Pengalaman Pertama Si Mata Empat Berubah Jadi Si Normal

Kacamata memang sudah menjadi sahabatku kurang lebih 15 tahun lamanya. Sejak kelas 4 SD, aku sudah menggunakan alat bantu lihat yang satu ini. Maklum, dulu saat aku masih berusia 5 tahun, pamanku yang saat itu berstatus mahasiswa memiliki seperangkat komputer lengkap. Jadi mulai saat itu aku aktif menggunakan komputer, mulai dari main pacman sampai belajar nulis di ms. Word. Ditambah dengan hobiku, baca buku sambil tiduran dan suka baca di tempat gelap. Jadilah mataku mulai minus setengah dan disarankan menggunakan kacamata oleh staff refraksionis yang memeriksa mataku saat aku memberanikan diri ke optik. Sebenernya waktu itu lebih kepaksa sih meriksa mata di optik, pas banget pamanku yang memang berkacamata kudu pakai softlens atau lensa kontak karena mau interview di sebuah bank. Pas cek mata, duaar….. langsung deh sekeluarga panik karena mataku udah minus 0,5 (setengah). Nggak pakai pikir panjang, Nenekku langsung membelikanku kacamata pertama yang menjadi awal dari penampilanku selama 15 tahun ini.

Aku sudah berkali – kali ganti kacamata, umumnya enam bulan sekali. Aku memang rutin cek mata untuk melihat perkembangan minusku yang kebanyakan selalu nambah dan jarang bahkan nggak pernah berkurang. Pernah pas SMK aku ngerasa mataku mulai nggak beres karena pakai kacamata pun penglihatanku masih berbayang. Ternyata setelah di cek aku positif hamil eh bukan maksudnya mataku silinder. Gonta – ganti kacamata bukan sekedar ikutan tren, tapi minus dan silinder mataku terus – terusan naik jadinya aku kudu menyesuaikan ukuran kacamata. Dan sampai hari ini minus mataku ada di level (kanan) -3.75 silinder 2.25 dan (kiri) -2.75 silinder 2.25. Kalo ada yang iseng cek kacamataku, mungkin nggak ‘ngeh kalau sebenarnya kacanya itu tebel banget. Hiks. Untungnya jaman sekarang udah maju, jadi bisa ditipisin walaupun tetep keliatan tebel.

Berbagai jenis dan bentuk kacamata yang pernah aku pakai
Berbagai jenis dan bentuk kacamata yang pernah aku pakai

Dari pertama kali pakai kacamata sampai beberapa minggu lalu aku nggak kepikiran sama sekali untuk pakai lensa kontak. Takut? Iya! Banget malah. Secara banyak banget berita negatif tentang penggunaan lensa kontak. Semua hal – hal negatif “kata orang” itu bersemayam di lubuk hatiku yang terdalam. #tsah… Sampai aku nggak berani sama sekali pakai softlens walaupun sebenernya pengen banget. Iyalah jujur nih selama 15 tahunan make kacamata pasti ada momen dimana aku bosen pakai alat bantu lihat yang satu ini. Pengennya normal kayak yang lain, bisa ngeliat indahnya dunia tanpa kudu berkali – kali benerin letak kacamata yang suka melorot di hidung. Pengen juga bebas dan nyaman pakai kacamata hitam tanpa bingung karena nggak mungkin dobel kacamata. Pengen juga nikmatin nonton 3D tanpa harus berkali – kali pegangin kacamatanya karena selalu melorot. Yaiyalahya secara aku kudu pakai 2 kacamata supaya bisa nonton dengan nyaman. Dan masih banyak hal – hal normal yang pengen aku lakukan tanpa kacamata. Tapi ya balik lagi, aku pokoknya nggak mau pakai softlens.

Sampai akhirnya beberapa minggu lalu aku nemenin temanku ke optik. Iseng, aku akhirnya nanya – nanya soal kacamata yang bentuknya lucu – lucu. Beruntungnya si mas refraksionisnya baik banget. Eh by the way, refraksionis adalah sebutan buat petugas optik yang suka ngebantu kita mengecek mata itu lho. Nah aku ditawari untuk cek mata sama si Mas Refraksionisnya. Ternyata ukuran minus dan silinder mataku masih sama seperti terakhir kali aku cek sekitar 2 bulan lalu. Pas lagi asyik ngobrol, si Mas-nya saranin aku untuk coba trial lensa kontak harian merek Acuvue. Ternyata buat yang pertama kali mau nyoba pakai lensa kontak, Acuvue nyediain trial alias lensa kontak yang bisa dicoba dan dipakai sama pelanggan secara gratis tis tis. Anak gratisan kayak aku nggak akan menyia – nyiakan kesempatan emas ini. Hahahaha. Padahal awalnya tetep aja parno dan hampir nggak mau coba. Tapi untungnya si Mas Refraksionisnya sabar banget ngadepin aku, aish…

Akhirnya, aku memberanikan diri untuk memakai lensa kontak. Setelah 15 tahun keinginan itu nggak pernah muncul, nggak ngerti kenapa tiba – tiba mau coba. Lebih tepatnya mau nyoba soalnya gratis! Kapan lagi pakai lensa kontak Acuvue gratisan? Hahahaha. Awalnya, aku sempat naksir sama varian terbaru dari Acuvue, namanya 1-Day Acuvue Define. Lensa kontak yang satu ini baru banget dilaunching sama Acuvue. Sesuai tagline “Healthy and Shining Eyes All Day”, Acuvue Define hadir dengan 3 varian warna cantik. Natural Shine, Vivid Style dan Accent Style. Untuk Natural Shine, warna grey gold menjadi andalan, warnanya akan terlihat jelas saat terkena sinar atau tersorot lampu. Untuk Vivid Style, warna mata kita akan berubah menjadi coklat dan Accent Style akan membuat warna kita terlihat lebih besar. Tapi tenang aja, ketiga varian Acuvue Define warnanya alami dan natural, dijamin bikin mata jadi cantik tapi nggak lebay kayak softlens kebanyakan.

3 Jenis Lensa Kontak Acuvue Define
3 Jenis Lensa Kontak Acuvue Define

Sayangnya, karena mataku silinder aku nggak bisa nyobain si cantik Acuvue Define karena lensa kontak itu cuma buat yang minus. Hiks. Untungnya Acuvue juga punya 1-Day Acuvue Moist For Astigmatism. Karena namanya 1-Day, lensa kontak ini bersifat harian dan hanya bisa sekali pakai lalu setelahnya buang. Sebenernya penggunaan lensa kontak yang lebih aman dan nyaman ya menggunakan jenis sekali pakai kayak gini. Jadi nggak perlu gonta – ganti cairan perendamnya, nggak takut rusak atau hal – hal yang umumnya ngeganggu pengguna lensa kontak dalam waktu mingguan hingga bulanan. Buat yang parnoan kayak aku, penggunaan lensa kontak harian juga bisa jadi pilihan saat menghadiri acara – acara penting aja dan hari biasanya tetap kembali jadi si mata empat 🙂

Acuvue Moist Astigmatism lensa kontak untuk mata silinder
Acuvue Moist Astigmatism lensa kontak untuk mata silinder

Setelah nemuin ukuran lensa kontak yang sesuai dengan minusku, aku mulai deg – degan. Maklum aja ini pengalaman pertama aku pakai lensa kontak. Aku sengaja minta dipakaikan dulu sama Mas Refraksionisnya karena masih takut pakai sendiri. Begitu Mas Refraksionis megang kelopak mata, jantung aku makin nggak karuan. Ibarat lagi mau ditembak sama gebetan gitu deh. Dan voila, nggak sampe semenit itu softlens udah nempel di mataku. Hah? Kok nggak kerasa apa – apa? Malahan mataku terasa agak segar karena nggak terlahang kacamata. Dan untuk bagian kiri, aku nyoba untuk pakai sendiri. Semenit, dua menit, lima menit, nggak berhasil – berhasil. Setelah disemangatin semua orang yang ada di optik, akhirnya aku berhasil pakai lensa kontak pertamaku di menit kelima belas. Hahahaha.

Lensa kontak yang aku pakai. Nggak berwarna karena untuk silinder hanya ada yang transparan. Hiks
Lensa kontak yang aku pakai. Nggak berwarna karena untuk silinder hanya ada yang transparan. Hiks
Berhasil pakai softlens. yeay!
Berhasil pakai softlens. yeay!

Setelah pakai, aku ngerasa bahagia. Ciyus! Akhirnya aku bisa jadi “normal” setelah 15 tahun kudu pakai alat bantu lihat alias kacamata. Nggak nyia – nyiain momen jarang – jarang ini, aku akhirnya selfie disana – sini. Teteup! Hahaha. What do you think? Bagusan pakai kacamata atau softlens?

Selfie tanpa kacamata? Why not? :)
Selfie tanpa kacamata? What do you think? :)

Ternyata pakai softlens nggak seburuk yang aku pikirin selama ini. Mungkin beberapa dari kita takut mata merah iritasi karena pakai lensa kontak. Sebenernya, mata merah itu wajar karena mata kita sedang menyesuaikan dengan si lensa kontak. Dan biasanya penggunaan yang jorok alias nggak steril yang bikin mata iritasi dan akhirnya ngerusak mata kita. Selama kita selalu cuci tangan sebelum pakai dan lepas lensa kontak, mata kita juga bakalan aman – aman aja kok. Bahkan aku jadi ketagihan pakai softlens lho!

Untuk pemula, aku sarankan untuk minta dipakaikan dulu sama refraksionis. Lalu setelahnya minta diajarin pakai. Emang susah – susah gampang sih karena kedua mata kita nggak boleh berkedip selama proses pemasangan lensa kontak. Tapi percaya deh, selama aku pakai Acuvue aku kayak nggak ngerasa pakai lensa kontak. Bentuknya yang tipis dan kadar airnya yang cukup lembab ngebuat mata aku nggak terasa kering. Nah biasanya kalau gatal itu karena kadar air di lensa kontaknya kurang makanya gatal. Saranku mending pakai lensa kontak harian aja biar mata tetap sehat dan bisa makin kece tanpa kacamata. Selamat menjadi normal ya, Mata Empat 😀

Thanks for reading 🙂

Love, PutriKPM

Twitter // Instagram // Facebook

Baca Juga:

35 Comments

  1. wah aku baru tahu kalau ada softlens harian, jadi pengen nyoba juga, soalnya belum pernah, suka takut2 juga >.<
    Tapi kalo dapet gratisan juga kayanya sih bakal di berani2in deh hihihi

    1. Ada, mbak. Bahkan yang seharusnya dipakai itu yg harian supaya lebih higienis karena kalau kotor habis dipakai seharian lgsg dibuang nggak dicuci / direndam. Selamat mencoba 🙂

      1. ohhhh yang bikin harga sampe 100an itu berarti batas waktunya ya? kalau harian gini 100ribu juga ya bangkrut :))))

  2. Wah…jadi sekarang sudah gak pakai lagi kacamata ya?
    Kebalikan dong, saya sekarang, sebenarnya sudah beberapa tahun, harus pakai kacamata terutama saat membaca. Maklum usia, jadinya harus pake kaca plus…

    Salam,

    1. Lasik mah ada waktunya. Setelah selesai masa garansi ya balik minus lagi hahaha harganya aja bikin gigit jari. Beberapa orang yg gak cocok pakai kontak lens itu yg memiliki kecenderungan bulu mata tumbuh ke dalam mba. Makanya sebelum beli kan diperiksa keseluruhannya 🙂

  3. Aku gak cocok pake Acuvue. Cocoknya pake yang lebih murah. Hahahahaha. Untungnya mataku sepakat soal budget kayak ginian wkwkwkwk.

    Dan sedihnya kemarin baru aja kecolongan gara-gara soft lens kering. Jadilah sekarang pake kacamata dulu. Padahal minus udah nambah, jadi ngeliatnya pun udah gak jelas :'(

  4. Kemarin aku mau beli softlense buat Kondangan wkwkwkw. Dan ternyata aku baru tau lensa yg harian justru makin mahal, akhirnya teteup beli yang buat 3 bulan. Tapi tetep juga sih meskipun untuk penggunaan 3 bulan aku tetep make sekali aja trus buang deh 😛

    Menurutku softlense sangat membantu untuk acara acara tertentu. karena make softlense membuat maata jadi bagus gmn gitu hahha
    Dan untungnya… Aku minusnya masih kecil, jadi masih bisa normal ga pake kacamata juga

  5. Cakep, put. Aku pakai kacamata walau minusnya udah 7. Hihi. Sama kayak putri, pakai pas sd. Tapi sampai skrg belum berani pakai soflens, mungkin kalau ada event tertentu kayak nikahan kali ya 😀

  6. Aku sudah 15 tahun juga pakai kacamata dan sampai sekarang masih belum berani pakai soflense. Iya sih, udah parno duluan. Tapi ternyata enggak semenakutkan yang dibayangkan ya?
    Pengen deh nyobain gratisan juga, barangkali nanti aku pas kontrol juga mau minta tolong ah ke mas/mbak refraksionisnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *