IBX581FD685E3292

 Yang-Paling-Ditunggu-Pas-Bulan-Puasa1sumber

Akhirnya, setelah menstruasi yang dateng tanpa permisi di awal ramadhan, 3 hari lalu gue mulai berpuasa. Dan ternyata puasa yang emang wajib bagi umat muslim ini agak sedikit sulit gue lakuin. Karena penyesuaian perut buncit yang kadang nggak tahu diri dan terlalu kenal jam. Nggak tahu dirinya karena suka bunyi krocok… krocok… tanpa permisi, bahkan perut gue pernah konser waktu gue meeting sama klien dari luar negeri. Alhasil gue pura – pura ngoceh dengan suara yang agak digede – gedein biar doi nggak curiga. Perut gue emang terlalu kenal jam, padahal gue nggak pernah ngeliat perut gue kenalan sama jam, kan jam dipakenya di tangan. Aneh. Setiap jam 12 siang, perut gue langsung perih nggak karuan. Kalo dia bisa ngomong, gue rasa perut gue teriak – teriak dan memelas ngadu ke orang – orang kalo gue menelantarkan dia.

Demi puasa yang emang hukumnya wajib, gue harus tahan godaan. Nggak Cuma iman, mata juga mesti dijaga. Soalnya ini tahun pertama gue puasa di kantor yang baru, yang jelas – jelas 2 jam perjalanan dari rumah T_T tapi gue mesti semangat demi mengejar THR yang cair sore ini. *Jingkrak*

Ngomong – ngomong soal godaan, pas puasa kita nggak cuma nahan lapar dan haus aja, tapi juga nahan hal – hal negatif dan ngegantinya dengan yang positif alias berburu pahala selagi bisa. Nah selama puasa, ada 2 macam godaan yang tanpa lo sadarin bakal ada selama lo menjalankan ibadah wajib bagi umat muslim ini.

Tata Cara Berpuasasumber

Yang pertama, godaan dari dalam diri, alias godaan dari elo-nya sendiri.

Godaan buat nggak minum air dingin di kulkas yang anginnya bikin ngantuk kalo pintunya dibuka. Serius deh, gue pernah hampir batal gara – gara mandang deretan botol minuman yang mulai berembun di pintu kulkas. Ngebayanginnya aja udah ngiler, tapi akhirnya gue sadar itu dosa. Gue sedih, perut gue krucuk – krucuk lagi. Kalo gue nggak kuat iman, pasti gue dengan muka tanpa dosa langsung ngambil botolnya dan menumpahkan air segar itu ke mulut gue. Tapi rupanya sisi baiknya gue masih sayang dan nahan gue untuk melakukan hal – hal yang tidak kita inginkan. #Lah -_- Oke skip godaan yang ini karena kayaknya cuma gue yang ngalamin.

Godaan buat pura – pura nggak puasa. Ceritanya, gue punya temen. Sebut saja namanya Karen (karena dia cewek, mungkin kalau dia cowok namanya Karel :p), pas gue ketemu dia di toilet, dia mukanya seger banget. Gue ajak shalat (ceilah gue anak alim banget yak) dia ngegeleng, oke gue pikir dia lagi M. Seminggu kemudian, giliran gue dapet tamu bulanan. Karena ruangan gue ada pintunya, gue makan siang di ruangan gue, lalu dia dateng ke ruangan gue dan ngajak makan bareng. Gue agak sedikit aneh, ini cewek beneran M atau pendarahan? -_- lazimnya cewek, masa M itu antara 3 – 10 hari. Okelah gue masih husnudzon, dan saat gue M yang ke 5 harinya, ini Karen masih ngajak makan siang di luar. Karena sifat kepo gue yang nggak bisa gue hindari, gue nyeplos aja. “Lo masih M, Ren?” dia manggut. “Lama banget M nya?” gue makin penasaran. Dia cengengesan, gue makin kepo. “M nya Males ya artinya?” Terus dia nyengir “Ya abis, gue laper heheheh.” Dan jadilah gue mamah Dedeh wanna be nasehatin dia ini itu. Satu hal yang gue inget adalah ayat di bawah ini:

firman-allah-wajib-puasaSumber

Menurut gue, sayang banget lho kita ngelewatin puasa di bulan penuh berkah. Kan lumayan bisa melatih hawa nafsu sekalian ngerasain penderitaan temen – temen kita yang kurang mampu :”)

Godaan buat nggak sebel sama orang lain. Kadang gimana ya, sebaik – baiknya orang pasti ada saatnya kesel nya udah keubun – ubun dan bawaannya udah ilfeel sama orang itu.

Godaan buat nggak emosi. Dan entah kenapa pacar seolah – olah diciptain buat ngelatih rasa sabar. Setiap puasa, kayaknya pacar gue langsung berubah nyebelin dan ngeselin. Rasanya gue pengen makan dia pas buka puasa.

Godaan buat nggak ngegebet pacar orang. Skip aja ya.

Selain dari dalam diri, godaan yang kedua adalah godaan dari luar diri a.k.a godaan dari lingkungan dan sekitar lo.

Godaan buat nggak ngegosip. Jujur aja, nggak Cuma cewek tapi cowok juga hobi ngegosipin orang. Ngegosipin para suporter piala dunia 2014 yang seksi dan bohay – bohay lagi jadi tren di kantor gue. Apa lo juga gitu?

Godaan buat bohong. Kadang lo kesiangan berangkat kerja karena dari abis sahur terus lo ketiduran dan bangun – bangun udah jam 9 pagi. Terus pas sampe kantor lo boong sama bos lo dengan alesan macet parah atau kesiangan dan nggak sahur biar bos lo simpatik dan nggak jadi ngomel, kan? Godaan bohong kayak gini emang berasal dari luar diri lo karena lo kepepet dan takut THR lo nggak turun. Sabar, you never walk alone karena gue pernah ngelakuin. Hahahahahha

Godaan nyuri – nyuri waktu kerja buat ikutan NgaBLOGburit. SKIP……

3

Godaan iklan sirup marjan. Dari umur gue 10 tahunan yang mulai rutin puasa ramadhan, godaan terbesar gue adalah iklan sirup marjan. Bayangin aja ya, itu sirup dicampur pake buah segar dan warnanya kalo nggak merah ya ijo, ajib ngiler banget. Dan biasanya iklannya jadi petunjuk waktu buka karena ditayangin pas banget sebelum adzan maghrib.

Nah itu diatas adalah godaan – godaan selama bulan puasa yang gue alamin, gimana sama lo?

 

 

Share:

“Dare to dream and most importantly, dream big.” Begitulah bunyi quote dari seorang pengusaha sukses asal Indonesia bernama Iwan Sunito. Kita memang harus berani bermimpi agar bisa sukses menjadi apa yang kita cita-citakan. Ya, Iwan Sunito adalah CEO sekaligus Co-Founder Crown Group, perusahaan properti yang sukses menjual ratusan unit apartment di Australia yang lahir dan tumbuh besar di Indonesia, tepatnya di Surabaya dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Iwan_Book_sittingonwharf

Siapa sangka ternyata Iwan Sunito pernah mengalami masa – masa sulit saat tinggal di Indonesia? Iwan Sunito lahir di Surabaya dan tumbuh remaja selama 12 tahun di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dengan segala kesederhanaan hidupnya, Iwan belajar hidup disiplin, menghargai hidup dan tak kenal lelah dalam berusaha. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan pendidikannya di Surabaya. Dan saat berumur 18 tahun, ayahnya mengirimnya untuk bersekolah di Sydney, Australia. Kepindahannya ini menjadi hal yang sangat menantang baginya karena selama bersekolah di Indonesia, ia adalah salah satu murid yang tak memiliki prestasi yang menonjol, bahkan bisa dikatakan ia termasuk anak yang bandel.

Iwan_Book_Image_5_BoatTrip_ArutRiver

Iwan Sunito kemudian belajar desain arsitektur di Universitas New South Wales dan berhasil lulus dengan nilai memuaskan serta kemudian melanjutkan gelar masternya. Ia memulai kariernya sebagai karyawan arsitek untuk Cox Richardson Arsitek, sebuah firma yang cukup besar di Australia. Lalu kemudian ia berfikir untuk menjalankan usahanya sendiri akan jauh lebih baik dibanding bekerja sebagai karyawan. Dan akhirnya di tahun 1996 bersama dengan Paul Sathio, rekan bisnisnya, ia mendirikan Crown Group tepat empat tahun setelah kelulusan kuliahnya. Crown Group berhasil mengumpulkan momentum dengan rentetan proyek – proyek sukses di tahun – tahun berikutnya.
Iwan Sunito adalah orang kelahiran Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan Ernts & Young Entrepreneur of the year Award di Australia. Ia juga aktif dalam pembinaan anak – anak muda dan seorang pembicara internasional dalam dunia bisnis baik di Sydney maupun di Indonesia.
Di tahun 2014 ini, Iwan Sunito bersama – sama dengan Gramedia meluncurkan buku pertama yang berisi tentang 13 prinsip kesuksesan hidup dan kutipan – kutipan bernakna yang merubah hidupnya ini telah menuai sukses ketika pertama kali diperkenalkan di Jakarta pada bulan Mei lalu.
From Borneo to Bloomberg Book Cover
“From Borneo to Bloomberg” adalah cerita tentang keuletan dan kesuksesan. Sebuah kisah perjalanan seorang anak manusia bernama Iwan Sunito yang harid di Surabaya dan menghabiskan masa kecilnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Iwan berharap siapapun yang membaca bukunya akan mendapatkan inspirasi dan menjadikannya acuan dalam menjalani hidup.

Books Image

Penasaran apa saja prinsip kesuksesan hidup Iwan Sunito? “From Borneo to Bloomberg” akan diluncurkan serentak di seluruh Gramedia di Indonesia tanggal 28 Juni 2014.

Share:

Cuaca Jogja mulai memanas, siang itu gue sengaja pergi ke daerah Jakal alias Jalan Kaliurang Jogja untuk beli oleh – oleh untuk keluarga dan temen – temen di Jakarta. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, si pacar ngajak ngadem sekalian makan siang di café yang lokasinya di sekitar daerah Kaliurang, Madam Tan. Café yang mungkin bisa disebut sebagai restoran ini menawarkan konsep homey. Saat gue baru masuk, wangi makanan langsung menyerbu karena restoran ini memiliki dapur terbuka yang menyatu dengan teras yang dihiasi banyak sofa dan kursi empuk. Suasana ala rumahan sangat terasa kental, apalagi karena pemilihan warna sofa yang didominasi warna hijau dan orange yang membuat restoran ini terasa seperti rumah kedua yang nyaman.

 

Share:

Image

Mayor William Cage (Tom Cruise), seorang perwira di AS yang terpaksa harus menjalani pertempuran yang sebenarnya. Pertempuran itu hanya merupakan bentuk misi bunuh diri karena harus berjuang melawan serangan alien yang entah dari mana datangnya. Alien tersebut disebut dengan nama Alpha. Cage bersama sejumlah anggota militer lainnya harus berjuang melindungi diri dari serangan Alpha yang siap menyerang kapan saja.

Dari awal film, penonton disuguhkan dengan plot maju mundur, saat Cage terbangun dari tidurnya ternyata ia sudah berada di pangkalan militer dan besok paginya ia harus menggunakan baju besi yang membuatnya tampak seperti robot. Cage yang tak pernah berada di situasi segenting itu merasa kebingungan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan prajurit wanita yang cukup menarik perhatiannya. Namun tak berapa lama prajurit yang bernama Rita Vrataski (Emily Blunt) itu mati diserang Alpha. Dan kemudian Cage pun mati pula. Namun anehnya, setiap Cage terbunuh setiap itu pula ia mengulang hari yang sama.

Image

Hingga akhirnya setelah kematiannya yang kesekian kali, Rita meminta Cage untuk menemuinya saat ia terbangun. Dan benar saja saat Cage terbangun ia langsung mencari Rita yang dikenal dengan Angel of Verdun karena Rita pernah berhasil membunuh Alpha di Verdun. Rita juga memiliki kelebihan yang dimiliki Cage dulu, namun setelah ia mengalami kecelakaan dan harus ditransfusi darah ia kehilangan kemampuannya. Namun ternyata pusat dari penyerangan alien itu bukan Alpha, melainkan Omega yang lokasinya tak diketahui siapapun.

Rita mengajarkan Cage untuk bertahan hidup dan sebisa mungkin melawan Alpha, apabila Cage gagal maka Rita akan membunuhnya. Begitu seterusnya hingga Cage dan Rita diserang sejumlah pasukan yang mencoba menggagalkan aksi mereka. Cage kekurangan darah hingga harus di transfusi. Hal itu membuatnya putus asa karena kekuatannya telah lenyap seketika.

Berbekal keinginan untuk membasmi serangan yang telah menghancurkan kota, akhirnya Cage berhasil mengajak pasukan J untuk membantunya dan Rita membunuh Omega. Mereka terbang ke Prancis namun ternyata Alpha menyerang pesawat mereka. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyerang Alpha yang jumlahnya puluhan kali lipat dari mereka. Hingga akhirnya seluruh pasukan J tewas, dan hanya Rita dan Cage yang masih hidup.

Image

Dalam kegalauan karena Cage tak mampu mengulang hari, mereka berdua mencoba menyerang Alpha dan Omega. Rita berhasil memancing perhatian satu Alpha sehingga membuat Cage bebas memburu Omega yang berada di bawah dam. Hingga akhirnya Cage berhasil mengebom Omega walaupun mempertaruhkan nyawanya. Namun cairan Omega mengalir di dalam darah Cage sehingga ia kembali mengulang hari.

Di bagian akhir, Cage terbangun dan tetap menjadi Mayor yang melihat pasukan J latihan menghadapi perang. Cage pun bertemu dengan Rita yang tak mengenal dirinya. Endingnya, cukup bahagia karena alien berhasil di basmi tanpa mengorbankan satu nyawa pun.

Review: Film yang cukup membuat kita berfikir selama menontonnya. Karena adegan Cage mengulang hari terjadi puluhan kali. Tapi cocok buat ditonton sama pasangan atau sama keluarga karena sosok heroik Tom Cruise sesekali diselipi adegan-adegan lucu yang membuat kita tertawa.

 

Rating : 8/10

Share:

Sore itu, sepulang dari jalan-jalan seru di Museum Sumpah Pemuda, gue sengaja pengen naik bus TransJakarta jurusan Kp. Melayu – Pulo Gebang. Rasanya kayak kangen sama jalanan yang udah gue laluin selama setahun lalu. Jadilah gue nostalgia sama jalanan sempit tapi rindang di sekitar daerah Jatinegara sampai Buaran Jakarta Timur. Jadi, setelah berebutan di halte busway Kp. Melayu, gue duduk juga dengan tenang di bagian ladies area yaitu di bagian depan bus gandeng berwarna oranye ini. Bisnya mulai penuh, banyak yang berdiri sambil berpegangan di gantungan yang disediakan, ada juga yang nyender di pintu atau di pembatas area.

Awalnya gue pengen tidur karena ac bis nya kayak niupin mata gue supaya cepet merem. Tapi nyatanya, ada seorang kakek-kakek umurnya sekitar 80an tahun berdiri di samping kanan gue. Tangannya masih kokoh megang gantungan yang melambai di atas tiang bis kebanggaan warga Jakarta ini. Naluri anak baik gue langsung hadir, gue berdiri dan menyuruhnya duduk. Awalnya dia senyum terus nolak, tapi gue paksa. Akhirnya dia duduk juga.

“Terima kasih.” ucapnya pelan sambil duduk.

Gue pun tersenyum dan ngeliat si bapak tua ini. Gue keingetan kakek gue! Serius deh! Nggak kebayang kalau kakek ini adalah kakek gue dan nggak ada orang yang ngasih dia duduk cuma karena dia terlihat kuat berdiri sambil berpegangan sama gantungan tangan. Oh my, nggak sanggup lagi gue mikir yang begituan.

Buat ngalihin pandangan gue, gue sengaja baca buku Insurgent. Buku lanjutan Divergent film yang sempet gue tonton beberapa bulan lalu. Gue emang terbiasa baca buku dimanapun, mau di jalanan atau sekedar nunggu bis di halte. Dan kakek itu negur gue.

“Nggak pusing ya baca sambil berdiri begitu?” tanya si kakek sambil sesekali membenarkan kerah kemeja batik yang dipakainya.

“Nggak, pak. Saya udah biasa.” Jawab gue sambil tersenyum.

Lalu si kakek menceritakan pengalamannya tentang baca buku. “Saya pernah baca buku di pesawat. Baru dua lembar saya baca, saya muntah-muntah. Anak saya marahin saya, katanya saya kampungan. Hahahaha.” Bapak ini cerita polos banget. Seakan-akan dia ngetawain dirinya sendiri. Kacamatanya sesekali melorot, dan berulang kali pula ia membenarkan letak kacamatanya diantara hidungnya yang mancung.

“Mungkin bapak nggak biasa baca, makanya pusing.” saut gue sambil ngeliatin muka si bapak yang udah banyak keriput di sana sininya. Ah, bapak ini bener-bener ngingetin gue sama kakek gue.

“Mungkin, ya! Makanya sekarang saya kapok baca buku dimana-mana. Hahaha.” si bapak ketawa lagi. Wajahnya happy, kayaknya hidupnya bahagia banget.

Dan dia berkali-kali bilang makasih sama gue, “Jarang ada cewek yang kasih saya duduk, lho! Mungkin saya keliatan masih muda ya.” si bapak ngelucu. Tapi kedengerannya agak menyindir juga. Dan gue nggak habis pikir kenapa ada orang yang nggak mau kasih tempat duduk buat bapak setua ini?

Dan ternyata sudah sampai halte busway Buaran. Dia siap-siap mau turun.

“Saya duluan ya. Kamu turun dimana?”

“Penggilingan, Pak.” jawab gue. “Hati-hati ya, Pak!” gue spontan ngomong begitu sama dia.

Dia tersenyum. “Kamu yang harus hati-hati. Banyak orang jahat disini.”

Gue nangkep maksudnya, iya emang bener. Di Jakarta banyak orang jahat. Terima kasih pak! Semoga hidupmu bahagia selalu.

Share:

Weekend kali ini gue menghabiskan waktu dengan berkunjung ke sebuah museum di daerah Kramat (sekitar Salemba sebelum Senen) Jakarta Pusat. Museum Sumpah Pemuda, begitu kata-kata yang tertulis dalam sebuah plat yang menjulang tinggi di depan gerbangnya. Tempatnya berbentuk seperti rumah tua bergaya aksitektur Betawi tempo dulu. Tapi begitu masuk, rasa panas yang sempet ngebuat keringet mengalir deras langsung dibayar dengan angin yang ditiup sama air conditioner yang dipasang disudut-sudut ruangan.

1

Di bagian depan, gue langsung ngeliat patung 3 orang pemuda Indonesia yang menggambarkan tentang detik-detik perumusan naskah ‘Soempah Pemoeda’.

2

Berpindah ke ruangan sebelah kanan, ada bagian sudut museum yang dikasih sofa panjang yang nyaman banget buat duduk-duduk sambil ngebaca-baca informasi yang dipasang disetiap pojok ruangan.

3

Bergerak kearah dalam museum, ada sebuah biola yang bersejarah dalam terciptanya beberapa lagu-lagu perjuangan. Diantaranya ada Indonesia Raya, Tanah Airku dan lain-lainnya. Udah jelas banget dong ya berarti biola itu punyanya bapak WR. Supratman.

4

Ruangan di samping biola bapak Wage Rudolf Supratman ada patung sepasang bapak yang sedang membaca sebuah surat kabar tempo dulu. Sayangnya, gue lupa nama kedua orang tersebut karena nggak sempat baca petunjuk patungnya.

6

Dan di bagian paling belakang museumnya, ada patung bapak WR. Supratman sedang memainkan biolanya, kemungkinan sih dia memainkan lagu Indonesia Raya soalnya di belakang patungnya ada tulisan lagu Indonesia Raya lengkap dengan not baloknya.

7

Dan di dinding-dinding museum juga dipasang beberapa surat atau perjanjian Sumpah Pemuda yang diadakan pada tanggal 28 Oktober di masa silam ini.

8

Harga tiket museum yang sangat murah yaitu Rp. 2.000 untuk dewasa / perorangan dan Rp. 1000 / orang apabila berkunjung bersama minimal 10 orang lainnya ini menurut gue sangat-sangat murah. Kenapa murah? Di dalamnya lo bisa ngeliat sejarah para pemuda Indonesia yang berjuang untuk merdeka di negaranya sendiri. Saran gue sih, lo mending ajak adik atau saudara atau anak lo kesini supaya mereka tau gimana perjuangan pemuda pemudi Indonesia. Dan supaya mereka juga bisa mengisi kemerdekaan dengan hal – hal yang positif.

9

Museum Sumpah Pemuda ini juga cocok lho buat lo yang mau menghabiskan weekend atau liburan dengan hal yang positif, fun dan menambah wawasan lo juga pastinya. Happy holiday! J

Share:

Minggu lalu (11 Mei 2014) gue bareng keluarga akhirnya liburan ke luar kota. Nggak jauh-jauh dari ibukota sih, kita sepakat buat liburan di daerah sekitaran Subang, Jawa Barat. Perjalanan di Minggu pagi itu lumayan lancar, berangkat dari jam 07.00 pagi dan sampai di tol Sadang sekitar 09.00. Tapi ternyata, setelah keluar tol Sadang jalanan yang mulai berkelak-kelok di sana-sini mulai macet. Okay, gue agak benci macet karena pernah pengalaman ngerasain 17 jam perjalanan dari Jakarta ke Kuningan. Sempet hopeless kalau-kalau rencana liburan malah berantakan karena kacau. Tapi ternyata, sejam kemudian kita udah sampai di daerah Subang. Dan sempet terhibur karena sepanjang perjalanan suasananya nyaman banget! Adem dan hawanya nggak panas walaupun mataharinya nongol.

20140511_101605

Maaf fotonya agak ngeblur karena difoto dari dalem mobil yang lagi jalan :p

Dan jam 10.15 sampailah kita di Kiara Resort and Spa lokasinya di Jl. Raya Ciater.

20140511_103012

20140511_105228

Ini penampakan Kiara Hot Spa nya 🙂

20140511_110641

 Kiara Resort and Spa ini tempatnya nggak terlalu dingin tapi panasnya matahari nggak terasa ke kulit. Dengan tiket masuk 30.000 untuk 1 orang, gue rasa tempat ini pas banget buat tempat liburan sekeluarga. Buat anak-anak, bagian kanan kolam tingginya nggak sampai 1 meter dan bagian kirinya sekitar 125 centimeteran. Selain itu, ada beberapa bangku semen di dalam kolam yang bisa dipake buat duduk – duduk santai sambil mesen minuman di kafe yang letaknya persis di tengah-tengah kolam. Seru deh! Air hangat yang mengalir dan mengandung belerang di dalem kolam emang agak berasa asem dan perih kalau kena mata kita, makanya usahain jangan belajar berenang disini. Kalau bisa berenang sih sah-sah aja mau gaya apapun di kolam ini, tapi buat yang masih belajar, mending berendam dan rasain enak dan nyamannya pas kulit lo kena sensasi hangat dari air belerangnya. Dijamin, badan yang tadinya pegel jadi lebih fresh dan rileks deh!

IMG_6894_0 IMG_6898

Buat yang mau menambah adrenalin, lo bisa main rafting alias arung jeram di kali yang ada di sekitar lokasi resort. Sebelumnya, lo harus bayar 65 ribu per orang kalo mau ikutan rafting. Dan sebelum ikutan rafting, pastiin kondisi lo fit karena jalur arung jeramnya lumayan serem kalo buat pemula.

20140511_124314

Selain rafting, ternyata ada banyak permainan outdoor yang disediain sama pengelola Kiara Resort and Spa ini. Diantaranya ada Flying Fox, Berkuda dan Paint Balls. Pokoknya, liburan kali ini bakal berasa lebih seru kalo lo nyoba hal-hal baru yang belum pernah lo lakuin sebelumnya.

Anyway, untuk info seputar Kiara Resort and Spa ini, lo bisa klik official website mereka di http://ciatersparesort.net/

Selamat berlibur!

Share:

Makan siang kali ini gue dan teman-teman kantor sengaja pengen mencoba hal-hal yang baru. Akhirnya kita memilih buat menjelajahi Pejaten Village, mal bernuansa modern di daerah Pejaten, Jakarta Selatan. Gue dan 7 orang teman lainnya akhirnya milih makan di Ah Mei Café. Café yang mengusung embel-embel bertema Singapore ini cukup good looking karena menaruh beberapa gerobak tradisional di sisi sebelah kanannya. Sayangnya gue nggak sempat foto lokasinya karena udah kelaperan berat :}

 

Share: