Saya, Social Media Specialist Dan Blogger Yang Butuh Partner Baru

Masih ingat dalam ingatan ketika saya diajak oleh salah satu teman kampus untuk menjadi pegawai lepas di kantornya, mengurusi akun media sosial salah satu novel merek JK. Rowling yang dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Awalnya saya pikir ini hanya iseng – iseng berhadiah dengan mengiyakan tawaran tersebut tanpa berpikir panjang. Toh nggak ada ruginya kalau dicoba, pun kalau diterima berarti saya ada uang tambahan selain gaji yang saya dapatkan sebagai karyawan administrasi di salah satu perusahaan keluarga bidang jasa desain interior. Pekerjaan sederhana yang saya lakukan demi menghasilkan uang untuk biaya kuliah dan biaya tugas yang cukup mencekik.

Nggak pernah terpikir bahwa ternyata hobi bermain media sosial dan punya akun dengan pengikut ribuan di twitter plus pernah memiliki akun publik berfollowers 80ribuan – sebelum akhirnya dihack dan dijual oleh orang yang nggak bertanggung jawab, membuat saya berhasil menyandang status Social Media Freelance. Berawal dari sanalah akhirnya saya belajar otodidak untuk memperdalam ilmu media sosial. Alhamdulillah hasilnya benar – benar diluar ekspektasi. Tak sampai setahun setelah diterima menjadi pegawai lepas, saya justru diangkat dan menyandang status pegawai tetap. Tahun demi tahun sudah saya lewati. Dari satu ahensi ke ahensi lainnya. Belasan akun media sosial brand multinasional telah saya kelola. Dan saat ini saya sudah berstatus karyawan tetap di salah satu perusahaan travel terkemuka di Indonesia.

acer-switch-alpha-12

Menjadi Social Media Specialist dan Blogger Tidaklah Mudah

Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi kenyatan yang saya hadapi tak hanya para fans yang tidak sabar menunggu pengumuman pemenang saat lomba di media sosial brand yang saya kelola berlangsung. Revisi kerjaan bahkan dikejar – kejar klien sudah menjadi hal yang lumrah selama saya menjalani profesi ini. Meeting seharian, omelan via email bahkan yang bertandaseru belasan pun pernah saya terima. Yang paling parah adalah sindiran orang – orang terdekat saya karena menurut mereka saya anti sosial. Maklum, kedua mata saya tak berhenti menatap layar laptop dan ponsel, pun kesepuluh jari tangan yang setia mengetik konten dan email. Belum lagi saat pembuatan konsep kampanye digital, lembur hingga larut malam dengan mata sayu pun saya lakukan. Tapi saya bahagia, karena profesi yang sejak 4 tahun ini saya jalani berawal dari sebuah hobi dan sering dianggap remeh banyak orang.

Semua kebahagiaan saya makin lengkap saat saya memulai hobi baru yaitu menjadi blogger dan speaker yang dipercaya mengisi materi tentang media sosial di berbagai kesempatan. Saya harus pandai – pandai membagi waktu antara profesi, hobi dan juga rutinitas lainnya. Waktu makan siang dan sebelum tidur sering saya isi dengan menulis konten untuk blog. Apalagi kalau sedang ikutan lomba blog. Bermalam – malam saya lalui dengan waktu tidur yang sangat singkat. Berat memang, bisa menghasilkan 3 postingan blog dalam seminggu saja sudah bersyukur. Tapi  Alhamdulillah saat ini sudah mulai terlihat hasilnya. Banyak brand dan agency yang merekrut saya sebagai influencernya. Berbagai lomba blog pernah saya menangkan. Bahkan tawaran untuk menjadi social media trainer pun datang silih berganti. Saya selalu percaya bahwa segala sesuatu yang dijalankan dengan sungguh – sungguh akan selalu berbuah manis, sekalipun harus berdarah – darah pada awalnya.

Kemarin, saat cuap – cuap di BimTek KemenKumHam. Seru! Terima kasih atas keseruannya! 😍

Foto kiriman PUTRIKPM (@kpmputri) pada

Jadi, Bagaimana Rasanya Menjadi Social Media Specialis dan Blogger Sekaligus?

Saya pasti menjawabnya dengan senyuman. Karena bagi saya, profesi dan hobi yang saya jalani saat ini benar – benar membuat saya bahagia. Siapa sih yang nggak bahagia saat hobi yang ditekuni menjadi sesuatu yang menghasilkan? Apalagi passion saya memang dibidang menulis. Kecintaan saya terhadap menulis sudah terlihat sejak saya masih berstatus murid sekolah dasar. Dulu, saya menggunakan komputer dengan CPU milik Om. Pelan – pelan saya belajar menggunakan Ms. Word untuk membuat cerita – cerita pendek. Bahkan saya pernah menyelesaikan sebuah novel dalam waktu satu bulan. Sayang ketika saya mau menyerahkan naskah novel tersebut, datanya hilang karena komputer Om terkena virus 🙁

Saatnya Ganti Partner Baru

Dari semua kebahagiaan yang saya dapatkan, tak berarti hidup selalu mulus begitu saja. Menjalani profesi dan hobi yang sama – sama ada di dunia digital membuat saya harus menggunakan laptop dan ponsel berjam – jam lamanya. Akibatnya, kedua mata saya sering mengalami kenaikan angka silinder dan minus yang membuat saya harus berkali – kali mengganti kacamata. Ini semua berkat radiasi dan sinar layar yang saya lihat bahkan saat cahaya di kamar redup. Punggung dan pinggang pun kena imbasnya akibat terlalu sering membawa laptop di dalam tas. FYI, laptop lama saya, partner yang selama 4 tahun ini menemani saya beratnya hampir 3 kilogram dan tebelnya hampir 3 sentimeter. Bisa kebayang kan bagaimana menderitanya saya selama ini? Belum lagi tagihan listrik yang melonjak karena kinerja laptop yang mulai lamban. Untuk memindahkan data 1 gigabyte saja kadang butuh beberapa puluh menit, belum lagi kalau menyimpan file desain yang saya buat untuk konten. Jangan tanya jam tidur karena jujur jam tidur saya super berantakan. Saya harus stand by kapan pun dibutuhkan, karena dunia online yang sama sekali nggak bisa ditebak. Ponsel dan laptop hampir 24 jam terhubung aliran listrik karena sering lowbat mendadak. Meskipun sudah memiliki smartphone, tetap saja saya membutuhkan laptop. Banyak pekerjaan saya yang tidak bisa dilakukan di ponsel. Sayangnya, laptop saya mulai lelet dan sering ngehang. Kadang malah bagian bawahnya terasa sangat panas sampai membuat saya paranoid sendiri. Sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat untuk ganti laptop. Selain karena saya baru saja diangkat menjadi karyawan tetap yang otomatis beban pekerjaan bertambah dan juga semakin banyaknya tawaran – tawaran kerjasama untuk blog. Belum lagi ditambah jadwal mengisi materi media sosial yang kadang bikin saya geleng – geleng kepala saking overload-nya. Iya, saya butuh partner baru untuk mengganti partner lama yang sepertinya sudah waktunya istirahat.

Acer-Switch-Alpha-12

Dan baru – baru ini Acer mengeluarkan produk notebook terbarunya, Acer Switch Alpha 12 yang memikat hati saya. Banyak fitur – fitur canggih dan terbaru yang disematkan dalam notebook ini yang saya percaya dapat membantu profesi dan hobi saya. Jujur, saya pengen banget notebook hybrid ini menjadi partner baru saya, karena…

Spesifikasi-Acer-Switch-Alpha-12

Powerfull

Kedua profesi saya, social media specialist dan blogger, pastinya butuh partner yang powerful. Saat bekerja di kantor, dalam sehari tab browser saya membuka minimal 7 tab berbeda, mulai dari media sosial, analytic platform hingga google sheet. Tentunya saya butuh partner yang memiliki otak Intel Core i-Series generasi ke-6 seperti yang tertanam di Acer Switch Alpha 12. Ditambah USB 3.1  Type C yang memiliki kemampuan transfer data hingga 5 gigabyte per detik, hampir 10 kali lipat diatas kemampuan USB 2.0 yang dimiliki partner lama saya. Sehingga saya nggak perlu takut mati kebosanan menunggu transfer data dalam jumlah yang besar. Bayangkan saja dalam seminggu saya harus memindahkan materi konten media sosial melalui hard disk ber-terra – terra besarnya.

Memori yang terdapat dalam notebook ini juga sangat cukup untuk menunjang mobilitas saya yaitu 4GB DDR3 untuk storage 256GB SSD dan 8GB DDR3 untuk storage 512GB SSD. Dilengkapi dengan Windows 10 Home 64-bit dan Bluetooth 4.0 yang pastinya semakin memudahkan saya mengerjakan pekerjaan kantor ataupun urusan blog.

Nyaman dan Nggak Berisik

Mobilitas saya yang tinggi membuat saya harus siap bekerja dimana saja. Kadang di meja, kadang di sofa bahkan di tempat tidur. Memangku laptop adalah hal yang paling saya benci dari dulu karena laptop lama saya sering terasa panas dan cukup menganggu. Padahal saya sudah pakaikan kipas tambahan yang bentuknya sama seperti meja, tapi tetap saja hawa panas yang keluar dari laptop tidak berkurang. Justru saya malah terganggu dengan suara kipas laptop yang cukup berisik dan kadang masih tetap terdengar meskipun saya sudah menggunakan headset. Itulah sebabnya mengapa saya butuh Acer Switch Alpha 12. Notebook ini ternyata fanless alias memiliki sistem pendingin bernama LiquidLoop yang mampu menstabilkan suhu mesin tanpa kipas. Saya juga nggak perlu beli meja yang ada kipasnya itu. Lebih hemat dan juga lebih efisien. Dengan teknologi fanless alias tanpa kipas, notebook ini tidak memiliki ventilasi udara dan membuat energi lebih efisien karena tidak adanya debu atau kotoran masuk ke dalam mesin.

acer-switchable-me-switch-alpha-12

Acer-Switch-Alpha-12

Salah satu fitur yang menjadi wish list saya selama ini adalah Bluelight Shield. Fitur ini mampu mengurangi cahaya emisi cahaya biru sekaligus melindungi mata saya agar nggak gampang lelah dan kering. Acer Switch Alpha 12 dilengkapi dengan fitur canggih ini. Jadi nggak perlu worry berlama – lama menatap notebook untuk menyelesaikan deadline postingan blog dan scheduling media sosial. Dan juga fitur anti radiasi yang tak membuat mata cepat lelah serta kepala pusing. Bahkan keyboard dockingnya dilengkapi lampu backlit yang tetap membuat mata nyaman menggunakannya sekalipun ditempat remang – remang manja sehingga saya nggak perlu lagi bolak – balik menebalkan kacamata.

acer-switchable-me-switch-alpha-12

Selain itu, kickstand-nya bisa diatur hingga 165 derajat yang bisa membuat saya tetap nyaman mengatur jarak pandangan. Selain mata jadi lebih nyaman dan nggak gampang lelah, rasa pegal di badan juga pastinya akan berkurang. Ngelembur berjam – jam juga pasti nyaman – nyaman saja sih. Notebook ini juga bisa diubah sesuai kebutuhan, bisa menjadi tablet tanpa kickstand dan keyboard sehingga mudah digenggam seperti tablet atau menjadi notebook yang nyaman digunakan.

Ringan dan Mudah Dibawa

Karena lelah menenteng laptop yang beratnya bikin pundak dan pinggang mau copot. Acer Switch Alpha 12 seolah menjawab keresahan saya yang profesi dan hobinya serupa tapi tak sama. Saya nggak perlu berkutat lagi dengan laptop yang harusnya sudah diistirahatkan. Setidaknya punggung dan pinggang saya bisa lega karena tak harus memikul beban yang berat lagi. Dan dengan layar 12 inch, bagi saya sudah lebih dari cukup. Tak perlu yang sebesar partner lama saya karena dengan ukurannya yang lebih kecil memudahkan saya untuk membawanya dalam tas kerja sehari – hari. Beratnya nggak lebih dari 1.25 kilogram aja. Bye – bye sakit punggung dan pinggang 🙂

Praktis dan Stylish

Dengan mode tablet dan notebook yang bisa dipilih sesuai kebutuhan membuat notebook dari Acer ini terlihat stylish dan cocok dibawa meeting di dalam maupun di luar kantor. Bahkan keyboard-nya dibuat dengan versi docking dengan engsel magnetik yang mudah dibongkar pasang. Praktis sekaligus stylish! Saya nggak sabar melihat reaksi teman kantor atau klien saat saya menggunakan notebook 2in1 ini. Yang paling saya suka adalah desainnya yang ramping dan fleksibel sehingga membuat saya tetap nyaman selama menggunakannya. Pilihan warna silvernya pun terkesan elegan dan eye-catching. Satu hal yang selalu saya suka dari Acer dari dulu adalah pemilihan warna pada produknya yang terkesan elegant, simple dan stylish.

acer-switchable-me-switch-alpha-12

 Sesuai Kebutuhan

Siapa bilang pekerjaan social media specialist hanya berkutat dengan konten tertulis? Terkadang saya juga harus membuat desain banner digital sendiri saat designer graphics nggak bisa menghandle kerjaannya. Aplikasi – aplikasi desain sedikit – sedikit sudah bisa saya kuasai. Photoshop dan photoscape adalah beberapa diantaranya.  Makanya saya lumayan excited mau mencoba Active Pen bawaan Acer Switch Alpha 12. Biasanya, saya mendesain alakadarnya dengan bantuan mouse. Kalau menggunakan stylus yang memiliki sensitivitas hingga 256 tingkat tekanan yang bisa langsung digunakan di layar akan sangat membantu pekerjaan saya. Tak hanya itu, hobi ngeblog pun akan semakin seru karena saya bisa memberikan sentuhan – sentuhan khas tangan di foto – foto yang akan saya upload untuk materi blog. Ditambah layar beresolusi QHD (2160 x 1440) dan teknologi IPS membuat saya bisa bekerja mampu menghasilkan desain yang sesuai dengan keinginan saya.

acer-switchable-me-switch-alpha-12

Saya Butuh Acer Switch Alpha 12 Sebagai Partner Baru Saya

Dari semua kebutuhan partner baru saya, Acer Switch Alpha 12 adalah pilihan yang paling mengerti saya. Fitur – fitur yang dimilikinya membuat saya semakin jatuh cinta pada notebook 2in1 ini. Apalagi Acer memang sudah menjadi brand terpercaya sehingga berhasil mendapatkan meraih ICSA (Indonesian Customer Satisfaction Award) 2016 yang artinya sudah 9 tahun berturut – turut Acer menjadi pilihan para konsumen. Dan yang terpenting, layanan purna jual-nya cukup memuaskan. Terbukti, adik – adik saya selalu merekomendasikan Acer setiap saya tanya notebook apa yang harus saya beli. Dan saya nyesel banget nggak mengikuti nasehatnya beberapa tahun lalu.

Saya rasa bukan hanya saya saja yang butuh notebook ini. Teman – teman seperjuangan yang menekuni profesi sebagai social media specialist dan juga blogger pasti akan jatuh cinta dan bermimpi untuk memilikinya. Iya, saya juga diam – diam menyisihkan beberapa persen penghasilan untuk membeli partner baru yang nantinya akan membuat saya lebih produktif dan lebih mensyukuri hidup serta kebahagiaan yang saya miliki sekarang. Sepertinya, kalau saya sudah punya Acer Switch Alpha 12, saya nggak perlu ribet untuk menjadi apa yang saya mau. Saya bisa dengan nyaman bekerja sebagai social media specialist, plus saya bisa lebih produktif lagi menjalani hobi saya sebagai blogger. Ah rasanya nggak sabar untuk cepat – cepat mengumpulkan uang dan membeli notebook ini.

Social-Media-Specialist-VS-Blogger

Teman – teman ada yang sedang butuh partner baru seperti saya? Atau mungkin, ada yang butuh Acer Switch Alpha 12 juga? Share your thoughts on the comment below ya!

acer-switchable-me-story-competition

footer putrikpm copy

57 thoughts on “Saya, Social Media Specialist Dan Blogger Yang Butuh Partner Baru

  1. Ehhhhhhh…. Emang ngeblog atau sebagai social media membutuhkan energi yg sangat extra.. Saya juga gitu walaupun udah berjalan selama 2 tahun blom menghasilkan apa2 namun yg namanya hobby gk bisa di tinggal begitu aja..

  2. Teman – teman seperjuangan yang menekuni profesi sebagai social media specialist dan juga blogger pasti akan jatuh cinta dan bermimpi untuk memilikinya. >> kata kata ini setuju banget sist!!!

    asli aku mupengggg parah sama Acer Switch Alpha 12 kakput!!

    hahaha bener banget udah jam 5 mataku udah siwer dan pusing. Butuh jalan2 dan tidur2an dulu wkwkwk. Ujung2nya jajan yang bikin gagal diet eaaa *curhat*

    ih kakput itu kece banget bikin infografisnya super gemayyyyy ala ala stikcker gitu bikinnya gimanah? ku ingin tahu dong :p

    hahhaa curhatan di atas yes banget kakput! apalagi kalau beberapa projectnya rorojonggrang semua dan jalannya bareng yak huhuhu. apalagi kayak sekarang akhir tahun 🙁

    *kemudiancurhat* haha :p

  3. wah laptop gaming, tapi memory masih 4g ia sama kayak ane punya dengan prosesor i5 , acer awet beli dari generasi family tahun 2010 kmren sampai skrng masih buat ngetik ini.

    salam kenal mbak sosial maker

  4. Saya mau komentarin kartunnya dulu. Lucu bangeeeeeettt! Keren, Put!

    Putri mah emang pas lah kalau punya perangkat yang canggih. Apalagi tuntutan kerjaannya memang seperti itu. Smeoga menang, ya 🙂

  5. Lucu banget gemashh aku liat gambarnya. 🙂
    Keren mba..mau ikutan klo mba put ngisi materi.
    Jadi tab yang kebuka buanyaak yaa haaaauuu
    Goodluck yaa ^^

  6. Profesi kekinian kalo saya bilang socmed spesialist, yg kdg dianggap remeh oleh sebagian org. Padahal socmed nowadays adalah ujung tombak sebuah perusahaan.

    Keren deh kakaaak ini 😉

  7. Pertama kali ketemu Mba Putri saat event Fun Blogging, waktu saya masih di Jakarta. Sekarang udah hijrah ke Makasar, Mba Putri makin sering jadi speakers di event2 keren di Jkt. Kapan-kapan Mba Putri main ke sini yuk! Kopdar bareng blogger di Makasar 🙂

  8. lucuuuu gambarnya, iya ya mbak putri kalau sudah berhubungan sama gadget kita seolah jadi anti sosial padahal enggak ya, tapi aku tanpa sadar pernah gitu, diajak ngomong malah ngeliatin hp aja hehe, sukses ngontesnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *