IBX581FD685E3292
Browsing Category:

About My Life

jas-atau-batik

Saya masih menyicil beberapa artikel tentang momen-momen lamaran antara saya dan Odi di akhir bulan Juli lalu. Rasanya pengen nulis banyak hal, mulai dari budget, pemilihan tanggal sampai baju yang kami kenakan. Karena temanya sederhana dan hemat budget, kami berdua sepakat untuk pakai pakaian seperti pada umumnya: saya pakai kebaya dan Odi pakai batik serta celana hitam.

Share:
inspirasi-kado-ultah-buat-ibu

Di bulan April ini banyak banget anggota keluarga saya yang berulang tahun. Mulai dari Nenek, Bunda CAMER alias Calon Mertua, adik saya sekaligus sepupu. Tanggal ulang tahunnya pun berdekatan, bahkan Nenek dan adik saya sama tanggalnya. Saking banyaknya yang ulang tahun, saya sampai kebingungan sendiri mau kasih kado apa karena hampir setiap tahun kami nggak absen saling memberikan kado setiap ada yang ulang tahun. Paling repot sih beli kado untuk Nenek dan Bunda CAMER karena ya namanya juga perempuan, jadi banyak mau dan kepengenannya hahaha. Mau kasih barang A, takut nggak suka warnanya, mau kasih barang B, takut nggak cocok modelnya. Terus daripada pusing sendiri mendingan online shopping aja deh. Iseng scrolling Instagram pakai hestek #kadobuatibu dan ternyata banyak banget online shop yang menjual barang-barang yang bisa dijadikan kado buat para ibu.

Share:
pikirkan-hal-ini-sebelum-menikah

PS: Foto di atas anggap saja foto keluarga. Ka-ki: Odi, Kungu (Kuda Poni Ungu) & Saya 🖤

Kalau sebelumnya saya pernah menulis tentang hal penting yang harus dilakukan sebelum menikah, sekarang saya malah lagi banyak – banyaknya mikir ini dan itu sebelum benar – benar menikah. Karena menikah bukan sekedar bobok berdua, kan? Bukan juga sekedar milikin si dia selamanya. Tapi sebenarnya, menikah adalah menjalani hidup yang lebih terkonsep bersama pasangan yang kita pilih dan telah terikat janji untuk selalu bersuka cita dalam senang dan duka.

Share:
in About My Life

Hello, 2018!

at
hello-2018

Gara – gara baca postingan Kak Gesi yang ini, saya langsung kepikiran sama diri saya di tahun 2017 lalu. Tahun yang membuat saya ngerasa “Kok jadi blogger begini banget ya?”

First thing first, saya bersyukur luar biasa karena selama 2017 kemarin saya sempat bekerjasama dengan banyak pihak. Banyak berkat yang Tuhan kasih sehingga rasanya saya pernah mengalami fase kurang bersyukur dan stress dengan diri sendiri.

Share:
jam-dinding-rumah-minimalis

Sebagai orang yang benci banget telat, saya sampai punya beberapa jam di kamar. Mulai dari jam digital bawaan smartphone, jam weker di meja sampai jam dinding. Bahkan sebelum saya pindah ke kamar saya yang sekarang (kamar tidur saya yang dulu, sekarang ditempatin Nenek dan Kakek), saya punya 2 jam dinding. Yang satunya warna cerah supaya bisa kelihatan kalau malam, yang satu warnanya terang supaya kelihatan juga *lol*

Share:
resep-burger-bakmi-mewah

Putri bisa masak? Nggak salah? Hahahah. Untuk yang kenal secara personal dengan saya, pasti heran bukan main ketika saya bilang mau fokus belajar masak. Ada yang bilang kesambet lah, ada yang bilang pencitraan lah, ada yang bilang cuma becanda doang. Padahal sejujurnya ini serius. Saya pengen bisa masak, minimal calon suami nantinya nggak perlu jajan kalau laper. Minimal bisa masakin makanan favorit calon suami, bakmi. Odi, calon suami saya, keturunan Chinese yang cukup kental. Sejak kecil sampai sekarang, Odi hampir setiap minggu makan bakmi.

Share:
styling-rambut-dengan-tresemme-total-salon-repair

Beberapa minggu lalu, saya ke Yogyakarta untuk menemani Odi wisuda. Dari jauh – jauh hari saya udah heboh sendiri, takut dan parno kalau rambut harus dikonde lagi. Pengalaman saat wisuda saya beberapa tahun lalu, rambut jadi lepek dan pecah – pecah karena nggak cocok sama hairspray-nya. Ngeselin banget deh! Bahkan ketika rambutnya sudah dicuci berkali – kali tetep aja baunya aneh. Sejak saat itu, jadi takut kalau harus dikonde atau pakai hairspray banyak – banyak. Sebelum pergi ke Yogya, saya dan Odi browsing cari referensi hairstyling rambut. Karena jenis rambut saya yang super tipis dan gampang lepek, kami jadi over-selective. Rambut saya yang super rusak bekas styling berkali – kali bikin minder abis. Catok – curling – blow dry – coloring, semua jenis styling rambut pernah saya lakukan. Hasilnya, rambut jadi kering, pecah – pecah dan susah di atur. Salah milih tatanan rambut, ujung – ujungnya bisa kacau dunia persilatan hiks. Dan saya inget kalau masih punya stok, TRESemmѐ Total Salon Repair yang saya dapatkan dari acara gathering blogger bulan lalu.

Share:
1237