Workshop Short Travel Videography 2.0

Short Travel Videography @ Aston

Semenjak ikutan workshopnya Mas Teguh Sudarisman bulan lalu, saya jadi keranjingan edit dan rekam video pakai smartphone. Berbekal ponsel iOs, saya sudah mulai bikin – bikin tutorial untuk channel Youtube. Salah satunya adalah review lip lacquernya Polka Cosmetics, video tutorialnya semua saya shoot dan edit di iOs lho! Saya pun mengamini ucapannya Mas Teguh saat workshop pertama, ngedit di ponsel emang bikin ‘nagih’. Saya aja ketagihan terus hihihi.

Baca: Pengalaman Seru Workshop Short Travel Video Di Morrissey Jakarta

Beruntunglah saya ketika Mas Teguh bikin workshop smartphone video kedua, saya terpilih lagi jadi salah satu pesertanya. Tapi kali ini saya ditantang untuk nggak pakai ponsel iOs, melainkan Android. Soalnya software – software yang digunakan juga hanya bisa dipakai di Android. Untung Android saya sengaja dilungsurkan ke Nenek, alhasil selama workshop kemarin saya pakai ponselnya Nenek hahaha. Tapi sebelum berhasil bawa ponselnya Nenek ke workshop, malamnya ada adegan drama antara saya dan Nenek yang nggak mau minjemin hapenya. Terpaksa saya ajak ke mall dulu biar dipinjemin dan akhirnya berhasil. Yay!

Nggak hanya Mas Teguh saja yang akan kasih materi, ternyata ada Kang Dudi Iskandar, seorang fotografer dan blogger juga akan kasih insight seputar video editing menggunakan smartphone. By the way, beberapa hari sebelum workshop, kami para peserta  diwajibkan untuk mendownload aplikasi Power Director, Quik dan Legend untuk keperluan editing. Beberapa jam sebelum datang ke workshop, saya sudah install Power Director dan Quik yang didownload di Google Playstore.

Dengan menggunakan ojek online, saya on the way ke acara workshop Short Travel Videography 2.0 yang diadakan di Hotel Aston Kuningan. Tepat sekitar jam 8.10 WIB, saya sudah sampai di The Bridge yang menjadi function room Hotel Aston Kuningan. Oh ya dalam workshop kali ini saya niat sampai bawa tripod dan powerbank lho! Belajar dari pengalaman workshop pertama, video yang saya ambil kurang stabil karena nggak pakai tripod jadi hasilnya kurang maksimal. Sampai di lokasi workshop, saya bertemu dengan beberapa teman blogger yang sudah saya kenal baik. Ada Kak Lia Harahap dan Mbak Myra Anastasia.

Sambil mencicipi snack dan coffee break, saya menikmati workshop siang itu. Dibuka dengan speech dari Bapak Muhammad Isa Ismail selaku General Manager Hotel Aston Kuningan, acara berjalan lumayan santai. Kang Dudi yang kebagian member materi pertama lumayan menarik perhatian saya. Bahkan berkali – kali saya nggak sadar ikut menganggukan kepala.

Menurut Kang Dudi ada 4 kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang vlogger, yaitu kemampuan mengoperasikan ponsel (memahami penggunaan ponsel yang benar), kemampuan mengedit video, kemampuan membuat naskah cerita video dan kemampuan untuk menyebarluaskan hasil video. Kalau keempat kemampuan tersebut sudah dimiliki, hal selanjutnya yang diperlukan vlogger adalah alat bantu. Mulai dari ponsel (bisa iOs, Android, Blackberry atau Windows), tripod, monopod, tongsis, steady cam, gorilla pod, remote control, holder, microphone hingga recorder. Alat – alat tersebut diperlukan supaya hasil vlog bisa maksimal, suara jenih dan kekuatan gambar yang jelas.

Anyway, kenapa sih Kang Dudi menyarankan vlogger untuk menggunakan ponsel? Karena ponsel lebih ringan, mudah dioperasikan dan juga bisa langsung diedit dan dishare dalam satu ponsel. Nggak perlu ribet transfer ke laptop atau PC. Walaupun begitu, mengedit video di smartphone juga punya beberapa kekurangan antara lain fokusnya yang manual, kualitasnya nggak sebagus dslr atau mirrorless dan butuh banyak cahaya supaya gambarnya jelas. Tapi semua kekurangannya nggak menyurutkan niat saya untuk tetap ngedit vlog di ponsel hihihi.

Kang Dudi juga kasih resep 5 cara shoot biar hasil vlog tetap menarik untuk dilihat yaitu close up muka, close up activities, wide shoot, side shoot dan over the shoulder shoot. Usahakan setiap shoot dilakukan lebih dari 10 detik dan menahan napas saat shoot jika nggak menggunakan tripod. Tips ini berguna supaya hasil video nggak shaking alias goyang – goyang. Vlog juga harus tetap berpatokan pada 5W1H ya alias videonya harus menggambarkan apa, siapa, kapan, dimana, kenapa dan bagaimana agar alur video dan maksudnya bisa sampai ke audience.

Saat workshop Short Travel Videography 2.0 kemarin, Kang Dudi juga bagi – bagi tips & trik dalam membuat vlog. Kita sebagai vlogger harus kenal dengan baik sama smartphone yang kita punya, pilih kualitas gambar dalam resolusi maksimal, kalau nggak pakai microphone kita harus mengatur jarak dengan objek suara, jangan lupa untuk melihat darimana arah datang cahaya, pastikan lensa kamera bersih, coba cari variasi angle selama syuting dan olah dengan aplikasi editing video yang diinstall di ponsel.

Setelah Kang Dudi kasih materi, seluruh peserta langsung dikasih tugas untuk praktekin materi. Saya masuk di kelompok 4 bareng Mbak Caroline Adenan, Kak Lia Harahap plus Mas Yusuf. Kami dapat tugas untuk mengikuti keseharian house keeping yang bertugas di Hotel Aston Kuningan. Ini adalah kali pertama saya mengintip lebih dekat kegiatan para house keeping di hotel. Pertama – tama sih awkward karena takut ganggu kegiatan mereka, eh ternyata para house keeping yang jadi model dadakan malah enjoy menjalani perannya.

Alhamdulillah, hasil mbuntutin mbak – mbak dan mas – mas house keeping berbuah manis. Video saya menjadi salah satu pemenang on the spot yang dipikih langsung oleh Mas Teguh. Yay senangnya bukan main! Buat yang penasaran, berikut video lengkap yang saya buat saat workshop dengan menggunakan aplikasi Power Editor dan aplikasi Quik untuk opening dan closing. Oh ya, untuk aplikasi Power Editor ini user friendly lho! Mudah banget dipakai karena fiturnya lumayan lengkap. Saran saya, sebelum mulai mengedit, usahakan kapasitas memori cukup ya. Karena saat rendering bakalan butuh banyak space apalagi kalau kualitas videonya full HD.

Overall, saya menikmati sekali workshop kedua yang lebih santai tapi tetap serius dan saya bisa punya banyak waktu untuk mengeksplor Hotel Aston Kuningan. By the way, sebenernya saya nggak asing dengan hotel yang satu ini. Dulu, kantor saya letaknya persis diseberang hotel alias di Rasuna Office Park. Daridulu saya tau banget hotel ini ramai dikunjungi para tamu, terlihat dari banyaknya orang yang didrop off ataupun dipick up di lobby. Saat workshop kemarin, ada satu scene yang membuat saya terpana dengan hotel ini. Saat house keeping membersihkan kamar, ternyata kamar hotelnya luas banget! Lengkap dengan balkon, ruang tamu dan dapur. Aih jadi kepengen staycation di hotel ini deh. Ditambah ketika mencicipi camilan saat coffee break, saya terpana dengan rasanya yang mengingatkan pada kue buatan Nenek. Hotel ini terkesan homey dan ingin agar tamu merasa seperti di rumah sendiri. Dengan fasilitas cukup lengkap mulai dari kolam renang, spa hingga gym room, membuat siapa saja yang menginap disini kerasan dan nggak mau check out hihihi. Sayang, karena keasyikan shoot video, saya bahkan nggak sempat untuk foto – foto huhuhu. But I will comeback someday 🙂

Pengalaman ikutan workshop short travel videography bareng Mas Teguh, Kang Dudi dan teman – teman membuat saya semakin semangat untuk mengedit video menggunakan smartphone. Teman – teman ada yang sudah mulai coba edit – edit video di ponsel?

putrikpm-footer

Find me on Instagram // Twitter // Facebook // Youtube

Baca Juga:

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *