Hakubi Q10 Cream – Oily Skin Review

Ketika menghadiri gathering Hakubi Indonesia dan Dan+Dan Store dua minggu lalu, saya mendapat satu buah produk terbaru dari Hakubi Indonesia yaitu Hakubi Q10 Cream. Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya, sejujurnya saya galau banget dan nggak yakin kalau bisa pakai produk ini. Karena sebenarnya produk ini dikhususkan untuk yang memiliki kulit kering, sedangkan kulit saya lebih sensitif dan berminyak. Antara pengen coba tapi takut nggak cocok, akhirnya saya diamkan begitu saja di atas meja makeup.

Baca: [Event Report] Hakubi Indonesia Gathering Dan Belanja Makeup Di Dan+Dan Store

Beberapa hari kemudian saat sedang packing untuk liburan, saya baru ingat kalau butuh moisturizer cream karena akan ke Korea yang cuacanya masih cukup dingin untuk saya. Dan akhirnya kepikiran untuk bawa krim dari Hakubi ini ke dalam koper saya. Siapa tau kan nanti di Korea ternyata kulit berminyak saya bisa berubah jadi kering kerontang?

Hakubi Q10 Cream

Sebelum saya cerita lebih jauh tentang krim ini, ada baiknya kenalan dulu dengan SATO Pharmaceutical yang menjadi produsen dari Hakubi Q10 Cream. SATO Pharmaceutical adalah perusahaan asli Jepang yang mulai memasarkan produk – produknya dari tahun 2007. Hingga saat ini, produk – produknya sudah dikenal oleh pasar internasional termasuk Indonesia. Salah satu produk unggulannya adalah Hakubi White C yang merupakan rangkaian perawatan kulit yang lagi famous dikalangan beauty enthusiast karena khasiatnya yang nggak hanya mencerahkan tapi juga bisa dipakai untuk kulit berminyak dan sensitive. Beda dengan produk terbarunya, Hakubi Q10 Cream yang diperuntukkan untuk kulit kering. Hakubi Q10 Cream mengandung coenzyme Q10 yang berfungsi untuk melembabkan kulit serta anti – aging.

Hakubi Q10 Cream

Hakubi Q10 Cream

Saat gathering, saya juga cerita bahwa kulit saya sebenarnya sangat berminyak dan sensitive sehingga sempat bingung dibagian mana saya harus mencoba Hakubi Q10 Cream ini. Untunglah, Ibu Yosi dari SATO Pharmaceutical memberikan informasi bahwa ternyata krim ini nggak hanya bisa digunakan di wajah, tapi juga di bagian tubuh yang lain seperti siku tangan, tumit kaki dan juga leher. Dan saya jadi kepikiran untuk menggunakan krim ini dibagian – bagian tersebut.

Hakubi Q10 Cream

Untungnya, Hakubi Q10 Cream dikemas dengan packaging yang compact dan varian isinya cukup beragam. Punya saya yang ukuran 35gram cocok banget untuk dibawa traveling. Minusnya sih, saya nggak melihat logo BPOM di packagingnya, jadi saya nggak tahu apakah produk ini sudah melewati proses pengecekan oleh BPOM atau belum.

Saat akhirnya saya tiba di Korea, ternyata udaranya benar – benar nggak masuk akal buat saya. Suhu di siang hari saja bisa -4°C sehingga saya harus menutup rapat – rapat tubuh saya dengan winter coat, hingga syal tebal yang sengaja saya bawa dari Indonesia. Tapi ternyata itu saja belum cukup, 2 hari pertama di Korea kulit saya kering sekali bahkan terasa panas seperti terbakar. Emang sih, saya bandel banget nggak pakai krim apapun termasuk krim pagi yang biasa saya pakai di Jakarta. Pikiran saya, kalau misalnya dingin, saya nggak perlu pakai apa – apa karena wajah saya berminyak. Ternyata selama di Korea wajah saya sama sekali nggak berminyak! Akibatnya jadi kering dan perih banget, bahkan untuk senyum aja susahnya minta ampun! Pengen nangis rasanya karena rasa perih di wajah bener – bener mengganggu.

Hakubi Q10 Cream

Di hari ketiga, akhirnya saya pakai SATO Hakubi Q10 Cream sebelum keluar hotel di pagi hari. Alhamdulillah rasa panas dan perih agak lebih berkurang dan wajah saya terasa agak kenyal, nggak kaku seperti hari – hari sebelumnya. Saya menggunakan krim ini di seluruh wajah dengan kondisi kering setelah mencuci wajah dengan sabun pencuci muka yang saya bawa dari rumah. Setelah wajah dicuci dan dilap dengan tisu kering, saya mengusapkan toner ke wajah lalu diakhiri dengan menggunakan Hakubi Q10 Cream secara tipis dan menyeluruh. Selama mengoleskan krim ini, saya juga melakukan teknik pijatan kecil dan memutar supaya krimnya menyatu dan meresap ke dalam kulit. Biasanya, saya menunggu hingga minimal 10 menit sampai krimnya meresap ke dalam kulit baru saya timpa dengan makeup. Selama di Korea, makeup yang saya pakai super simpel, hanya primer, compact powder dan blush on. Nggak kepikiran pakai foundation dan tetek bengek lainnya karena takut wajah saya bakalan bandel dan nggak bisa diajak kompromi.

DSCF8934

Selama seminggu di Korea dan menggunakan Hakubi Q10 Cream sih so far saya nggak ngerasa efek negative sih. Tapi kadang agak terasa panas saat terkena angin yang emang dingin banget rasanya. Mungkin kulit wajah saya memang belum terbiasa beradaptasi dengan perubahan cuaca ekstrem dari panas banget ke dingin banget jadinya gampang terasa panas dan nggak nyaman. Tapi kalau nggak pakai krim ini, malahan rasanya semakin nggak enak dan wajah jadi super panas.

Sampai di Jakarta, saya coba pakai di siang hari dan nggak ada rasa nggak nyaman sih. Semuanya masih normal – normal aja. Walaupun mungkin saya nggak merekomendasikan untuk yang kulitnya berminyak ya. Karena setelah pakai krim ini wajah bakalan terasa super oily dan lengket. Kayaknya lebih cocok pakai krim ini di malam hari sebelum tidur supaya besoknya kulit lembab dan kenyal.

Kalau teman – teman kepikiran nyari krim pelembab untuk kulit kering, mungkin Hakubi Q10 Cream ini bisa jadi pilihan. Beli aja di Dan+Dan Store terdekat mumpung ada promo discount 20% (kalau masa berlakunya belum habis ya hahaha). Teman – teman juga bisa cari tahu lebih banyak tentang Sato Pharmaceutical atau Hakubi Indonesia bisa follow mereka di Facebook (Hakubi.Indonesia), Twitter (hakubiindonesia), dan Instagram (hakubiindonesia) atau buka website resmi mereka di www.hakubiindonesia.com.

Overall, saya lumayan terbantu dengan krim ini selama liburan di Korea yang suhunya masih sama dengan winter. Nggak kebayang kalau saya lupa bawa Hakubi Q10 Cream ini kemarin. Mungkin saya bakalan kalap belanja moisturizing cream di Myeongdong hahaha. Eits, cerita liburan ke Korea bakalan rutin saya update minggu depan ya! Sekarang masih jetlag dan masih bingung mau mulai ceritanya dari mana aja hahaha.

See you on my next post!

putrikpm-footer

4 thoughts on “Hakubi Q10 Cream – Oily Skin Review

  1. Udah lama gak mampir ke blog mu put.
    Untung kamu bawa ini, kalo gak tar kulit pasti luar biasa cekit2 terus perih banget ya. Meskipun di jakarta, kulit muka kondisinya balik lg ke normal, untung produk ini versatile bisa dipake di siku tangan yang emang suka kering2. Thank god di deket rumah ada dan+dan jadi bisa nemuin disono yaaa.

    Ditunggu apdetan jalan2 korea mu hihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *