IBX581FD685E3292

Recent Posts

Octobreast, Sebarkan Semangat Pita Pink Untuk Para Pejuang Kanker Payudara

Warna pink memang identik dengan wanita dan feminisme. Saya sendiri cukup suka dengan warna pink, karena lembut dan terlihat sangat dekat dengan segala yang berbau kewanitaan. Tapi belakangan ini saya sering melihat lambang pita dengan warna pink bertebaran di beberapa mall dan tempat – tempat […]

Ini Yang Bakal Gue Lakuin Kalau Internet Di Dunia Ini Mati

“Apa yang terjadi di hidupku seandainya internet mati?” Gue pernah memikirkan hal ini, setahun lalu saat gue mulai masuk ketahun kedua di dunia digital. Kerja sebagai Social Media Specialist ternyata ngebuat gue seakan nggak bisa hidup tanpa internet. Awalnya gue nggak pernah nyangka harus jadi […]

[REVIEW] Hercules 3D, Bukan Film Action Biasa

Finally, gue dapet undangan screening dari AnakNonton karena menang kuis yang mereka adain. Untungnya, salah satu temen gue (Dhiko), juga menang kuis ini so gue nggak sendirian banget nontonnya. Perjalanan menuju tempat screening di XXI Plaza Indonesia sore itu macet parah. Gue harus ngerogoh kocek sekitar 70rb untuk naik taksi dari kantor yang lokasinya di Wr. Buncit. Pfffttt. Tapi semua kebayar karena ini screening, jadi gue merasa beruntung jadi salah satu orang biasa yang pertama nonton Hercules di Indonesia. Yeay! *joget-joget*

hercules_ver2_xlg

Hal yang pertama kali bikin gue excited nonton film ini adalah Dwayne Johnson sebagai pemeran Hercules. Ihiy, ngeliatin otot si mas Dwayne bikin jantung mau copot :3 dan ternyata filmnya seru abis! Sebelum baca review gue, nih gue kasih sinopsisnya:

Setelah melegenda selama 12 tahun, Hercules, yang diyakini memiliki jiwa setengah dewa Yunani (Zeus), memilih hidup sebagai pahlawan bayaran saat raja Thrace dan putrinya mencari bantuan untuk mengalahkan panglima perang tirani.

Review:

Film bergenre action – adventure yang berdurasi 98 menit ini nggak hanya menampilkan adegan – adegan kekerasan. Walaupun gue percaya bahwa film ini memang ditujukan untuk penonton dewasa tapi kehadiran para pengikut setia Hercules justru menambah sisi – sisi humor dan menyentuh di bagian – bagian penting filmnya. Contohnya si matre Autolycus yang diperankan oleh Rufus Sewell, si manusia setengah hewan Tydeus yang tak bisa bicara dan diperankan oleh Aksel Hennie, si cantik namun jago memanah si Atalanta yang diperankan oleh Ingrid Bolso Berdal, dan ada seorang keponakan Hercules yang gue lupa namanya. Dia jago cerita tentang legenda Hercules walaupun 80% dari ceritanya itu lebay.

Hercules-Featured

Hercules emang udah jadi legenda dari gue kecil kalau dia itu emang kuat banget dan nggak ada satu orangpun yang bisa membunuh dia kecuali para dewa. Tentu aja, di film ini adegan kekerasan nggak tanggung – tanggung. Gue saranin untuk yang punya phobia sama darah dan nggak suka sama adegan kekerasan yang kacau banget mending nggak usah nonton deh. Ciyus!

123a

Satu hal pelajaran yang gue petik dari film ini, kita jangan mudah percaya sama orang yang baru kita kenal. Apalagi kalau dia minta tolong dengan imbalan yang gede banget. Ngebantu orang itu nggak harus pake imbalan kan? Hal itu juga yang membuat Hercules sadar. Awalnya dia membantu raja Cotys namun setelah ia menyadari ada yang salah akhirnya ia berupaya agar raja Cotys lengser. Kenapa? Nonton aja filmnya 😛

Rate: 8/10

Hello I am Mozillian, Volunteer Mozilla Kopdar Di Jakarta

Jum’at, 29 Agustus lalu gue dapet undangan dari Mozilla Community Indonesia. Sebagai cewek yang pengen banget melek perkembangan IT dan socmed di Indonesia, gue nggak sia – siain kesempatan emas itu (beuh dramatisir abis). Dan bener aja, kesempatan yang nggak datang dua kali itu ternyata […]

Tempat Nongkrong Bernuansa Heritage Favorit Para Pecinta Kopi

Jadi seorang social media officer ngebuat gue harus selalu update sama berita – berita terbaru seputar socmed. Kadang, pekerjaan ini ngebuat gue harus selalu online kapanpun dan dimanapun. Kalau weekend, gue biasanya selalu nenteng – nenteng laptop dan capcus ke store kopi favorit gue, Starbucks! […]

[REVIEW] Guardians Of The Galaxy, Ketika Super Hero Punya Masalah Sendiri

Nonton film di bioskop emang udah kayak hal wajib yang gue lakuin tiap weekend, apalagi kalau filmnya rame diomongin di social media atau media – media lainnya. Dan kali ini, bukan karena habis baca review atau sinopsisnya, tapi karena adik sepupu kesayangan gue mengajak nonton Guardian Of The Galaxy dan dia kekeuh harus nonton filmnya hari itu juga. Awalnya gue agak males – malesan karena seminggu terakhir ini gue nggak terlalu banyak denger review film ini. Seperti kebiasaan gue sebelum – sebelumnya, gue nggak akan baca sinopsis film yg akan gue tonton. Why? Karena gue nggak mau berekspektasi terlalu banyak. Gue membiasakan untuk membaca sinopsis setelah nonton supaya gue bisa mereview secara subjektif dari sudut pandang gue.
Siang itu gue dan adik sepupu akhirnya sepakat nonton di XXI Grand Mall Bekasi. Gue dating jam 11.30 dan ternyata bioskop baru buka jam 12.30 ya mau nggak mau menghabiskan waktu sambil main muter – muterin mall yg nggak terlalu gede itu.
Sebelum baca review gue, mending baca sinopsisnya dulu:
Setelah 26 tahun diadopsi oleh cahaya yang datang ke bumi, Peter Quill menemukan dirinya menjadi target utama oleh para pemburu manusia setelah menjelajahi planet incaran Ronan.

 

18b149286ca6f2920e017bd5d2ffcbf5

Review:
Kalau lo butuh film untuk refreshing otak alias nggak usah terlalu mikir, lo wajib nonton film ini! Keren! Dengan plot yang dibuat standar, penonton diajak berjelajah ke planet lain, planet Nova. Sasaran utama Peter Quill (diperankan oleh Chris Pratt) adalah sebuah orb yang mempunyai kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Peter yang diperintahkan oleh ayah-angkatnya, Yondu Udonta (Michael Rooker), menemukan sebuah orb berbentuk bulat yang di dalamnya terdapat kepingan berwarna ungu yang bisa member kekuatan bagi mereka yang memegangnya. Ternyata Peter tidak sendiri, ada Gamora (Soe Saldana) yang merupakan anak tiri Ronan yang juga diperintahkan untuk memburunya.
Film terasa lebih seru saat Rocket yang merupakan sebuah Rakun (disulihsuarakan oleh Bradley Cooper) dan sebatan pohon bernama Groot (disuarakan oleh Vin Diesel) juga berburu orb tersebut di planet Nova. Semenjak ada Groot, suasana film lebih hidup karena ternyata si Groot nggak bisa ngomong apa – apa selain ngomong “I’m Groot” hahahahha.
Seperti film – film superhero lainnya, Peter akhirnya bergabung dengan Gamora, Rocket serta Groot. Saat mereka ber-4 tertahan di penjara, mereka bertemu dengan Drax (Dave Bautista) yang ternyata ingin membalaskan dendamnya kepada Ronan (Lee Pace). Ternyata, Gamora pun punya dendam kesumat kepada keluarganya. Ternyata seorang Super Hero punya masalah yang bikin mereka jadi loser. Di film ini diceritakan bahwa masing – masing super hero punya masalah pribadi dan mereka mencoba membalaskan dendamnya masing – masing.

 

guardians-galaxy-big
Akhirnya dibantu Yondu Udonta (Michael Rooker), ke – 5 superhero (Peter, Ganora, Drax, Rocket dan Groot) menyerang Ronan, Nebula (Karen Gilan), dan pasukannya. Sedihnya, Groot mati dalam peperangan. Namun Rocket menanam batangnya di sebuah pot dan akhirnya baby Groot tumbuh berkat air mata kehilangan Rocket.
Film keluarga yang pas ditonton untuk remaja atau anak diatas 10 tahun ini bisa ngebuat weekend makin seru. Nonton ya guys!

Rate: 7/10

 

Pentingnya Gugatan Prabowo – Hatta ke Mahkamah Konstitusi Demi Masa Depan Demokrasi RI

sumber Saya paham kenapa banyak orang yang mulai gerah dengan kabar gugatan dari tim Prabowo – Hatta ke Mahkamah Konstitusi. Banyak diantaranya yang mulai tutup kuping dan melupakan begitu saja. Sisanya hanya bisa menghujat tanpa punya bukti, hanya mengandalkan ‘katanya’ saja. Lagi – lagi peran […]

[Review] Transformers: Age Of Extinction, saat ‘benih’ diperebutkan si jahat dan si baik

Di tahun 2014 banyak sekuel film wajib tonton tayang di bioskop, Transformers salah satunya. Gue akui, gue sangat suka dengan film animasi yang bercerita tentang Deceticon melawan Autobots ini. Dari sekuel pertamanya, gue jatuh cinta dengan sosok Sam, Bumble bee dan Optimus Prime. Saking cintanya, […]