Berbagi Kebaikan Bulan Ramadhan Bersama Unilever PureIt

UNILEVER #GIVEPURELOVE PUREIT_header

“Berbagilah selagi bisa, karena kamu tidak akan tahu kapan membutuhkan bantuan orang lain.”

Sejak kecil, Nenek dan Kakek saya selalu mengajarkan untuk selalu berbagi selama masih punya, masih bisa dan masih mampu. Karena ya kita nggak pernah tahu kapan kita bener – bener butuh tangan orang lain. Karena hidup kan nggak selamanya di atas, nggak selamanya happy – happy aja, karena suatu saat ada masanya jatuh juga. Makanya saya jadi kebiasaan setiap memasuki bulan Ramadhan sering berkirim parcel ke saudara – saudara yang membutuhkan. Selain berbagi rezeki, ada perasaan yang nggak bisa diungkapin saat melihat orang lain tersenyum bahagia hanya karena bantuan kecil. Asli, rasanya pengen mewek gitu aja kalau ada orang yang ngerasa bersyukur banget karena dikasih sesuatu yang dia butuh. Kalau kata Odi, saya orangnya gembeng banget dan gampang terharu. Pas Odi ngasih cincin di Bali aja walaupun nggak ada romantis – romantisnya, saya tetep nangis tersedu – sedu huhuhu.

Continue Reading

You Know, I Can’t Smile Without You!

Aloclair Plus Gel

Tinggal dan bekerja di Jakarta membuat gaya hidup saya sembrono. Makan sembarangan, tidur larut malam sampai nggak ada waktu istirahat saat weekend kadang membuat tubuh saya lemah dan seolah minta istirahat. Emang dasar bandel, saya nggak akan berhenti berkegiatan sebelum alarm di tubuh saya teriak – teriak dan berakhir dengan rawat inap di rumah sakit. Kalau sudah begitu, Nenek dengan senang hati mengomeli saya panjang kali lebar. Kadang sampai sayanya tertidur pulas saking panjangnya wejangan beliau.

Continue Reading

Kado Valentine’s Day Dari Home Tester Club: CLEAR Sakura Fresh

Home Tester Club_CLEAR Sakura Fresh_header

Setiap perempuan pasti suka banget sama yang namanya hadiah, termasuk saya. Apalagi pas kemarin Valentine’s Day saya sempat nge-drop, batuk berdahak dan radang tenggorokan. Untung Odi inisiatif untuk datang ke rumah pagi – pagi dan bawain saya cokelat dan obat plus buatin saya sarapan. Bahagia banget nggak sih dapat kado dari orang yang kita sayang pas di hari kasih sayang? Kejutan – kejutan kecil kayak gitu udah jadi obat penyembuh paling manjur buat saya.

Continue Reading

One-Day Detox By Urban Remedy (User Experience)

One-Day Detox by Urban Remedy

Siapa sih yang nggak suka gorengan atau jus instan yang rasanya seger – seger? Atau siapa yang suka makan sembarangan? Pas laper apapun yang ada di depan mata bawaannya pengen dibeli dan dimakan saat itu juga. Tenang! Saya juga gitu kok hahaha. Makanya badan saya bongsor banget (baca: kelebihan (banget) berat badannya). Padahal saya sadar banget kalau hampir 50% dari makanan yang saya konsumsi itu nggak sehat. Apalagi ketika saya akhirnya operasi usus buntu. Disitu saya paham banget kalau ternyata saya sering makan makanan yang nggak sehat. Abis gimana ya, enak sih huhuhu. Makanya pengen banget nyobain detoks dengan paket – paket yang ditawarin sama banyak brand di media sosial. Termasuk detoks dari Urban Remedy. Setelah gugling kesana – kesini, ternyata banyak banget review positif tentang program detoksnya. Dan akhirnya saya memberanikan diri mencoba One-Day Detox by Urban Remedy.

Continue Reading

Tips Cerdas Menggunakan Obat

tips cerdas menggunakan obat

Saya tergolong tipe orang yang daya imunitasnya rendah, jadi dikit – dikit sakit. Capek sedikit langsung sakit, kehujanan sedikit langsung sakit, dan biasanya badan saya kalau sudah sakit ya beneran ngedrop. Buktinya saya sudah 2 kali masuk rumah sakit dan dirawat, beberapa tahun lalu karena DBD plus gejala thypus dan beberapa bulan lalu harus operasi usus buntu. Karena daya tahan tubuh saya yang rendah itulah makanya kadang orang tua saya cemas. Kalau saya ngeluh sedikit tentang kondisi saya, mereka pasti bakalan langsung nyuruh saya ke dokter – atau ke apotek untuk beli obat. Sebenarnya saya risih, karena saya nggak terbiasa minum obat. Dari kecil sampai segede gini saya masih kesulitan minum obat, kudu pake perangsang kayak pisang atau teh manis. Kalau asal minum pake air putih biasa, dijamin obatnya bakalan saya keluarin lagi dalam bentuk yang enggak enak dilihat huhuhu.

Continue Reading

Kata Dokter, Saya Positif Appendicitis

Nggak pernah kepikiran sedikit pun kalau saya harus menjalani operasi. Sekitar 3 minggu lalu, saya harus masuk Instalasi Gawat Darurat karena perut kanan bagian bawah sakit dan nyeri nggak ketolongan. Berawal dari sakit yang saya kira cuma nyeri haid biasa, ternyata malah bikin saya harus ngabisin belasan botol infusan. Pengalaman yang ngebuat saya sadar bahwa sehat itu mahal, dan kayak morning call buat saya buat semakin sayang sama tubuh saya sendiri. Ternyata begini toh rasanya sakit appendicitis.

wpid-2015-08-30-03.12.11-1.jpg.jpeg

Continue Reading

Pengalaman Scaling Gigi Di HHDC Thamrin City

Beberapa waktu lalu aku sempat menghadiri #CeritaGigi blogger gathering di HHDC. Dalam acara gathering tersebut, aku memenangkan instagram photo contest dan berhasil mendapatkan voucher Free HH Oxygene Scaling (pembersihan karang gigi) di klinik gigi yang sudah mulai beroperasi sejak 50 tahun lalu ini. Setelah disarankan oleh staf HHDC, akhirnya aku sepakat untuk langsung melakukan reservasi dan buat appointment untuk melakukan scaling. Dibantu dengan mbak resepsionis yang ramah, aku memutuskan untuk membuat jadwal perawatan di hari Sabtu, 13 Juni 2015 dengan Drg. William Tanzil Sp. Pros yang sempat memberi materi seputar peralatan dan teknologi yang ada di HHDC. Aku suka dengan gaya bicara dan pembawaan dokter ganteng yang satu ini. Eh ganteng? Iya, dokter yang punya senyum lebar ini emang enak dilihat. Loh kok malah bahas dokternya? Hahaha nggak apa lah ya sekali – sekali.

Jumat sorenya, sebelum jadwal scaling, staf HHDC menelepon untuk memastikan aku ingat jadwal perawatan besok. Begitu juga Sabtu paginya, staf HHDC menghubungiku kembali via telepon dan via whatsapp. Mereka baik banget sih, tapi aku agak ngerasa keganggu karena diingatkan terus menerus. Mungkin staf HHDC sudah punya feeling, karena aku kejebak macet dan masih stuck di sekitaran Grand Indonesia padahal sudah jam 11.20 WIB. Jadwal scalingku harusnya jam 11.00 WIB. Akhirnya pas sampai di lobby Thamrin City, aku langsung buru – buru keluar dari taksi dan menuju ke Cosmo Terrace.

Continue Reading