#BukaTalks by Bukalapak: Perempuan Motor Perubahan

BukaTalks by Bukalapak

Pernah nggak kepikiran misalnya perjuangan RA. Kartini nggak pernah tuntas sampai sekarang? Mungkin saya nggak akan bebas jadi pekerja kantoran, mungkin nggak ada chef perempuan yang punya acara sendiri di televisi, mungkin nggak ada guru – guru perempuan yang harus membagi waktu antara murid dan keluarga. Mungkin saja sekarang saya hanya bisa duduk atau tidur di rumah, menyiapkan kebutuhan untuk keluarga tanpa pernah bisa melakukan hal yang ingin saya lakukan. Mungkin saja sekarang saya bukan blogger. Dan masih banyak kemungkinan – kemungkinan tentang hak asasi perempuan yang harus dikubur dalam – dalam karena nggak ada yang namanya emansipasi wanita. Ngeri banget deh saya mikirinnya.

Beruntunglah perjuangan Ibu Kartini berbuah manis. Sebagai perempuan, saya sendiri sudah menikmati hasilnya. Saya bisa dengan bebas menentukan pekerjaan saya tanpa harus takut dengan embel – embel “itu kan harusnya kerjaan laki – laki”. Well, berkat Ibu Kartini pula banyak perempuan – perempuan berhati mulia yang membuat banyak perubahan bagi sekelilingnya, bahkan bagi Indonesia. Seperti 3 orang perempuan yang menjadi narasumber di acara #BukaTalks di kantor Bukalapak di daerah Kemang, Jakarta Selatan.

#BukaTalks adalah talkshow 2 mingguan sekali yang diadakan oleh Bukalapak. Siapa sih yang nggak kenal Bukalapak? Online marketplace yang foundernya sering nongol dalam setiap iklan – iklan kreatifnya ini memang selalu punya ide – ide kreatif. Salah satunya ya membuat #BukaTalks yang mengundang para narasumber inspiratif dan informatif yang berasal dari berbagai latar belakang. Berhubung 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, kali ini #BukaTalks memilih tema Perempuan Motor Perubahan dan mengundang 3 perempuan hebat yaitu: Tri Mumpuni (Direktur Eksekutif Institur Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Nila Tanzil (Founder dan CEO Taman Bacaan Pelangi dan Travel Sparks) serta dr. Mesty Ariotedjo (Founder Wecare.id).

BukaTalks by Bukalapak

Sayangnya, saya datang lumayan telat karena terjebak macet yang ampun – ampunan di daerah Kuningan. Akhirnya, saya hanya bisa mendengarkan presentasi dari Ibu Tri Mumpuni di sesi – sesi terakhirnya.

Ia dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) telah diakui baik di dalam negeri maupun di luar negeri.[2] Dirinya tidak jarang berhari-hari tinggal di satu desa yang jauh dari akses infrastruktur dan informasi, hanya untuk memastikan kesiapan masyarakat membangun listrik mikro hidro.[2]

Dikutip dari Wikipedia

Ibu Puni, panggilan akrabnya, adalah perempuan dibalik kesuksesan pembuatan PLTMH yang saat ini sudah menerangi lebih dari 65 lokasi sejak tahun 1997. Banyak sekali aura – aura positif dan inspiratif yang saya rasakan selama mendengarkan presentasi beliau.

BukaTalks by Bukalapak

“Kalau hanya mendengarkan tanpa merasakan, kita sebenarnya tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Masih terngiang – ngiang di telinga saya kalimat yang beliau ucap dengan sungguh – sungguh. Iya, kita masyarakat Indonesia dan saya tentunya, masih terlalu sering banyak berbicara tanpa berbuat apa – apa. Saya jadi malu sendiri karena belum bisa berbuat apa – apa untuk negara sendiri tapi sudah terlalu sering mengeluh. Apalagi begitu tahu bahwa Ibu Puni tidak mendapat bantuan dari manapun untuk membuat PLTMH untuk pertama kalinya. Berkat kegigihannya, beliau pernah mendapat bantuan dari Ashden Award 2012 sekitar Rp 300 juta.

Setelah presentasi dari Ibu Puni, narasumber kedua adalah Mbak Nila Tanzil, perempuan tangguh yang berhasil membuat Taman Bacaan Pelangi, perpustakaan anak – anak yang terletak di berbagai daerah terpencil di Indonesia Timur. Perempuan berkulit sawo matang ini bahkan rela melepaskan karier di perusahaan multinasional demi menjadi social entrepreneur.

BukaTalks by Bukalapak

Nggak mudah bagi Mbak Nila membangun Taman Bacaan Pelangi. Butuh waktu bertahun – tahun bagi beliau meyakinkan banyak pihak bahwa bekerja tak selalu tentang materi. Tapi passion yang membuatnya yakin bahwa dunia sosial adalah karier terpenting dalam hidupnya. Berkat pengabdiannya, Mbak Nila mendapat berbagai macam penghargaan, salah satunya 10 Iconic Woman 2016 dari salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Berawal dari tahun 2009 hingga saat ini Taman Bacaan Pelangi telah berjumlah 55 perpustakaan anak – anak dan telah memberikan akses ke lebih dari 15ribuan anak – anak di Indonesia Timur. Dengan total buku lebih dari 105ribu dan 400 tenaga pengajar. Perjuangan Mbak Nila nggak pernah segampang membalikkan telapak tangan. Bahkan Mbak Nila sering menggunakan uangnya sendiri demi mewujudkan mimpinya untuk mencerdaskan para anak – anak pedalaman Indonesia Timur.

Teman – teman yang mungkin mau menyumbangkan buku – bukunya, atau mau menjadi volunteer, silahkan cek official website Taman Bacaan Pelangi ya.

Saat Mbak Nila menceritakan bagaimana reaksi para anak – anak yang bergabung di Taman Bacaan Pelangi, saya terenyuh sekali. Seolah – olah berada di antara para adik – adik yang semangat membaca. Bahkan menurut cerita Mbak Nila, para orang tua anak – anak tersebut sangat terharu dan bangga dengan kemampuan anak – anaknya untuk membaca dan belajar. Semoga suatu saat saya bisa mampir ke Taman Bacaan Pelangi sehingga bisa merasakan aura semangat belajarnya.

Narasumber terakhir, seorang dokter cantik bernama dr. Mesty Ariotedjo yang merupakan founder dari Wecare.id. Untuk yang belum tahu, WeCare adalah situs web yang dibuat untuk membantu penggalangan dana bantuan kesehatan. Kelebihan dari WeCare dibanding situs – situs sejenis lainnya adalah keterbukaan. Seluruh donatur bisa memilih kepada siapa donasinya akan diberikan, pun terlihat jelas jumlah uang dan kebutuhan pasien di situsnya. Apalagi saat ini sedang panas – panasnya berita penggalangan dana yang nggak transparent sampai – sampai para donatur tidak pernah tahu berapa uang yang telah terkumpul dan uang yang sudah disalurkan. Bahkan ada loh penyalur donasi yang menggunakan uang donasi demi kepentingan pribadi. And it sucks, man! Asli, saya benci banget saat ada berita tentang penyalahgunaan donasi ini. Jahat banget kan? Uang yang harusnya diterima oleh mereka yang membutuhkan malah dipakai oleh si penyalur, untuk keperluan pribadi malah. Sakit jiwa!

BukaTalks by Bukalapak

BukaTalks by Bukalapak

Berangkat dari kepedulian dr. Mesty tentang banyaknya pasien kurang mampu yang tidak terekspos media dan pemerintah, membuat dr. Mesty dan teman – temannya membentuk WeCare. Hingga saat ini, total donasi yang sudah terkumpul lebih dari Rp 1,5 Miliar dari 3500 donatur dan telah mendanai lebih dari 170 pasien. Kalau teman – teman ingin menjadi donatur atau mencari info lebih banyak tentang WeCare, silahkan klik disini.

Pulang dari acara #BukaTalks kemarin membuat semangat saya semakin naik. Beruntung sekali bisa mendengarkan insight dari para Karitini kekinian yang terus berusaha membantu mereka yang membutuhkan tanpa pernah menyerah. Mendengarkan cerita – cerita inspiratif seperti ini membuat semangat berbagi saya semakin besar. Jadi makin semangat ngeblog dan menyebarkan hal – hal positif nih!

Minggu lalu, saya datang ke event #BukaTalks by Bukalapak. Berhubung masih aura – aura Hari Kartini, maka temanya adalah Perempuan Motor Perubahan dengan 3 narasumber perempuan – perempuan hebat. Ada Tri Mumpuni (Direktur Eksekutif Institur Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan), Nila Tanzil (Founder dan CEO Taman Bacaan Pelangi dan Travel Sparks) serta dr. Mesty Ariotedjo (Founder Wecare.id). . . Selama acara ini, banyak sekali insight yang bisa saya gali dari para narasumber. Mulai dari jangan pernah berhenti berusaha sampai berhasil, hingga bekerja dengan passion dan hati. Salah satunya adalah dr. @mestyariotedjo yang bukan hanya dikenal sebagai dokter yang nggak segan membantu siapa saja, tapi juga merupakan model dari berbagai brand, salah satunya brand shampoo yang famous itu. Senang sekali akhirnya bisa bertemu langsung dan mendengar ceritanya ketika pertama kali membentuk @wecare.id, situs yang dibuat dengan tujuan menjadi penyalur donasi dari para donatur untuk para pasien yang kurang mampu. . . Banyak sekali hal – hal positif yang saya dapatkan setelah dari #BukaTalks minggu lalu. Cerita lengkapnya, sudah saya tulis di blog ya. . . Anyway, thanks to @margaapsari yang sudah bantu motoin 😘

Sebuah kiriman dibagikan oleh PutriKPM (@kpmputri) pada

Saya nggak sabar menunggu #BukaTalks selanjutnya. Kira – kira tema yang akan diambil apa ya? Anyway, teman – teman juga bisa menyimak livetweet selama #BukaTalks berlangsung di Twitter Bukalapak.

Thank you for reading!

See you on my next post!

putrikpm-footer

Find me on Twitter | Instagram | Facebook

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *