Tips Awal Menjadi Social Media Officer

Di postingan saya sebelumnya tentang pekerjaan yang sudah saya geluti sejak 4 tahun lalu, Social Media Officer, saya sudah bercerita tentang suka duka menjadi seorang SMO. Karena banyak yang penasaran dengan pekerjaan ini, maka kali ini saya mau berbagi tips dan info penting bagi kalian yang ingin menjadi seorang SMO.

  • Mengerti Apa Itu Social Media Officer.
    Banyak orang yang coba – coba melamar sebagai Social Media Officer. Namun sebenernya, para HRD dan user yang akan menjadi supervisor nggak akan mau merekrut orang yang ‘buta’ dengan pekerjaan yang dilamarnya sekalipun dalam lamarannya tertulis “Pengalaman Tidak Diutamakan” atau “Fresh Graduate are welcome”. Karena sebenarnya kalimat tersebut hanya memperjelas bahwa jabatan yang akan kamu dapatkan adalah level pemula. Jadi supaya nggak malu – maluin atau seenggaknya bisa bikin orang yang meng-interview kamu merasa kamu adalah kandidat yang cocok, mulailah cari tahu tentang SMO. Bisa gugling atau ikut komunitas yang ngebahas tentang Socmed. Inget ya, socmed nggak cuma tentang online atau asal update status, tapi juga bagaimana kamu memilih konten yang pas dengan karakter akun socmed yang akan kamu admin-i.
  • Memiliki Akun Di Social Media Platform Terkenal.
    Biasanya, persyaratan calon SMO adalah memiliki akun – akun socmed seperti Twitter, Facebook, Blog, Kaskus, dan lain sebagainya. Dari socmed akun itu lah para pemberi kerja akan melihat keseharian kita, mulai dari bahasa yang kita gunakan, pola pikir kita dan bagaimana pergaulan kita. Makanya, hati – hati ya. Biasakan think, think, think, before share!
  • Jangan Takut Bertanya!
    Manusia memang memiliki sifat egois yang kadang bikin lupa diri hingga akhirnya nyesel. Daripada kamu salah langkah, lebih baik tanya sama para sesepuh SMO yang kamu kenal tentang bagaimana lika – liku dunia per-SMO-an. Jangan sampai pas kamu udah diterima kerja, ternyata kamu nggak kenal sama kultur atau kebiasaan SMO dan lingkungannya. Percayalah, sekali udah jadi SMO, kamu bakal ketagihan!
  • Buka Laptop, Konek Internet, Dan Mulailah Belajar!
    Gunakan gadget atau laptop kamu buat belajar mengenal dunia SMO. Buka akun – akun socmed brand yang kamu suka misalnya, belajar mengenal cara penulisan, penyebutan atau jenis kalimat yang digunakan oleh brand tersebut untuk bahan belajar kamu. Setiap brand pasti punya targeted fans dan bahasa yang digunakan dalam setiap postingan pasti akan sesuai dengan fans nya.
  • Jangan Berharap Kerja Jadi SMO Gajinya Besar.
    Segala sesuatu kalau didasari dengan money oriented nggak akan membuat kamu merasa cukup bahkan kamu bakalan cepet jenuh, putus asa, dan menyerah gitu aja. Usahakan kamu memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion kamu. Walau banyak yang bilang SMO adalah bagian penting dari sebuah brand, kenyataannya gaji yang diterima akan berbeda dari yang kamu harapkan. Sebenernya, saat kamu direkrut langsung untuk menjadi SMO sebuah brand, gaji yang kamu terima mungkin akan lebih besar dari mereka yang menjadi SMO di agency. Tapi percayalah, ilmu yang dimiliki para SMO di agency akan lebih besar dan lebih banyak dibanding yang langsung direkrut brand. Bukankah ilmu jauh lebih penting dari gaji? Bayangkan kalau ilmu kamu banyak, kamu bisa dengan mudah pindah ke tempat lain dengan iming – iming gaji yang lebih besar pula.
  • Mulailah Dengan Menjadi Freelancer.
    Untuk kamu yang masih ragu dan masih pikir – pikir untuk fulltime, cobalah jadi freelancer SMO. Biasanya waktu yang ditawarkan mulai dari sebulan hingga setahun. Tapi, jangan sembarangan, walaupun freelancer kamu juga bertanggung jawab kepada kantor, lho! Karena, kamu tetap sebagai penanggung jawab akun yang akan dipercayakan kantor. Jangan pernah main – main dengan kata freelancer ya. Karena sebenernya SMO freelancer adalah SMO yang kerja di rumah. Beban dan tanggung jawabnya sama kayak SMO pada umumnya.
  • Yang Terakhir Dan Yang Paling Penting, Cintailah Brand-mu!
    Kadang para SMO lupa untuk mencintai brand, karena saat kita memegang suatu brand, kita harus memahami karakter brand dan fans-nya. Untuk memahaminya, kita kudu dan harus jatuh cinta dulu sama brandnya. Saat kita sudah jatuh cinta sama brandnya, kita akan mudah memahami keinginan para fans dan mudah beradaptasi dengan mereka. Dijamin deh, beban menjadi admin akan segera lenyap dan justru rasa nyaman dan nggak bosen dipanggil admin 😀

Kalau semua hal penting di atas sudah kita kuasai, tinggal lempar CV ke agency atau langsung ke brand-nya. Ingat, kalau misalnya kita belum punya pengalamanan, kita harus jujur namun tambahkan kalimat yang lebih meyakinkan. Misalnya, “Saya belum memiliki pengalaman namun saya aktif di berbagai social media (sebutkan) dan saya adalah orang yang mudah beradaptasi dan belajar”. Semoga beruntung ya, guys! Welcome to the jungle 😛

Baca Juga:

53 Comments

  1. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Mann tooo the tap. Mantap 🙂 he he.

    Nambah pembelajaran. Thanks kak put.
    Wasalamualaikum wr wb

  2. oke banget nih mbak putri ilmunya
    pingin deh jadi SMO tapi freelance aja biar bisa dikerjain di rumah
    berarti harus hunting brand yg butuh emak2 buat pasar ibu dan anak yaaa 😀

  3. Misi Mbak!
    Saya baru dapet tawaran jadi SMO…
    setelah lihat tips dan pengenalan job desk SMO saya jadi makin tertarik mencoba
    makasih Mbak, semoga saya bisa diterima jadi SMO…he he

  4. Pingback: Belajar Jadi Orang Berpengaruh Di Social Media, Yuk! | Delapan Kata
  5. Pingback: Serba – Serbi Job Review Dimata Brand | Delapan Kata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *