[REVIEW] Guardians Of The Galaxy, Ketika Super Hero Punya Masalah Sendiri

Nonton film di bioskop emang udah kayak hal wajib yang gue lakuin tiap weekend, apalagi kalau filmnya rame diomongin di social media atau media – media lainnya. Dan kali ini, bukan karena habis baca review atau sinopsisnya, tapi karena adik sepupu kesayangan gue mengajak nonton Guardian Of The Galaxy dan dia kekeuh harus nonton filmnya hari itu juga. Awalnya gue agak males – malesan karena seminggu terakhir ini gue nggak terlalu banyak denger review film ini. Seperti kebiasaan gue sebelum – sebelumnya, gue nggak akan baca sinopsis film yg akan gue tonton. Why? Karena gue nggak mau berekspektasi terlalu banyak. Gue membiasakan untuk membaca sinopsis setelah nonton supaya gue bisa mereview secara subjektif dari sudut pandang gue.
Siang itu gue dan adik sepupu akhirnya sepakat nonton di XXI Grand Mall Bekasi. Gue dating jam 11.30 dan ternyata bioskop baru buka jam 12.30 ya mau nggak mau menghabiskan waktu sambil main muter – muterin mall yg nggak terlalu gede itu.
Sebelum baca review gue, mending baca sinopsisnya dulu:
Setelah 26 tahun diadopsi oleh cahaya yang datang ke bumi, Peter Quill menemukan dirinya menjadi target utama oleh para pemburu manusia setelah menjelajahi planet incaran Ronan.

 

18b149286ca6f2920e017bd5d2ffcbf5

Review:
Kalau lo butuh film untuk refreshing otak alias nggak usah terlalu mikir, lo wajib nonton film ini! Keren! Dengan plot yang dibuat standar, penonton diajak berjelajah ke planet lain, planet Nova. Sasaran utama Peter Quill (diperankan oleh Chris Pratt) adalah sebuah orb yang mempunyai kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Peter yang diperintahkan oleh ayah-angkatnya, Yondu Udonta (Michael Rooker), menemukan sebuah orb berbentuk bulat yang di dalamnya terdapat kepingan berwarna ungu yang bisa member kekuatan bagi mereka yang memegangnya. Ternyata Peter tidak sendiri, ada Gamora (Soe Saldana) yang merupakan anak tiri Ronan yang juga diperintahkan untuk memburunya.
Film terasa lebih seru saat Rocket yang merupakan sebuah Rakun (disulihsuarakan oleh Bradley Cooper) dan sebatan pohon bernama Groot (disuarakan oleh Vin Diesel) juga berburu orb tersebut di planet Nova. Semenjak ada Groot, suasana film lebih hidup karena ternyata si Groot nggak bisa ngomong apa – apa selain ngomong “I’m Groot” hahahahha.
Seperti film – film superhero lainnya, Peter akhirnya bergabung dengan Gamora, Rocket serta Groot. Saat mereka ber-4 tertahan di penjara, mereka bertemu dengan Drax (Dave Bautista) yang ternyata ingin membalaskan dendamnya kepada Ronan (Lee Pace). Ternyata, Gamora pun punya dendam kesumat kepada keluarganya. Ternyata seorang Super Hero punya masalah yang bikin mereka jadi loser. Di film ini diceritakan bahwa masing – masing super hero punya masalah pribadi dan mereka mencoba membalaskan dendamnya masing – masing.

 

guardians-galaxy-big
Akhirnya dibantu Yondu Udonta (Michael Rooker), ke – 5 superhero (Peter, Ganora, Drax, Rocket dan Groot) menyerang Ronan, Nebula (Karen Gilan), dan pasukannya. Sedihnya, Groot mati dalam peperangan. Namun Rocket menanam batangnya di sebuah pot dan akhirnya baby Groot tumbuh berkat air mata kehilangan Rocket.
Film keluarga yang pas ditonton untuk remaja atau anak diatas 10 tahun ini bisa ngebuat weekend makin seru. Nonton ya guys!

Rate: 7/10

 

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *