Backpacker Ala PutriKPM Goes To Bandung Part 3

PS: Baca cerita seru Backpacker ala PutriKPM hari pertama disini dan hari kedua disini!

 13 Feb – Day 2 (lanjutan)

Karena perut yang semakin krucuk – krucuk, akhirnya saya dan pacar memutuskan untuk mampir ke PVJ (Paris Van Java) untuk mencari makan sekaligus jalan – jalan dan cari cemilan. Dari De’ Ranch, kami berjalan kaki kea rah jalan raya dan kembali menaiki angkot krem seperti awal berangkat. Ternyata jalur si angkot krem ini memutar, jadi PP ST. Hall – Lembang sama seperti jalur Lembang – ST. Hall. Asyik mengobrol sana sini, akhirnya pak supir menyuruh kami untuk turun dan ganti angkot berwarna biru tua. Kami mengikuti arahan si pak supir dan membayar ongkos 12ribu rupiah. Lalu kami menaiki angkot biru tua yang sudah stand by di samping angkot krem. Baru sekitar 10 menit, angkot biru tua ini berhenti di pertigaan dan supirnya menyuruh kami ganti angkot lagi. Katanya bisa naik angkot kuning ataupun hijau. Kami manggut – manggut setelah membayar ongkos 6ribu rupiah. Jujur, saya nggak tau harga ongkos di Bandung jadi saya menyamaratakan dengan harga ongkos di Jakarta. Toh si supir nggak pernah komplain dengan ongkos yang saya kasih. Sekitar 5 menit kemudian ada angkot berwarna kuning, setelah kami tanya kata si supir angkot ini lewat PVJ. Benar saja, baru sekitar 5 menit kami duduk di angkot kuning ternyata PVJ sudah terlihat di sebelah kiri.

Kami bingung mau makan dimana karena budget yang bener – bener tipis. “Pokoknya nggak boleh lebih dari 100ribu, ya!” kata pacar yang langsung saya balas dengan anggukkan. Oh ya, struktur bangunan Paris Van Java ini termasuk keren dan out of the box, lho. Seolah – oleh desainernya pengen mengusung tema tempat hiburan yang nyaman bagi keluarga karena di sekitar parkiran ditumbuhi pohon –pohon rindang dan beberapa pot bunga warna – warni. Buat yang mau cari makan, PVJ menyediakan spot disekitar luar gedung yang berisi rentetan restoran dalam dan luar negeri. Di bagian dalam Mall, ada toko – toko bermerk yang siap memuaskan dahaga para pengunjung atau yang cuma pengen window shopping kayak saya. Di bagian under ground alias bawah tanah, ada supermarket kenamaan. Jadi PVJ termasuk komplit dan pas dikunjungi oleh keluarga, pasangan ataupun jomblo yang pengen cari gebetan 😛

Setelah muter – muter, pilihan kami akhirnya jatuh kepada Shin Men. Rumah makan khas Jepang yang berada disamping Domino’s Pizza ini terdiri dari 2 area, smoking dan non smoking. Karena saya pengen foto makanannya, jadilah kami memilih area smoking yang letaknya di luar resto. Saya memesan Beef Teriyaki Bento dan si pacar memesan Chicken Teriyaki Bento plus satu gelas Ocha dingin. Makanan kami datang sekitar 15 menit kemudian dan saya langsung kecewa karena porsinya yang lebih sedikit daripada di gambar. Nasinya pun nggak kenyal seperti nasi bento, dan yang  lebih kecewa lagi ternyata sayurannya kotor. Kulit wortelnya nggak dikupas, togenya nggak dibersihkan dan buncisnya juga nggak dipotong bersih. Akhirnya saya cuma makan daging dengan nasi tanpa salad nya karena nggak kepengen sakit perut. Total harga makanan kami siang it 95ribu. Cukup mahal dan nggak sesuai dengan apa yang kami dapat.

20150213_133515

Beef Teriyaki Bento

Untuk menghibur, pacar ngajakin belanja dulu di supermarket. Akhirnya kami membeli beberapa cemilan untuk sarapan besok pagi dan beberapa bahan untuk buat Spaghetti ala pacar. Habis capek – capek belanja, kami masih mampir ke resto makanan cepat saji untuk membeli es krim favorit kami sekalian menukarkan kupon makan yang saya punya. Nggak ngerti kenapa karena mungkin kami sama – sama capek akhirnya kami berantem. Diem – dieman dan memilih pulang naik taksi kuning bertuliskan nama AA Taksi. Ongkos dari PVJ ke Braga sore ini 35ribu karena jalanan Bandung lumayan macet.

Malamnya, karena bingung lagi mau makan apa akhirnya kami mampir ke The Kiosk Market yang letaknya ada di dalam Braga Citywalk. Jadi kami hanya cukup berjalan kaki dari kamar. Sampai di tempat makan, kami memilih menu Nasi Bakar Ayam Goreng dengan harga 30an ribu. Ternyata porsi Nasi Bakarnya cukup besar dan nggak sanggup saya habiskan. Setelah makan, rencananya kami mau jalan – jalan menyusuri jalan Braga, namun ternyata hujan turun lagi sehingga kami urungkan niat kami dan memilih untuk kembali ke kamar. Sesampainya di kamar, kami saling membereskan tas ransel kami untuk bersiap pulang menuju Jakarta esok hari.

To Be Continue…

7 thoughts on “Backpacker Ala PutriKPM Goes To Bandung Part 3

  1. Pingback: Backpacker ala PutriKPM – Goes To Bandung Part 4 (Salah Tiket Kereta) |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *