Kudo, Bukan Sekedar E-commerce Biasa

Beberapa minggu lalu, salah satu teman FB saya, Kang Arul, promosi soal salah satu e-commerce yang katanya nggak perlu modal apa – apa malahan kita bakalan dipinjami tablet gratis untuk usaha. Siapa yang nggak tertarik coba? Akhirnya setelah tanya – tanya, saya dan beberapa teman blogger lain diundang ke kantornya KUDO. Saya harus jujur, kantornya yang ada di daerah Radio Dalam ini homey banget! Banyak spot – spot menarik buat foto – foto LOL.

Kudo HQ, so homey!
Kudo HQ, so homey!

Acara dimulai sekitar jam setengah 10, saya sengaja duduk di depan dekat meja supaya lebih jelas aja denger pemaparan dari pembicara. Baru pertama kali denger kata Kudo? Sama! Makanya saya pengen fokus cari info soal Kudo, kan jaman sekarang banyak banget e-commerce bertebaran. Ternyata, Kudo ini adalah start – up e-commerce agregator yang concern sama kemajuan masyarakat Indonesia.

infografis kudo

Adalah Albert Lucius dan Agung Nugroho yang menjadi pelopor terbentuknya Kudo. FYI aja ya, keduanya adalah anak Indonesia asli. Dulunya, mereka satu SMA, lalu bertemu kembali di Amerika saat melanjutkan studinya. Di bulan Juli 2014, keduanya sepakat membuat startup dengan nama Kios Untuk Dagang Online yang disingkat dengan Kudo. Bermarkas di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan, perkembangan kudo lumayan pesat. Per tahun 2014 lalu aja sudah ada 100an karyawan loh. Biasanya, pertumbuhan karyawan berbanding lurus sama pendapatan loh. Lalu apa tujuannya duo eksmud (boleh yah saya panggil eksmud alias eksekutif muda soalnya mereka emang beneran masih muda – muda atau mungkin seusia saya *LOL*) ini membangun kudo?

Profil Founder Kudo
Profil Founder Kudo

Karena melihat minimnya transaksi online di Indonesia, mereka berdua berniat menyebarluaskan digital-preneur di kalangan masyarakat Indonesia. Jadi, dengan membangun Kudo, duo eksmud ini ingin membuka lapangan pekerjaan baru, mengubah mindset jual beli online jadi lebih aman dan nyaman plus merangkul 1 juta masyarakat Indonesia untuk menjadi digital-preneur kurang lebih 1 – 2 tahun ke depan. Keren ya?

agen

Lalu, apa bedanya dengan e-commerce biasa? BEDA. Beda banget malah. Kudo menganut sistem keagenan, agen ya bukan MLM *LOL*. Jadi para agen ini akan dibekali tablet yang digunakan buat jualan. Tabletnya dipinjemin gitu dan di dalam tabletnya sudah tertanam aplikasi kudo. Kenapa pakai tablet? Ide awal ini direalisasikan supaya kesan berbelanja di kudo lebih aman. Soalnya kan setiap mau transaksi harus melalui agen terdekat dan kemungkinan besar si agen – agen ini adalah orang yang kita kenal. Kebayang kan kalau belanja sama teman sendiri, pasti bawaannya aman dan nyaman. Apalagi seluruh transaksi di kudo ini cash only alias nggak perlu pake kartu kredit atau transfer antar bank.

Dan yang lebih enaknya lagi, para agen nggak perlu ribet belanja barangnya terus nyetok di rumah dan galau karena belum laku – laku. Soalnya konsepnya kudo ini semacam agregator dari e-commerce yang bertebaran di Indonesia. Jadi semisal saya pesen produk A sama si Agen, si Agen bisa memilihkan produk yang paling murah dan dari penjual yang sudah terbukti prestasinya. Jadi, saya bisa leyeh – leyeh nunggu paket sampai dan bayar sama agen tanpa khawatir barang saya lama sampai atau si agennya nipu. What a simple and helpful startup, agree?

Terus, apa gunanya para agen kalau pembeli bisa beli langsung di e-commerce? Banyak! Gunanya si agen akan jadi perantara kita dengan pembeli. So masalah ribet – ribet sama customer service bisa dihandle sama agen. Terus, si agen ini bisa menjual sampai dengan 2 juta produk. Nggak cuma produk pakai kayak fashion, tapi di kudo kita bisa beli pulsa, beli token listrik, bayar asuransi sampai beli tiket pesawat buat liburan loh. Dengan banyaknya barang yang dijual, otomatis komisinya si agen bakalan makin gede. Oh ya, si agen bekerja dengan sistem komisi jadi nggak pakai tutup poin karena emang bukan MLM. Jadi berapa banyak barang yang berhasil di jual ya segitu juga komisi yang bakalan didapet si agen. Plus, kita nggak perlu pake kartu kredit atau transfer uang ke si agen. Cukup pakai uang tunai aja, jadi makin simpel dan ngerasa aman kan?

Barang Yang Bisa Dibeli Di Kudo
Barang Yang Bisa Dijual Di Kudo

Kalau teman – teman berniat untuk jadi agen, gampang kok caranya. Cukup buka website kudo dan klik tombol “Jadi Agen” atau klik link berikut, dengan biaya deposit minimal 500ribu, seminggu kemudian bakalan dikirimin tabletnya dan bisa langsung jualan loh. Denger – denger nih, di akhir tahun ini kudo bakalan bikin aplikasi yang bisa didownload, jadi para agen bisa berjualan meskipun nggak pakai tablet dari kudo. Well see and enjoy the more simple life :’)

Selesai acara ada pengumuman livetweet yang ternyata hashtag #kudobox nembus TTI (Trending Topic Indonesia) di peringkat ketiga selama 45 menit loh. WOW! Dan ternyata saya adalah salah satu dari 3 pemenang livetweet terpilih. Thanks Kang Arul dan Kudo!

kudo 2

Oh ya, selain event perdana kudo dengan teman – teman blogger, selanjutnya acara kumpul blogger ini bakalan jadi agenda rutin di kantor kudo loh. Dengan nama Blogger Class, kudo dengan senang hati menjadikan HQnya sebagai tempat kumpul – kumpul sekaligus berbagi ilmu dan informasi yang dibutuhkan para blogger. Denger – denger nih, blogger class selanjutnya bakalan ngebahas SEO loh. Siapa mau ikut? 😀

Dengan hadirnya si kudo, saya percaya teman – teman jadi nggak takut belanja online. Soalnya kita belanja sama agen yang kita kenal, bayarnya cash dan nggak ribet. Atau yang hobi belanja online dan pengen dapet uang lebih, silahkan daftar jadi agen ya. Nanti saya nitip beli pulsa sama tiket pesawat ya! By the way, thanks to Kudo and Kang Arul for having me. See you in another event 🙂

Foto bareng tim kudo dan blogger o/
Foto bareng tim kudo dan blogger o/

footer copy

Baca Juga:

5 Comments

  1. Pingback: Testimonial : Kudo, Bukan Sekedar E-commerce Biasa | Kudo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *