Bertemu – Part 1

Perpisahan selalu menjadi akhir yang menyakitkan, tapi mereka nggak sadar kalau bakal ada pertemuan baru yang akan mengobati perihnya.
Pertemuan.
Seperti bunga yang kembali kuncup menggantikan yang telah layu.
Seperti mimpi yang kembali hadir setelah mimpi menyedihkan minggu lalu.
Seperti perasaan haru yang kembali menyeruak mengisi rongga paru – paru.
Seperti harapan yang kembali menjadi kenyataan setelah kenangan menyemu.
Seperti telor burung yang kembali menetas setelah sekian lama banyak diburu.
Bertemu itu syahdu, apalagi dengan si pemilik rindu.
Aku bahkan hampir saja berdoa bahwa kamu adalah yang ku tunggu.
Bahwa kamu adalah penyembuh luka masa lalu.
Bahwa kamu adalah nyanyian untuk hati yang sendu.
Luka masa lalu karena orang yang telah pergi memang sakit.
Seperti virus yang sudah menjalar ke seluruh sendi – sendi dalam diri.
Semoga kamu adalah masa depan yang ku harap memberi arti tersendiri.
Semoga kamu adalah impian yang menjadi nyata di masa kini.
Semoga kamu adalah udara yang membuatku bisa bernafas lagi.
Semoga kamu adalah alasan ku untuk tak boleh bersedih kembali.
Semoga kamu adalah alasan bahwa yang sudah lalu tak boleh kemari.
Semoga pertemuan ini menjadi saksi, bahwa aku butuh kamu, kamu butuh aku, aku adalah kamu, kamu adalah aku.
Semoga tak ada lagi perpisahan yang selalu membuatku murung.
Pertemuan ini terlalu membahagiakan buatku.
Pertemuan ini seperti mimpi yang mengharu biru.
Pertemuan denganmu membuatku tak mau terbangun dari mimpi indahku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *