Belajar Jadi Orang Berpengaruh Di Social Media, Yuk!

Dewasa ini, social media sudah menjadi teman bahkan mata pencaharian bagi banyak orang. Nggak heran, Indonesia masuk ke TOP 5 pengguna Social Media di dunia. Segala jenis berita, informasi bahkan kejadian – kejadian yang terjadi di dunia bisa dengan mudah kita baca dari social media. Bahkan, kita bisa menjadi reporter atau narasumber dari sebuah berita yang kita sebar dan bagikan di social media. Beruntunglah saya saat acara tahunan para insan social media yang dikenal dengan nama Social Media Week 2015. Bertempat di Auditorium Pacific Place Jakarta, saya menghadiri workshop How To Be Impactful in Social Media yang diadakan oleh Young On Top hari Jumat, 27 Februari lalu.

Sebenernya, acara ini sudah full seat sejak seminggu form pendaftarannya diworo – woro, dan sedihnya saya nggak sempat daftar karena terlambat. Berbekal nekat, saya sudah tiba di depan lokasi workshop sekitar 30 menit sebelum jam 2 siang. Di posternya, acara ini direncanakan berlangsung dari jam 2 siang hingga jam 5 sore. Setelah tanya sana sini, saya akhirnya berhasil masuk ke ruangan workshop dan mendapatkan kursi. Yeay! Akhirnya perjuangan saya ada hasilnya juga. Emang ya kalo udah niat, apapun bisa tercapai. *Lah jadi tjurhat hahaha…*

Social Media Week Jakarta stage
Social Media Week Jakarta stage

Setelah duduk manis, sambil duduk manis saya berusaha mencari teman baru. Namanya juga usaha, kan siapa tahu ada hasilnya di lain waktu, ya nggak? *wink* Saya berkenalan dengan Mas yang saya lupa namanya. Maaf ya, Mas. Saya emang punya kekurangan dalam mengingat nama orang lain. Hiks. Si Mas ini kerja di Travel Agency dan pengen mencoba peruntungan di social media, makanya dateng ke workshop kali ini. Tuh kan, emang social media begitu menggiurkan lho. Banyak orang yang pengen jadi Social Media Officier, lho! *promosi*

Akhirnya, acara dimulai setelah molor 30 menit dari jadwal. Dibuka oleh 2 orang MC dari tim YOT (Young On Top) dan dilanjut dengan materi yang diberikan oleh Mas Yopie Suryadi, CEO dari GDILab. GDILab ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang Analytics Social Media. Kalo ditanya kerjaannya ngapain, bisa dibilang GDILab ini memonitoring social media klien, membuat report seputar akun klien. Kurang lebih seperti itu. Di workshop kali ini, Mas Yopie nggak ngebahas GDILab, tapi tentang tata krama di socmed. Sudah terlalu banyak berita tentang beberapa orang yang terkena UU ITE atau beberapa orang yang menggunakan social medianya untuk melakukan hal – hal negatif. Daripada social media kamu nggak berguna, mendingan jadi salah satu orang yang berpengaruh bagi orang lain. Untuk menjadi orang yang berpengaruh di social media, kamu kudu menerapkan 5 cara berikut ini yang saya kutip dari slidenya Mas Yopie:

Know your audience: Beberapa orang pernah nanya ke saya, kok bisa punya followers twitter sampe 4 ribu. Padahal saya bukan siapa – siapa, ngetweet aja seenak jidat. Tapi saya paham gimana followers saya, mereka kebanyakan abege gemes yang suka bergalau – galau ria. Ini seriusan lho! Makanya kalo misalnya saya ngetweet yg agak – agak serius, misalnya masalah kerjaan, pasti nggak ada yg retweet. Tapi kalo hal – hal sepele kayak yang dibawah ini, langsung heboh deh tab mention saya. *sok femes*.

1 aja
Ini kejadian nyata, minggu lalu pas belanja sepatu. Hiks T_T

Jadi, kenali dulu siapa followers kita, mereka ngefollow kita karena apa. Apakah karena kita blogger, atau beauty enthusiast atau karena emang dia pengen kenal kita secara pribadi. Kalau udah kenal sama audiens kita, kita bakal mudah mempengaruhi mereka meskipun hanya dengan 140 karakter!

Know your interest: Nggak ada salahnya kita nulis apapun yang kita mau di social media. Cuma ada baiknya kita kenali dulu hal apa yang kita sukai. Misalnya suka masak, ya sering – seringlah bikin kultwit tentang step – step memasak sesuatu dari mulai resep sampai hasil akhirnya. Atau misalnya guru, bikin kultwit tentang mata pelajaran yg diajarkan aja, siapa tahu followers nambah dan malah diajak orang tua murid buat jadi guru bimbelnya. Kan lumayan hahahaha… *otak promosi*. Saat kita udah tahu apa passion atau interest kita, maka orang – orang yang ngefollow kita udah ngerti siapa kita dan mereka dengan senang hati merelakan timelinenya kita racunin. Hahahaha *ketawa sadis*. Kalau saya sih, sukanya ngegalau kak di timeline. Ya daku mah apa atuh, hanya remahan sisa – sisa kenangan yang selalu dia ingin lupakan. #tsah.

Saya emang hobi ngegalau, Kak!
Saya emang hobi ngegalau, Kak!

Trustworthy: Saat apa yang kita tulis di social media menarik, orang lain akan dengan mudah mengikuti kita. Kalau setiap twit yang kita hasilkan selalu membuat orang lain nggak bosen bacanya, maka akan menimbulkan kesan percaya. Misalnya, kalau si Raditya Dika nulis gombal – gombalannya yang jayus abis, tapi orang sudah terlanjur percaya kalau dia memang suka menulis komedi romantis. Nah kalau suatu saat dia nulis tentang kuliner, orang pasti bingung. Masa penulis komedi jadi ngebahas makanan? Sama halnya kayak saya yang emang udah dicap anak galau yang riang gembira, kalau saya ngebahas komedi, pasti nggak ada yang percaya. Hiks. Ya tapi itulah social media, seiring berjalannya waktu, rasa percaya dari orang lain bakalan muncul atau justru menghilang. Jadi kita kudu pinter – pinter menjaga kepercayaan orang lain.

Be creative :Jaman sekarang banyak banget postingan kayak gini, tapi nggak banyak orang yang tahu siapa pelopor quote – quote yang diplesetin ini.

Diambil dari Twitter TheCommaWiki
Diambil dari Instagram TheCommaWiki

Sepengetahuan saya, ini adalah hasil ide kreatif commaditya. Saya emang nggak kenal siapa orangnya, tapi saya ngerti pas pertama kali tulisan – tulisan ini booming. Dan sekarang sih udah banyak versinya, siapa orang bisa bikin. Tapi ide awalnya ya dia, bahkan dinamain commawiki. Dulu ada instagramnya, tapi entah kenapa sekarang menghilang. Ini salah satu contoh simpel saat seseorang bisa mempengaruhi dunia hanya dari ide kreatif di social media. Keren, ya!

commaditya
Instagram CommaWiki, buatan Kak Commaditya. Salute!

Always positive: Tips yang terakhir ini emang susah, bahkan saya sendiri sering banget lupa ngelakuinnya. Mengeluh di social media adalah salah satu contoh kita gagal berpositive thinking di socmed. Sekarang, biasakan buat think twice before share. Jangan sampe nyesel karena nyebarin hal negatif di socmed ya bro!

Setelah Mas Yopie selesai kasih materi, sekarang giliran Foundernya YOT yang kasih pengalaman dia ber-social media. Yes, Mas Billy Boen sharing kepada seluruh peserta workshop tentang pengalamannya main social media. Disela – sela sharingnya, Mas Billy juga kasih tahu manfaat social media bagi kita. Jaman sekarang udah nggak ada alesan nggak main socmed, deh! Ini nih manfaatnya menurut Mas Billy (slide berupa bahasa Inggris dan sudah saya artikan dengan bahasa Indonesia sesuai pemahaman saya):

  • Source of most updated news >>> Sumber berita terbaru
  • To learn from inspiring people >>> Untuk belajar dari orang – orang yang menginspirasi
  • To share news and upcoming event >>> Untuk menyebarkan berita dan acara mendatang
  • To inspire, to influence and to encourage positive attitude >>> Untuk menginspirasi, untuk mempengaruhi dan mendorong sikap positif
  • To create a movement >>> Untuk membuat perubahan
  • To connect and collaborate >>> Untuk menghubungan dan berkolaborasi
  • To add new networks >>> Untuk menambah jaringan
  • To keep connected with friends >>> Untuk tetap terhubung dengan teman – teman
  • Understand the needs of each socmed (to learn to share) >>> Mengerti kegunaan dari masing – masing social media (untuk belajar dan menyebarkan)
  • Know how to play each socmed >>> Mengerti bagaimana cara menggunakan masing – masing social media
  • Be always updated >>> Menjadi orang yang selalu update (tentang perkembangan terkini)

Setelah pemaparan dari kedua pembicara selesai, ada kuis kecil – kecilan yang dipersembahkan sama SMWJakarta. Saya berhasil dapet 2 tiket Doraemon Expo berkat ngacung dan nyebutin ke – 10 social media account yang saya punya. Hore! *jingkrak – jingkrak*. Selesai workshop, saya nggak langsung pulang, tapi muter – muterin booth – booth para sponsor SMWJakarta yang ada di lantai dasar Pacific Place. Nggak sia – sia lho saya muter – muterin booth, saya berhasil ngebawa pulang 1 boneka line dan notepad. Hhihihihih *anak gratisan*. Tapi nggak cuma bawa banyak barang yang saya dapet, ilmu yang dishare siang sampai sore itu juga menambah pengetahuan saya. Dan semoga teman – teman yang membaca tulisan ini juga ikut nambah pengetahuan ya. Semoga bermanfaat!

Oleh - oleh dari SMW Jakarta
Oleh – oleh dari SMW Jakarta o/

Baca Juga:

41 Comments

  1. Duuuh senengnyaaa yg bisa dapet seat 🙂
    Aku malah taunya ada workshop ini di penghujung minggu. Kelewataaan mau ikut 🙂
    Makasih sharingnya ya Putri. Lengkap banget. Jadi seakan2 aku hadir disana 🙂
    Mulai sekarang aku bisa pelan2 membangun personal branding di tiap social media nih nampaknya 🙂

  2. Kebetulan baru jadi “manager” akun sosmed. Temanya sih, hampir sama dengan isi posting blog saya. Saya coba lihat tips-tipsnya dulu, mudah-mudahan bisa diterapkan dalam waktu dekat.. 🙂

  3. hwaaaa bahagianya bisa ikutan acara ini
    tapi aku juga seneng karena bisa baca sharing mbak putri
    siap dipraktekkan ilmunya 😀

  4. Hehehe baca ulasan ini jadi malu sendiri. Dalam bersosial media kan agak-agak gimaanaa gitu postingan saya *tutup muka*

    Terima kasih atas ulasannya, semoga saya bisa sharing hal-hal yang bermanfaat di sosmed 🙂

  5. Saya selalu seneng mampir ke blognya mba Putri. Ilmunya itu bermanfaat banget!!! Makasih atas sharenya ya mba :)) T.O.P B.G.T dah 🙂
    Tapi itu caranya bisa aktif di 10 socmed itu gimana tuh!! mantabbbbb!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *