Octobreast, Sebarkan Semangat Pita Pink Untuk Para Pejuang Kanker Payudara

Warna pink memang identik dengan wanita dan feminisme. Saya sendiri cukup suka dengan warna pink, karena lembut dan terlihat sangat dekat dengan segala yang berbau kewanitaan. Tapi belakangan ini saya sering melihat lambang pita dengan warna pink bertebaran di beberapa mall dan tempat – tempat hiburan. Ternyata saya baru ingat, ini bulan Oktober dan bulan ini memang didedikasikan sebagai bulan peduli kanker payudara. Berarti bulan ini adalah bulan yang tepat untuk memberikan semangat positif dan kebahagiaan baru bagi para pejuang kanker payudara dan biasa disimbolkan dengan pink ribbon alias pita pink. Saya senang sekali saat mendapat undangan untuk meliput sebuah seremonial yang menjadi bagian dari perayaan Octobreast yang diselernggarakan oleh Graha Medika yang bekerjasama dengan blogdetik. Garda Medika adalah produk asuransi kesehatan dari asuransi Astra yang siap meng-cover segala jenis penyakit bagi para membernya. Selain itu, para blogger dan tamu undangan juga dapat berinteraksi langsung dengan para wanita survivor yang mampu bangkit dan mengalahkan kanker payudara dan kini telah kembali beraktifitas normal serta membangun sebuah komunitas/organisasi sosial bernama Love Pink.

08488a40bdefcd4190c91dd97bc8fa1d_dsc_2454Dr. Doddy Permadi – sumber: blogdetik

Dalam acara tersebut Dr. Doddy Parmadi mengatakan Kanker Payudara adalah kanker no 1 paling berbahaya dan terbesar di Indonesia dengan jumlah angka kejadian 26 / 100.000 dan banyak diantara berujung dengan kematian karena terlambat mendapat pertolongan. Karena pengobatan kanker payudara itu sendiri yang memang tidak murah, ada baiknya kita mengecek sendiri dengan melakukan SADARI. SADARI adalah singkatan dari periksa payudara sendiri. Cara – cara yang dapat dilakukan untuk deteksi dini penyakit kanker payudara yang bisa dilakukan saat mandi atau sebelum berpakaian seperti gambar berikut ini:

 sadari copysumber

  1. Angkat kedua tangan ke atas dan lihatlah bentuk dari payudara di cermin. Apabila bentuknya tidak simetris, puting masuk ke dalam atau terdapat tanda kemerahan dan bengkak di payudara segeralah memeriksakan diri ke dokter.
  2. Kembali menghadap cermin, letakkan kedua tangan di pinggang dan lihat bentuk payudara apakah simetris atau terdapat benjolan disalah satunya.
  3. Tekan payudara dari atas ke bawah seperti pada gambar dan rasakan apakah ada benjolan di sekitar payudara. Ingat, jangan hanya disentuh tapi ditekan untuk mengetahui apakah ada benjolan halus atau kecil di dalam payudara.
  4. Pijit atau tekan payudara dengan cara melingkar dan rasakan apakah ada benjolan di dalam payudaramu.
  5. Tekan payudara dari atas ke bawah dan bawah ke atas berpusat di area puting dan lihatlah apakah ada cairan yang keluar dari puting. Apabila ada, segeralah memeriksakan diri ke dokyer.
  6. Selain saat mandi, kamu juga bisa melakukan SADARI sambil tiduran, caranya dengan posisi berbaring lalu tekan kembali posisi payudara secara melingkar, biasanya dengan posisi seperti ini bentuk payudara yang tidak sesuai dan adanya benjolan di payudara lebih mudah diketahui.

Apabila setelah melakukan tindakan atau gerakan – gerakan di atas lalu ditemukan benjolan di sekitar payudara atau keluarnya cairan dari puting, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Apabila kamu takut, kamu bisa meminta bantuan tim Love Pink Indonesia. Para survivor akan membantu dan menemanimu selama proses pengobatan dan penyembuhan. Selain SADARI, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara, yaitu: Mammografi (pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan Sinar X dosis rendah); USG / Ultrasonografi ( hal ini direkomendasikan bagi para wanita yang berusia 35 tahun ke bawah); Biopsi dan masih banyak lagi teknik – teknik pemeriksaan yang bisa dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia, contohnya di RS. Awal Bros dan RS. Evasari di Jakarta.

951674f9e6f6251f51290c2b6acd3821_20141003193547Kiri mbak Shanti, Tengah mbak Heni dan Kanan Dr. Doddy (sumber)

Mengingat tidak murahnya biaya penyembuhan penyakit mematikan ini, para survivor di Love Pink Indonesia memberikan beberapa tips bagi para wanita karier atau ibu rumah tangga yang sampai saat ini masih takut untuk memeriksakan diri ke dokter. Menurut mbak Heni Risakotta, wanita Indonesia harus berani menghadapi segala sesuatunya sekalipun yang terburuk. Baginya, dukungan keluarga dan teman – temannya memberikan kekuatan tersendiri untuk terus berjuang mengalahkan kanker payudara yang dideritanya pada tahun 2011 dan mengakibatkan ia harus merelakan payudara sebelah kirinya diangkat total. Berbeda dengan mbak Heni, menurut mbak Shanti Rosa Persada yang juga salah satu survivor Love Pink Indonesia, menerima kenyataan, ikhlas dan terus berusaha adalah kunci kesembuhannya. Ia percaya bahwa sekarang bukan saatnya ia harus mengalah pada kanker tapi sekarang adalah saatnya untuk terus berjuang demi keluarga dan buah hatinya.

914920b4e8b3b7ccc8d9c643a89ba744_dsc_2448

Pak L. Iwan Pranoto dari Asuransi Astra (sumber)

Pada kesempatan wokshop seputar Garda Medika dan Octobreast hari Jumat lalu, saya mendapat banyak informasi seputar penyakit kanker yang menjadi pembunuh no 1 paling mematikan bagi wanita di dunia ini. Sekarang saya seperti harus lebih ekstra peduli pada diri sendiri, bukan hanya menjalankan program hidup sehat, saya juga harus lebih sering mengajak interaksi tubuh saya sendiri. Selain itu, saya juga harus melakukan beberapa hal dibawah ini untuk mengantisipasi penyakit kanker payudara :

  1. Gunakan asuransi kesehatan. Terlihat sepele namun ini adalah utamanya. Seperti yang dialami mbak Heni, di tahun 2011 ia harus melakukan serangkaian operasi dan kemoterapi demi kesembuhannya dan itu tidaklah murah. Beruntunglah beliau yang sudah menjadi anggota asuransi kesehatan dan setengah lebih biaya pengobatannya ter-cover oleh asuransi kesehatannya. Dalam sesi tanya jawab kemarin, pihak dari Asuransi Garda Medika mengaku akan meng-cover semua biaya pengobatan kanker sesuai dengan premi bulanan yang dibayarkan. Sayang, untuk sementara Garda Medika tidak melayani retail alias hanya melayani korporat. Saya langsung mencari cara gimana caranya kantor saya menggunakan Garda Medika. Karena asuransi kesehatan ini adalah bagian dari Asuransi Astra yang sudah tak diragukan lagi karena sudah mendapat berbagai macam penghargaan seperti Platinum – Indonesia Best Brand Award (2002 – 2014), Top Brand Award (2007 – 2014), Service Quality (2007 – 2014) dan masih banyak lagi penghargaan yang sudah tidak diragukan lagi. Hebatnya lagi, asuransi Garda Medika meng-cover beberapa tindakan medis yang jarang diasuransikan di perusahaan – perusahaan, seperti gigi dan mata. Serius, jadi pengen deketin HRD dan suruh ganti asuransi ke Garda Medika 😛
  2. Konsultasikan dengan dokter yang berpengalaman di bidang kanker, agar segala tindakan yang dilakukan baik itu deteksi dini, penyembuhan dan pemulihan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  3. Browsing! Internet saat ini menjawab apapun informasi yang dibutuhkan manusia. Sering – seringlah mencari informasi seputar gejala dan tanda – tanda penyakit kanker payudara untuk deteksi dini
  4. Melakukan pola hidup sehat dengan mengurangi stress, makan makanan sehat / organik, tidak merokok, tidak minum minuman keras , rajin berolahraga dan luangkan waktu berkumpul bersama keluarga.
  5. Yang terakhir dan terpenting adalah selalu berdoa dan ikhlas pada kenyataan yang ada. Saya selalu ingat sebuah pesan bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan dan ujian melebihi kemampuan umatnya. Maka saya percaya bahwa segala penyakit yang diberikan pasti bisa disembuhkan selama kita berusaha, berdoa dan berikhtiar.

Acara workshop penuh manfaat kemarin diakhiri dengan berfoto bersama seluruh blogger, tim dari blogdetik, Garda Medika dan survivor dari Love Pink Indonesia dengan menggunakan gelang berwarna pink!

ab91de89797f3279923cd548c4b907f6_gelang-pink-2Cheers! (sumber)

Bagi teman – teman yang ingin tahu lebih banyak soal kanker payudara, asuransi Garda Medika dan Love Pink ID, ayo ikutan event besar Jakarta Goes Pink yang akan diselenggarakan pada hari Minggu 12 Oktober 2014 start di Plaza Indonesia dan berakhir Balai Kota Jakarta dengan kurang lebih 3000 peserta yang peduli dengan kanker payudara akan membuat Jakarta berubah menjadi lautan pink! Sayangnya, pendaftarannya sudah ditutup karena kelebihan kapasitas, tapi untuk yang masih peduli dan mau ikut seru – seruan dalam acara ini masih diperbolehkan hadir dengan dresscode serba pink! Mau ikutan? Cek informasi selengkapnya di: http://www.jakartagoespink.com/ atau cek website Love Pink Indonesia di www.lovepinkindonesia.org dan twitter mereka di @lovepinkID atau kunjungi website Asuransi Astra di www.asuransiastra.com dan twitter @GardaOto.

Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dan ilmu bagi kita semua. Ayo support dan sebarkan semangat positif bagi para wanita yang berjuang melawan kanker payudara. Yakinkan bahwa mereka bisa sembuh dan kembali beraktifitas kembali seperti semula. Semangat ladies!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *