The Raid 2: Berandal, berani nonton?

Jadi, Rabu (9 April) lalu sehabis menuntaskan kewajiban sebagai warga negara yang baik yaitu mencoblos, saya dan tante berencana menonton film yang lagi dibicarain banyak orang. Nggak cuma orang Indonesia, tapi juga orang luar negeri. Katanya sih film ini jauh lebih keren dan lebih sadis dari sekuel perdananya yang telah rilis beberapa tahun lalu. The Raid 2: Berandal. Judulnya unik, dan ternyata pas banget sama alur ceritanya.

ImageGue sama tante gue siang itu pergi ke Arion Mall. Jam 11.30 ternyata bioskopnya belum buka. Dan setelah gue gugling, film nya baru bakal mulai jam 15.35, okay cukup perjuangan ya buat nonton film yang katanya premier di UK antriannya paling panjang ini. Dan akhirnya, gue sama tante gue duduk di kursi D 11 – 12 yang ternyata tepat di tengah – tengah jadi tayangannya bakal bener – bener tepat di depan mata kita.

Film dimulai dengan alur maju mundur. Rama (Iko Uwais) akhirnya bergabung dengan sebuah kelompok pembasmi berandal – berandal berduit di Indonesia yang dipimpin Bunawar. Ini alurnya mulai menyatu sama film pertamanya. Tapi bergabungnya Rama dengan kelompok Bunawar itu justru ngebuat Rama harus di penjara selama beberapa tahun. Di penjara, Rama selalu disiksa sama berandal – berandal lainnya. Dan yang gue salut, Rama selalu bersikap cool, nggak peduli orang mau bilang apa dan dia tetep stay calm di ruang tahanannya. Hingga akhirnya dia ketemu sama Uco (Arifin Putra), anak seorang pengusaha film bokep kelas kakap.

ImageImage

Hari – hari berlalu, Uco ngajak Rama untuk bekerja sama tapi selalu ditolak sama Rama. Karena menurut Rama nggak ada satupun orang yang layak buat di percaya. Hingga akhirnya Uco dibantai oleh seorang cowok di lapangan lumpur di dalam penjara. Dan nggak ngerti kenapa tiba – tiba Rama ngebelain Uco mati – matian. Dan dari situlah awal persahabatan Uco dan Rama terjadi.

ImageDua tahun kemudian Rama berhasil keluar dari penjara dibantu oleh Mr. Bangun yang tak lain adalah ayah dari Uco. Rama diberi fasilitas mewah dan ekslusif serta diberi mandate untuk mengawasi Uco kemana pun Uco pergi. Uco itu temperamental, mencoba menguasai dan mewarisi keahlian ayahnya walaupun sebenarnya ia belum mampu. Hingga akhirnya ia dibantu oleh Bejo untuk menemukan musuh bebuyutannya saat masih di penjara. Bejo dan Uco membuat kesepakatan yang sebenarnya akan menjadi boomerang bagi Uco.

Di sekuel kali ini, kehadiran Rama terasa hanya sebagai pelengkap, dan Uco lah yang menjadi peran utama yang di setiap scene nya pasti ada hal – hal penting yang saling berhubungan. Misalnya, saat Prakoso, orang kepercayaan Bangun, mati dikeroyok oleh orang tak dikenal, Uco saat itu ada disana. Namun ia tak tahu pasti siapa yang membunuh Prakoso. Dan pas adegan Prakoso mati, ada yang unik dari film The Raid 2 ini. Jakarta bersalju! Yup, darah Prakoso merembes dan mengalir di atas tumpukan salju.

Adegannya semakin seru dengan makin banyak darah di mana-mana. Julie Estelle juga menampilkan peran yang sangat sadis sebagai seorang Hammer Girl. Ya, dia membawa sepasang palu kemana pun. Palu memang menjadi senjata andalannya. Kesan cantik langsung berubah saat ia beraksi dengan menggunakan kacamata hitam yang menutupi luka di matanya.

Image

Di bagian akhir cerita, ada adegan Rama ngobrol sama kawanannya Goto. Gue nggak tau pasti apa yang mereka obrolin karena disensor dan diakhiri kata “Cukup.” dari Rama nya. Kalo menurut kacamata awam gue, si Goto mengajak Rama buat gabung ke kelompoknya dia. Cuma Rama nya nolak dengan halus, dan kayaknya itu clue buat film selanjutnya karena belum ada kejelasan soal Bunawar dan keluarganya si Rama.

Pokoknya buat lo yang takut darah, takut kekerasan, darah tinggi dan punya penyakit khusus, gue saranin jangan nonton, ya! Film ini tuh emang buat dewasa, nggak Cuma 17 tahun tapi 21 tahun ke atas. Walaupun The Raid 2: Berandal ini jauh lebih sadis daripada The Raid yang terdahulu, tapi ini masuk ke dalem list film wajib tonton karena seru dan alur ceritanya bikin nggak bisa nebak.

Rate: 7/10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *