About PutriKPM, Jumat Curhat

Social Media dan Saya

 

trail_ranger_specimen-06-o

Setelah 2 minggu nggak curhat di blog, rasanya ada segudang cerita dan perasaan yang pengen saya tulis hari ini. Thanks to seluruh deadline yang datengnya berbarengan huhuhu. Dan entah kenapa, dari semalam saya kepikiran soal hubungan saya dengan social media. Apalagi sekarang lagi hot – hotnya soal Path yang under-maintenance. Seluruh jagat media sosial lainnya dipenuhi keluhan para pengguna Path karena nggak bisa nge-post, malahan beberapa diantaranya ke-log out sendiri. Dan diantara yang Path-nya ke-log out sendiri itu ada yang uring – uringan, karena lupa password Pathnya sendiri hihihi. Ive been there too! Saya kenal social media dari 9 tahun yang lalu, pas masih berseragam putih biru.

Social media pertama saya adalah FRIENDSTER. Inget banget dulu rela berjam – jam di depan layar komputer sewaan di warnet alias warung internet. Dari FS, singkatan Friendster, saya melanjutkan petualangan berselancar dunia maya ke FACEBOOK, LIVECONNECTOR, KOPROL, TWITTER dan berbagai macam media sosial lainnya. Berkat social media-lah akhirnya saya punya banyak teman baru. Kenal sama beberapa teman di dalam dan luar negeri membuat saya merasa social media adalah teman sejati saya. Saya nggak perlu bersusah payah dandan atau tampil feminin, cukup pasang berbagai macam status, maka orang lain nggak akan sibuk menilai penampilan kita. Ini adalah salah satu alasan saya tetap betah mainan social media sejak bertahun – tahun lalu. Ada banyak alasan lain kenapa saya masih betah dan nggak kapok, malahan masih setia menjadikan social media sebagai teman baik saya.

BERTEMU PACAR

Yup, saya dan Odi kenalan via social media, TWITTER. Dulu, di tahun 2011, lagi jaman – jamannya mainan Twitter dan heboh saling follow. Ajang open follow yang mempertemukan saya dan Odi di dunia maya. Dari keisengan saling follow dan berlanjut dengan mention yang sampe berjam – jam hahaha. Dan akhirnya kami tukeran Yahoo! Messanger. Percakapan kami berdua nggak pernah menjurus, tapi malahan itu yang bikin nyaman hahaha. Sekitar 2 minggu kenal, akhirnya kami resmi pacaran. DAN KAMI BELUM PERNAH KETEMU SEBELUMNYA! HAHAHAHA. Pacarannya gaya bebas aja, mengarang – ngarang ngebayangin muka dia, dan berharap foto – foto yang dikirim asli hahaha.

Untungnya di bulan Juni, which is 5 bulan setelah jadian, kami ketemuan di Jakarta. Odi dateng dari Jogja bareng sama bunda dan itu adalah momen pertama saya ketemu dengan pacar sekaligus bundanya pacar hihihi. And thanks to all social media, hubungan kami berdua sudah 5 tahun dan sedang ke tahap selanjutnya. We love you, Twitter! *kecup basah*

DI-BULLY

Di tahun yang sama dengan pertemuan saya dan Odi, kami berdua mendapat bully-an di social media, khususnya di Twitter. Waktu itu, hanya segelintir orang yang dikenal sebagai SELEBTWIT, dan diantaranya adalah akun publik kami berdua. INREALATIONSHIP, akun Twitter publik yang sempat menembus 80ribu followers dalam waktu 2 minggu milik kami, membuat kami berdua, saya dan Odi dikenal. Setelahnya, kami berdua sering mendapat mention berisi pujian dan doa, semoga kami berdua berjodoh. Tapi nggak jarang kami juga mendapat bully. Mulai dari cemoohan soal fisik sampai hal – hal yang mengandung SARA sering saya dan Odi terima.

Pertama kali di-bully, saya shock karena ngerasa diintimidasi. Sering nangis dan ngerasa nge-down parah. Pernah dalam sehari saya dapet sekitar 20 mention bernada cibiran. Odi juga dulu sempet shock dan panik. Apalagi sekitar 2 bulan kemudian akun publik kami di-hack orang dan dijual dengan harga 5 juta di tahun 2012-an.

Marah, emosi, kesel dan panik, semua perasaan campur dari satu. Tapi saya bersyukur, karena berkat kejadian nggak mengenakan kayak kehilangan akun publik kami, kami malah semakin dekat. Semakin lebih peduli satu sama lain dan semakin sering menghabiskan waktu berdua, meski cuma lewat telepon.

Bertahun – tahun kemudian, saya kembali rileks menghadapi segala macam bully-an yang masuk ke media sosial saya berupa komentar. Emang sih, bisa karena biasa. Jadi yang saat ini uring – uringan karena sering mendapat bully di dunia maya, tenang aja. Selama kita benar dan nggak ngelakuin kesalahan, kenapa kudu takut?

BERTEMAN TANPA MENGENAL JARAK

Setelah memiliki banyak akun media sosial dan mulai memiliki followers, saya punya banyak teman di berbagai kota di Indonesia sampai mancanegara. Banyak banget followers saya di media sosial yang akhirnya jadi temen akrab banget. Ada yang udah pernah ketemu, ada yang belum, cuma bermodal saling sapa di Twitter atau di Whatsapp. Media sosial kan memang selalu mampu mendekatkan yang jauh 🙂

PEKERJAAN

Sebagian teman – teman saya tau kalau saya adalah seorang social media specialist di sebuah PR agency. Jadi tiap hari kerjaan saya ya mantengin berbagai macam platform media sosial hihihi. Dulu, ini pekerjaan idaman saya, saat hobi menjadi hasil yang menghidupi saya. Dan alhamdulillah, saya bisa menjadi seorang SMS. Plus, sekarang juga menjadi buzzer dan blogger.

Bukan rahasia lagi kalau banyak orang yang kerjaannya cuma jadi buzzer, influencer atau blogger tapi bisa beli ini itu. Bahkan kadang beberapa diantara mereka penghasilannya jauh lebih gede dibanding yang kerja kantoran. Dulu, saya nggak kepikiran menghasilkan sesuatu dari media sosial saya. Dan pertama kali dapet job di Twitter 6 tahun lalu dengan bayaran cuma sebuah buku aja dulu senengnya bukan main. Ketentuan kultwitnya cuma 5 tweet sampai saya bikin 15 tweet saking senengnya hihihi.

Oh ya, ngomong – ngomong soal menghasilkan, saya tipikal yang pilih – pilih kalau mau kerjasama. Nggak semua brand atau jasa yang ditawarin ke saya, saya terima gitu aja. Untuk produk kecantikan, saya butuh seminggu sampai 2 bulan untuk akhirnya saya review. Untuk event aja, kadang saya butuh seminggu baru bisa posting. Karena saya pengen semuanya sempurna. Saya sampai nabung nyari kamera yang cocok dengan saya, beli berbagai macam software edit untuk foto dan video. Dan beli produk sendiri kalau produk yang saya dapat nggak komplit. Semuanya saya lakukan agar pembaca paham apa isi postingan saya.

Saya juga termasuk tipe penulis atau reviewer yang selalu mengutamakan kejujuran. Saya nggak mau postingan saya terkesan jualan beneran. That’s why saya nggak bisa dikejar – kejar untuk postingan kerjasama. Nggak bisa sama sekali. Pasti bakalan butuh waktu dan mood untuk menulis review.

By the way, bermain media sosial itu nggak gampang. Beda platform beda aturan. So far, saya selalu belajar otodidak. Trial and error sudah menjadi kegiatan saya sehari – hari. Mungkin masih banyak lagi alasan – alasan kenapa saya betah banget bermain social media. Tapi kayaknya poin – poin di atas sudah cukup menjelaskan bagaimana perasaan saya terhadap social media. Rasanya hampir nggak bisa hidup tanpa Twitter dan Blog hihihih. Karena sampai detik ini, saya termasuk silent reader yang rutin blogwalking ke berbagai blog milik orang lain. Cuma emang saya agak jarang nulis komentar hihihi.

Pokoknya untuk yang seneng mainan social media, gunakan dengan bijak ya. Jangan sampai menyinggung perasaan orang lain apalagi merugikan orang lain.

Let’s be friend with your social media, everyone!

header delapankata

 

8 Comments

  1. Wah Friendster dulu aku juga punya tuh, jadul abisss. Isinya curhatan, namanya alay, gambarnya Piglet blink-blink. Sayang banget udah ilang tuh Friendster, padahal kalo masih bisa dibuka sekarang bisa ketawa-ketawa sendiri.

  2. duhh koprol, liveconnector itu apa yaaa? aku merasa kudet x))))
    kalo aku dulu sosmed buat galau hahaha asli deh skr suka jijik kalo terima notif FB tentang postingan bertahun2 lalu….aku hinaaaaaa T_T

  3. Sampai sekarang saya belum bisa memaksimalkan Social Media dengan baik, nih Mbak Putri. Ada tips kah? 🙂

  4. Aprillia Ekasari

    Hahaha saya kenal suami juga dari medsos (FB). Prosesnya cepet sih, ketemu, kenalan keluarga, nikah, udeh. Trus buntutnya gak kerasa udah dua skrng :))

  5. Hebaattt bisa langgeng selama itu AMA cowo nya mbak. 😉 ketemu dari dunia Maya soalnya.. Jrg2 ada yg awet.. Aku sndiri g prcaya ama co yg kenalan di medsos :p apalagi temen2 sendiri bnyk yg ketemu cowo dari dunia Maya Dan berakhir tragis, mulai dari kabur pas Hari H pernikahan -_-. Makanya aku rada takut ..Dan JD salut ama hubunganmu 😉

  6. Inayah

    Koprooll. Hahhaa..itu dulu hits banget di kelas.

  7. Mutiara

    kayanya bakal mulai berguru sama kakak yg satu ini.
    karena poin2 yg disebutkan diatas sama persis dg peran socmed buat saya! (kecuali ketemu pacar) wkwkwk
    but anyway kak, kok saya baru denger “koprol” ya? apa saya yg kudet atau kita beda jaman? hahahah peace love n gawl

  8. Seneng baca postingan ini. Bahasanya gak bertele-tele, to the point infonya. Saya juga dulu main Friendster. Jaman dulu kan saling todong suruh kasih testi ya di FS hehe. Tapi kalo koprol, asli ga pernah denger. Beda generasi kali ya mbak, hehe. Mudah-mudahan kita semua selalu bisa berpositif ria ya dalam menggunakan aneka platform sosmed di jaman skr. Amiiin….

Leave a Reply

Required fields are marked*