Mengenal Lebih Dekat Profesi Social Media Officer

Empat tahun lalu, saya pun masih geleng – geleng saat ditanya apa itu social media officer. Bahkan ketika teman kuliah saya menawarkan pekerjaan itu, sayang langsung browsing info sebanyak – banyaknya. Dan sehari setelah penawaran itu, saya langsung bilang “Mau!” karena tertarik dengan salary yang ditawarkan. Entah saya yang mata duitan atau memang ini takdir hidup saya. Setelah kejadian itu hingga detik ini, saya sudah mendapatkan gaji dari pekerjaan saya sebagai social media officer. Pekerjaan yang bagi sebagian orang dianggep terlalu mudah ini sebenernya nggak mudah – mudah amat. Saya sering banget dapet statement kayak gini, “Kerjaan kamu social media officer? Pasti sehari – hari cuma online doang, enak banget sih hidupmu!” padahal kenyataannya pekerjaan ini nggak segampang dan seenak yang mereka pikirkan.

 

Saya yang memiliki background advertising di fakultas komunikasi pun ternyata masih harus belajar dari awal. Saya harus memahami job desc yang diberikan karena menjadi social media officer ternyata agak sedikit sesuai dengan jurusan kuliah saya. Sayangnya, mata kuliah social media baru dikeluarkan pihak kampus di satu angkatan di bawah saya. Ngenes ya? Jujur selama kuliah saya nggak pernah dapet pendidikan tentang ke-social media­-an, jadi saya benar – benar meraba dari bawah berbekal pengetahuan yang saya punya sebelumnya, tanya sana – sini dan Mbah Gugel yang setia menemani.

Emang sih, kerjaan saya ini garis besarnya cuma online, browsing, dan chatting doang. Tapi sebenernya, kami para socmed officer ini harus kreatif supaya bisa menulis konten untuk di-post di akun – akun socmed klien. Kontennya pun nggak sembarang konten. Harus memiliki nilai hard selling atau soft selling dan menarik para followers di twitter ataupun fans di fanpage untuk tetap setia mengikuti akun tersebut. Selain itu, kontennya pun dibuat dalam dual language, karena salah satu klien saya kantornya di HongKong, jadi setiap postingan yang dibuat harus dengan dua bahasa, Indonesia dan English. Nggak semudah ngebalikin telapak tangan lho buat nerima approval dari klien. Berbagai macam kritikan dan permintaan ini itu demi konten yang sesuai dengan keinginan klien sudah menjadi makanan sehari – hari saya. Ada juga sih klien lokal, kontennya cuma pakai bahasa Indonesia tapi harus out of the box. Hayo gimana hayo?

Selain kreatif, yang dibutuhkan oleh seorang socmed officer adalah melek perkembangan socmed. Ini sih penting banget, mana ada klien yang pengen akun socmed-nya diisi konten basi dan nggak bermutu? Bisa – bisa followers dan fans-nya menurun drastic dan siap – siap aja dapet email pake capslock sambil nanya WHY? dari klien. pengalaman 😛

Seorang social media officer juga harus stand by dan sabar. Stand by 24 jam untuk ngejawabin pertanyaan dari para followers dan fans. Sifat sabar akan berguna saat ada followers atau fans nanya melulu kayak tamu. Udah gitu pertanyaannya kadang nggak nyambung. Misalnya, ada followers mention gini: “Min, bagi link streamingnya dong?”. Padahal akun socmednya adalah saluran TV berbayar, masak ditanyain link streaming? Pusing pala Barbie…

Dan kalau sudah siap jadi socmed officer, berarti harus siap brainstorming kapan aja dan dimana aja. Harus siap dikejar – kejar deadline postingan padahal di hari libur. Kudu sigap ngehapus postingan spam yang masuk ke wall fanpage meskipun di tengah malem. Dan kudu siap nerima whatsapp klien yang nanyain typo atau salah ketik walaupun cuma satu huruf.

Tapi bagaimanapun juga, social media sudah menjadi mata pencarian utama saya, ditambah dengan nyambi jadi buzzer dan blogger yang juga menghasilkan. Pekerjaan ini memang menambah minus di mata saya jadi -4 dan silinder 2,5. Tapi dari sini jugalah saya bisa belanja ini itu, nyenengin orang tua, sedekah dan nabung. Alhamdulillahnya, jadi socmed officer itu bikin saya makin melek sama dunia baik nyata maupun maya. Jadi, mau kerja sebagai socmed officer?

Baca Juga:

98 Comments

  1. Fenny lulusan Fisika dan laboratorium komputasi sukses membuat Fenny jatuh cinta pada internet. Ga nyangka juga kalau sekarang malah jadi orang “online” :D. Tos dengan semua pengalamannya

  2. Mau doonk 😀

    Iyap bener banget, terkadangan orang berpikiran enak banget ya kerjaannya.
    Padahal yang ngejalaninnya, up n down penuh perjuangan.

    Tapi seneng tuh, penuh tantangan kerjaannya, harus banyak belajar lagi sama putri ihh 😀

    1. Hampir sama, Mbak! Cuma bedanya kalau online marketing itu hard selling nah kalau socmed itu soft selling dan lebih ke gimana cara ngebangun karakter dari brand di social medianya itu sendiri sih.

  3. mengikuti perkembangan zaman, ya. Sekarang kuliah pun ada mata kuliah socmed. Zaman saya, mana ada mata kuliah ini hehe

    Ya, kadang kita suka melihat kerjaan orang lain dari kulitnya. Entah itu bilang lebih enak atau meremehkan. Padahal kalau dijalanin pasti ada enak dan gak enaknya, ya. Yang penting enjoy aja, deh 🙂

  4. Profesi impian nih. hihi….
    Kelihatannya mudah, tapi pasti ada minusnya. Dan mata adalah senjata yg sering tumpul duluan. Iya kan mbak. Sampai minus 4 gitu. duh duh….
    Saya punya 1 page utama, padahal masih usaha sangat kecil, yg terlelah itu mencari komentar spam. Nah… kalau brand besar… pasti banyak banget. Sepadan dengan gajinya ya mbak.

  5. Profesi impian nih. hihi….
    Kelihatannya mudah, tapi pasti ada minusnya. Dan mata adalah senjata yg sering tumpul duluan. Iya kan mbak. Sampai minus 4 gitu. duh duh….
    Saya punya 1 page utama, padahal masih usaha sangat kecil, yg terlelah itu mencari komentar spam. Nah… kalau brand besar… pasti banyak banget. Sepadan dengan gajinya ya mbak. hehe

  6. Waah menarik ya jd socmed officer. Aku jd tertarik ^_^
    Iya betul. Kadang orang gak tau the real things yang kita rasakan kayak gimana. Gak semudah yang org pikirkan..

  7. TFS, Mbak. Saya juga suka penasaran sama profesi ini. Harus super kreatif ya. Dan omong2, baru tahu juga kalo sosmed jadi topik kuliah juga di jurusan komunikasi sekarang ini. Setiap profesi memang tentu ada perjuangannya ya. Asalkan udah cocok di hati it’s okay 🙂

  8. hehehe ini job sy sekarang…udah 8 bulan ini jd SMO…..seru jug jadi SMO karena kita mengerjakan pekerjaan yang terhubung dgn banyak pihak di ktr..kta bsa jd costumer service, teknisi, marketing, manajer bahkan sok jd bos hahaha….orang bilang mmg enak kerjanya online aja, pdahal hrs kreatif mmg…bikin status aja harus mikir biar org ga bosan hihihi….toss ah…nanti kita bikin grup SMO yuuuk..biar bisa berbagi pengalaman, sharing dll…btw salam kenal ya mak 🙂

  9. Aku pengen banget masuk dunia ini. Tapi tiap mau ngelamar minder, soalnya background nya sama kerjaan sekarang jauh banget dari apa yang diminta… Apa bisa ya??

    1. Pertama nyoba ke diri sendiri. Kalau postingan atau konten di socmed kita menarik, pasti gampang nyari kerjanya. Mungkin bisa ikut2 workshop socmed. Aku dulu kayaknya faktor lucky deh hihihi

  10. Salam kenal kak…
    Postingannya menarik banget, soalnya sering liat ada loker socmed officer gitu di timeline twitter. Cukup tertarik karna aku suka sma dunia online. Postingannya ngasih sedikit bayangan dan aku jd pengen. Gimana awalnya kakak bisa jd socmed officer? Kira-kira semua jurusan bisa ga sih?

  11. dulu saya adalah orang yang gaptekyang namanya internet dan juga medsos. dan ketika menggunakan medsos awal awal dulu hanya untuk seneng-seneng aja, tapi seiriing berjalannya waktu saya sadar dan tanpa ga sadar saya juga ahli internet marketing seperti yang mbak tulis ini nie. dan walaupun juga saya bukan jurusan komunikasi yang seperti kebanyakan orang pikirkan.

  12. Dulu aku suka ngira, pekerjaan socmed admin/officer itu kayaknya gampang. Sampai lihat temanku yang in charge akun sosmed startup jualan sepatu, ternyata postingan pun harus dipikir banget. Ga gampang bikin kalimat yang bagus, hihihi.

  13. Menarik juga ya pekerjaan sbg media officer itu rupanya…
    Posisi ini sepertinya belum ada saat saya mulai terjun ke dunia kerja di tahun 1990-an…
    Saya pribadi baru mulai otak-atik sosial media tahun 2010-an. Twitter, FB, ngeblog…semua pake nebeng di komputer pabrik…hehehe

    Salam,

  14. Saya setuju..tiap kerjaan ada enak-kurang enak bahkan ga enaknya (salah satu momen enaknya pas nerima gaji kali yaa?.hehe) tiap kerjaan punya tantangan masing-masing dan belum tentu semua orang bisa.

    Kalo masalah latar belakang pendidikan saya ingat kata-kata pak Mario Teguh “Perguruan tinggi mengajarkan kita untuk bisa menyesuaikan diri untuk segala jenis pekerjaan, pekerjaan tidak harus sama dengan latar belakang pendidikan.”(kurang lebih isinya gitu) dan mbak Putri salah satu buktinya ^^

    Sukses terus mbak Put ^^

  15. Itu artinya didiklah anakmu sesuai zamannya. Pekerjaanmu itu membuat ilmu marketing makin berkembang. Terima kasih ilmunya. Masih muda sudah banyak pengalaman.

  16. Lebih banyak senang nya ya mba jadi social medai officer apalagi klw dah dpt kontrak dr brand brand besar untuk jadi buzer…. hihhhihi

  17. Reblogged this on Embun Pagi and commented:
    Selain kreatif, yang dibutuhkan oleh seorang socmed officer adalah melek perkembangan socmed. Ini sih penting banget, mana ada klien yang pengen akun socmed-nya diisi konten basi dan nggak bermutu? Bisa – bisa followers dan fans-nya menurun drastic dan siap – siap aja dapet email pake capslock sambil nanya WHY? dari klien. pengalaman

  18. Salam kenal mbak.
    Informatif sekali.. Saya baru diterima kerja sebagai Sosmed Officer jg di salah satu Online Store di Indonesia. Harus banyak-banyak belajar sebelum mulai bekerja 😀

  19. Wih, artikelnya kece. Makasih yaa mbak buat info seputar per-social media-annya hhe klo boleh request, bahas yang hard selling atau soft selling donk. Oiya, salam kenal dan sekali lagi makasih yaa buat infonya. 😀

  20. thank you kak artikelnya! ‘sedikit’ ngerti tentang profesi ini. walaupun gak ada basic sama sekali tapi aku cukup ‘penggila’ socmed.

  21. Halo Ka Putri! Terimakasih ya sudah sharing!
    Saya turut merasakan apa yg kakak rasakan.. Huahaha

    Oiya, btw sebelumnya aku udh liat postingan kk yg tentang lindor lipstik loh! ^^

    1. Halo, salam kenal. Mba Hilda boleh minta emailnya? Kalo berkenan aku mau sharing tentang socmed officer karena aku baru banget di dunia socmed ini. Thanks

  22. Halo, salam kenal. Mba putri boleh minta emailnya? Kalo berkenan aku mau sharing tentang socmed officer karena aku baru banget di dunia socmed ini. Thanks

  23. salam kenal kak putri, baru tahu ada profesi ini dengan banyak klien, saya tahunya di kantor ada seorang karyawan yg ditugaskan jadi admin yang mengelola socmed dan website kantor kak

  24. kebetulan ini kak, lagi ngincer profesi ini. Kira-kira pekerjaan ini bisa disambi ga ya kak? Trus bagi tips dong buat lamaran kerjanya profesi ini diterima. minta akun twitternya dong ka…

  25. wahhh.. aku bentar lagi mau test psikotes untuk sosial media officer. Doakan lolos ya hehehe. aku penasaran sebenernya sama job ini. heheh

  26. Pingback: Tips Awal Menjadi Social Media Officer | Delapan Kata
  27. Pingback: Manfaat Twitteran: Mulai Dari Job Berbayar Hingga Punya Pacar |
  28. Pingback: Serba – Serbi Job Review Dimata Brand | Delapan Kata
  29. Pingback: Natural Honey hand & body lotion, cocok untuk yang aktif! | delapankata.wordpress.com
  30. Pingback: ASUS ZenPower 2, Teman Baru Smartphoneku | delapankata.wordpress.com
  31. Pingback: Social Media dan Saya – DELAPANKATA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *