Mengapa Saya Memilih Minuman Dalam Kemasan Karton?

Saya adalah tipe orang yang praktis dan nggak mau ribet. Setiap meeting, saya pasti memilih di coffee shop atau restoran. Kalaupun harus di kantor klien, saya selalu sedia minuman kemasan karton di dalam tas saya. Bahkan mood saya bisa beruba happy kalau dikasih minuman kemasan karton favorit saya pas lagi bad mood. Odi tau banget trik yang satu ini. Kalau saya udah keliatan bete, dia akan langsung ke minimarket untuk beliin saya minuman teh yang sudah dikemas dan siap minum. Dan dengan sendirinya, saya akan kembali ceria dan nggak cemberut lagi hihihi.

Minuman kemasan karton tetra pak delapankata putrikpm

Continue Reading

Pemenang Mini Giveaway Kedua PutriKPM

Pemenang Giveaway PutriKPM

Sebelumnya, saya mau minta maaf yang sebesar – besarnya karena telat banget ngumumin pemenang giveaway. Selama 2 minggu kemarin, pekerjaan saya super duper padat, hingga akhirnya saya sering nggak enak badan dan tumbang weekend kemarin. Makanya, dengan berat hati saya benar – benar mundurin daftar pemenang giveaway saya. Saya mau ucapin terima kasih sama teman – teman yang sudah ikutan, meskipun jumlahnya diluar ekspektasi saya tapi saya terharu. Soalnya saya lupa share kemana – mana hahaha. Jadi giveaway kecil – kecilan kemarin benar – benar nggak kepikiran. Dan saya baru inget seminggu sebelum deadline hahaha.

Continue Reading

Tahun Ke-Empat, Mempertahankan Bukan Membiarkan

tahun keempat

Rasanya udah beberapa minggu saya vakum menulis Jumat Curhat. Kangen pengen curhat dan melampiaskan perasaan saya di blog ini. Makanya saya kepikiran buat nulis perjalanan hubungan saya dan Odi di tahun ke-empat, 2015 kemarin. Tapi, nggak mau nulis yang bagus – bagusnya aja. Soalnya tahun lalu malahan banyak ributnya hahaha. Ini beneran curhat securhat – curhatnya anak LDR yang mulai bingung hubungannya mau diapain dan digimanain.

Continue Reading

Jumat Curhat: LDR itu sia – sia?

JpegSejak pertama kali pacaran dengan Odi, banyak orang yang emang udah menganggap remeh hubungan kami. Setiap lagi ketemu sama teman – teman dan ngebahas soal pasangan, selalu saja kami yang jadi sasaran bully. Yang paling sering, mereka menganggap hubungan kami itu nggak ada apa – apanya. “Paling juga nanti putus.” Mereka mengolok – olok sambil tertawa dan hanya saya balas dengan tersenyum kecut sambil menyabarkan hati. Yang paling parah, ada beberapa teman dekat saya yang bilang kalau LDR itu sia – sia.

Biasanya, kalau sudah begitu, sadar nggak sadar saya jadi kebawa perasaan. Jadi agak lebih protektif dan cemburu berlebihan. Odi suka bete sendiri kalau saya sudah nyebelin hahahaha. Tapi ujung – ujungnya sih saya bakalan jujur kalau saya not in the good mood setelah dibully teman – teman. Dan nantinya Odi selalu memaklumi sambil bilang, “Ya sabar aja, toh mereka nggak ngerti apa yang kita lakuin sekarang. Biarin aja, Nta.” Kalau sudah begitu, saya cuma bisa nangis sesenggukkan. Tapi ya sebentar aja, sejam kemudian juga udah ketawa – ketawa lagi. Karena nggak ngerti kenapa, Odi selalu mampu bikin saya ketawa sekalipun saya abis nangis. Dia selalu punya cara buat bikin saya ngerasa spesial tapi nggak berlebihan. Love you, Nta :’)

Continue Reading

Rumah Kedua Itu Bernama Fun Blogging

rumah kedua fun blogging

Enggak, saya nggak baru beli rumah, belum beli domain juga jadi masih betah dengan platform gratisan hahaha. Saya cuma pengen ngenalin rumah kedua saya di dunia perbloggeran, Fun Blogging. Sebenernya rumah kedua saya ini adalah kelas belajar ngeblog yang dibentuk dan dibesarkan sama 3 perempuan hebat di mata saya. Haya Aliya Zaki, Shinta Ries dan Ani Berta. Perempuan – perempuan yang melek teknologi dan nggak pelit ilmu ini adalah orang tua baru saya, lebih tepatnya orang tua di rumah kedua saya. Ya walaupun mereka bertiga nggak mau dipanggil “emak”, mereka lebih pengen dipanggil “kakak” hahaha. Tapi teteeeup loh, bagi saya mereka ber-3 adalah orang tua saya.

Namanya juga rumah, pasti banyak isinya. Nggak cuma saya dan ke-3 orang tua saya, tapi saya juga punya ratusan kakak yang jumlahnya selalu bertambah selama sesi terbaru Fun Blogging dimulai. Iya, Fun Blogging konsisten membuka kelas bagi siapa saja yang mau belajar ngeblog. Nggak peduli tua atau muda, cantik atau ganteng, kayak Maudy Ayunda atau Raisa, semuanya nyatu di kelas yang cuma sehari. Sehari aja materinya udah kayak persiapan buat nikah, berat tapi ada manfaatnya. Malahan menurut saya sih manfaatnya buanyaaaaak banget. Sampai – sampai kayaknya sehari aja nggak cukup, selalu pengen lagi dan lagi pulang ke rumah kedua.

Continue Reading

Tips Awet LDR-an

SAM_8339 copySebenernya nggak cuma hari Jumat aja sih saya curhatnya, hampir tiap hari malah muehehehehe. Tapi kan kalo isi blog ini semuanya curhatan menye – menye saya, lama – lama pembaca setia saya kabur semua. *sok femes* HAHAHA. Karena katanya (((katanya))) hari Jumat itu hari baik, jadi saya mau curhat membabi buta di blog ini tiap Jumat. So, mulai dari Jumat ini sampai saya bosen *hahaha* kalian bakalan nemuin postingan #JumatCurhat saya di blog ini.

Berhubung hari ini adalah hari jadian saya sama Odi, jadilah postingan pertama #JumatCurhat saya dedikasikan buat para pasangan LDR (long distance relationship) beda kota, beda daerah, beda negara, asalkan nggak beda agama ya gaes. Saya nggak berani utak – utik perasaan yang beda agama deh. Takut :’)

Continue Reading

I’M A PROUD GIRLFRIEND

Sebenarnya, postingan ini diposting sebulan lalu, tepat di ulang tahun pacarku. Cuma sayang, ada berbagai deadline dan tuntutan pekerjaan yang ngebuat postingan ini ketunda – tunda terus. Postingan ini bersifat curhatan, luapan perasaan dan kebanggaan tapi nggak dibuat – buat ya. Ini murni karena sesuai seperti yang aku rasain selama 4 tahun menjelang ke-5 tahun pacaran kami. Kenapa judulnya bangga? Iya, karena aku terlalu bangga sama Odi. Aku dan Odi LDR alias Long Distance Relationship, hubungan kami terpisah jarak sekitar 500 kilometer labih. Jakarta – Jogja, kayaknya sepele karena masih ada di pulau yang sama, memandang langit yang sama, dan masih dalam satu waktu yang sama.

Continue Reading

Pengalaman Jadi Pengguna Go-Jek

Kura – kura ninja 💂#gojek

A photo posted by Kartika Putri Mentari (@kpmputri) on May 7, 2015 at 6:57pm PDT

GoJek, aplikasi ojek online yang satu ini memang sedang booming. Sebagai pelopor, promosi GoJek lumayan ampuh karena banyaknya promo – promo yang bikin ngiler. Promo ini pun konsisten, seenggaknya dari awal aku menjadi penggunanya – sekitar bulan Maret lalu. Pertama kali order aku minta dijemput di rumah dan di antar ke Stasiun Gambir. Aku inget banget waktu itu ongkosnya Rp 57.000,- dan aku bayar cuma 7 ribu karena 50 ribunya dipotong dari Go-Jek credit. Go-Jek credit ini sistemnya kayak kartu commuter line, jadi bisa diisi ulang dan dipotong saat ongkosnya sesuai dengan jumlah saldonya atau lebih sedikit dari jumlah saldo yang kita punya. Tapi kalau ongkos kita lebih gede dibanding saldo, mau nggak mau ya bayarnya cash!

Selama 3 bulan menggunakan Go-Jek, bisa dibilang hampir setiap hari aku ketemu dengan berbagai macam tukang ojek. Cara pilih mereka random, sistem kerjanya sama sih kayak order taksi. Siapa cepat dia dapat, jadi kalau driver-nya aktif dia bakalan sering dapat penumpang. Selama 3 bulan ini juga, aku sering denger curhat – curhatan para driver ini. Dulu pas pertama kali pakai Go-Jek sih fasilitasnya cuma instant courier, transport sama shopping. Tapi sekarang nambah Go-Food alias kita bisa minta tolong sama driver Go-Jek untuk beliin makanan yang kita mau. Mereka bakalan bayarin dulu, nah nanti setelah makanannya diantar ke kita, baru deh kita ganti uangnya si Mas Go-Jek ini.

Continue Reading