IBX581FD685E3292
in healthy, sponsored post

Pentingkah Punya Asuransi Jiwa?

at
asuransi-jiwa-flexi-life

Setelah menikah dan merencanakan untuk memiliki momongan, pikiran saya langsung jauh ke depan. Kira-kira, apakah nanti anak saya bisa sekolah di sekolah impiannya? Masuk sekolah akselerasi atau kuliah di luar negeri? Pikiran-pikiran tentang masa depan anak selalu saja muncul berkali-kali, hingga akhirnya saya dan suami berpikir untuk memiliki asuransi jiwa.

 Wait, what? Asuransi jiwa? Buat apa?

Jawaban saya cuma satu: saya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga, khususnya untuk suami dan anak-anak saya kelak.

Mungkin kalian bingung ya, kenapa sih saya berlangganan asuransi jiwa? Karena menurut saya, nggak ada salahnya jaga-jaga untuk masa depan. Karena kita semua nggak tahu kan apa yang bakal kejadian di masa depan. Jangankan masa depan, sedetik kemudian aja juga nggak ketebak sama sekali. Jadi menurut saya, dengan punya asuransi jiwa jadi ngebuat perasaan saya tenang karena bisa kasih jaminan masa depan yang lebih aman untuk keluarga. 

Dengan memiliki asuransi jiwa pula, saya merasa hari tua akan lebih terjamin jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Suami juga berpikiran demikian, sih. Kami sama-sama merasa lebih aman untuk menjamin masa depan dalam mewujudkan cita-citanya. Karena fungsinya untuk jaga-jaga di masa yang akan datang, maka dengan membeli asuransi jiwa nggak akan mengganggu keuangan rumah tangga. Ibaratnya mengeluarkan uang kecil untuk uang besar dikemudian hari gitu. Makanya preminya masih murah banget menurut saya, bahkan sama dengan seharga satu cup kopi langganan yang sering saya beli kalau suntuk di kantor. Saya juga merasa memiliki asuransi jiwa adalah sebuah keharusan sebagai wujud bukti cinta kepada keluarga tersayang untuk memastikan keluarga saya baik-baik saja di masa depan

Asuransi jiwa juga penting ibarat uang kecil untuk uang besar. Nilai premi perbulan yang sama seperti harga ngopi seminggu justru bisa jadi uang besar yang sangat bermanfaat di masa yang akan datang. 

Dari sekian banyak asuransi jiwa murni yang saya kenal, Flexi Life menurut saya yang paling mudah diproses dan tanpa cek medis sebelumnya. Selain itu, Flexi Life dari Astra Life ini juga memiliki banyak kelebihan, diantaranya: bisa memilih nilai perlindungan hingga 5 Miliar tanpa perlu cek medis, cukup bayar premi sesuai risiko usia saat mendaftar, preminya yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan, pembayaran preminya yang dapat dilakukan secara per-bulan atau pertahun, hingga proses klaim yang dapat dilakukan secara online juga. Poin plus dan yang membuat asuransi jiwa fleksibel ini menggaet hati saya adalah karena proses registrasi hingga klaimnya bisa dilakukan secara online di ilovelife.co.id, website e-commerce milik Astra Life. Hal-hal yang saya sebutin di atas ini belum pernah saya temukan di asuransi lainnya. Makanya saya jadi langsung jatuh cinta dan cari tahu lebih banyak tentang Flexi Life.

Flexi Life dari Astra Life

Tenang, bayar premi asuransi Astra Life ini nggak akan bikin keuangan rumah tangga membengkak kok. Proses registrasinya pun cepat banget, nggak sampai lima menit sudah selesai dan preminya sama kayak jatah ngopi saya setiap minggunya. Pembayaran preminya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Bisa per-tahun, per-enam bulan, per-tiga bulan hingga per-bulan. Pembayarannya bisa dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, virtual account atau debit Bank Permata, auto debit Bank Mandiri hingga virtual account BCA.

Saat proses registrasi, kita akan diminta memasukkan data penerima manfaat klaim. Jumlah penerima manfaat bisa diisi hingga lima orang yang berstatus orang tua, anak dan saudara kandung. Pembagian hak penerima juga bisa kita atur sendiri lho, jadi emang benar-benar se-fleksibel itu.

Selesai isi dan transfer preminya, kita langsung resmi jadi pengguna asuransi jiwa dari Astra Life ini. Premi saya pertahunnya hanya seratus ribuan aja dengan nilai pertanggungan lima puluh juta dan masa berlaku asuransi selama satu tahun.

Harga premi masing-masing pengguna akan berbeda-beda. Tergantung berat badan, jenis kelamin, usia, tinggi badan dan kondisi kesehatan sebelum mendaftar sebagai pengguna salah satu asuransi jiwa termurah ini.

Selain Flexi Life, Astra Life juga memiliki asuransi jiwa Flexi Critical Illness yang bisa digunakan saat pengguna didiagnosa atau divonis menderita salah satu penyakit kritis jantung, stroke, kanker tahap awal, dan kanker tahap lanjut. Sekali lagi, lebih baik jaga-jaga daripada kaget dengan kenyataan yang kadang nggak sesuai dengan ekspektasi. Apalagi manfaat asuransi jiwa ini bisa di-share ke banyak orang, jadi insya allah bermanfaat banget untuk masa depan.

Flexi Life dari Astra Life

Jadi gimana, apa pengantin baru harus langsung daftar asuransi jiwa? Bukan harus, sih. Tapi menurut saya nggak nggak apa-apa banget dan malah penting. Bahkan pengeluaran pembayaran asuransi bisa dimasukkan ke salah satu cara mengatur keuangan agar nggak kaget dengan realita di masa depan. Teman-teman juga bisa pakai kode referral BLOGPUTRI50 saat registrasi Flexi Life. Coba sendiri deh pengalaman membeli asuransi jiwa dengan lebih mudah dan lebih hemat. Siapa tahu butuh di lain waktu, kan? 🙂

Kalian yang baru menikah, pernah kepikiran untuk punya asuransi jiwa? Coba cerita dong di kolom komentar. Kita tukar cerita ya, atau pengalaman juga boleh.

Semoga cerita saya kali ini bermanfaat untuk teman-teman yang mau mulai beli asuransi jiwa ya!

putrikpm

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.