IBX581FD685E3292

Dua minggu lalu, aku diajak temanku untuk membantu persiapan acara gala dinner bareng salah satu chef asal Australia yang juga menjadi juri di ajang pencarian bakat koki rumahan. Karena dinner, aku berusaha untuk tetap tampil formal (karena bukan tamu undangannya hihihi) tapi tetap mengedepankan unsur apa adanya aku 🙂

my looks

my looks 2

my looks 3 my looks 4

Red brocade shirt (unbranded collection)

Black Jeans (unbranded collection)

Shoes and necklace by BerryBenka

Untuk make up, aku menerapkan konsep natural but glamour. Aku pakai lipstick favoritku agar tampilan mukaku lebih fresh. Untuk bedak aku pakai standart Garnier Compact Powder dan eyeliner dari Pixy.

my looks 5

Share:

Hampir setiap mau kedatengan tamu special ‘bulanan’, tubuhku jadi terasa lebih kering dan dehidrasi berlebihan. Akibatnya, kulit telapak tangan dan kakiku sering pecah – pecah, selain itu aku jadi gampang haus dan kayaknya air putih aja nggak cukup untuk membantuku menghilangkan rasa haus yang berlebihan itu. Kulit kering di sekitar telapak tangan dan kaki itu ngebuat aku bener – bener nggak PD kalau harus bertemu dengan orang baru yang memaksaku harus mengajak mereka bersalaman atau aku harus melepas sepatuku dan berjalan tanpa alas saat ada banyak orang. Aku takut banget orang – orang menganggap tanganku kasar dan tumitku jelek karena pecah – pecah. Parahnya di sekitar 3 minggu lalu, kulit di area telapak tangan dan kakiku mengelupas dan akhirnya jadi nggak nyaman sendiri. Karena panik, aku sampai asal aja pakai bedak tabur yang ternyata nggak ngebantu menyamarkan kulitku yang bermasalah.  Dan akhirnya aku nemuin beberapa produk yang match sama kulit dan tubuh aku. Mau tau apa aja produk yang harus ada di tas aku saat aku lagi dehidrasi?

Share:

Aku tipe orang yang suka banget makan tapi agak pemilih dalam hal makanan. Karena aku agak pemilih, kadang aku suka bingung mau makan dimana. Nyari tempat makan yang enak dan harganya nggak nyesekin kantong udah mulai susah di Jakarta, apalagi di pusat perbelanjaan. Emang sih aku suka banget belanja dan kalau udah capek belanja ujung – ujungnya langsung nyari resto atau food court buat nyalurin hasrat kelaparan yang membabi buta aku. Hahaha. Weekend buatku adalah waktu yang pas untuk belanja, akhirnya aku milih buat belanja di Carrefour Kota Kasablanka Mall. And yes, sejam setengah setelah troli penuh, aku mulai kelaperan. Di papan namanya bertuliskan MDL, ternyata MDL ini singkatan dari Madame Lily! Setelah muter – muterin mall, akhirnya aku nemuin resto & bar yang kayaknya seru buat diicip – icip.

Share:

Social media, denger namanya aja kita langsung kepikiran sama twitter, facebook, instagram, path dan lainnya. Emang nggak bisa dianggep enteng, social media jadi temen, sahabat bahkan tempat kerja yang menghasilkan. Bayangin ya, social media semacam instagram bisa ngasih kita pendapatan yang nggak pernah kita duga sebelumnya. Nggak percaya? Mbak Nutty Laraswati, pembicara dalam acara yang diselenggarakan oleh Woman Script Community atau yang disingkat WSC menjelaskan hal – hal dasar dalam berbisnis di instagram di FX Lifestyle Center, Kamis lalu.

socmed

Instagram, nama aplikasi ini emang populer banget apalagi dikalangan para orang narsis. Iya sih, emang fungsi utama aplikasi ini adalah untuk share foto atau video kita ke orang lain. Dan Instagram juga menjadi salah satu wadah yg memudahkan kita menjual barang atau produk dagangan kita lho! Contohnya bisa lihat di instagram yang sedang aku kelola di bawah ini:

socmed 2

Instagram itu sama kayak pasar, kita harus berlomba mendapatkan hati para pembeli. Cara mudahnya, ya upload foto atau video yang seru dan menarik minat calon pembeli. Mbak Nutty menambahkan, foto atau video yang diambil dengan cara yang tidak biasa atau diluar kebiasaan biasanya menjadi nilai plus bagi suatu produk. Anyway, kalian tau nggak sih gimana cara awal memulai bisnis via instagram? Nih aku jabarin penjelasan mbak Nutty tentang beberapa hal penting yang harus kamu lakukan sebelum berbisnis via instagram!

socmed 3

Seperti yang aku tulis di atas, gunakan username yang menunjukkan nama asli. Selain menjauhi ke-alay-an, kalau – kalau mau ganti produk yang dijual seenggaknya nggak usah ganti username dan orang – orang yang follow kita masih inget siapa kita 😀

Biodata juga penting, tulis contact person pemensanan, misalnya nomer hp, website, facebook dan lain – lain. Jadi kalau orang mau mesen gampang ngehubunginnya.

Kalau sudah, jangan telat update. Sering – sering post foto supaya orang ingat sama brand atau username kita. Dan setiap posting gunakan hastag yang sesuai sama brand yang kita jual ya! Untuk mencari hastag yang populer, kamu bisa gunakan TagsForLike atau TopHastags.

Selama menggunakan social media, plis jangan melakukan hal – hal negatif yang nantinya bisa merugikan brand atau nama pribadi kamu. Rugi banget kan kalau kamu terkenal karena kasus atau hal negatif? Oh ya, sebisa mungkin jangan pernah gunakan fake followers. Walaupun kamu bisa mendapatkan followers banyak secara instan, hal ini justru bisa ngerugiin kamu nantinya, karena akun kamu bisa suspended  atau di banned dari pusat. Nggak mau kaaan?

Yaudah deh, selamat narsis di socmed, selamat mendapatkan rejeki XD

Share:

Sebenernya udah dari lama aku pengen review make up favorit aku sehari – hari. Tapi entah kenapa dulu aku ngerasa nggak PD buat ngeshare peralatan kecantikan dan hasil dari berdandan di depan kaca selama berjam – jam di blog. I don’t know why! Sampai akhirnya aku mikir bahwa setiap wanita memang sudah dilahirkan dengan kecantikannya masing – masing, jadi nggak ada salahnya aku berbagi info beberapa produk kecantikan favorit aku ke temen – temen yang setia atau baru pertama kali ngebaca blog ku.

Lipstick adalah salah satu beauty tool favorit dan wajib aku pakai setiap harinya. Alhamdulillah, aku merasa bersyukur punya bentuk bibir yang mudah diaplikasikan berbagai jenis lipstick. Nah kali ini aku mau share 2 lipstick favorit aku yang hampir selalu aku pakai sehari – hari, dan terkadang aku pakai juga dibeberapa acara formal karena menurutku kedua lipstick ini memiliki nilai lebih tersendiri.

Share:

were-the-millers2Sinopsis

A veteran pot dealer creates a fake family as part of his plan to move a huge shipment of weed into the U.S. from Mexico.

Seorang pengedar narkoba menciptakan sebuah keluarga palsu sebagai bagian dari rencananya memindahkan ganja ke U.S dari Meksiko

Review

Film yang rilis bulan Agustus tahun 2013 ini menjadi temen gue di weekend lalu. Sebenernya gue udah nonton berulang kali filmnya dan nggak pernah bosen! Film komedi keluarga yang berbau hal – hal dewasa ini menceritakan tentang David (Jason Sudeikis), pengedar ganja terkenal di kotanya, harus mencari ide bagaimana mengembalikan uang puluhan ribu dollar ke bosnya. Sebagai gantinya, si bos meminta David untuk menjadi kurir pengganti mengambil sedikit ganja di Mexico dan harus berpura – pura menjadi orang suruhan Pablo Chacon. Saat kebingungan mencari ide, Kenny, tetangganya, memberikan masukan bahwa David harus menyamar. Dan ide itu muncul, David ingin menyamar sebagai turis di Mexico.

we-re-the-millers05

David mengajak Sarah (Jennifer Aniston) untuk berpura – pura menjadi istrinya dan Casey, seorang gadis tunawisma, untuk menjadi putrinya. Jadilah mereka sebagai The Millers alias keluarga Miller. Awalnya semua berjalan lancar. Saat RV yang mereka tumpangi masuk ke Mexico dan bertemu dengan bos ganja disana lalu mereka berhasil membawa ganja yang ternyata memenuhi RV mereka. Selanjutnya, keluarga konyol ini harus bersusah payah menyelundupkan ganja dan menghindari kejaran Pablo Chacon.

6-were-the-millers-quotes

Film ini gue rekomendasiin buat lo yang udah 17++ dan butuh film yang nggak mengharuskan elo mikir macem – macem. Cukup nonton dan ketawa ngakak atau deg – degan sendiri selama film diputar. Buat yang belum nemu DVD-nya, elo bisa bayangin sedikit gimana serunya saat pengedar ganja menjadi ayah dan beristri seorang penari striptis dan beranakan seorang cowok remaja yang belum pernah ciuman dan seorang gadis tunawisma yang menjadi bungsu digabungkan menjadi satu! Kalau udah nonton, kabarin gue ya!

Rate: 7/10

Share:

Bagi beberapa orang, termasuk gue, mendengar nama Annabelle udah langsung mikir ke boneka yang ada di film The Conjuring. Awalnya, gue emang nggak kenal sama boneka kayu berwujud gadis berambut kepang dua ini. Semuanya berkat The Conjuring, film horor yang berhasil bikin gue nggak berani ngeliat ke luar kamar kalau pintu kamar gue tiba – tiba kebuka sendiri pas malem – malem. Walaupun gue tau, pintu itu kedorong angin, tapi tetep aja gue parno sendiri.

Mungkin bukan gue doang yang parno semenjak nonton The Conjuring. Jujur deh, pasti ada diantara kalian yang parno sama hal – hal yang bikin kaget setelah nonton film yang disebut – sebut sebagai film horor teroke sepanjang masa. Dan hati gue seolah bilang ‘Hip Hip Hurray!’ saat pertama kali gue denger kalau Annabelle mau dibuatin film sendiri. Ekspektasi gue langsung tinggi, gue berharap filmnya bakal semenakutkan The Conjuring atau minimal bikin gue parno seminggu setelahnya. Menurut gue faktor sukses atau tidaknya sebuah film bergantung pada seberapa parno orang setelah nonton filmnya.

Dengan berbekal popcorn rasa manis ukuran kecil, gue memberanikan diri nonton Annabelle sendirian. Pulang kerja, pas hampir maghrib di hari Jumat, gue mampir ke Djakarta Theatre dan di studio 1 gue memasrahkan diri gue. Apakah gue bakal pulang dengan wajah ketakutan dan parno kalau ngapa-ngapain atau justru gue bakal cekikikan nggak berhenti karena filmnya nggak serem – serem amat? Well, gue masuk ke studio dengan muka udah agak parno. Yang lain nonton sama gebetannya, gue sendirian. Pake baju abis kerja pulak! Huft. Lha gue kenapa jadi curhat gini yak -_-

MV5BMjM2MTYyMzk1OV5BMl5BanBnXkFtZTgwNDg2MjMyMjE@._V1_SX640_SY720_

Sinopsis

John Form (Ward Horton) akhirnya menemukan hadiah yang selama ini dicari oleh istrinya Mia (Annabelle Wallis). Boneka Annabelle sangat ditunggu Mia yang juga sedang menanti kelahiran anak pertamanya.
Di malam pertama boneka Annabelle berada dalam rumah pasangan muda ini, rumah mereka di serang oleh kelompok pemuja setan. Teror yang menyebakan darah tumpah dirumah tersebut. Kekuatan jahat kini berada dalam boneka dan mengincar John, Mia serta anak mereka yang baru saja lahir.

Review

Entah karena emang pengen menyegarkan ingatan penonton atau memang idenya berawal dari The Conjuring, Annabelle dibuka dengan 3 orang sekawan yang sedang curhat ke paranormal ternama. Yup, adegan pertama film The Conjuring menjadi pembuka film Annabelle pula. Lalu plot berganti ke sekitar setahun sebelumnya. Tinggallah Mia, mahmud alias mamah muda yang lagi hamil tua hidup bahagia bersama suaminya. Awalnya, kehidupan Mia dan suaminya baik – baik saja. Sampai suatu saat suaminya memberikan sebuah boneka kayu yang selama ini diidam-idamkan Mia. Dan pada malam harinya, tetangganya tewas dibunuh oleh anak mereka yang mengikuti sekte sesat. Disini, ceritanya makin nggak jelas karena nggak detail. Soal sekte sesat nggak dibahas mendalam, menurut gue ini jadi bikin penontonnya bingung sendiri. Boneka kayu kesayangan Mia justru direbut oleh si anak tetangga yang mengikuti sekte sesat. Singkat cerita keadaan makin rumit dan akhirnya si anak tetangga yang bernama Annabelle itu bunuh diri dengan memangku boneka kayu itu.

ANNABELLE

Setelah kejadian itu, si boneka kayu mulai bersikap aneh. Suka pindah – pindah tempat, menggerakkan kursi goyang dan yang paling parah saat dibuang ia kembali ada di rumah baru Mia. Semakin kesini, makin banyak penampakan makhluk gaib berwujud iblis hitam yang berusaha merebut nyawa Mia. Sempet klimaks, tapi jujur hantunya nggak serem. Kalau bukan karena popcorn dan sound effect yang ngagetinnya setengah mampus, gue pasti bakalan tidur selama film diputar. Nggak sesuai ekspektasi gue. Nggak semenarik The Conjuring, Cuma lumayan buat yang mau teriak – teriakan kaget sama sound effectnya, bukan karena hantu atau jalan ceritanya.

media_annabelle_20140717

Agak kecewa saat gue selesai nonton filmnya, seolah udah ketebak dari awal gimana ending filmnya. Sosok Annabelle yang selama ini ditakut – takutin seolah berubah biasa aja di film ini. Kecewa banget L Dan setelah gue selesai nonton, gue sempet denger di sebuah radio kalau aka nada sekuel Annabelle featuring Chucky! Siapa yang nggak kenal Chucky? Apakah Annabelle bakal jadi selingkuhannya Chucky? Secara Chucky dan Tiffany udah pacaran lama. Tapi Annabelle jahat banget yak jadi orang ketiga L anyway, semoga sekuelnya bener – bener ada dan nggak mengecewakan. Seenggaknya jadi obat kecewa karena ngerasa rugi beli tiket dan popcorn.

PS: Jangan berekspektasi atau baca review kalau belum nonton filmnya!

Rate: 5/10

Share:

Pernah kepikiran nggak bagaimana rasanya menciptakan aplikasi selama kurang lebih 24 jam alias seharian saja? Satu kata yang terlontar dari saya adalah WOW! Dan ternyata itu bukan omong kosong belaka, Indosat sudah melakukan sebuah inovasi dengan mengadakan IWIC (Indosat Wireless Innovation Contest). Program CSR (Corporate Social Responsibility) ini adalah tahun ke 8 namun baru kali ini perlombaan membuat aplikasi marathon dalam waktu 24 jam diadakan, kompetisi ini dinamai Hackathon.

Kompetisi bergengsi Hackathon ini diikuti oleh kurang lebih 130 peserta yang terbagi dalam beberapa tim. Tiap tim diisi oleh 1 hingga 4 orang peserta. Para penerus bangsa ini diwajibkan untuk memilih salah satu dan 3 kategori aplikasi yaitu: kategori komunikasi, lifestyle dan edukasi; kategori multimedia, games; kategori utilities (tools dan security). Hackathon dimulai dari hari Jumat 3 Oktober 2014 pada jam 16.30 dan berakhir pada hari Sabtu 4 Oktober 2014 di jam yang sama. Seluruh hasil aplikasi yang diciptakan oleh para start up muda Indonesia ini dinilai oleh para juri yang terdiri dari Tim Indosat yang diwakili oleh Fuad Fachroeddin, Group Head Corporate Communication Indosat; Founder Institute; Harukaedu serta tim dari Kompas Gramedia.

Setelah dilakukan serangkaian proses penjurian,akhirnya terpilih 3 tim yang terpilih sebagai pemenang Hackathon di tahun ini. Juara pertama dimenangkan oleh pasanganFirman Azhari dan Tera Harsa dari Bandung dengan judul aplikasi Light Me Up. Aplikasi ini dapat digunakan saat konser dan akan mewarnai tempat konser sesuai dengan warna yang diinginkan penggunanya. Juara kedua dimenangkan oleh Herdian Prakasa, Hendrawan dan Peterleon dengan judul aplikasi V Lens. Dan juara ketiga berjudul Helping Nurse yang dibuat oleh Gino dantimnya. Kriteria penjurian diantaranya adalah orisinilitas karya dan seberapa bermanfaatnya aplikasi tersebut bagi masyarakat.

20141004_194834sumber : dokumentasi pribadi

20141004_194740sumber : dokumentasi pribadi

20141004_194631sumber: dokumentasi pribadi

Jadi, berniat mengikuti kompetisi IWIC? Saat ini IWIC masih membuka pendaftaran ide – ide menarik seputar aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Informasi lebih lanjut bisa di cek di twitter @IndosatIWIC

Share:
1414243444547