Bongkar Lemari, Ubah Jadi Rezeki Dengan Carousell

Jujur deh, siapa yang jadi kalap saat THR datangnya berbarengan sama Jakarta Great Sale? Saya sih iya, bahkan Odi ikut – ikutan ngeborong banyaaaak baju dan sepasang sepatu heels cantik untuk saya. Saya sendiri sudah pesan beberapa kemeja dan t-shirt dari fashion e-commerce langganan saya begitu ada informasi dari HRD kalau THRnya sudah cair hahaha.

Dengan alibi “Baju untuk Lebaran”, nggak sadar barang – barang yang saya beli ternyata banyak sekali. Sampai – sampai lemari saya penuh dan udah nggak muat untuk menampung semua pakaian yang saya punya. Nggak hanya itu, rak sepatu bertingkat yang saya punya juga ikutan penuh. Jadinya beberapa sepatu baru terpaksa harus saya simpan di dalam kardus dan ditaruh di pojok kamar. Huhuhu sedih banget lihatnya, kamar saya berantakan dan banyak barang yang sudah lama nggak saya pakai tapi tetap saya simpan.

Sebenarnya sih dulu saya sempat beres – beresin lemari pakaian dan mencoba metode KonMari yang diperkenalkan oleh Marie Kondo, si penulis buku The Life-Changing Magic of Tidying Up. Berkat metode KonMari yang saya terapkan beberapa tahun lalu, saya berhasil mengeluarkan sekardus pakaian layak pakai yang sudah jarang bahkan nggak pernah saya pakai lagi dan beberapa pasang sepatu serta tas. Sebagian besar dari barang – barang tersebut saya sumbangkan ke keluarga yang membutuhkan. Sisanya? Saya buang.  Sayangnya setahun kemudian, kebiasaan belanja saya mulai kambuh. Nggak sadar akhirnya barang di lemari mulai menumpuk lagi dan bahkan kali ini lebih nggak masuk akal berantakannya saking banyaknya.

Akhirnya setelah membawa banyak kantong belanjaan bekas Jakarta Great Sale, saya sadar bahwa sekarang saatnya mengeluarkan barang – barang layak pakai yang sudah tak terpakai. Saat memilah barang, saya kepikiran untuk menjual sebagiannya dengan harga miring. Kebanyakan sih make-up dan pakaian. Soalnya kalau dikasih gitu aja kadang makeup saya nggak cocok dengan sebagian besar keluarga yang terbiasa menerima barang hibahan dari saya. Jadi saya pikir ada baiknya saya jual barang – barang tersebut di aplikasi jual beli barang bekas yang saat ini sangat mudah ditemukan di ponsel. Salah satunya adalah Carousell. Setelah berhasil mendownload di iPhone, akhirnya saya mulai jualan!

Baca: 5 Tips Sederhana Membuka Usaha Online Shop

Jualan di Carousell

Ini bukan kali pertama saya berjualan, jauh sebelumnya saya punya online store sendiri yang fokus di bidang jam tangan yang bisa didesain sendiri. Sekitar setahun saya menekuni profesi sebagai mimin online shop, lalu akhirnya saya berhenti total karena ingin fokus menyelesaikan Tugas Akhir. Dan begitu download Carousell, jiwa dagang saya seperti dibangunkan. Saya jadi ketagihan jualan barang secondhand milik saya sendiri.

Saya akui, tampilan aplikasi maupun website dari Carousell ini sangat user-friendly alias mudah digunakan. Bahkan untuk saya si pengguna baru, nggak butuh waktu lama untuk mulai terbiasa menata “toko dagangan saya”. Kategori barang yang bisa dijual di aplikasi ini juga cukup banyak, mulai dari Preloved Fashion Wanita sampai peralatan rumah tangga.

Terus, barang apa saja yang sedang saya jual di Carousell?

  1. Make-up, karena ada beberapa merek yang kurang cocok di kulit saya dan rasanya sayang kalau harus dibuang gitu aja. Akhirnya saya coba jual deh, dengan harga yang super miring pastinya. Siapa tahu ada yang memang butuh atau ingin mencoba make-up yang saya jual tapi masih ragu, kan bisa beli di toko saya dengan harga murah hehehe.
  2. Karena saya termasuk ‘big size’, pakaian yang saya jual tentunya juga memiliki ukuran yang cukup besar. Pengennya sih saya jualan sambil ngebantu orang lain yang butuh baju baru tapi belum nemu ukuran yang pas. Ya ibarat sambil menambah pahala juga kan.
  3. Coffee maker. Seperti yang saya bilang sebelumnya, jenis barang yang bisa dijual di Carousell cukup banyak. Bahkan dagangan coffee maker saya sudah dilihat puluhan orang dalam waktu beberapa jam setelah diupload. Artinya, banyak orang yang mencari barang elektronik di aplikasi ini.

Jualan di Carousell

Oh ya, ngomong – ngomong soal Carousell, ada banyak alasan yang membuat saya akhirnya memilih aplikasi ini sebagai lapak dagangan barang preloved saya.

  • User Friendly. Asli, mudah banget deh berjualan di Carousell. Aplikasinya dipenuhi menu yang mudah dipahami dan prosesnya cepat sekali. Nggak perlu nunggu, barang – barang yang dijual akan otomatis ada di akun kita lho!
  • Banyaknya kategori produk yang dijual. Mulai dari koleksi, pakaian & aksesoris, perlengkapan rumah dan gaya hidup, hobi dan gadget, hingga hiburan, semuanya dijual di aplikasi ini. Bahkan barang – barang preloved untuk big size juga banyak sekali tersedia di aplikasi ini. So saya bisa jualan sekaligus belanja barang secondhand yang kualitasnya masih bagus hahaha.
  • Tersedia aplikasi chat yang memudahkan saya sebagai penjual untuk berhubungan langsung dengan calon pembeli, begitu pun sebaliknya.
  • Proses penjualan nggak ribet, ini penting sekali karena males aja ya saat mau jual barang untuk dapet keuntungan eh malah diribetin dengan proses ini dan itu.

Sejauh ini, saya sudah seminggu aktif menjadi pengguna Carousell. Memang baru satu sih barang yang laku, tapi saya sudah sukses belanja beberapa barang hahaha. Kalau teman – teman mau coba belanja atau berjualan barang di Carousell, silahkan download aplikasinya di Apps Store dan Google Playstore. Pun kalau mau belanja barang – barang di toko saya, silahkan mampir di https://id.carousell.com/putrikpm/ dan silahkan lihat – lihat preloved items yang saya jual. Siapa tahu jodoh kan 🙂

Baca: Tips Nyaman Belanja Online Tanpa Galau

Jadi sepertinya libur lebaran ini saya bakalan melakukan metode KonMari dan memisahkan barang – barang yang jarang dipakai untuk saya jual di Carousell. Lumayan, hasil penjualannya bisa untuk nambah – nambah biaya nikah kan? Hahaha. So thanks to Carousell yang berhasil bikin saya berberes lemari dan mengubahnya jadi sedikit rezeki. Alhamdulillah….

See you on my next post!

putrikpm-footer

7 thoughts on “Bongkar Lemari, Ubah Jadi Rezeki Dengan Carousell

  1. Aku sih ngga kalap ya saat dapat THR *congkak* tapi jualan preloved itu memang nagih!

    Rasanya senaaanngg bangeeett kalau ada preloved yg laku terjual. Secara barang itu ngga terpakai di aku tapi ternyata berguna buat orang lain dan pastinya aku bisa balik modal *terus uangnya dipakai buat belanja lagi, hahaha* :p

    Aku juga jualan preloved di Carousell, Put. Sudah lama bangeeett! Mampir-mampir laaahh… Siapa tau ada prelovedku yg berguna buat kamu ^^

  2. Kak, di carousell memang tdk ada daftar user yg sdh kita block ya? Jd kalau ingin unblock biar langsung diklik. Toh fungsi block juga tidak begitu mendukung. Kita tdk bs tahu tentang kegiatan user yang diblock, tapi user yg bersangkutan tetap tau profil kita bahkan masih bs kirim chat/inbox. Ada bbrp user yg saya blok tp tdk tau nama di carousellnya.. Mohon bantuannya, mungkin bs menjawab. Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *