IBX581FD685E3292
Browsing Category:

MovieLovers

transformers_age_of_extinction_grimlock-optimus-poster2-610x892

Di tahun 2014 banyak sekuel film wajib tonton tayang di bioskop, Transformers salah satunya. Gue akui, gue sangat suka dengan film animasi yang bercerita tentang Deceticon melawan Autobots ini. Dari sekuel pertamanya, gue jatuh cinta dengan sosok Sam, Bumble bee dan Optimus Prime. Saking cintanya, gue pastikan selalu nonton premiere sekuel nya di bioskop. Ngomong – ngomong soal sekuel, Transformers kembali hadir memuaskan rasa kangen para pecintanya dengan film terbarunya bertajuk Transformers: Age Of Extinction. Dan gue akhirnya berhasil nonton film ini pas malam takbiran kemarin. Telat banget sih emang, ini karena kerjaan gue yang makin agak banyak, tapi karena gue ngefans banget sama film ini akhirnya gue nemuin momen yang pas buat nonton.

Awalnya gue sengaja nggak baca sinopsis nya dan udah PD bahwa gue bakal nemuin Sam atau siapapun orang – orang yang gue kenal di film ini. Ternyata gue salah, no more Sam Witwicky! Yup, ternyata kehadiran Sam diganti dengan Cage Yeager yang diperankan oleh Mark Wahlberg . Awalnya agak sedikit kecewa karena gue berharap bisa ngeliat muka Shia Labeouf . Tapi semua kecewa langsung dibayar dengan keseruan yang dimulai dari awal hingga akhir. Cage yang seorang single parent dan juga si pengumpul barang bekas. Dan tanpa nggak sengaja Cage jatuh cinta sama sebuah truk tua yang ternyata adalah Optimus Prime. Kejadian demi kejadian menegangkan dan mengancam jiwa Cage dan Tessa (diperankan oleh Nicola Peltz) putri tunggalnya langsung bermunculan satu demi satu. Para agen CIA masih menganggap Optimus Prime dan kawan – kawannya adalah bagian dari Decepticon yang membahayakan bumi. Filmnya semakin seru saat hadirnya Joshua Joyce (Stanley Tucci) si pemilik perusahaan KSI yang berniat menduplikasi para Autobots ke versi modern. Sayangnya Joshua salah memilih objek sehingga yang ia duplikasikan ternyata adalah para Decepticon yang mempunyai misi untuk menghancurkan bumi.

Transformers-4-Age-of-Extinction-Optimus-Prime-Poster

Film karya sutradara Michael Bay ini sebenarnya ditujukan untuk remaja. Cuma kemarin gue nonton dengan dikelilingi para anak – anak yang mendewakan Optimus Prime. Nggak heran di sekuel kali ini semakin banyak adegan action para Autobots yang berusaha melawan Decepticon yang ingin memiliki benih untuk menghancurkan bumi. Kali ini Optimus Prime tak hanya dibantu oleh para Autobots, tapi juga dibantu oleh para Decepticon yang berhasil diajaknya bekerjasama dan juga dibantu oleh Cage yang berusaha mati – matian sekuat tenaga untuk melawan Galvatron, si Decepticon buatan KSI.

Transformers-Age-of-Extinction-Desktop-Images

Di akhir film kita disuguhkan pertanyaan besar, “Apakah Optimus Prime berhasil melawan Decepticon?” Gue rasa jawabannya ada di film selanjutnya. Nggak sabar nunggunya! Film ini bisa masuk ke list wajib nonton loh. Jadi, sempetin buat nonton filmnya ya!

Rate: 7/10

Share:

Image

Mayor William Cage (Tom Cruise), seorang perwira di AS yang terpaksa harus menjalani pertempuran yang sebenarnya. Pertempuran itu hanya merupakan bentuk misi bunuh diri karena harus berjuang melawan serangan alien yang entah dari mana datangnya. Alien tersebut disebut dengan nama Alpha. Cage bersama sejumlah anggota militer lainnya harus berjuang melindungi diri dari serangan Alpha yang siap menyerang kapan saja.

Dari awal film, penonton disuguhkan dengan plot maju mundur, saat Cage terbangun dari tidurnya ternyata ia sudah berada di pangkalan militer dan besok paginya ia harus menggunakan baju besi yang membuatnya tampak seperti robot. Cage yang tak pernah berada di situasi segenting itu merasa kebingungan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan prajurit wanita yang cukup menarik perhatiannya. Namun tak berapa lama prajurit yang bernama Rita Vrataski (Emily Blunt) itu mati diserang Alpha. Dan kemudian Cage pun mati pula. Namun anehnya, setiap Cage terbunuh setiap itu pula ia mengulang hari yang sama.

Image

Hingga akhirnya setelah kematiannya yang kesekian kali, Rita meminta Cage untuk menemuinya saat ia terbangun. Dan benar saja saat Cage terbangun ia langsung mencari Rita yang dikenal dengan Angel of Verdun karena Rita pernah berhasil membunuh Alpha di Verdun. Rita juga memiliki kelebihan yang dimiliki Cage dulu, namun setelah ia mengalami kecelakaan dan harus ditransfusi darah ia kehilangan kemampuannya. Namun ternyata pusat dari penyerangan alien itu bukan Alpha, melainkan Omega yang lokasinya tak diketahui siapapun.

Rita mengajarkan Cage untuk bertahan hidup dan sebisa mungkin melawan Alpha, apabila Cage gagal maka Rita akan membunuhnya. Begitu seterusnya hingga Cage dan Rita diserang sejumlah pasukan yang mencoba menggagalkan aksi mereka. Cage kekurangan darah hingga harus di transfusi. Hal itu membuatnya putus asa karena kekuatannya telah lenyap seketika.

Berbekal keinginan untuk membasmi serangan yang telah menghancurkan kota, akhirnya Cage berhasil mengajak pasukan J untuk membantunya dan Rita membunuh Omega. Mereka terbang ke Prancis namun ternyata Alpha menyerang pesawat mereka. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyerang Alpha yang jumlahnya puluhan kali lipat dari mereka. Hingga akhirnya seluruh pasukan J tewas, dan hanya Rita dan Cage yang masih hidup.

Image

Dalam kegalauan karena Cage tak mampu mengulang hari, mereka berdua mencoba menyerang Alpha dan Omega. Rita berhasil memancing perhatian satu Alpha sehingga membuat Cage bebas memburu Omega yang berada di bawah dam. Hingga akhirnya Cage berhasil mengebom Omega walaupun mempertaruhkan nyawanya. Namun cairan Omega mengalir di dalam darah Cage sehingga ia kembali mengulang hari.

Di bagian akhir, Cage terbangun dan tetap menjadi Mayor yang melihat pasukan J latihan menghadapi perang. Cage pun bertemu dengan Rita yang tak mengenal dirinya. Endingnya, cukup bahagia karena alien berhasil di basmi tanpa mengorbankan satu nyawa pun.

Review: Film yang cukup membuat kita berfikir selama menontonnya. Karena adegan Cage mengulang hari terjadi puluhan kali. Tapi cocok buat ditonton sama pasangan atau sama keluarga karena sosok heroik Tom Cruise sesekali diselipi adegan-adegan lucu yang membuat kita tertawa.

 

Rating : 8/10

Share:

Tanggal 1 Mei yang dirayakan sebagai May Day oleh para buruh se-dunia jadi sebuah kelegaan buat gue, kenapa? Karena tanggal 1 Mei lalu bertepatan dengan hari Kamis. Biasanya, setiap hari Kamis jalanan dari kantor ke rumah macetnya nggak ketolongan. Bisa 3 jam dari Buncit ke Cakung. Makanya gue hepi banget pas tau kalau 1 Mei libur. Seenggaknya bisa lepas dari macetnya hari Kamis. Huft.

Tapi ternyata, temen-temen kampus ngajakin kongkow sambil nonton. Gue sih seneng, karena udah beberapa bulan nggak ketemu dan katanya mau nonton The Amazing Spiderman 2. Akhirnya, janjian lah kita di Taman Ismail Marzuki jam 5.00 sore. Gue janjian dengan temen gue yang namanya Fika. Dan ternyata kita datang lebih cepat dibanding teman yang lain, soalnya temen yang lain datengnya jam setengah 6. Oke mataharinya udah mulai menghilang, udah tanda-tanda mau Maghrib. Barulah 2 orang temen gue lainnya dateng. Dan kita sepakat mau beliin dulu tiket temen-temen yang belum dateng. Dan ternyataaaa…….. TIKET THE AMAZING SPIDERMAN 2 NYA HABIS SODARA – SODARA!!! Padahal ada 2 studio di XXI Taman Ismail Marzuki dan semuanya habis, ludes! Padahal baru aja jam 5.45 sore!

Untuk mengubur kekesalan kami yang sudah datang jauh – jauh dari berbagai pelosok daerah (ada yang dari Taman Mini, Kampung Melayu, Harmoni, Cakung, Jatinegara, dll ) akhinya kita sepakat mau nonton Guardian.  Awalnya sih, sempet excited pas baca berita-berita di socmed tentang film ini. Tapi semuanya buyar pas liat filmnya 🙁

20140502_134637[1]

1412621_214047592115723_1871212370_o

Sebelum ngereview, baca dulu deh sinopsisnya.

Setelah terbunuhnya Wisnu di rumahnya, Sarah (Dominique Agisca Diyose) isterinya, berusaha mengajarkan ilmu bela diri kepada anak perempuan mereka, Marsya (Belinda Camesi), yang sebenarnya sangat tidak menyukai ilmu bela diri. Hingga suatu saat, Paquita (Sarah Carter) dan kelompoknya memburu mereka.

Sarah yang meminta bantuan Kapten Roy (Nino Fernandez) sahabat Wisnu di kepolisian belakangan mengetahui ternyata juga diburu oleh anak buah Oscar (Tio Pakusadewo). Adegan-adegan yang memicu adrenalin pun terjadi. Dari kebut-kebutan di jalan-jalan utama Jakarta, tembak-tembakan, sampai pertarungan sengit antara Sarah dan Marsya dengan para pengejarnya.

Dan ternyata filmnya…… bikin nyesel beli tiket 35 ribu 🙁

Film dimulai dengan Wisnu yang nyetir sambil nahan rasa sakit karena pundaknya tertembak. Dari awal udah kesel soalnya teknik pengambilan gambarnya aneh. Terkesan dokumenter tapi kualitas gambar nggak lebih dari video henpon! Dan kemudian, si Wisnu terbunuh, dilihat sama Sarah dan anaknya, Marsha (yang sebenarnya namanya Laura). Nah terus, pas si Marsha nya udah gede, ceritanya Jakarta udah punya MRT, keren sih idenya tapi visualnya menyedihkan. MRT nya 3D dan terkesan murahan! Sejenis film naga-nagaan yang di salah satu tv swasta itu loh! Sayang nggak sempet gue foto dan di mbah gugel pun nggak ada contoh gambarnya. Pokoknya lo bayangin ada MRT dalam format 3D dan ditempel ke film yang resolusinya pas – pasan!

Guardian-1

(Katanya) Ketegangannya di mulai saat Marsha dibuntuti oleh sejumlah preman lalu rumahnya di berondong sama tembakan hingga dibom! Lagi-lagi, efek tembakan dan bom nya 3D murahan yang udah pasti bikin penonton malah ketawa (soalnya kemarin gue sama temen-temen juga gitu :D). Dan makin banyak hal – hal aneh. Misalnya, pas mobil penjahatnya jatuh dari atas flyover dan ketabrak Transjakarta, ternyata TJ nya 3D. Oh God! Dan yang paling parah, pas adegan salah satu penjahatnya jatuh dari lantai 2 ke bawah, ceritanya di bawahnya ada mobil bak terbuka dan you know what? mobil bak nya 3D! Jelas banget keliatannya! Terus, banyak adegan darah yang terkesan nggak natural soalnya warna darahnya merah keunguan terus nggak kentel tapi cair!

Lain visual, lain jalan ceritanya. Jalan ceritanya sebenarnya bagus, cuma dialog yang dibuat kurang banyak. Pas berantemnya pun terkesan hening tanpa suara atau ekspresi apa-apa. Film yang ditujukan untuk wanita ini sebenernya maknanya adalah “Ibu itu segalanya, dia akan berkorban dan berjuang apapun demi anaknya.” Kalau visualnya oke, kayak The Raid, gue rasa film ini bakal booming banget deh. Tapi kalau kenyataannya kayak yang kemarin gue tonton, rasanya gue sangsi kalau film ini bakal tembus Hollywood. Padahal, film ini udah make artis Hollywood yang pernah main di film Final Destination 2, The Vow, dll yaitu si Sarah Carter. Selain itu ada Nino Fernandez dan Tio Pakusadewo yang sebenarnya termasuk aktor cukup oke di Indonesia. Tapi teteup aja, mereka nggak terlalu banyak ngebuat film ini sukses bikin gue nggak tidur!

bi3XVhwGJl

cover-Guardian-retouched

Nah, sekarang terserah sama lo, masih mau nonton buat bangga sama film Indonesia atau nggak :p tapi saran gue, kalau udah nggak ada film di bioskop yang belum lo tonton bulan ini, boleh lah lo nyoba serunya film yang katanya jadi film yang paling ditunggu di tahun 2014 ini. Hehehe 😀

*Anyway, jalan ceritanya mirip Abduction, film action tentang adopsi anak dan mafia yang dibintangi sama Taylor Lautner 😛

Rate: 1/10

Share:

Jadi, Rabu (9 April) lalu sehabis menuntaskan kewajiban sebagai warga negara yang baik yaitu mencoblos, saya dan tante berencana menonton film yang lagi dibicarain banyak orang. Nggak cuma orang Indonesia, tapi juga orang luar negeri. Katanya sih film ini jauh lebih keren dan lebih sadis dari sekuel perdananya yang telah rilis beberapa tahun lalu. The Raid 2: Berandal. Judulnya unik, dan ternyata pas banget sama alur ceritanya.

ImageGue sama tante gue siang itu pergi ke Arion Mall. Jam 11.30 ternyata bioskopnya belum buka. Dan setelah gue gugling, film nya baru bakal mulai jam 15.35, okay cukup perjuangan ya buat nonton film yang katanya premier di UK antriannya paling panjang ini. Dan akhirnya, gue sama tante gue duduk di kursi D 11 – 12 yang ternyata tepat di tengah – tengah jadi tayangannya bakal bener – bener tepat di depan mata kita.

Film dimulai dengan alur maju mundur. Rama (Iko Uwais) akhirnya bergabung dengan sebuah kelompok pembasmi berandal – berandal berduit di Indonesia yang dipimpin Bunawar. Ini alurnya mulai menyatu sama film pertamanya. Tapi bergabungnya Rama dengan kelompok Bunawar itu justru ngebuat Rama harus di penjara selama beberapa tahun. Di penjara, Rama selalu disiksa sama berandal – berandal lainnya. Dan yang gue salut, Rama selalu bersikap cool, nggak peduli orang mau bilang apa dan dia tetep stay calm di ruang tahanannya. Hingga akhirnya dia ketemu sama Uco (Arifin Putra), anak seorang pengusaha film bokep kelas kakap.

ImageImage

Hari – hari berlalu, Uco ngajak Rama untuk bekerja sama tapi selalu ditolak sama Rama. Karena menurut Rama nggak ada satupun orang yang layak buat di percaya. Hingga akhirnya Uco dibantai oleh seorang cowok di lapangan lumpur di dalam penjara. Dan nggak ngerti kenapa tiba – tiba Rama ngebelain Uco mati – matian. Dan dari situlah awal persahabatan Uco dan Rama terjadi.

ImageDua tahun kemudian Rama berhasil keluar dari penjara dibantu oleh Mr. Bangun yang tak lain adalah ayah dari Uco. Rama diberi fasilitas mewah dan ekslusif serta diberi mandate untuk mengawasi Uco kemana pun Uco pergi. Uco itu temperamental, mencoba menguasai dan mewarisi keahlian ayahnya walaupun sebenarnya ia belum mampu. Hingga akhirnya ia dibantu oleh Bejo untuk menemukan musuh bebuyutannya saat masih di penjara. Bejo dan Uco membuat kesepakatan yang sebenarnya akan menjadi boomerang bagi Uco.

Di sekuel kali ini, kehadiran Rama terasa hanya sebagai pelengkap, dan Uco lah yang menjadi peran utama yang di setiap scene nya pasti ada hal – hal penting yang saling berhubungan. Misalnya, saat Prakoso, orang kepercayaan Bangun, mati dikeroyok oleh orang tak dikenal, Uco saat itu ada disana. Namun ia tak tahu pasti siapa yang membunuh Prakoso. Dan pas adegan Prakoso mati, ada yang unik dari film The Raid 2 ini. Jakarta bersalju! Yup, darah Prakoso merembes dan mengalir di atas tumpukan salju.

Adegannya semakin seru dengan makin banyak darah di mana-mana. Julie Estelle juga menampilkan peran yang sangat sadis sebagai seorang Hammer Girl. Ya, dia membawa sepasang palu kemana pun. Palu memang menjadi senjata andalannya. Kesan cantik langsung berubah saat ia beraksi dengan menggunakan kacamata hitam yang menutupi luka di matanya.

Image

Di bagian akhir cerita, ada adegan Rama ngobrol sama kawanannya Goto. Gue nggak tau pasti apa yang mereka obrolin karena disensor dan diakhiri kata “Cukup.” dari Rama nya. Kalo menurut kacamata awam gue, si Goto mengajak Rama buat gabung ke kelompoknya dia. Cuma Rama nya nolak dengan halus, dan kayaknya itu clue buat film selanjutnya karena belum ada kejelasan soal Bunawar dan keluarganya si Rama.

Pokoknya buat lo yang takut darah, takut kekerasan, darah tinggi dan punya penyakit khusus, gue saranin jangan nonton, ya! Film ini tuh emang buat dewasa, nggak Cuma 17 tahun tapi 21 tahun ke atas. Walaupun The Raid 2: Berandal ini jauh lebih sadis daripada The Raid yang terdahulu, tapi ini masuk ke dalem list film wajib tonton karena seru dan alur ceritanya bikin nggak bisa nebak.

Rate: 7/10

Share:

Banyak orang yang hobinya marah-marah di jalanan, suka ngeluh capek lah ini lah itu lah dan ujung-ujungnya suka nyerobot hak orang lain. Nggak pergi atau pulang kantor, pasti selalu nemuin hal-hal yang bikin geleng-geleng kepala dan ngelus-ngelus dada. Emang sih, udah resikonya tinggal di ibukota jadi ya mau nggak mau harus ngikutin ritme kehidupan yang ada. Pfft!

Kalau udah bosen sama macet dan orang-orang yang ditemuin pas pergi dan pulang kerja, biasanya gue suka ngabisin waktu luang dengan nonton. Yup, nonton tv atau bioskop. Gue bukannya moviefreak sih, cuma buat gue nonton itu kayak bisa nyalurin perasaan. Misalnya, film horor bisa jadi tempat buat ngeluapin kesel, marah dan perasaan yang nggak enak dengan cara teriak. Jujur, gue orangnya penakut. Sebenernya bukan penakut, tapi penaaaaaaaaakuuuuuutttt banget!!! Tapi entah kenapa film-film horor selalu bikin penasaran buat nonton, sekalipun gue adalah orang yang paling kenceng teriaknya pas lagi nonton. Selain itu, gue jatuh cinta sama drama-drama Korea. Awalnya karena iseng nyari episode serial The Heirs yang sempet ngehits di akhir tahun lalu, dan jadi kecanduan nonton drama Korea karena cowoknya unyu-unyu. Siapa sih yang nggak terpesona sama cowok-cowok bersenyum manis, berkulit putih dan  berponi asal Korea? :3

Kadang, untuk menyalurkan emosi dan kebosenan gue sama kemacetan Jakarta, gue suka nonton tv. Untungnya di kantor langganan tv kabel, jadi bisa lah sesekali curi-curi pandang ke tv *alasan*. Dan kemarin pas lagi iseng-iseng nonton tv, kepencet lah channel 19 yang ternyata adalah channel Thrill. Dan entahlah gue hidup di planet mana yang nggak ngerti ada channel sekeren ini. Jadi, Thrill adalah satu-satunya (kayaknya sih di Asia) saluran tv berbayar yang menayangkan film-film horor, thriller dan suspense. Anjrit, ini channel tv terkeren yang pernah ada! *sok berani, sok seneng, padahal paling takut nonton film horor*.

Dan yang bikin gue kejang-kejang sambil sumringah (jangan dibayangin, please) adalah bulan Maret jadi bulannya drama-horor-Korea di Thrill! Yeay! Dua favorit gue yang akhirnya bersatu, dan pasti bakal jadi satu bulan yang seru. Setelah gugling sana sini, akhirnya gue tau kalau ternyata film-film horor dari negri gingseng itu banyak yang sadis dan nggak nanggung-nanggung. Artinya, gue bisa puas nonton aktor-aktor ganteng sekaligus teriak-teriak ngeri karena filmnya sadis. Dan setelah gue cek jadwal tayangnya, banyak alasan buat harus nonton Thrill selama sebulan penuh ini!

Image

  • Thrill bakal nayangin drama series terbarunya Oh Ji Ho! Oh God, si ganteng yang udah masuk di usia 30an tahun ini beneran main serial di Thrill lho! Judul serialnya adalah Cheo Yong: Paranormal Detective. Dari namanya aja kayaknya udah penasaran deh gimana jadinya si tampan Oh Ji Ho jadi detective ditambah lagi si doi bakal beradu peran sama si cantik Oh Ji-Eun dan Jun Hyo Seung!!! Asli, ini drama series yang mesti ditonton buat lo yang ngaku anak gaul Korea! :p

ImageImage

  • Killer Toon bakal ambil bagian dalam perhelatan #KoreanWaveDrama di Thrill. Korean Wave Drama adalah film-film drama horor/thriller pilihan dari Korea. Killer Toon udah tayang Jumat malem lalu dan gue nyesel karena nggak sempet nontonnya. Hiks!

Image

  • Don’t Click. Film yang sempet jadi andalan di #AsianFearFest tahun lalu ini kembali hadir lho di Thrill. Film horor yang bikin penasaran kayak gini emang mesti dan kudu ditonton dari awal sampai habis supaya kejawab teka-tekinya.

ImageImage

  • The Doll Master. Cewek-cewek Korea bisa dibilang Barbie nya Asia, bayangin aja si …. Mukanya mulus kayak gini -_-

ImageImage

  • Horror Stories 2. Jujur, film ini sama sekali belum pernah gue tonton. Tapi dari judulnya aja udah bikin penasaran sekaligus merinding ngeri.

ImageImage

Okay, Maret ini emang bulannya para dramalovers untuk memuaskan dahaga film-film horor dari Korea. Buat yang belum berlangganan channel Thrill, bisa lho di cek di vendor-vendor tv kabel terkemuka di Indonesia atau cek langsung disini website resmi Thrill.

Buat para Korean-drama-lovers, selamat bersenang-senang, berteriak dan histeris bersama Thrill ya!

Share:
12