Ini Yang Bakal Gue Lakuin Kalau Internet Di Dunia Ini Mati

“Apa yang terjadi di hidupku seandainya internet mati?”

Gue pernah memikirkan hal ini, setahun lalu saat gue mulai masuk ketahun kedua di dunia digital. Kerja sebagai Social Media Specialist ternyata ngebuat gue seakan nggak bisa hidup tanpa internet. Awalnya gue nggak pernah nyangka harus jadi pecandu internet, ternyata disinilah passion gue. Walaupun kenyataannya gue pernah bercita – cita jadi seorang penulis novel, atau minimal teenlit. Kebiasaan gue dijejelin novel dan teenlit dari kecil ngebuat gue punya mimpi buat mewujudkannya. Tapi setelah gue lulus kuliah, semuanya udah kayak khayalan doang. Apalagi gue sekarang udah suka sama kerjaan gue saat ini.

Dan akhirnya kalau nyatanya internet hanya cuma kenangan, dan kita kembali hidup di era buta digital, gue akan memutuskan menjadi penulis. Walaupun nantinya karya gue bakal ditolak mentah – mentah sama penerbit, ataupun kalau terbit nggak ada yang beli, gue akan tetap menulis. Karena jujur sampai detik ini bab novel gue nggak pernah bergeser dari tulisan bab 2. Mentok! Dengan alesan banyak kerjaan dan kenyataannya emang begitu, novel – novel yang gue impikan tak kunjung selesai diketik. Setidaknya kalau internet beneran mati, gue nggak ada alasan sibuk lagi.

Kalau nyatanya novel karya gue bener – bener ditolak pasaran, oke gue nyerah. Mungkin saatnya gue jadi penulis yang mulai semuanya dari bawah. Menulis cerpen buat majalah atau mepet – mepet gue jadi jurnalis. Toh sama – sama jadi penulis, kan? Intinya, kalau internet di dunia ini mati, gue akan jadi penulis. Apapun titel di belakang kata penulis, gue akan tetap jadi penulis.

— tulisan ini diikutsertakan dalam #miniwritingproject Benzbara 🙂

2 thoughts on “Ini Yang Bakal Gue Lakuin Kalau Internet Di Dunia Ini Mati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *