IBX581FD685E3292
Browsing Category:

About My Life

jam-dinding-rumah-minimalis

Sebagai orang yang benci banget telat, saya sampai punya beberapa jam di kamar. Mulai dari jam digital bawaan smartphone, jam weker di meja sampai jam dinding. Bahkan sebelum saya pindah ke kamar saya yang sekarang (kamar tidur saya yang dulu, sekarang ditempatin Nenek dan Kakek), saya punya 2 jam dinding. Yang satunya warna cerah supaya bisa kelihatan kalau malam, yang satu warnanya terang supaya kelihatan juga *lol*

Share:
resep-burger-bakmi-mewah

Putri bisa masak? Nggak salah? Hahahah. Untuk yang kenal secara personal dengan saya, pasti heran bukan main ketika saya bilang mau fokus belajar masak. Ada yang bilang kesambet lah, ada yang bilang pencitraan lah, ada yang bilang cuma becanda doang. Padahal sejujurnya ini serius. Saya pengen bisa masak, minimal calon suami nantinya nggak perlu jajan kalau laper. Minimal bisa masakin makanan favorit calon suami, bakmi. Odi, calon suami saya, keturunan Chinese yang cukup kental. Sejak kecil sampai sekarang, Odi hampir setiap minggu makan bakmi.

Share:
styling-rambut-dengan-tresemme-total-salon-repair

Beberapa minggu lalu, saya ke Yogyakarta untuk menemani Odi wisuda. Dari jauh – jauh hari saya udah heboh sendiri, takut dan parno kalau rambut harus dikonde lagi. Pengalaman saat wisuda saya beberapa tahun lalu, rambut jadi lepek dan pecah – pecah karena nggak cocok sama hairspray-nya. Ngeselin banget deh! Bahkan ketika rambutnya sudah dicuci berkali – kali tetep aja baunya aneh. Sejak saat itu, jadi takut kalau harus dikonde atau pakai hairspray banyak – banyak. Sebelum pergi ke Yogya, saya dan Odi browsing cari referensi hairstyling rambut. Karena jenis rambut saya yang super tipis dan gampang lepek, kami jadi over-selective. Rambut saya yang super rusak bekas styling berkali – kali bikin minder abis. Catok – curling – blow dry – coloring, semua jenis styling rambut pernah saya lakukan. Hasilnya, rambut jadi kering, pecah – pecah dan susah di atur. Salah milih tatanan rambut, ujung – ujungnya bisa kacau dunia persilatan hiks. Dan saya inget kalau masih punya stok, TRESemmѐ Total Salon Repair yang saya dapatkan dari acara gathering blogger bulan lalu.

Share:
Tips Traveling Dengan Orang Tua
Saya dan Nenek :))

Sejak kecil hingga sekarang, saya tinggal di rumah Kakek dan Nenek. Bagi saya, mereka adalah keluarga inti saya. Long story short, saya lebih dekat dengan Nenek dibanding Mama. Kemana – mana, Nenek maunya dianterin sama saya. Bahkan sampai jalan – jalan keluar kota aja harus saya temenin. Nenek termasuk orang yang doyan jalan – jalan, setahun sekali pasti bakalan ngajak pergi keluar kota. Beliau udah nggak mau keluar negeri karena parno sama pesawat hihihi. Dulu, saat Nenek pergi haji, pesawatnya gangguan sampai selang oksigen keluar dari tempatnya. Sejak saat itu, Nenek udah ogah naik pesawat. Jangankan keluar negeri, ke Yogya aja beliau lebih milih naik kereta yang perjalanannya hampir 10 jam dibanding naik pesawat yang cuma 45 menit.

Share:
povlog

Hola!

Setelah nunggu 5 tahun, akhirnya Odi pindah ke Jakarta. Kalau ditanya siapa yang paling seneng, ya pasti saya lah hahaha. Seneng karena akhirnya Odi rela ninggalin kota kelahiran demi masa depan kami. *halah* Tapi ya gitu, saya masih takjub sih saat dia beneran mau pindah ke Jakarta, padahal Jogja tuh ibarat rumah yang terlalu nyaman sehingga susah bikin move on. Semenjak pindah ke Jakarta, bisa dipastikan dua hari sekali kami ketemu hahahaha. Bahkan saat Jak – Japan Matsuri 2016 kemarin, kami datang di kedua harinya. Yeay!

Share:
sebelumnikah

Sejak saya dan Odi memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius, kami berdua belajar banyak hal. Kami memang sudah berpacaran 5 tahun, Januari nanti insya allah tahun ke-enam, namun masih banyak hal – hal yang nggak kami pahami. Perbedaan jarak 500 kilometer dari Jakarta ke Yogya membuat kami sering berdebat karena hal – hal sepele. Komunikasi yang buruk biasanya awal dari segalanya. Makanya, semenjak Odi melamar saya saat kami berdua berlibur ke Bali, saya mulai benar – benar belajar mengenal Odi lebih banyak. Saya yakin, Odi juga melakukan hal yang sama. Kami sama – sama belajar untuk lebih memahami, nggak hanya menuntut ini itu tanpa pernah tahu apa yang seharusnya dilakukan.

Share:
gocapsehari
Disclaimer: postingan ini bakalan panjang banget! Lebih dari seribu tiga ratus kata. Murni berisi pengalaman dan opini pribadi tanpa ada unsur menjelekkan atau merugikan pihak lain. Please use your brain not your emotion to read this. Ready? Happy reading!

Minggu ini, saya ikutan heboh dengan trending topic di Twitter, #gocapsehari alias lima puluh ribu rupiah sehari. Mungkin bagi sebagian orang, uang segitu mah gede atau mungkin nggak ada apa – apanya. Yang ngebuat heboh adalah pertanyaan dari salah satu financial planner, Mbak Ligwina Hananto. Actually, saya nggak kenal bahkan baru denger namanya setelah heboh gocapan ini. Kudet banget ya saya? Hihihi. Selama ini saya nggak pernah terlalu pusing sama trending topic, tapi kali ini entah kenapa saya tergelitik sendiri. Rasanya pengen ikutan komen, bisa nggak sih uang lima puluh ribuan selembar cukup untuk bertahan hidup di Jakarta?

Share:
aadc2

Kalau boleh jujur, saya sebenarnya jarang atau bahkan baru bisa dihitung dengan tangan membuat tulisan tentang review film. Bukan apa – apa, saya tipikal orang yang kalau nonton menikmati setiap alur ceritanya dan setelah selesai menonton, adegan – adegan di dalam filmnya seolah menguap tanpa bekas. Hanya beberapa film yang bisa dihitung tangan yang masih saya hafal dialog serta alur dan plot ceritanya. Salah satunya Ada Apa Dengan Cinta, 14 tahun lalu. Walaupun waktu itu saya baru kelas 5 SD, saya berhasil berkali – kali menontonnya tanpa bosan hingga kemarin malam. Apalagi, saya punya kenangan dengan AADC, waktu itu nontonnya sama temen – temen segenk. Masih kecil udah punya genk? Itu semua berkat AADC ahahaha. Malahan nama genknya ya Cinta itu, percaya nggak percaya, saya-lah Cinta-nya hihihi.

Share:
12347