Hendra Hidayat Dental Clinic, Less Pain More Smile!

Siapa yang masih takut ke dokter gigi? Sama dong kayak aku. Aku tuh paling males kalau harus periksa gigi ke dokter karena pernah ngalamin hal yang nggak enak beberapa kali. Kalau yang sudah pernah ketemu sama aku, pasti paham banget kalau gigi sebelah kananku bolong. Tahun 2012 lalu, gigiku sempat sakit banget. Karena aku pemegang kartu BPJS, akhirnya aku periksa ke Puskesmas dekat rumah. Kata dokter, aku harus melakukan perawatan akar karena akar gigiku mulai rusak dan bermasalah. Akhirnya aku kudu bolak – balik 5x untuk perawatan di tiap hari Senin. Dokternya sih sempat janjiin aku kalau gigiku bakalan ditambal aja, nggak perlu dicabut. Tapi di visit yang kelima, gigiku ternyata masih sakit dan akhirnya gigiku kudu dicabut! Duh, aku langsung mikir aneh – aneh karena sebelum dicabut gigiku kudu disuntik untuk mengurangi rasa sakit. Tapi tetep, pas lagi disuntik itu sakitnya minta ampun. Pengen teriak tapi nggak bisa, akhirnya nangis huhuhu.

Semenjak gigiku dicabut, rasa malesku makin bertambah dan nggak pengen ke dokter gigi lagi. Tapi apa boleh buat, beberapa gigiku ternyata ada lubangnya dan aku nggak sadar. Aku emang agak jarang dan bahkan nggak menjalankan ritual 6 bulanan check-up ke dokter gigi. Pas dicek (di Puskesmas juga), ternyata lubangnya udah makin besar dan harus ditambal secepatnya. Setelah itu – sampai hari ini, aku udah nggak pernah check-up ke dokter gigi. Bandel ya? Hihihi. Abis aku takut diapa-apain lagi huhuhu.

Continue Reading

Pengalaman Pertama Si Mata Empat Berubah Jadi Si Normal

Kacamata memang sudah menjadi sahabatku kurang lebih 15 tahun lamanya. Sejak kelas 4 SD, aku sudah menggunakan alat bantu lihat yang satu ini. Maklum, dulu saat aku masih berusia 5 tahun, pamanku yang saat itu berstatus mahasiswa memiliki seperangkat komputer lengkap. Jadi mulai saat itu aku aktif menggunakan komputer, mulai dari main pacman sampai belajar nulis di ms. Word. Ditambah dengan hobiku, baca buku sambil tiduran dan suka baca di tempat gelap. Jadilah mataku mulai minus setengah dan disarankan menggunakan kacamata oleh staff refraksionis yang memeriksa mataku saat aku memberanikan diri ke optik. Sebenernya waktu itu lebih kepaksa sih meriksa mata di optik, pas banget pamanku yang memang berkacamata kudu pakai softlens atau lensa kontak karena mau interview di sebuah bank. Pas cek mata, duaar….. langsung deh sekeluarga panik karena mataku udah minus 0,5 (setengah). Nggak pakai pikir panjang, Nenekku langsung membelikanku kacamata pertama yang menjadi awal dari penampilanku selama 15 tahun ini.

Continue Reading

My Body Dehydration-Mate

Hampir setiap mau kedatengan tamu special ‘bulanan’, tubuhku jadi terasa lebih kering dan dehidrasi berlebihan. Akibatnya, kulit telapak tangan dan kakiku sering pecah – pecah, selain itu aku jadi gampang haus dan kayaknya air putih aja nggak cukup untuk membantuku menghilangkan rasa haus yang berlebihan itu. Kulit kering di sekitar telapak tangan dan kaki itu ngebuat aku bener – bener nggak PD kalau harus bertemu dengan orang baru yang memaksaku harus mengajak mereka bersalaman atau aku harus melepas sepatuku dan berjalan tanpa alas saat ada banyak orang. Aku takut banget orang – orang menganggap tanganku kasar dan tumitku jelek karena pecah – pecah. Parahnya di sekitar 3 minggu lalu, kulit di area telapak tangan dan kakiku mengelupas dan akhirnya jadi nggak nyaman sendiri. Karena panik, aku sampai asal aja pakai bedak tabur yang ternyata nggak ngebantu menyamarkan kulitku yang bermasalah.  Dan akhirnya aku nemuin beberapa produk yang match sama kulit dan tubuh aku. Mau tau apa aja produk yang harus ada di tas aku saat aku lagi dehidrasi?

Continue Reading