.5 juta untuk pasangan calon nomer urut 2 dan 1.2 juta untuk nomer urut 1. Dan yang lebih membuat saya geleng – geleng kepala adalah bahwa 2.152 TPS bisa me-nol-persenkan nomer urut 1. Ini benar – benar nggak masuk akal. Padahal dalam setiap TPS tersebut pasti ada saksi dari kubu Prabowo – Hatta, lalu kemana larinya surat suara mereka?

Kenapa sih saya segitu sibuknya ngurusin Prabowo – Hatta? Bukan. Saya nggak peduli apakah nantinya MK mengabulkan gugatan pasangan calon yang identik dengan peci hitamnya ini, yang saya pedulikan adalah kejujuran yang sudah semakin menipis di tanah kelahiran saya ini. Tapi ada satu hal yang membuat saya ikut mengawasi proses gugatan di MK, karena gugatan tersebut sudah sesuai dengan konstitusi yang ada. Saya yakin apabila kubu sebelah kalah, maka mereka juga akan mengambil jalur yang saat ini sedang dilalui kubu nomer 1. Justru gugatan ini bukan untuk mengacaukan pemilu damai, melainkan untuk meluruskan proses sakral yang sarat kecurangan. Kalau kamu mau ikutan bantu MK untuk bersikap adil dan jujur serta mau bantu Indonesia supaya demokrasinya lebih matang, kamu bisa klik http://majumerahputih.com dan http://kawaldemokrasi.com sekarang juga!

Gugatan ini menjadi hal yang penting bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh warga negara Indonesia dan untuk anak cucu kita kelak. Biar warga negara ini paham apa itu demokrasi, apa itu kejujuran dan keadilan dalam berpolitik. Jadi menurut saya, sekarang bukan waktunya kita menutup mata dan telinga, tapi membukanya dengan hati. Mencerna berita dengan akal sehat dan melihat fakta, bukan menelan mentah – mentah gosip murahan. Dan mari saling menyingsingkan tangan membantu mengawasi setiap langkah sistem demokrasi di Indonesia.

Semoga negeri ini kembali bangkit dengan demokrasi yang lebih baik. Dear MK, kami menunggu keputusanmu. Jangan galau dalam mengambil keputusan, kami percaya bahwa para hakim MK adalah hakim pilihan yang patuh dengan sumpah dan tidak silau dengan kecurangan. Semoga hasilnya sesuai dengan harapan kita semua….

Continue Reading

[Review] Transformers: Age Of Extinction, saat ‘benih’ diperebutkan si jahat dan si baik

transformers_age_of_extinction_grimlock-optimus-poster2-610x892

Di tahun 2014 banyak sekuel film wajib tonton tayang di bioskop, Transformers salah satunya. Gue akui, gue sangat suka dengan film animasi yang bercerita tentang Deceticon melawan Autobots ini. Dari sekuel pertamanya, gue jatuh cinta dengan sosok Sam, Bumble bee dan Optimus Prime. Saking cintanya, gue pastikan selalu nonton premiere sekuel nya di bioskop. Ngomong – ngomong soal sekuel, Transformers kembali hadir memuaskan rasa kangen para pecintanya dengan film terbarunya bertajuk Transformers: Age Of Extinction. Dan gue akhirnya berhasil nonton film ini pas malam takbiran kemarin. Telat banget sih emang, ini karena kerjaan gue yang makin agak banyak, tapi karena gue ngefans banget sama film ini akhirnya gue nemuin momen yang pas buat nonton.

Awalnya gue sengaja nggak baca sinopsis nya dan udah PD bahwa gue bakal nemuin Sam atau siapapun orang – orang yang gue kenal di film ini. Ternyata gue salah, no more Sam Witwicky! Yup, ternyata kehadiran Sam diganti dengan Cage Yeager yang diperankan oleh Mark Wahlberg . Awalnya agak sedikit kecewa karena gue berharap bisa ngeliat muka Shia Labeouf . Tapi semua kecewa langsung dibayar dengan keseruan yang dimulai dari awal hingga akhir. Cage yang seorang single parent dan juga si pengumpul barang bekas. Dan tanpa nggak sengaja Cage jatuh cinta sama sebuah truk tua yang ternyata adalah Optimus Prime. Kejadian demi kejadian menegangkan dan mengancam jiwa Cage dan Tessa (diperankan oleh Nicola Peltz) putri tunggalnya langsung bermunculan satu demi satu. Para agen CIA masih menganggap Optimus Prime dan kawan – kawannya adalah bagian dari Decepticon yang membahayakan bumi. Filmnya semakin seru saat hadirnya Joshua Joyce (Stanley Tucci) si pemilik perusahaan KSI yang berniat menduplikasi para Autobots ke versi modern. Sayangnya Joshua salah memilih objek sehingga yang ia duplikasikan ternyata adalah para Decepticon yang mempunyai misi untuk menghancurkan bumi.

Transformers-4-Age-of-Extinction-Optimus-Prime-Poster

Film karya sutradara Michael Bay ini sebenarnya ditujukan untuk remaja. Cuma kemarin gue nonton dengan dikelilingi para anak – anak yang mendewakan Optimus Prime. Nggak heran di sekuel kali ini semakin banyak adegan action para Autobots yang berusaha melawan Decepticon yang ingin memiliki benih untuk menghancurkan bumi. Kali ini Optimus Prime tak hanya dibantu oleh para Autobots, tapi juga dibantu oleh para Decepticon yang berhasil diajaknya bekerjasama dan juga dibantu oleh Cage yang berusaha mati – matian sekuat tenaga untuk melawan Galvatron, si Decepticon buatan KSI.

Transformers-Age-of-Extinction-Desktop-Images

Di akhir film kita disuguhkan pertanyaan besar, “Apakah Optimus Prime berhasil melawan Decepticon?” Gue rasa jawabannya ada di film selanjutnya. Nggak sabar nunggunya! Film ini bisa masuk ke list wajib nonton loh. Jadi, sempetin buat nonton filmnya ya!

Rate: 7/10

Continue Reading