Taman Hutan Raya Bandung

Taman Hutan Raya Bandung

Saya termasuk orang yang senang menyusun itinerary liburan. Walaupun tempat liburannya nggak jauh – jauh banget dari Jakarta alias Bandung. Berbekal tiket Jakarta – Bandung – Jakarta yang saya pesan saat KAI Travel Fair beberapa bulan lalu, saya semangat sekali merencanakan liburan kali ini.

Jujur saja, meski jaraknya hanya sekitar 3 jam perjalanan dari Jakarta, tapi saya selalu tak punya banyak pilihan saat ditanya destinasi liburan apa yang wajib dikunjungi selama di Bandung. Ujung – ujungnya saya selalu memilih Paris Van Java ataupun Cihampelas Walk. Mall lagi, mall lagi.

Karena kali ini liburannya ditemani Odi, saya jadi punya pressure tersendiri mengatur liburan kami agar nggak ngebosenin. Maklum lah, kami berdua sama – sama ambil cuti beberapa hari demi ke Bandung. Jadinya ya kami nggak pengen jatah cuti yang kami ambil sia – sia, minimal bisa bikin otak seger dan badan rileks sebelum akhirnya kembali jadi anak kantoran.

Baca: 5 Hal Penting Agar Traveling Tetap Hemat Ala Karyawan Kantoran

Demi liburan yang nggak biasa, saya nanya – nanya destinasi yang harus saya datangi selama di Bandung ke beberapa teman. Surprisingly kebanyakan dari mereka menyebut destinasi yang sama, jadi saya nggak bingung karena pilihan yang diberikan nggak begitu banyak. Salah satu destinasi yang katanya wajib banget didatangin itu bernama Tahura.

Saya pikir Tahura ini adalah tempat jualan tahu seperti Tahu Susu Lembang, tapi ternyata saya salah besar hahaha. Tahura sendiri adalah singkatan dari Taman Hutan Raya yang letaknya di daerah Dago. Ternyata jaraknya hanya 5,7 kilometer dari apartment yang akan kami tempati di daerah Ciumbuleuit. Dari beberapa artikel yang saya baca, termasuk dari blognya Kak Timo, Tahura ini cocok banget untuk melepas penat ditemani suara burung, udara segar dan pemandangan serba hijau. Ngebayanginnya aja saya udah bahagia, gimana kalau udah di sana langsung ya? Denger cerita dari teman – teman yang pernah ke sana bikin saya jadi nggak sabar sendiri hahaha.

Saya dan Odi sengaja memilih untuk berlibur di hari kerja. Jumat pagi setelah mencari sarapan, kami langsung memesan taksi online untuk menuju Tahura yang berlokasi di Jalan Ir. H Djuanda. Dari Google Maps sih katanya hanya sekitar 20 menit kalau nggak ada macet.

Taman Hutan Raya Bandung

Perjalanan pagi itu super nyenengin. Daerah Dago memang nggak pernah salah deh. Udara yang masih enak banget untuk dihirup, jalanan yang nggak terlalu macet – kecuali pas perempatan lampu merah, pemandangan pohon tinggi dan bukit yang serba hijau semakin memperlengkap kebahagiaan saya pagi itu. Saya membuka sedikit kaca taksi online yang membawa kami menuju Tahura. Sekitar 15 menit perjalanan, kami sudah sampai di depan gerbang. Setelah membeli tiket seharga Rp 12000 per orang, kami langsung berjalan perlahan menuju gerbang kedua sebelum akhirnya harus menapaki jalur tanah yang diubah menjadi tangga.

Taman Hutan Raya Bandung

Baru memasuki komplek Tahura saja saya sudah heboh sendiri karena mata saya benar – benar dimanjakan dengan deretan pohon pinus, pohon cemara, dan beberapa pohon lainnya yang menjulang tinggi. Beruntung cuaca pagi itu cukup terang sehingga saya nggak periu was – was kalau harus menapaki tangga yang terbuat dari bebatuan bercampur tanah merah. Nggak kebayang kalau misalnya tiba – tiba hujan. Tanah tempat saya berdiri mungkin akan berubah menjadi lumpur yang super licin. Duh, jangan sampe deh adegan kepleset di tanah merah terulang lagi seperti waktu saya melihat Bunga Bangkai untuk pertama kalinya.

 

A post shared by PutriKPM (@kpmputri) on

Taman Hutan Raya Bandung

Setelah berjalan sekitar 100 meter, kami menyebrangi jembatan besi bercat merah dan putih  yang hanya cukup untuk 2 orang yang ingin melintas bersamaan. Di bawahnya terdapat sungai kecil lengkap dengan bebatuan besar. Saat kami datang, air sungai nggak terlalu banyak, malah cenderung kering karena tanah di dasar sungai terlihat dengan jelas.

Beberapa kali saya menemukan papan penunjuk arah untuk memberitahu objek wisata apa saja yang ada di area Taman Hutan Raya Bandung. Ada 2 goa yang berada di area Tahura, mulai dari Goa Jepang dan Goa Belanda. Selain itu Tahura juga dilengkapi dengan panggung terbuka, camping ground, museum, penangkaran rusa hingga curug Omas Maribaya yang letaknya kurang lebih 4,8 kilometer dari pintu masuk Tahura.

Pagi itu kami berdua benar – benar menikmati Tahura dengan sangat santai, bahkan sebenarnya sangat santai. Beberapa kali kami duduk – duduk di area yang dibuat mirip pos – pos kecil. Saya akui, Tahura ini cukup friendly dengan pengunjung seperti saya yang lebih suka duduk menikmati keindahan alam tanpa harus terburu – buru menuju objek wisata yang tersedia di dalamnya.

Taman Hutan Raya Bandung

Setelah berjalan beberapa ratus meter, tanpa sengaja kami melihat pagar besi yang membentuk kandang besar. Ternyata di lokasi tersebut terdapat Taman Kelinci. Sumpah, begitu melihat para kelinci yang heboh loncat – loncat, saya langsung kepengen banget bisa masuk ke dalam tamannya. Setelah bertanya kepada beberapa penjaga taman, akhirnya saya dan Odi bisa masuk dan bermain dengan para kelinci. Nggak ada biaya untuk tiket masuk ke dalam Taman Kelinci ini. Saya hanya perlu membeli wortel satu keranjang kecil sebesar Rp 5000 untuk dijadikan makanan para kelinci. Murah banget kan?

Taman Hutan Raya Bandung

Taman Hutan Raya Bandung

Taman Hutan Raya Bandung

A post shared by PutriKPM (@kpmputri) on

Saya sengaja berlama – lama di Taman Kelinci sambil sibuk memberi makan para kelinci yang ada di taman ini. Jenis kelincinya pun cukup beragam, mulai dari yang Anggora hingga kelinci rumahan yang dulu pernah saya pelihara. Kandangnya cukup bersih, nggak bau pesing sama sekali. Salut banget dengan para penjaga yang menjaga kebersihan dan kerapihan Taman Kelinci sehingga kelinci dan para pengunjung pun ikutan nyaman.

Puas bermain dengan kelinci, kami mampir di warung sederhana yang berjejer rapih persis di seberang Taman Kelinci. Ditemani dengan gorengan hangat dan dua gelas teh manis yang juga hangat, kami mengobrol panjang lebar dengan sangat santai. Rasanya seluruh beban yang sedang saya alami hilang untuk sesaat. Suasana di Tahura siang itu memang benar – benar jadi obat untuk saya. Nyesel banget karena baru sekarang saya tahu kalau ada taman hutan sekece Tahura di Bandung.

Taman Hutan Raya Bandung

Taman Hutan Raya Bandung

Taman Hutan Raya Bandung

Taman Hutan Raya Bandung

Tak perlu khawatir soal fasilitas, meskipun terkesan sepi dan masih sangat alami, Tahura juga memiliki WC, Mushola hingga taman bermain anak – anak yang cukup terawat. Kamar mandi dan WC-nya pun bersih walaupun nggak wangi. Banyak petugas dan penjaga yang ramah – ramah, bahkan penjual warungnya pun ramah sekali. Buat saya, Tahura ini sangat recommended sekali, apalagi yang ingin liburan keluarga dengan hemat tapi tetap nyaman dan menyenangkan.

Sebenarnya, beberapa teman kami menyarankan kami untuk mengeksplor goa – goa yang namanya tercatat di papan informasi. Namun entah kenapa kami nggak minat kalau harus berjalan berkilo – kilo meter lebih jauh ke arah dalam Tahura. Akhirnya, kami memilih menghabiskan hari dengan bersantai di atas Tahura Coffee.

Happy banget karena akhirnya saya punya destinasi favorit di Bandung. Untuk teman – teman yang ingin liburan di Taman Hutan Raya alias Tahura, saya punya beberapa tips yang mungkin berguna:

  • Gunakan sneakers atau sepatu tertutup selama mengeksplor Tahura karena tekstur tanah yang lumayan licin, terlebih kalau sehabis dan saat hujan. Dan karena Tahura masih berbentuk hutan, jadi ya kemungkinan ada pacet atau lintah tetap ada kan? So untuk menghindarinya bisa dengan menggunakan alas kaki tertutup.
  • Bawa air mineral dan camilan sendiri. Meskipun di dalamnya ada warung dan café, nggak ada salahnya kan menghemat pengeluaran dengan membawa bekal dari rumah?
  • Selalu sedia tisu kering dan basah karena nggak disediakan tisu di toilet.
  • Berhati – hati saat menggunakan taksi online untuk menuju atau meninggalkan Tahura. Saat baru datang, supir taksi online nggak perlu dibelikan tiket masuk ya, cukup bilang kepada petugas bahwa supir taksi online hanya menge-drop saja dan nggak ikut masuk ke dalam. Dan saat keluar Tahura, usahakan untuk berjalan agak menjauh dari pintu masuk yang dijaga petugas. Berdasarkan dari informasi supir Go-Car kami, ternyata masih ada beberapa petugas yang agak sensi dengan driver taksi online. Jadi untuk menghindari hal – hal yang nggak diinginkan, ada baiknya ya menjauhi area Tahura sebelum janjian dengan drivernya.

Semoga tipsnya membantu dan selamat liburan ke Bandung!

Baca Juga:

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *