From Borneo To Bloomberg, Berani Bermimpi Dengan 13 Prinsip Kesuksesan Hidup Ala Iwan Sunito

“Dare to dream and most importantly, dream big.” Begitulah bunyi quote dari seorang pengusaha sukses asal Indonesia bernama Iwan Sunito. Kita memang harus berani bermimpi agar bisa sukses menjadi apa yang kita cita-citakan. Ya, Iwan Sunito adalah CEO sekaligus Co-Founder Crown Group, perusahaan properti yang sukses menjual ratusan unit apartment di Australia yang lahir dan tumbuh besar di Indonesia, tepatnya di Surabaya dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Iwan_Book_sittingonwharf

Siapa sangka ternyata Iwan Sunito pernah mengalami masa – masa sulit saat tinggal di Indonesia? Iwan Sunito lahir di Surabaya dan tumbuh remaja selama 12 tahun di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dengan segala kesederhanaan hidupnya, Iwan belajar hidup disiplin, menghargai hidup dan tak kenal lelah dalam berusaha. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan pendidikannya di Surabaya. Dan saat berumur 18 tahun, ayahnya mengirimnya untuk bersekolah di Sydney, Australia. Kepindahannya ini menjadi hal yang sangat menantang baginya karena selama bersekolah di Indonesia, ia adalah salah satu murid yang tak memiliki prestasi yang menonjol, bahkan bisa dikatakan ia termasuk anak yang bandel.

Iwan_Book_Image_5_BoatTrip_ArutRiver

Iwan Sunito kemudian belajar desain arsitektur di Universitas New South Wales dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan serta kemudian melanjutkan gelar masternya. Ia memulai kariernya sebagai karyawan arsitek untuk Cox Richardson Arsitek, sebuah firma yang cukup besar di Australia. Lalu kemudian ia berfikir untuk menjalankan usahanya sendiri akan jauh lebih baik dibanding bekerja sebagai karyawan. Dan akhirnya di tahun 1996 bersama dengan Paul Sathio, rekan bisnisnya, ia mendirikan Crown Group tepat empat tahun setelah kelulusan kuliahnya. Crown Group berhasil mengumpulkan momentum dengan rentetan proyek – proyek sukses di tahun – tahun berikutnya.
Iwan Sunito adalah orang kelahiran Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan Ernts & Young Entrepreneur of the year Award di Australia. Ia juga aktif dalam pembinaan anak – anak muda dan seorang pembicara internasional dalam dunia bisnis baik di Sydney maupun di Indonesia.
Di tahun 2014 ini, Iwan Sunito bersama – sama dengan Gramedia meluncurkan buku pertama yang berisi tentang 13 prinsip kesuksesan hidup dan kutipan – kutipan bernakna yang merubah hidupnya ini telah menuai sukses ketika pertama kali diperkenalkan di Jakarta pada bulan Mei lalu.
From Borneo to Bloomberg Book Cover
“From Borneo to Bloomberg” adalah cerita tentang keuletan dan kesuksesan. Sebuah kisah perjalanan seorang anak manusia bernama Iwan Sunito yang harid di Surabaya dan menghabiskan masa kecilnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Iwan berharap siapapun yang membaca bukunya akan mendapatkan inspirasi dan menjadikannya acuan dalam menjalani hidup.

Books Image

Penasaran apa saja prinsip kesuksesan hidup Iwan Sunito? “From Borneo to Bloomberg” akan diluncurkan serentak di seluruh Gramedia di Indonesia tanggal 28 Juni 2014.

[REVIEW] Madam Tan, Nyamannya Makan Di Cafe Ala Rumahan

Cuaca Jogja mulai memanas, siang itu gue sengaja pergi ke daerah Jakal alias Jalan Kaliurang Jogja untuk beli oleh – oleh untuk keluarga dan temen – temen di Jakarta. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, si pacar ngajak ngadem sekalian makan siang di café yang lokasinya di sekitar daerah Kaliurang, Madam Tan. Café yang mungkin bisa disebut sebagai restoran ini menawarkan konsep homey. Saat gue baru masuk, wangi makanan langsung menyerbu karena restoran ini memiliki dapur terbuka yang menyatu dengan teras yang dihiasi banyak sofa dan kursi empuk. Suasana ala rumahan sangat terasa kental, apalagi karena pemilihan warna sofa yang didominasi warna hijau dan orange yang membuat restoran ini terasa seperti rumah kedua yang nyaman.

 
Read more

Edge Of Tomorrow [2014] Live. Die. Repeat #Review

Image

Mayor William Cage (Tom Cruise), seorang perwira di AS yang terpaksa harus menjalani pertempuran yang sebenarnya. Pertempuran itu hanya merupakan bentuk misi bunuh diri karena harus berjuang melawan serangan alien yang entah dari mana datangnya. Alien tersebut disebut dengan nama Alpha. Cage bersama sejumlah anggota militer lainnya harus berjuang melindungi diri dari serangan Alpha yang siap menyerang kapan saja.

Dari awal film, penonton disuguhkan dengan plot maju mundur, saat Cage terbangun dari tidurnya ternyata ia sudah berada di pangkalan militer dan besok paginya ia harus menggunakan baju besi yang membuatnya tampak seperti robot. Cage yang tak pernah berada di situasi segenting itu merasa kebingungan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan prajurit wanita yang cukup menarik perhatiannya. Namun tak berapa lama prajurit yang bernama Rita Vrataski (Emily Blunt) itu mati diserang Alpha. Dan kemudian Cage pun mati pula. Namun anehnya, setiap Cage terbunuh setiap itu pula ia mengulang hari yang sama.

Image

Hingga akhirnya setelah kematiannya yang kesekian kali, Rita meminta Cage untuk menemuinya saat ia terbangun. Dan benar saja saat Cage terbangun ia langsung mencari Rita yang dikenal dengan Angel of Verdun karena Rita pernah berhasil membunuh Alpha di Verdun. Rita juga memiliki kelebihan yang dimiliki Cage dulu, namun setelah ia mengalami kecelakaan dan harus ditransfusi darah ia kehilangan kemampuannya. Namun ternyata pusat dari penyerangan alien itu bukan Alpha, melainkan Omega yang lokasinya tak diketahui siapapun.

Rita mengajarkan Cage untuk bertahan hidup dan sebisa mungkin melawan Alpha, apabila Cage gagal maka Rita akan membunuhnya. Begitu seterusnya hingga Cage dan Rita diserang sejumlah pasukan yang mencoba menggagalkan aksi mereka. Cage kekurangan darah hingga harus di transfusi. Hal itu membuatnya putus asa karena kekuatannya telah lenyap seketika.

Berbekal keinginan untuk membasmi serangan yang telah menghancurkan kota, akhirnya Cage berhasil mengajak pasukan J untuk membantunya dan Rita membunuh Omega. Mereka terbang ke Prancis namun ternyata Alpha menyerang pesawat mereka. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyerang Alpha yang jumlahnya puluhan kali lipat dari mereka. Hingga akhirnya seluruh pasukan J tewas, dan hanya Rita dan Cage yang masih hidup.

Image

Dalam kegalauan karena Cage tak mampu mengulang hari, mereka berdua mencoba menyerang Alpha dan Omega. Rita berhasil memancing perhatian satu Alpha sehingga membuat Cage bebas memburu Omega yang berada di bawah dam. Hingga akhirnya Cage berhasil mengebom Omega walaupun mempertaruhkan nyawanya. Namun cairan Omega mengalir di dalam darah Cage sehingga ia kembali mengulang hari.

Di bagian akhir, Cage terbangun dan tetap menjadi Mayor yang melihat pasukan J latihan menghadapi perang. Cage pun bertemu dengan Rita yang tak mengenal dirinya. Endingnya, cukup bahagia karena alien berhasil di basmi tanpa mengorbankan satu nyawa pun.

Review: Film yang cukup membuat kita berfikir selama menontonnya. Karena adegan Cage mengulang hari terjadi puluhan kali. Tapi cocok buat ditonton sama pasangan atau sama keluarga karena sosok heroik Tom Cruise sesekali diselipi adegan-adegan lucu yang membuat kita tertawa.

 

Rating : 8/10

Kakek Berkemeja Batik, Semoga Selalu Baik-Baik

Sore itu, sepulang dari jalan-jalan seru di Museum Sumpah Pemuda, gue sengaja pengen naik bus TransJakarta jurusan Kp. Melayu – Pulo Gebang. Rasanya kayak kangen sama jalanan yang udah gue laluin selama setahun lalu. Jadilah gue nostalgia sama jalanan sempit tapi rindang di sekitar daerah Jatinegara sampai Buaran Jakarta Timur. Jadi, setelah berebutan di halte busway Kp. Melayu, gue duduk juga dengan tenang di bagian ladies area yaitu di bagian depan bus gandeng berwarna oranye ini. Bisnya mulai penuh, banyak yang berdiri sambil berpegangan di gantungan yang disediakan, ada juga yang nyender di pintu atau di pembatas area.

Awalnya gue pengen tidur karena ac bis nya kayak niupin mata gue supaya cepet merem. Tapi nyatanya, ada seorang kakek-kakek umurnya sekitar 80an tahun berdiri di samping kanan gue. Tangannya masih kokoh megang gantungan yang melambai di atas tiang bis kebanggaan warga Jakarta ini. Naluri anak baik gue langsung hadir, gue berdiri dan menyuruhnya duduk. Awalnya dia senyum terus nolak, tapi gue paksa. Akhirnya dia duduk juga.

“Terima kasih.” ucapnya pelan sambil duduk.

Gue pun tersenyum dan ngeliat si bapak tua ini. Gue keingetan kakek gue! Serius deh! Nggak kebayang kalau kakek ini adalah kakek gue dan nggak ada orang yang ngasih dia duduk cuma karena dia terlihat kuat berdiri sambil berpegangan sama gantungan tangan. Oh my, nggak sanggup lagi gue mikir yang begituan.

Buat ngalihin pandangan gue, gue sengaja baca buku Insurgent. Buku lanjutan Divergent film yang sempet gue tonton beberapa bulan lalu. Gue emang terbiasa baca buku dimanapun, mau di jalanan atau sekedar nunggu bis di halte. Dan kakek itu negur gue.

“Nggak pusing ya baca sambil berdiri begitu?” tanya si kakek sambil sesekali membenarkan kerah kemeja batik yang dipakainya.

“Nggak, pak. Saya udah biasa.” Jawab gue sambil tersenyum.

Lalu si kakek menceritakan pengalamannya tentang baca buku. “Saya pernah baca buku di pesawat. Baru dua lembar saya baca, saya muntah-muntah. Anak saya marahin saya, katanya saya kampungan. Hahahaha.” Bapak ini cerita polos banget. Seakan-akan dia ngetawain dirinya sendiri. Kacamatanya sesekali melorot, dan berulang kali pula ia membenarkan letak kacamatanya diantara hidungnya yang mancung.

“Mungkin bapak nggak biasa baca, makanya pusing.” saut gue sambil ngeliatin muka si bapak yang udah banyak keriput di sana sininya. Ah, bapak ini bener-bener ngingetin gue sama kakek gue.

“Mungkin, ya! Makanya sekarang saya kapok baca buku dimana-mana. Hahaha.” si bapak ketawa lagi. Wajahnya happy, kayaknya hidupnya bahagia banget.

Dan dia berkali-kali bilang makasih sama gue, “Jarang ada cewek yang kasih saya duduk, lho! Mungkin saya keliatan masih muda ya.” si bapak ngelucu. Tapi kedengerannya agak menyindir juga. Dan gue nggak habis pikir kenapa ada orang yang nggak mau kasih tempat duduk buat bapak setua ini?

Dan ternyata sudah sampai halte busway Buaran. Dia siap-siap mau turun.

“Saya duluan ya. Kamu turun dimana?”

“Penggilingan, Pak.” jawab gue. “Hati-hati ya, Pak!” gue spontan ngomong begitu sama dia.

Dia tersenyum. “Kamu yang harus hati-hati. Banyak orang jahat disini.”

Gue nangkep maksudnya, iya emang bener. Di Jakarta banyak orang jahat. Terima kasih pak! Semoga hidupmu bahagia selalu.

Berlibur Di Museum Sumpah Pemuda, Murah Tapi Banyak Manfaatnya!

Weekend kali ini gue menghabiskan waktu dengan berkunjung ke sebuah museum di daerah Kramat (sekitar Salemba sebelum Senen) Jakarta Pusat. Museum Sumpah Pemuda, begitu kata-kata yang tertulis dalam sebuah plat yang menjulang tinggi di depan gerbangnya. Tempatnya berbentuk seperti rumah tua bergaya aksitektur Betawi tempo dulu. Tapi begitu masuk, rasa panas yang sempet ngebuat keringet mengalir deras langsung dibayar dengan angin yang ditiup sama air conditioner yang dipasang disudut-sudut ruangan.

1

Di bagian depan, gue langsung ngeliat patung 3 orang pemuda Indonesia yang menggambarkan tentang detik-detik perumusan naskah ‘Soempah Pemoeda’.

2

Berpindah ke ruangan sebelah kanan, ada bagian sudut museum yang dikasih sofa panjang yang nyaman banget buat duduk-duduk sambil ngebaca-baca informasi yang dipasang disetiap pojok ruangan.

3

Bergerak kearah dalam museum, ada sebuah biola yang bersejarah dalam terciptanya beberapa lagu-lagu perjuangan. Diantaranya ada Indonesia Raya, Tanah Airku dan lain-lainnya. Udah jelas banget dong ya berarti biola itu punyanya bapak WR. Supratman.

4

Ruangan di samping biola bapak Wage Rudolf Supratman ada patung sepasang bapak yang sedang membaca sebuah surat kabar tempo dulu. Sayangnya, gue lupa nama kedua orang tersebut karena nggak sempat baca petunjuk patungnya.

6

Dan di bagian paling belakang museumnya, ada patung bapak WR. Supratman sedang memainkan biolanya, kemungkinan sih dia memainkan lagu Indonesia Raya soalnya di belakang patungnya ada tulisan lagu Indonesia Raya lengkap dengan not baloknya.

7

Dan di dinding-dinding museum juga dipasang beberapa surat atau perjanjian Sumpah Pemuda yang diadakan pada tanggal 28 Oktober di masa silam ini.

8

Harga tiket museum yang sangat murah yaitu Rp. 2.000 untuk dewasa / perorangan dan Rp. 1000 / orang apabila berkunjung bersama minimal 10 orang lainnya ini menurut gue sangat-sangat murah. Kenapa murah? Di dalamnya lo bisa ngeliat sejarah para pemuda Indonesia yang berjuang untuk merdeka di negaranya sendiri. Saran gue sih, lo mending ajak adik atau saudara atau anak lo kesini supaya mereka tau gimana perjuangan pemuda pemudi Indonesia. Dan supaya mereka juga bisa mengisi kemerdekaan dengan hal – hal yang positif.

9

Museum Sumpah Pemuda ini juga cocok lho buat lo yang mau menghabiskan weekend atau liburan dengan hal yang positif, fun dan menambah wawasan lo juga pastinya. Happy holiday! J

Kiara Resort And Spa, Tempat Hangout Keluarga Yang Mepet Jakarta

Minggu lalu (11 Mei 2014) gue bareng keluarga akhirnya liburan ke luar kota. Nggak jauh-jauh dari ibukota sih, kita sepakat buat liburan di daerah sekitaran Subang, Jawa Barat. Perjalanan di Minggu pagi itu lumayan lancar, berangkat dari jam 07.00 pagi dan sampai di tol Sadang sekitar 09.00. Tapi ternyata, setelah keluar tol Sadang jalanan yang mulai berkelak-kelok di sana-sini mulai macet. Okay, gue agak benci macet karena pernah pengalaman ngerasain 17 jam perjalanan dari Jakarta ke Kuningan. Sempet hopeless kalau-kalau rencana liburan malah berantakan karena kacau. Tapi ternyata, sejam kemudian kita udah sampai di daerah Subang. Dan sempet terhibur karena sepanjang perjalanan suasananya nyaman banget! Adem dan hawanya nggak panas walaupun mataharinya nongol.

20140511_101605

Maaf fotonya agak ngeblur karena difoto dari dalem mobil yang lagi jalan :p

Dan jam 10.15 sampailah kita di Kiara Resort and Spa lokasinya di Jl. Raya Ciater.

20140511_103012

20140511_105228

Ini penampakan Kiara Hot Spa nya 🙂

20140511_110641

 Kiara Resort and Spa ini tempatnya nggak terlalu dingin tapi panasnya matahari nggak terasa ke kulit. Dengan tiket masuk 30.000 untuk 1 orang, gue rasa tempat ini pas banget buat tempat liburan sekeluarga. Buat anak-anak, bagian kanan kolam tingginya nggak sampai 1 meter dan bagian kirinya sekitar 125 centimeteran. Selain itu, ada beberapa bangku semen di dalam kolam yang bisa dipake buat duduk – duduk santai sambil mesen minuman di kafe yang letaknya persis di tengah-tengah kolam. Seru deh! Air hangat yang mengalir dan mengandung belerang di dalem kolam emang agak berasa asem dan perih kalau kena mata kita, makanya usahain jangan belajar berenang disini. Kalau bisa berenang sih sah-sah aja mau gaya apapun di kolam ini, tapi buat yang masih belajar, mending berendam dan rasain enak dan nyamannya pas kulit lo kena sensasi hangat dari air belerangnya. Dijamin, badan yang tadinya pegel jadi lebih fresh dan rileks deh!

IMG_6894_0 IMG_6898

Buat yang mau menambah adrenalin, lo bisa main rafting alias arung jeram di kali yang ada di sekitar lokasi resort. Sebelumnya, lo harus bayar 65 ribu per orang kalo mau ikutan rafting. Dan sebelum ikutan rafting, pastiin kondisi lo fit karena jalur arung jeramnya lumayan serem kalo buat pemula.

20140511_124314

Selain rafting, ternyata ada banyak permainan outdoor yang disediain sama pengelola Kiara Resort and Spa ini. Diantaranya ada Flying Fox, Berkuda dan Paint Balls. Pokoknya, liburan kali ini bakal berasa lebih seru kalo lo nyoba hal-hal baru yang belum pernah lo lakuin sebelumnya.

Anyway, untuk info seputar Kiara Resort and Spa ini, lo bisa klik official website mereka di http://ciatersparesort.net/

Selamat berlibur!

Makan Siang Di Ah Mei Cafe, Cafe Ala Singapore

Makan siang kali ini gue dan teman-teman kantor sengaja pengen mencoba hal-hal yang baru. Akhirnya kita memilih buat menjelajahi Pejaten Village, mal bernuansa modern di daerah Pejaten, Jakarta Selatan. Gue dan 7 orang teman lainnya akhirnya milih makan di Ah Mei Café. Café yang mengusung embel-embel bertema Singapore ini cukup good looking karena menaruh beberapa gerobak tradisional di sisi sebelah kanannya. Sayangnya gue nggak sempat foto lokasinya karena udah kelaperan berat :}

 
Read more

Kopi Ginseng Buatan Indonesia Yang Sudah Mendunia

Biasanya, setiap gue nge-blank kalo lagi kerja atau sekedar hangout bareng temen-temen, gue selalu minum kopi. Mau nongkrong kece di coffee shop yang udah mewabah dimana-mana sampe sekedar ngopi santai di rumah sendiri. Buat pecinta kopi kayak gue, citarasa kopi itu harus kuat dan punya nilai lebih dibanding kopi lainnya. Kan jaman sekarang banyak banget jenis kopi dari yang white coffee, black coffee, ginseng coffee sampai coffee blended. Nah kalo misalnya gue kongkow bareng temen-temen, gue suka banget beli coffee blended alias kopi yang udah dicampur sama berbagai jenis tambahan lainnya, misalnya susu, krimer atau coklat. Dan kalau di rumah, gue suka nyeduh ginseng coffee. Kenapa ginseng coffee? Karena kopi adalah favorit gue dan ginseng itu punya banyak manfaat, diantaranya bisa menghangatkan tubuh atau sekedar relaksasi dari wanginya yang menenangkan.

Dan ginseng coffee favorit gue dari jaman bahoela adalah CNI Ginseng Coffee. Ginseng Coffee yang sudah dipasarkan dari tahun ’94 ini lain dari yang lain, lho! Soalnya, kopinya dipadupadankan sama gula, krimer nabati dan ekstrak ginseng. Krimernya sendiri terbuat dari nabati yang bisa diminum buat para vegetarian. Selain itu, perpaduan kopi arabica yang rasa kopinya kuat dicampur dengan robusta yang wangi ngebuat kopi ini enak dan nyaman diminum sekalipun buat elo yang punya asam lambung.

06_CNIginsengcoffee_FD01_besar

Kandungan aktif ginsengnya bermanfaat untuk:

  • Menambah tenaga dan vitalitas.
  • Sebagai antioksidan.
  • Meningkatkan fungsi seksualitas.
  • Bermanfaat untuk pertumbuhan jaringan kulit dan sel.
  • meningkatkan daya tahan tubuh

mengapa-cni-ginseng-coffee-aromanya-harum-dan-rasanya-mantab-doc

Jadi, kopi ini cocok banget buat para pecinta kopi yang suka aroma dan rasa yang khas ditambah manfaat spesial dari ginseng yang menghangatkan tubuh. Cocok buat temen santai, ngobrol bareng keluarga atau sekedar nyari ilham di beranda rumah. Cielah… Dan yang lebih penting lagi, kopi ini MADE IN INDONESIA. Kita harusnya bangga jadi bangsa Indonesia karena produknya udah mendunia. CNI Ginseng Coffee ini udah diekspor ke 10 negara lho!

Jaman sekarang banyak yang bilang kalo produk MLM kayak CNI ini susah dibeli alias belinya mesti jadi member dan lainnya, nyatanya CNI sekarang udah punya online store yang bisa lo akses kapan aja dan dimana aja lho! Lo bisa akses www.geraicni.com buat beli produk-produk CNI favorit lo. FYI, CNI ini merek yang udah lumayan melanglangbuana di Indonesia dan di dunia.

So, tunggu apalagi? Mau ngerasain nikmatnya kopi ginseng yang asli dan tak tertandingi? CNI Ginseng Coffee jawabannya…. *kalo ngopi CNI Ginseng Coffee, ajak-ajak gue ya! 🙂