Staycation Di Aston Priority Simatupang

“Aku kayaknya mau flu deh!”

Dengan suara serak saya menelepon Odi. Kepala memang terasa agak pusing sejak kemarin sore, bahkan saya sampai tak masuk kantor saking lemasnya. Odi menawarkan ke dokter, tapi saya menolak. Saya nggak butuh dokter, butuhnya liburan, sungguh. Badan rasanya sudah meronta – ronta minta diistirahatkan, sayangnya saya bandel. Bahkan dengan kepala pusing pun masih saya menghadap ke layar laptop untuk bekerja dan membalas beberapa email.

“Yaudah, staycation aja yuk. Aku lagi pengen liburan juga.” Begitu kata Odi menjawab keluhan saya. Iya, karena pusing dan nggak enak badan saya mengeluh berkali – kali ditelepon. Nggak pakai mikir, saya langsung mengiyakan ajakannya. Lumayan, long weekend terakhir di bulan April dihabiskan di hotel. Dan entah kenapa tiba – tiba pusing saya hilang. Bener kan, saya nggak butuh dokter tapi butuhnya liburan!

Akhirnya kami memilih menghabiskan long weekend kali ini dengan menginap di Aston Priority Simatupang. Selain karena aksesnya yang mudah dijangkau dari rumah saya, beberapa fasilitas yang tersedia pun cocok untuk saya yang butuh refreshing. Ada kolam renang, spa dan café, kurang apalagi coba?

Berhubung kali ini liburannya lumayan dadakan dan hanya semalam, kami nggak terlalu bawa banyak barang. Saya bahkan hanya bawa backpack dan sling bag, Odi malah hanya bawa backpack favoritnya. Setelah siap dengan barang bawaan, kami langsung on the way dengan memesan taksi online. Ada drama ketika supir kami kekeuh mau ambil jalur Tol Dalam Kota sedangkan harusnya dari rumah saya harus melewati Tol JORR untuk sampai ke Aston. Tadinya mau marah, tapi saya langsung badmood begitu supir menyepelekan saran saya. Yaudah, mobil melaju kea rah Cawang lalu ke TMII dan baru ke tol JORR. Rasanya pengen ketawa sepuas – puasnya saat kami terjebak macet dan si supir menghembuskan napas dalam – dalam.

 Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang_lobby2

Aston Priority Simatupang_lobby

Aston Priority Simatupang

Sekitar jam 2 siang, saya baru sampai di lobby Aston Priority Simatupang. Ruangan lobby dihiasi dengan nuansa cokelat, emas dan kuning. Di bagian sudut lobby terdapat beberapa sofa yang tertata rapih. Saya duduk sebentar sambil menunggu beberapa orang yang sedang check in terlebih dahulu selesai. Tak sampai 5 menit, giliran saya yang check in. Saat check in, staf hotel memberitahu bahwa kamar saya diupgrade dari Klub Premier ke Junior Suite Room. Saya menghembuskan napas lega, perasaan kesal karena supir taksi online langsung berubah jadi bahagia. Sambil menunggu kunci kamar, mata saya tertuju pada bar di bagian kiri lobby. La Lounge, mini lounge yang berada persis di bawah tangga yang so-instagramable. Selesai check in, kami langsung menuju lift yang lokasinya persis di belakang meja resepsionis. Dari depan lift, terlihat jelas Canary Café yang juga akan jadi lokasi sarapan keesokkan harinya.

Aston Priority Simatupang

Kamar kami di lantai 21 dan letaknya paling ujung, posisi kamar yang menjadi favorit saya. Begitu masuk kamar, langsung terlihat ruang tamu yang cukup luas, lengkap dengan sofa, tumpukan bantal, dan TV yang letaknya di seberang sofa. Di bagian kiri ruang tamu terdapat meja kerja yang nyaman lengkap dengan lampu kerja. Dan di dinding meja kerja ini terdapat hiasan – hiasan berbentuk piring – piring dengan aksen – aksen ala Chinese Style. Cantik sekali!

Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Di belakang TV terdapat pintu geser yang memisahkan ruang tamu dengan kamar tidur. Selain king size bed, kamar tidur di ruangan Junior Suite Room ini juga dilengkapi dengan TV satelit. Jadi, ada total 2 TV Satelit di dalam ruangan Junior Suite Room, Aston Priority Simatupang. Dan di bagian samping kamar tidur terdapat kamar mandi yang cukup luas untuk menginap berdua.

 Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Puas mengelilingi kamar, saya akhirnya memilih untuk menonton TV di ruang tamu. Sambil membuka jendela kamar, saya menikmati pemandangan kota Jakarta dari lantai 21. Cuaca Jakarta siang itu cukup bersahabat, jalanan pun terlihat lumayan lancar. Menghabiskan long weekend dengan hanya menikmati Jakarta dari ketinggian sambil menonton TV ternyata menyenangkan untuk saya.

Sorenya, saya dan Odi memutuskan untuk makan malam di Gandaria City. Rencananya kami ingin mencoba kuliner yang lagi hits di OJJU. Dan begitu melihat antrean di OJJU, kami mengurungkan niat dan mencoba makanan lainnya. Saking nikmatnya makan, saya bahkan nggak sempat foto – foto makanannya hahahah. Kenyang makan, kami muter – muter GanCit sampai capek beneran dan langsung pulang ke hotel.

Begitu sampai di hotel, langsung kaget karena ada snack dan camilan segala rupa diatas meja yang berada di ruang tamu as a compliment. Segitu perhatiannya ya Aston Priority Simatupang sama tamu yang menginap. Kuenya enak – enak dan cocok jadi teman menghabiskan Sabtu malam.

Begitu jam 11 malam, tiba – tiba Odi kepengen massage. Yasudah nggak pakai pikir panjang saya langsung menelepon staf hotel dan memesan layanan spa di kamar. Lanjutlah kami dipijat selama 1 jam oleh 2 orang therapist di dalam kamar. I would recommend their spa, pelayanannya bagus, terapisnya berpengalaman dan ramah, plus mijitnya santai kayak nggak diburu – buru. Sumpah, selama dipijit saya rasanya pengen merem terus saking nikmatnya.

***

Keesokkan paginya, saya terbangun dengan badan yang tiba – tiba berubah jadi segar dan semangat banget. Bahkan alarm di ponsel saya pun belum sempat berdering. Pagi itu saya habiskan dengan ngobrol dengan Odi mulai dari ngobrolin hal – hal sepele sampai speechless melihat indahnya Jakarta. Sekitar jam 8 pagi, kami bersiap turun untuk sarapan di Canary Café.

 Aston Priority Simatupang

Sarapan yang tersedia di Canary Café super duper komplit! Mulai dari bubur, dim sum, nasi prasmanan, salad, roti sampai omelet. Standar hotel – hotel berbintang sih, tapi yang saya acungi jempol adalah rasanya yang lebih enak dibanding beberapa hotel lain yang pernah saya coba. Sarapan di hotel pun yang biasanya gitu – gitu aja terasa lebih menyenangkan.

 Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Selesai sarapan, kami leyeh – leyeh di kursi malas yang berjejer di sisi kanan dan kiri kolam renang. Menyaksikan para bocah yang sibuk belajar berenang dan bermain air sambil tertawa. Pemandangan langka yang mulai jarang saya temukan di Jakarta saat sebagian orang mulai sibuk membahas pro – kontra yang itu – itu saja. Pagi ini saya belajar banyak hal, mulai dari belajar menjadi pendengar yang baik hingga belajar mensyukuri hal – hal sederhana.

 Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

***

Karena malas berenang, saya memilih naik ke lantai 2 menuju ke Fitness Center yang berada satu lantai dengan Momiji, restoran khas Jepang yang tersedia di Aston Priority Simatupang. Begitu masuk ke ruangan fitness, terasa sekali aura eksklusifnya. Hanya tamu yang menginap yang bisa menggunakan seluruh alat fitness. Saya sendiri sempat mencoba cardio sebelum akhirnya keringetan dan memilih balik ke kamar. Sampai di kamar, saya meminta extend hour ke tim resepsionis agar bisa check out jam 1 siang hihihi.

 Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Aston Priority Simatupang

Ada drama begitu mau check out dari kamar. Saya baru sadar kalau ternyata kamera saya tertinggal di Fitness Center! Panik banget deh sampai langsung buru – buru telepon resepsionis dan katanya nggak ada laporan tentang kamera sama sekali. Odi langsung buru – buru turun lagi ke Fitness Center. Saya panik bukan main dan akhirnya memilih untuk ikutan turun ke lantai 2. Pas sampai di lantai 2, Odi sudah nggak ada pun kamera saya. Saking paniknya, saya sampai mau nangis di depan lift. Apalagi saat mau naik ke kamar, access card saya sudah expired! Makin panik bukan main dan akhirnya saya nangis di sofa yang berada di depan lift lantai 2 lalu menelepon Odi untuk menjemput. Ternyata, kamera saya masih ada di Fitness Center dan sudah diambil sama Odi. Fiuh! Saya menangis dipelukan Odi sambil mencoba menenangkan diri karena deg – degan bukan main. Setelah duduk – duduk sebentar di kamar, barulah kami berdua check out dan memilih untuk pergi ke Pejaten Village untuk makan siang. 

***

 Menghabiskan long weekend di Aston Priority Hotel jadi pengalaman tak terlupakan untuk saya. Badan jadi lebih segar, pikiran lebih ringan dan perasaan jadi happy nggak karuan. Ya walaupun sempet ada drama yang bikin deg – degan tapi berkat tingkat keamanan yang cukup sehingga barang – barang saya yang tertinggal pun masih tetap ada di tempatnya. Tapi jangan sampai ada yang ketinggalan lagi ya kayak saya hihihi.

Anyway, ini long weekend saya, kalau kamu?

***

Aston Priority Simatupang // Official Website: Aston Priority Simatupang // Instagram: @astonsimatupang 

putrikpm-footer

8 thoughts on “Staycation Di Aston Priority Simatupang

  1. Astonn itu masih favoritt..makanannya lengkap.. bisa pijat malem gtu wahh standby selalu yah. Kali kali obat flu staycation akh. Fotonya gak keliatan flu lohhh cerahh dan segar

  2. Astagaaa untung kameranya ketemu. aston emang kecee terutama sarapannya. Dulu pernah nginap juga dan betahh..
    Lain kali hati2 put hehhe….
    Kerja keras memang perlu liburan banget yahh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *