IBX581FD685E3292

Menginap Di Hidden Gems Pinggiran Senayan, Casa Living

Menginap Di Hidden Gems Pinggiran Senayan, Casa Living

September ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Setiap minggunya, selalu saja ada hal yang harus diurusi. Dimulai dengan jadi wedding organizer dadakan di pernikahan teman baik saya, lalu minggu ke-dua dihabiskan dengan mengurus segala perintilan yang berhubungan dengan Jak-Japan Matsuri, lalu minggu selanjutnya dihabiskan dengan rapat keluarga untuk pernikahan saya, sampai menghabiskan akhir pekan kemarin di Tanah Abang, berburu bahan kebaya untuk seragam pernikahan. Lelah, tapi senang, tapi ada sedihnya, tapi bahagia, ah September ini terlalu manis dan seru buat saya.

Baca: Lamaran Hemat Budget Di Bawah 5 Juta!

Ngomong-ngomong tentang hal seru, saya mau sharing pengalaman menginap di guest house yang menurut saya hidden gems banget buat yang nyari something different saat liburan di Senayan. Asyek, bahasanya udah kayak anak JakSel belum? :p

Jadi, minggu ke-dua bulan September lalu saya kembali dipercaya untuk ngurusin social medianya Jak-Japan Matsuri, pekan kebudayaan dan seni sekaligus acara persahabatan antara Jepang – Indonesia. Berhubung tahun ini adalah perayaan 60 tahun (sekaligus ke-4 kalinya saya ikut jadi bagian di acara ini), maka saya memilih untuk menginap di sekitaran Senayan daripada harus bolak-balik Selatan – Timur. Lumayan gempor juga soalnya, acara dari siang jam 12-an, selesai jam 9-an tapi selama di lokasi harus muter-muterin area segede beberapa kilo. Ogah banget kalau harus PP kan? Tapi ya sempet pesimis, gimana bisa survive di Selatan dengan budget pas-pasan? But thanks to travel apps  lah ya, abis iseng gugling-gugling dan nemulah guest house super gemes, Casa Living.

Casa Living Senayan

Lokasinya sih di Senayan coret alias Penjernihan, Bendungan Hilir. Dari guest house (atau hotel ya nyebutnya?) ini cuma perlu 5 menit naik motor ke Plaza Tenggara Senayan yang jadi lokasi Jak-Japan Matsuri 2018.

Baca: Jak-Japan Matsuri 2016 Sekarang 2 Hari!

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

Sejujurnya saya sempat bingung sama lokasinya yang masuk-masuk ke gang gitu, untung google maps yang saya pakai titiknya tepat, jadi nggak sampai kesasar lah. Saya – dan Odi, langsung menuju basement untuk parkir. Nggak perlu takut capek untuk naik ke lobi yang letaknya persis satu tingkat di atas parkiran, ada lift super mungil yang bisa angkut tamu sampai ke lobi atau ke lantai kamar yang diinapi. Kapasitas liftnya cuma 3 – 5 orang, tapi kalau orangnya segede saya atau Odi sih bertiga aa udah pengap banget hahaha.

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

Pas sampai lobi dan urus dokumen check-in, saya diminta meninggalkan uang jaminan sebesar Rp 100 ribu yang akan dikembalikan pada saat check-out. Sambil menunggu kunci kamar saya siap, mata saya menari-nari lincah melihat setiap sudut lobi yang merangkap jadi kedai kopi modern serba putih dengan hiasan bangku-bangku serta meja-meja kayu yang cantik. Casa Kopi, begitu tulisan yang terpampang di meja beton yang jadi penyangga mesin kasir dan mesin kopi yang kalau dilihat-lihat sih mirip banget sama yang dipakai di kedai kopi besar.

Setelah menerima kunci, kami langsung diantar oleh staf (atau resepsionis?) menuju kamar di lantai 3. Lagi-lagi harus menaiki lift mungil yang langsung terasa sesak saat dimasuki kami bertiga. Begitu keluar dari lift, kamar bernuansa kekinian langsung menyapa kami dengan hangat.

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

BUDGET HOTEL TER-INSTAGRAMMABLE

Jujur aja deh, siapa yang kalau nginep di hotel selalu cari yang furniture atau dekorasi ruangannya cakep dan bisa difoto-foto buat feeds instagram? Saya ngacung paling tinggi deh! Begitu ngeliat foto-fotonya di situs booking hotel, saya langsung jatuh cinta sama nuansa serba putih yang berpadu sama furniture serba kayu. Tangganya masih berupa beton tanpa finishing dengan teralis besi dicat hitam. Super simpel tapi cakeup lah. Buat yang suka hotel-hotel bergaya industrial pasti suka banget sama hotel ini. Asli gak boong emang selucu dan segemes itu.

KING DELUXE VIEW

Tadinya sih saya pikir bakalan dapet pemandangan apa gitu ya, eh ternyata hanya bagian belakang gedung-gedung tinggi di daerah Bendungan Hilir dan ditambah suasana Taman Kanak-Kanak yang berada persis di samping hotel. Tapi, desainnya kudu saya acungi jempol. Pemilihan cat tembok warna putih, pintu geser untuk toilet, dan kaca di sisi-sisi tembok yang juga menjadi area penyimpanan membuat ruangan kamar ini terasa lebih luas dari seharusnya. Cantik, simpel, modern, 3 kata yang menurut saya paling pas disematkan untuk hotel ini.

Berhubung hotelnya baru buka beberapa bulan lalu, jadi seluruh fasilitasnya terasa seperti baru. Kasur yang super empuk, bantal yang enak banget nggak apek, seprai yang lembut, shower yang nggak macet, dan jendela yang gampang banget dibuka. Nyaman banget rasanya menginap 2 malam di Casa Living Senayan.

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

Tapi ternyata, nggak hanya ada yang bagus-bagusnya aja sih, beberapa kekurangan juga cukup mengganggu saya ketika menginap di sini mulai dari lantai kamar mandi yang super licin, meja kerja yang kecil banget sampai laptop-pun ngepas sengepas-ngepasnya, teko pemanas air yang baru ada setelah diminta dan kulkas yang nggak dingin. Semua nilai minusnya bisa terganti dengan AC yang sejuk dan nggak berbunyi sama sekali jadi ngebuat betah berleha-leha di atas kasur.

Saya sampai lupa cerita soal TV-nya yang ternyata smart tv jadi bisa nonton YouTube sepuasnya kalau bosen nonton tv channel yang kebanyakan domestiknya. +1 lho untuk budget hotel Rp 500ribuan kasih smart tv di dalam kamar. Good job!

SARAPAN DILUAR EKSPEKTASI

Keesokkan harinya, saya bangun lumayan pagi karena semangat banget pengen sarapan di rooftop Casa Living. Salah satu alasan saya memilih budget hotel ini untuk diinapi selama Jak-Japan Matsuri berlangsung adalah pemandangan dari tempat sarapannya yang berada di lantai 5. Bagian luarnya langsung disuguhi dengan pemandangan kota. Agak panas sih karena mataharinya lumayan terik, tapi tetap gemes sama dekorasinya. Cocok nih buat yang mau bikin party kecil-kecilan.

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

Sayangnya, pemandangan yang cakeup banget nggak sebanding sama menu sarapannya yang terasa angetan semua. Kalau yang nggak ngerti angetan, maksudnya makanannya itu sisaan terus dihangatkan lagi seolah-olah baru. Mie gorengnya aneh, bahkan rasanya hampir kayak basi. Baksonya super asin (ini faktor angetan juga sih) dan akhirnya saya memilih roti panggang aja yang gampang hahahaha. Selama 2 malam menginap di sini, semua sarapannya gagal dan ngebuat saya menyesal untuk bangun pagi demi sarapan huhuhuhu. Saking lapernya, akhirnya saya memilih sarapan di Casa Kopi yang ternyata dapurnya juga sama Atap Rumah juga. Agak menyesal tapi penasaran hahaha. Nanti saya ceritain yah review makanan versi kafe-nya mereka di postingan terpisah.

CASA LIVING SENAYAN JAKARTA

Selama 2 malam menginap di Casa Living, bisa dibilang lumayan sesuai sama budget sih. Lokasinya yang mepet Senayan dan suasananya yang tenang banget karena berada di perumahan elit ngebuat saya pengen balik lagi ke sini, tapi nggak akan ambil paket sarapan hahaha. Oh ya satu lagi, pagar di beberapa gang menuju budget hotel ini ditutup kalau sudah di atas jam 10-an, jadi kalau yang mau bawa kendaraan please make an attention to this issue ya soalnya kemarin sama sekali gak ada informasi ini di keterangan hotelnya.

Buat saya pribadi, Casa Living termasuk hidden gems alias surga tersembunyi yang kudu banget didatengin atau diinapi kalau lagi ada kerjaan dan keperluan di area Senayan. Jadi, mau menginap di Casa Living?

Sakura Collagen Meiji Indonesia



9 thoughts on “Menginap Di Hidden Gems Pinggiran Senayan, Casa Living”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.