Belajar Bijak Mengelola Keuangan Dari Pakarnya, Yuk!

“Mereka yang mampu mengendalikan keinginannya adalah mereka yang mampu mengelola keuangannya sendiri.”– Safir Senduk, Perencana Keuangan.

Kalau boleh jujur, saya bukan tipe wanita yang bisa mengelola keuangan yang baik. Ini serius loh hahaha. Saya termasuk boros apalagi kalau melihat barang yang menurut saya lucu. Kadang tanpa pikir panjang, saya bisa membelinya dalam sepersekian detik setelah melihatnya. Dan yang paling parahnya, saya pernah belanja make-up menggunakan uang yang diposkan untuk liburan. Sehingga pas liburan, saya harus mengambil jatah jajan bulanan dan bisa dipastikan saya nggak bisa jajan selama seminggu waktu itu. Dan masih banyak keborosan – keborosan lain yang pernah saya lakukan selama saya bisa mencari uang sendiri.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Makanya pas saya melihat undangan acara “Belajar Bijak Mengelola Keuangan” yang diadakan oleh SunLife Indonesia, saya langsung daftar nggak pakai mikir lagi. Saya udah gerah banget sama kebiasaan belanja saya yang nggak rampung – rampung. Sering saya berjanji buat nabung ini itu, hasilnya nihil. Walaupun sudah sekitar 2 bulanan ini saya punya celengan di rumah, tapi menurut saya masih nggak bantu banyak. Saya masih boros. Beruntunglah saya, acara Sun Life Indonesia ini diisi oleh seorang perencana keuangan yang sudah ber-sertifikat CFP alias Certified Financial Planner, Safir Senduk.

Duo MC yang memandu acara, dok. pribadi.
Duo MC yang memandu acara, dok. pribadi.

Selama acara yang diadakan di Lounge XXI Plaza Indonesia, 1 Agustus lalu ini, saya benar – benar pasang badan dan kuping. Mumpung ada livetweet-nya, saya sekalian nyatat dan nyimpen di twitter saya. Dan Alhamdulillah saya menang livetweet-nya hahaha. Acara yang dipandu oleh 2 orang MC (yang saya lupa namanya) ini diawali dengan speech dari Ibu Elin Waty, perwakilan dari Sun Life Financial Indonesia. Ibu Elin memberikan pemaparan tentang alasan Sun Life Indonesia mengundang blogger untuk belajar bijak mengelola keuangan adalah karena menurut beliau blogger adalah orang yang mampu mengubah dunia melalui tulisannya. Saya sebagai salah satu blogger yang hadir di acara tersebut merasa bangga pada profesi saya dan saya yakin blogger – blogger lain pun juga merasakan hal yang sama. Gimana nggak bangga, yang ngomong kayak gitu Director dan Chief Distribution Officer-nya Sun Life Indonesia, lho!

Ibu Elin Waty, Director & Chief Distribution Officer, dok. pribadi.
Ibu Elin Waty, Director & Chief Distribution Officer, dok. pribadi.

“Untuk blogger, teruslah menulis dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.” – Elin Waty, Director & Chief Distribution Officer Sun Life Indonesia

Berdasarkan informasi yang saya dapat, ternyata Sun Life Financial (yang menjadi bagian dari Sun Life Indonesia) sudah ada lebih dari 100 tahun. Per Desember 2014, jumlah karyawan termasuk agennya sebanyak 28.515 orang. Dan hebatnya, Sun Life pernah mendapat penghargaan 100 World’s Most Sustainable Global Company di tahun 2012 karena perusahan ini mampu bertahan pada saat krisis global mengancam dunia. Karena pelanggan adalah segalanya, maka Sun Life berusaha semampunya untuk memenuhi dan mengerti kebutuhan konsumennya. Thumbs up! Nggak cuma itu, Sun Life juga punya program kemanusiaan (CSR) yang dinamakan Sun Bright. Beberapa program yang dilakukan Sun Bright adalah Fun Walk dan sumbangan untuk Palang Merah Indonesia cabang Jawa Tengah. Saya cukup salut dengan pemaparan dari Ibu Elin tentang Sun Life, ternyata masih ada ya corporate yang peduli dengan konsumen dan nggak selalu mementingkan keuntungan semata. Salute to the max!

Selanjutnya sesi yang ditunggu – tunggu datang juga. Seorang Perencana Keuangan handal siap membagikan tipsnya kepada seluruh blogger yang datang. Untuk yang belum tahu siapa beliau, coba deh tanya Mbah Gugel. Mas Safir (sengaja saya panggil Mas karena penampilannya yang modis dan enerjik) ini ternyata sudah menulis 10 judul buku dan salah satu bukunya yang berjudul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?” sudah dicetak hingga 17 kali dalam waktu 2 tahun. WOW! Dan memang saya akui, Mas Safir membahas hal – hal serius dengan gaya yang seru sehingga kami para blogger bisa dengan santai tapi tetap mencerna poin – poin penting presentasinya.

Safir Senduk, Perencana Keuangan yang menjadi narasumber, dok. pribadi.
Safir Senduk, Perencana Keuangan yang menjadi narasumber, dok. pribadi.

Ternyata karakter dan pola pikir kita mempengaruhi cara mengelola keuangan. Kalau diambil contoh, misalnya seorang professor yang terlalu banyak pertimbangan akan kesulitan saat harus membangun usaha diluar profesinya. Begitu juga sebaliknya, para pengguna otak kanan akan kesulitan saat harus berfikir serius soal masalah keuangannya. Nah supaya hidup kita imbang, ada baiknya kita belajar mengelola cashflow. Ada 3 (tiga) jenis cashflow: Miskin, Menengah dan Orang Kaya.

Cashflow orang miskin adalah mereka yang memiliki nilai pengeluaran sama besarnya atau kadang lebih besar daripada pemasukan yang dimiliki. Cashflow orang menengan adalah mereka yang mampu membagi 2 pengeluarannya dan masih ada sisa pemasukan untuk disisihkan. Cashflow orang kaya adalah mereka yang bisa menabung dan memiliki investasi dari hasil yang mereka dapatkan. Jadi, kamu masuk yang mana? Kalau saya kadang kaya tapi lebih sering menengah hahaha.

wpid-2015-08-12-10.58.35-1.jpg.jpeg

Nah sekarang saya akan bahas tips dan trik mengelola keuangan ala Mas Safir Senduk:

  1. Miliki Investasi Sebanyak Mungkin

Kalau ngomongin masalah investasi pasti mulai berfikir ke saham, reksadana, emas, properti, valuta asing dan real estate. Tapi menurut Mas Safir ada 2 investasi yang seharusnya wajib dimiliki yaitu saham dan manajer investasi.

  • Kalau pengen investasi yang nggak ribet dan kita bisa tenang karena diurusi orang lain, pilihlah saham.
  • Atau pilihlah bantuan manajer investasi alias ada pihak ketiga yang mengelola uang kita. Contoh manajer investasi adalah reksadana dan unit link. Reksadana bisa dibeli di perusahaan asset management sedangkan unit link bisa dibeli di asuransi. Tips tambahan sebelum memutuskan memilih manajer investasi adalah kenali profil dan reputasi perusahaan, kemana investasi akan dialihkan dan prestasi apa saja yang sudah pernah diraihnya.

2. Siapkan Dana Untuk Masa Depan

  • Rumah atau mobil?

Penting untuk yang masih single alias belum punya pasangan. Yuk kita nabung untuk beli rumah dan isinya. Yups, rumah alias tempat tinggal itu penting banget loh! Jangan pikirkan punya mobil tapi pikirkan tempat tinggal untuk masa depan terlebih dahulu. Menurut Mas Safir ada baiknya kalau mau punya rumah mending kredit daripada cash karena harga properti akan selalu naik terus menerus.

  • Biaya Pernikahan

Nggak munafik ya, jaman sekarang biaya pernikahan gila – gilaan. Nyewa gedung aja bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta, belum catering belum gaunnya atau segala macamnya. Nah biar irit, ada baiknya menikah di rumah. Selain irit juga biar berkesan gitu hahaha *alasan* dan minta bantuan tetangga untuk masak makanan. Dijamin deh pernikahan bakalan irit tapi tetap sesuai dengan yang diinginkan.

  • Biaya Pendidikan Anak

Kalau sudah menikah, sudah punya rumah, biaya paling besar selanjutnya adalah pendidikan anak. Di era modern kayak gini, kuliah anak nggak mungkin hanya sejuta dua juta. Apalagi kalau anaknya pengen kuliah jurusan tertentu misalnya kedokteran, teknik dan desain. Udah deh, saya jamin para orang tua langsung berdoa dan berusaha sekuat tenaga biar si anak bisa ngedapetin apa yang dicita – citakannya. Makanya dari sekarang mending nabung. Banyak kan bank atau layanan asuransi yang menawarkan fasilitas untuk biaya pendidikan? Saran saya, coba mulai cari pilihan bank / asuransi supaya nggak bingung dan kebakaran jenggot saat sudah waktunya si anak kuliah.

3. Yuk Atur Pengeluaran!

Saya jamin banyak diantara kita (termasuk saya) para wanita yang masih kesulitan mengatur pengeluaran. Apalagi bagi yang belum menikah seperti saya, rasanya uang sendiri ya mending untuk bahagiain diri sendiri sampai kadang lupa untuk mengaturnya. Kemarin, Mas Safir kasih tahu 5 tips mengatur keuangan:

  • Kendalikan keinginan
  • Biasakan berfikir rasional sebelum membeli sesuatu
  • Prioritaskan pengeluaran
  • Miliki asuransi untuk dana cadangan dan dana tak terduga
  • Hati – hati sama SALE!

Pulang dari acara ini, saya bener – bener langsung berfikir dan mencoba menerapkan tips dan kiat – kiat yang diberikan oleh Mas Safir. Rasanya saya bener – bener ngerasa tertampar *halah* sama kata – kata Mas Safir. Saya langsung bikin perjanjian sama diri saya sendiri agar bisa mengelola keuangan sendiri. Alhamdulillah, baru beberapa hari setelah saya mengikuti blogger gathering ini saya langsung dapat pencerahan. Sekarang saya sedang menerapkan cara bijak mengelola keuangan untuk karyawan ala saya. Penasaran? Tenang! Saya akan posting di akhir bulan ini supaya digenapkan sebulan. Hehehe. Tungguin ya!

Thanks for reading!

thanks for readingTwitter // Instagram // Facebook

Baca Juga:

8 Comments

  1. kaaaaaaaakkk, aku langsung fokus ke tulisan biaya pernikahan hahahhaha.
    kalo gak pinter mengelola pemasukkan, bisa bisa konsep pesta pernikahan idaman kandas sudaaah wkwk.

    maacih tipsnya yaaag :*

  2. Pingback: Cara Mengelola Keuangan Ala Saya | DELAPANKATA.WORDPRESS.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *