Pengalaman Seru Workshop Short Travel Video Di Morrissey Jakarta

Minggu lalu, saya bangun tidur lebih cepat dari biasanya. Alarm smartphone saya yang biasanya selalu saya non-aktifkan saat akhir pekan, justru saya hidupkan – bahkan ditambahkan beberapa dengan beda durasi tiap 10 menit sekali. Rasa excited bercampur bahagia memenuhi pikiran dan hati saya. Beberapa hari sebelumnya, saya mendapat informasi bahwa terpilih sebagai salah satu peserta Workshop Short Travel Video yang diisi oleh Mas Teguh Sudarisman, travel blogger kondang plus editor in chief TGIF! Magazine. Rasa semangat saya makin nggak karuan karena workshopnya diadakan di salah satu hotel yang masuk ke dalam wishlist untuk saya singgahi barang semalam, Morrissey Hotel Residences.

Jakarta di Sabtu pagi lumayan bersahabat, sekitar 20 menit perjalanan dengan taksi online dari rumah, saya sudah tiba di lobby hotel yang lokasinya di daerah Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Setelah bertanya dengan beberapa staff – yang tadinya sempat saya kira tamu hotel karena nggak pakai seragam malahan gaya pakaiannya santai tapi rapih sekali, akhirnya saya diantar langsung ke lantai 2 menuju ruangan Klasse II & III.

workshop-short-travel-video-with-smartphone

workshop-short-travel-video-with-smartphone

Mas Teguh menyapa kami dengan senyum hangatnya. Workshop dimulai dengan opening speech dari tim Morrissey selaku tuan rumah yang menjamu saya serta seluruh peserta workshop dengan camilan coffee break yang membuat saya nggak fokus. Too cute, tapi juga enak – enak banget! Bahkan saya ketagihan nyemil beberapa pangsit isi dan Oreo Chocolate Mouse alias cookie on jar yang manis. Opening speech dimulai dari tim keamanan hotel yang menjelaskan tingkat keamanan di Morrissey menjadi hal yang penting banget. Selain dilengkapi dengan berbagai alat pelindung keamanan, hotel ini juga dijaga selama 24 jam oleh penjaga yang bahkan nggak pakai seragam security kayak biasanya. Saya jadi nggak heran karena sepanjang lobby sampai tempat parkir melihat banyak mas – mas berbadan tegap yang berpakaian santai dan ramah ketika saya tanya. Ternyata mereka adalah security-nya Morrissey hihihi.

Selanjutnya, Pak Wisnu Reza selaku Corporate General Manager Morrissey Hotel Residences memberikan welcome speech yang santai namun tetap informatif. Menurut beliau, Morrissey Hotel Residence memang didesain dengan konsep cozy dan vintage dengan tetap mengutamakan unsur kenyamanan para tamu yang menginap. Tadinya, Morrissey diperuntukan bagi para ekspat yang akan stay cukup lama di Jakarta. Makanya fasilitas di hotel ini cukup lengkap. Setiap kamarnya dibuat suite, lengkap dengan mini kitchen, mini bar, living room dan bed room pastinya. Selain itu, di hotel ini juga ada self-laundry, kolam renang, mini gym, HOME (kafe) dan Ocha & Bella. Sebagai perempuan muda yang hobi staycation, saya berharap banget someday bisa nginep di Morrissey, minimal saat honeymoon nanti deh hihihi. Dan surprise buat seluruh peserta, diakhir sesi workshop kami akan diajak berkeliling Morrissey sambil hotel tour dan sekalian mempraktekkan ilmu yang akan diberikan oleh Mas Teguh. I am so excited!

Sekarang giliran Mas Teguh yang pegang kendali. Berbekal beberapa perlengkapan yang bikin saya geleng – geleng kepala saking lengkapnya, Mas Teguh memulai workshop dengan candaannya yang santai tapi tetap serius. Honestly, ini adalah workshop short travel video pertama saya. Walaupun sebenarnya saya sudah punya vlog sendiri, tapi selalu menghasilkan video yang panjang – panjang, minimal 10 menit. Dan entah kenapa selalu sulit kalau mau buat video singkat, antara nggak puas sama males editnya hihihi. Beruntunglah Mas Teguh mau bagi – bagi ilmunya. Bahkan workshop kali ini hanya menggunakan ponsel pintar dan aplikasi yang diinstall di dalamnya.

Sebenarnya, alasan saya buat akun youtube dan rutin-nggak-rutin mengupload vlog adalah karena kadang saya males ngetik untuk mereview sesuatu hahaha. Apalagi setelah wisuda, Odi pindah ke Jakarta. Jadinya sekarang kalau kemana – mana cuma modal mirrorless sama kamera hape dan ngerekam ini it uterus upload ke Youtube. Simpel dan lebih menarik sih menurut saya. Sejalan dengan pemikiran saya, bagi Mas Teguh, video dipilih karena disukai banyak orang sehingga mampu meningkatkan conversion rates di blog (for me as a blogger) dan meningkatkan waktu stay-on-blog. Selain itu, video juga merupakan cara paling menarik untuk mempromosikan produk maupun jasa.

Nah smartphone jadi salah satu alat yang bisa ngebantu buat belajar edit video loh. Jadi nggak kudu punya kamera mirrorless atau dslr atau gopro kalau mau buat video. Apalagi kalau traveling pasti doyannya ngevideoin ini dan itu kan? Sama kayak saya hihihi. Dan untuk permulaan, buat mini video pakai smartphone bisa jadi pilihan buat yang males repot nenteng – nenteng kamera. Durasi yang disarankan sih sekitar 2 – 3 menit per video. Soalnya kalau mini video lebih dari 5 menit biasanya bikin bosen yang nonton. Isi mini video biasanya berisi informasi (berita, dokumentasi, live event, diary pribadi, feature human interest, photostory), entertainment (acara tv, film fiksi, video lagu hingga video lucu), bisa juga berupa iklan (tutorial) dan expert insight seperti seminar dan webinar.

Di workshop kali ini, Mas Teguh bahkan blak-blakan soal 10 langkat membuat video. Mulai dari bertanya kepada diri sendiri untuk apa belajar membuat dan mengedit video, menyiapkan perangkat keras untuk syuting (smartphone, tripod dan property lainnya), menyiapkan software edit video yang bisa dilakukan di ponsel ataupun laptop, mempelajari cara penggunaan hardware dan software, mempelajari konsep dan teknik, merencanakan liputan, shooting, editing, upload to social media dan sharing. Anyway, saya nggak akan jelasin detail soal workshopnya. Kalau mau tau lebih detail materinya Mas Teguh, coba diintip akun facebook-nya, beliau sering share workshop – workshop yang akan dibuat dan sebagian besar gratis! Enak kan?! Saya sendiri nggak terlalu banyak foto – foto selama Mas Teguh kasih materi karena terlalu sibuk dengerin, sekaligus live tweet hihihi.

Tapi saya bakalan kasih bocoran penting sih. Buat yang mau coba – coba edit video di ponsel, coba install aplikasi Power Director (untuk android). Aplikasi ini disarankan sama Mas Teguh karena mudah diexplore dan banyak fitur yang ngebantu banget. Untuk pengguna iOs seperti saya, iMovie menurut saya sudah lebih dari cukup sih. Karena mudah banget dipakai dan nggak ngeberatin memori kok. Kalau sudah jadi, jangan lupa videonya disimpan di iCloud ya biar nggak makan space banyak hihihi.

Diakhir acara workshop kemarin, kami para peserta workshop diajak hotel tour mengelilingi Morrissey Hotel Residences sekaligus latihan ngedit video. Dan ini hasil utak – atik saya hihihi. Seluruh video direkam menggunakan kamera belakang iPhone 5S dan diedit dalam software iMovie.

Selama hotel tour, nuansa vintage yang homey dan cozy terasa banget di Morrissey Hotel. Mulai dari dekorasi lorongnya yang dihiasi blacky-dog menggemaskan hingga penempatan jendela yang menurut saya pas banget karena ditutup dengan tirai yang memberikan efek dramatisasi. Konsep modern juga kental banget terasa di hotel ini. Di masing – masing tipe kamar (Studio, Studio Luxe, City Luxe, The Loft dan The Apartment) dilengkapi dengan mini bar, mini kitchen (lengkap dengan kompor listrik dan peralatan makan) yang membuat tamu serasa berada di rumah sendiri. Sejujurnya, saya jatuh cinta dengan tata letak kamar – kamarnya yang sebenarnya tak terlalu lebar namun terasa sangat nyaman. Apalagi disini disediakan laundry room, jadi nggak perlu membayar extra charge kalau mau cuci – cuci baju. Tapi jangan khawatir, konsep hotel ini mirip seperti service apartment, jadi para staff cleaning service bakalan dengan senang hati membersihkan kamar. So homey! By the way, ada penawaran menarik buat yang mau menghabiskan malam tahun baru di hotel ini. Karena setiap tamu yang menginap dengan paket special malam tahun baru akan berkesempatan mengikuti undian berhadiah motor Vespa yang ngegemesin! Mau? Saya juga sih hehehe.

workshop-short-travel-video-with-smartphone-studio-room
Studio Room – Morrissey Hotel Residences

workshop-short-travel-video-with-smartphone-studio-room

Overall, saya berterima kasih banyak kepada Mas Teguh Sudarisman yang sudah berbaik hati mau memberikan ilmu dan informasi yang bermanfaat bagi saya dan juga teman – teman blogger lainnya. Sayangnya setelah selesai workshop saya harus buru – buru pulang karena atap kamar saya tertiup angin. Selama workshop saya bahkan agak sedikit tak tenang karena Nenek berkali – kali menghubungi saya dengan suara panik. Saya jadi agak ngerasa bersalah karena buru – buru minta pulang huhuhuhu.

Plus, thank you so much untuk seluruh staff di Morrissey Hotel Residence yang dengan ramah dan sabar saya tanya – tanyain hihihi. Karena dari dulu pengen banget menginap cuma belum kesampaian hiks. Semoga bisa bertemu di lain waktu ya!

Teman – teman ada yang hobi membuat short travel video menggunakan smartphone? Share dong apa aja yang kalian lakukan setiap ngeshoot pakai smartphone. Karena honestly, saya masih belajar – belajar sedikit hihihi. Thanks for reading and see you on my next post!

workshop-short-travel-video-with-smartphone
Berfoto bareng teman – teman peserta workshop. Pic from Teguh Sudarisman’s Facebook

putrikpm

 

PS: Thanks Mas Teguh sudah merevisi nama aplikasinya ^^

13 thoughts on “Pengalaman Seru Workshop Short Travel Video Di Morrissey Jakarta

  1. Wah itu emang bener sih, penataan pangsit di sendok kayunya emang lucu haha 😀

    Anyway, blm pernah nih ikutan workshop-nya Mas Teguh, mudah2an someday bs ikut ahhh 🙂

  2. Thank youuu dah bikin artikel ini dan promosiin aku habis-habisan.
    Btw koreksi dikit, nama aplikasi editing videonya Power Director. Disarankan beli yang versi Pro kalau mau serius editing video via smartphone.

  3. Pengen bisa bikin mini video tapi seringnya maju-mundur syantiek kalau bikin XD
    Morrisey ini emang enak bangeeet, suasananya, dan konsep apartemennya bikin betah, plus poto2 terus kalau disini 😀

  4. Itu yang bawa tas biru kacamata di kepala Mbak River Maya bukan ya? Tapi kayanya bukan deh, ini kan temen-temen blogger semua ya. Salut buat beberapa peserta yang jauh-jauh datang dari luar kota

    Saya dulu sebelum punya kamera ngerekamnya pake kamera Blackberry. Kebayang dong kaya apa hasilnya, hahaha. Harus deket banget kalo mau jelas, kalo di-zoom dijamin pecah-pecah nggak karuan. Sama kudu terang-benderang, kalo low light hasilnya cenderung gelap. Tapi ya punyanya itu. Dan sempat jadi juga video panjang, salah satunya ini: https://www.youtube.com/watch?v=9hmW-zMJpw0

    Eaaa, malah nitip link video 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *