[REVIEW] Annabelle (The Conjuring) 2014, Antara Ekspektasi Dan Kenyataan

Bagi beberapa orang, termasuk gue, mendengar nama Annabelle udah langsung mikir ke boneka yang ada di film The Conjuring. Awalnya, gue emang nggak kenal sama boneka kayu berwujud gadis berambut kepang dua ini. Semuanya berkat The Conjuring, film horor yang berhasil bikin gue nggak berani ngeliat ke luar kamar kalau pintu kamar gue tiba – tiba kebuka sendiri pas malem – malem. Walaupun gue tau, pintu itu kedorong angin, tapi tetep aja gue parno sendiri.

Mungkin bukan gue doang yang parno semenjak nonton The Conjuring. Jujur deh, pasti ada diantara kalian yang parno sama hal – hal yang bikin kaget setelah nonton film yang disebut – sebut sebagai film horor teroke sepanjang masa. Dan hati gue seolah bilang ‘Hip Hip Hurray!’ saat pertama kali gue denger kalau Annabelle mau dibuatin film sendiri. Ekspektasi gue langsung tinggi, gue berharap filmnya bakal semenakutkan The Conjuring atau minimal bikin gue parno seminggu setelahnya. Menurut gue faktor sukses atau tidaknya sebuah film bergantung pada seberapa parno orang setelah nonton filmnya.

Dengan berbekal popcorn rasa manis ukuran kecil, gue memberanikan diri nonton Annabelle sendirian. Pulang kerja, pas hampir maghrib di hari Jumat, gue mampir ke Djakarta Theatre dan di studio 1 gue memasrahkan diri gue. Apakah gue bakal pulang dengan wajah ketakutan dan parno kalau ngapa-ngapain atau justru gue bakal cekikikan nggak berhenti karena filmnya nggak serem – serem amat? Well, gue masuk ke studio dengan muka udah agak parno. Yang lain nonton sama gebetannya, gue sendirian. Pake baju abis kerja pulak! Huft. Lha gue kenapa jadi curhat gini yak -_-

MV5BMjM2MTYyMzk1OV5BMl5BanBnXkFtZTgwNDg2MjMyMjE@._V1_SX640_SY720_

Sinopsis

John Form (Ward Horton) akhirnya menemukan hadiah yang selama ini dicari oleh istrinya Mia (Annabelle Wallis). Boneka Annabelle sangat ditunggu Mia yang juga sedang menanti kelahiran anak pertamanya.
Di malam pertama boneka Annabelle berada dalam rumah pasangan muda ini, rumah mereka di serang oleh kelompok pemuja setan. Teror yang menyebakan darah tumpah dirumah tersebut. Kekuatan jahat kini berada dalam boneka dan mengincar John, Mia serta anak mereka yang baru saja lahir.

Review

Entah karena emang pengen menyegarkan ingatan penonton atau memang idenya berawal dari The Conjuring, Annabelle dibuka dengan 3 orang sekawan yang sedang curhat ke paranormal ternama. Yup, adegan pertama film The Conjuring menjadi pembuka film Annabelle pula. Lalu plot berganti ke sekitar setahun sebelumnya. Tinggallah Mia, mahmud alias mamah muda yang lagi hamil tua hidup bahagia bersama suaminya. Awalnya, kehidupan Mia dan suaminya baik – baik saja. Sampai suatu saat suaminya memberikan sebuah boneka kayu yang selama ini diidam-idamkan Mia. Dan pada malam harinya, tetangganya tewas dibunuh oleh anak mereka yang mengikuti sekte sesat. Disini, ceritanya makin nggak jelas karena nggak detail. Soal sekte sesat nggak dibahas mendalam, menurut gue ini jadi bikin penontonnya bingung sendiri. Boneka kayu kesayangan Mia justru direbut oleh si anak tetangga yang mengikuti sekte sesat. Singkat cerita keadaan makin rumit dan akhirnya si anak tetangga yang bernama Annabelle itu bunuh diri dengan memangku boneka kayu itu.

ANNABELLE

Setelah kejadian itu, si boneka kayu mulai bersikap aneh. Suka pindah – pindah tempat, menggerakkan kursi goyang dan yang paling parah saat dibuang ia kembali ada di rumah baru Mia. Semakin kesini, makin banyak penampakan makhluk gaib berwujud iblis hitam yang berusaha merebut nyawa Mia. Sempet klimaks, tapi jujur hantunya nggak serem. Kalau bukan karena popcorn dan sound effect yang ngagetinnya setengah mampus, gue pasti bakalan tidur selama film diputar. Nggak sesuai ekspektasi gue. Nggak semenarik The Conjuring, Cuma lumayan buat yang mau teriak – teriakan kaget sama sound effectnya, bukan karena hantu atau jalan ceritanya.

media_annabelle_20140717

Agak kecewa saat gue selesai nonton filmnya, seolah udah ketebak dari awal gimana ending filmnya. Sosok Annabelle yang selama ini ditakut – takutin seolah berubah biasa aja di film ini. Kecewa banget L Dan setelah gue selesai nonton, gue sempet denger di sebuah radio kalau aka nada sekuel Annabelle featuring Chucky! Siapa yang nggak kenal Chucky? Apakah Annabelle bakal jadi selingkuhannya Chucky? Secara Chucky dan Tiffany udah pacaran lama. Tapi Annabelle jahat banget yak jadi orang ketiga L anyway, semoga sekuelnya bener – bener ada dan nggak mengecewakan. Seenggaknya jadi obat kecewa karena ngerasa rugi beli tiket dan popcorn.

PS: Jangan berekspektasi atau baca review kalau belum nonton filmnya!

Rate: 5/10

3 thoughts on “[REVIEW] Annabelle (The Conjuring) 2014, Antara Ekspektasi Dan Kenyataan

  1. Aku belum nonton film ini, mbak apalagi yg the conjuring itu 😀
    ga berani lah klo nonton film horor sendirian..iiihhhh

  2. Pingback: [REVIEW] Ant-Man, Karena SuperHero Nggak Perlu Badan Gede | DELAPANKATA.WORDPRESS.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *