IBX581FD685E3292
Browsing Category:

Opini Saya

Berbelanja Online Di CORAL

Salah satu kebiasaan di keluarga saya yang selalu saya tunggu – tunggu setiap mau bulan puasa adalah acara jalan bareng ke mall untuk membeli baju lebaran. Sebenernya sih baju baru untuk lebaran itu nggak wajib, tapi kebiasaan ini udah berlangsung bertahun – tahun dan sudah mendarah daging di keluarga saya.  Momen kayak gini juga yang bikin seru, karena kami sekeluarga akan pergi bareng – bareng dan heboh masing – masing hihihi. Sayangnya, sejak tahun lalu kami sudah mulai agak males melakukan ritual cari baju untuk lebaran. Maklum, penuhnya pusat perbelanjaan menjelang bulan puasa dan macetnya jalanan ngebuat saya sekeluarga udah give up duluan. Beruntunglah sekarang makin berjamur online shop yang memudahkan saya mencari pakaian yang sesuai untuk saya dan keluarga. Tinggal buka social media terus cari barang dengan kategori tertentu, pilih – pilih online shop, order dan bayar pesanan. Selanjutnya saya tinggal nungguin aja tanpa perlu takut kejebak macet berjam – jam di jalan ataupun harus rela antri berjam – jam di kasir. Ngebayanginnya aja saya udah mules duluan, nggak sanggup deh huhu.

Share:

 

5 Tips Sederhana Berjualan Online Shop

Semenjak kenal dunia digital, saya selalu iseng cari – cari informasi hal – hal yang bisa menghasilkan. Beberapa tahun lalu saat saya memilih keluar dari pekerjaan saya dan memilih untuk fokus pada Tugas Akhir, otomatis pendapatan bulanan saya menurun drastis. Kadang sedih rasanya saat teman – teman nongkrong bareng di coffee shop, sedangkan saya harus mengirit demi kuota internet yang saat itu masih cukup mahal untuk kantong pengangguran sekaligus mahasiswa semester akhir. Hingga akhirnya saya melihat teman saya berjualan baju secara online. Berbekal ponsel BB yang sudah mewah pada masa itu, Kak Nopi, teman saya, bisa menghasilkan uang hingga sekian juta dalam sebulan. Dan saya mupeng habis – habisan. Kok bisa sih? Berbekal rasa ingin tau akhirnya saya iseng nanya sana – sini, cari informasi dengan buka online shop yang bertebaran di Twitter dan Facebook, maklum waktu itu Instagram belum lahir. Setelah sekian bulan mengamati, akhirnya saya memutuskan untuk menjual Jam Tangan Vintage yang desainnya bisa dibuat sendiri alias custom made. Target sasaran saya waktu itu adalah para pelajar yang suka jam tangan lucu – lucu. Ada juga mereka yang membeli supaya bisa couple-an sama pacarnya hihihi.Dan omzet dari jualan modal jari ini bahkan bisa membuat saya membeli 2 smartphone serta membantu perekonomian keluarga yang sempat jatuh sejatuh – jatuhnya. Alhamdulillah…

Share:
Aplikasi iJakarta
Aplikasi iJakarta

Siapa disini yang pernah ke Perpustakaan Daerah DKI Jakarta? Kalau saya sih belum hahaha. Jujur deh, saya sebenernya pengern banget ke perpus, cuma jarak rumah dengan perpus terdekat itu sekitar 20 kiloan. Belum lagi ditambah macet dan panasnya Jakarta. Ampun, deh. Saya bakalan lebih milih disuruh ke toko buku yang cuma beberapa kilometer aja jaraknya dari rumah. Tapi saya nggak pengen beli buku terus, sayang juga bukunya setelah saya beli terus selesai saya baca, besok – besoknya bukunya digeletakin aja di rak atau meja di kamar. Mau ngasih ke orang, kok kayaknya nggak enak ya soalnya udah bekas dan bungkusnya pasti udah saya sobek. Pengen disumbangin, tapi buku – buku saya kebanyakan novel romance yang notabene pembacanya untuk dewasa.

Share:

rumah kedua fun blogging

Enggak, saya nggak baru beli rumah, belum beli domain juga jadi masih betah dengan platform gratisan hahaha. Saya cuma pengen ngenalin rumah kedua saya di dunia perbloggeran, Fun Blogging. Sebenernya rumah kedua saya ini adalah kelas belajar ngeblog yang dibentuk dan dibesarkan sama 3 perempuan hebat di mata saya. Haya Aliya Zaki, Shinta Ries dan Ani Berta. Perempuan – perempuan yang melek teknologi dan nggak pelit ilmu ini adalah orang tua baru saya, lebih tepatnya orang tua di rumah kedua saya. Ya walaupun mereka bertiga nggak mau dipanggil “emak”, mereka lebih pengen dipanggil “kakak” hahaha. Tapi teteeeup loh, bagi saya mereka ber-3 adalah orang tua saya.

Namanya juga rumah, pasti banyak isinya. Nggak cuma saya dan ke-3 orang tua saya, tapi saya juga punya ratusan kakak yang jumlahnya selalu bertambah selama sesi terbaru Fun Blogging dimulai. Iya, Fun Blogging konsisten membuka kelas bagi siapa saja yang mau belajar ngeblog. Nggak peduli tua atau muda, cantik atau ganteng, kayak Maudy Ayunda atau Raisa, semuanya nyatu di kelas yang cuma sehari. Sehari aja materinya udah kayak persiapan buat nikah, berat tapi ada manfaatnya. Malahan menurut saya sih manfaatnya buanyaaaaak banget. Sampai – sampai kayaknya sehari aja nggak cukup, selalu pengen lagi dan lagi pulang ke rumah kedua.

Share:
Kartu Kredit, teman atau musuh?
Kartu Kredit, teman atau musuh?

Di jaman serba digital jaman sekarang, ngebuat orang jadi lebih konsumtif termasuk urusan belanja. Apalagi semenjak banyak situs jual – beli online, kayaknya hampir selalu ada barang – barang yang dibeli kalau lagi mengakses situs – situs itu. Atau saat di mall salah satu faktor utama kita membeli suatu produk adalah karena sering lihat iklannya di TV ataupun di Youtube kan? Nggak heran sih, karena jaman sekarang orang banyak yang lebih suka nonton Youtube dibanding nonton TV. Kalau sudah konsumtif, kadang kita pengen punya kartu tambahan yang bisa ngebayarin sementara baru kita talangin di akhir bulan. Yes, di jaman modern kayak sekarang banyak banget orang yang pengen punya CC alias Credit Card.

Kartu Kredit emang jadi kartu sakti bagi sebagian orang, beberapa lainnya menjadikan CC ini sebagai pohon duit. Mereka berfikiran dengan adanya CC mereka bisa puas belanja apa aja, kapan aja dan dimana aja, urusan bayarnya belakangan. Ujung – ujungnya saat tagihan keluar langsung panik. Sebenarnya asal kita bijak menggunakan CC nggak ada deh yang namanya tagihan numpuk yang bikin pusing kepala. Nah buat yang belum punya kartu kredit, kalian kudu ngelakuin 5 langkah berikut ini:

Share:

Denger kata “HUKUM” ngebuat otakku langsung mikir ujung – ujungnya pasti berurusan sama sidang yang panjang dan ribet, hukuman kurungan atau hukuman dalam bentuk lainnya dan denda. Sebenernya, kehidupanku pribadi nggak jauh – jauh dari yang namanya hukum. Tinggal dan dibesarkan di komplek TNI membuatku sedikit banyak mengerti soal hukum. Apalagi pamanku adalah seorang Polisi BUSER (Buru Sergap) yang pastinya kadang suka ngebahas soal hukum kalau lagi di pertemuan keluarga. Tapi, aku termasuk orang yang acuh tak acuh sama hukum. Lebih tepatnya takut kalau berhubungan sama persoalan yang ada embel – embel hukumnya. Ngeri! Padahal, sadar nggak sadar hampir setiap hari kita berhubungan sama yang namanya hukum. Contoh sederhananya saat sengaja nerobos lampu merah karena ngejar waktu. Itu sebenernya kita udah melanggar hukum. Jualan di trotoar atau motor yang nyalip lewat trotoar. Ngembaliin kembalian pakai permen atau justru nggak ngasih kekurangan kembalian. Dan masih banyak hal – hal sederhana yang sebenernya sudah membuat kita dicap sebagai pelanggar hukum.

Share:

Warna pink memang identik dengan wanita dan feminisme. Saya sendiri cukup suka dengan warna pink, karena lembut dan terlihat sangat dekat dengan segala yang berbau kewanitaan. Tapi belakangan ini saya sering melihat lambang pita dengan warna pink bertebaran di beberapa mall dan tempat – tempat hiburan. Ternyata saya baru ingat, ini bulan Oktober dan bulan ini memang didedikasikan sebagai bulan peduli kanker payudara. Berarti bulan ini adalah bulan yang tepat untuk memberikan semangat positif dan kebahagiaan baru bagi para pejuang kanker payudara dan biasa disimbolkan dengan pink ribbon alias pita pink. Saya senang sekali saat mendapat undangan untuk meliput sebuah seremonial yang menjadi bagian dari perayaan Octobreast yang diselernggarakan oleh Graha Medika yang bekerjasama dengan blogdetik. Garda Medika adalah produk asuransi kesehatan dari asuransi Astra yang siap meng-cover segala jenis penyakit bagi para membernya. Selain itu, para blogger dan tamu undangan juga dapat berinteraksi langsung dengan para wanita survivor yang mampu bangkit dan mengalahkan kanker payudara dan kini telah kembali beraktifitas normal serta membangun sebuah komunitas/organisasi sosial bernama Love Pink.

08488a40bdefcd4190c91dd97bc8fa1d_dsc_2454Dr. Doddy Permadi – sumber: blogdetik

Dalam acara tersebut Dr. Doddy Parmadi mengatakan Kanker Payudara adalah kanker no 1 paling berbahaya dan terbesar di Indonesia dengan jumlah angka kejadian 26 / 100.000 dan banyak diantara berujung dengan kematian karena terlambat mendapat pertolongan. Karena pengobatan kanker payudara itu sendiri yang memang tidak murah, ada baiknya kita mengecek sendiri dengan melakukan SADARI. SADARI adalah singkatan dari periksa payudara sendiri. Cara – cara yang dapat dilakukan untuk deteksi dini penyakit kanker payudara yang bisa dilakukan saat mandi atau sebelum berpakaian seperti gambar berikut ini:

 sadari copysumber

  1. Angkat kedua tangan ke atas dan lihatlah bentuk dari payudara di cermin. Apabila bentuknya tidak simetris, puting masuk ke dalam atau terdapat tanda kemerahan dan bengkak di payudara segeralah memeriksakan diri ke dokter.
  2. Kembali menghadap cermin, letakkan kedua tangan di pinggang dan lihat bentuk payudara apakah simetris atau terdapat benjolan disalah satunya.
  3. Tekan payudara dari atas ke bawah seperti pada gambar dan rasakan apakah ada benjolan di sekitar payudara. Ingat, jangan hanya disentuh tapi ditekan untuk mengetahui apakah ada benjolan halus atau kecil di dalam payudara.
  4. Pijit atau tekan payudara dengan cara melingkar dan rasakan apakah ada benjolan di dalam payudaramu.
  5. Tekan payudara dari atas ke bawah dan bawah ke atas berpusat di area puting dan lihatlah apakah ada cairan yang keluar dari puting. Apabila ada, segeralah memeriksakan diri ke dokyer.
  6. Selain saat mandi, kamu juga bisa melakukan SADARI sambil tiduran, caranya dengan posisi berbaring lalu tekan kembali posisi payudara secara melingkar, biasanya dengan posisi seperti ini bentuk payudara yang tidak sesuai dan adanya benjolan di payudara lebih mudah diketahui.

Apabila setelah melakukan tindakan atau gerakan – gerakan di atas lalu ditemukan benjolan di sekitar payudara atau keluarnya cairan dari puting, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Apabila kamu takut, kamu bisa meminta bantuan tim Love Pink Indonesia. Para survivor akan membantu dan menemanimu selama proses pengobatan dan penyembuhan. Selain SADARI, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara, yaitu: Mammografi (pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan Sinar X dosis rendah); USG / Ultrasonografi ( hal ini direkomendasikan bagi para wanita yang berusia 35 tahun ke bawah); Biopsi dan masih banyak lagi teknik – teknik pemeriksaan yang bisa dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia, contohnya di RS. Awal Bros dan RS. Evasari di Jakarta.

951674f9e6f6251f51290c2b6acd3821_20141003193547Kiri mbak Shanti, Tengah mbak Heni dan Kanan Dr. Doddy (sumber)

Mengingat tidak murahnya biaya penyembuhan penyakit mematikan ini, para survivor di Love Pink Indonesia memberikan beberapa tips bagi para wanita karier atau ibu rumah tangga yang sampai saat ini masih takut untuk memeriksakan diri ke dokter. Menurut mbak Heni Risakotta, wanita Indonesia harus berani menghadapi segala sesuatunya sekalipun yang terburuk. Baginya, dukungan keluarga dan teman – temannya memberikan kekuatan tersendiri untuk terus berjuang mengalahkan kanker payudara yang dideritanya pada tahun 2011 dan mengakibatkan ia harus merelakan payudara sebelah kirinya diangkat total. Berbeda dengan mbak Heni, menurut mbak Shanti Rosa Persada yang juga salah satu survivor Love Pink Indonesia, menerima kenyataan, ikhlas dan terus berusaha adalah kunci kesembuhannya. Ia percaya bahwa sekarang bukan saatnya ia harus mengalah pada kanker tapi sekarang adalah saatnya untuk terus berjuang demi keluarga dan buah hatinya.

914920b4e8b3b7ccc8d9c643a89ba744_dsc_2448

Pak L. Iwan Pranoto dari Asuransi Astra (sumber)

Pada kesempatan wokshop seputar Garda Medika dan Octobreast hari Jumat lalu, saya mendapat banyak informasi seputar penyakit kanker yang menjadi pembunuh no 1 paling mematikan bagi wanita di dunia ini. Sekarang saya seperti harus lebih ekstra peduli pada diri sendiri, bukan hanya menjalankan program hidup sehat, saya juga harus lebih sering mengajak interaksi tubuh saya sendiri. Selain itu, saya juga harus melakukan beberapa hal dibawah ini untuk mengantisipasi penyakit kanker payudara :

  1. Gunakan asuransi kesehatan. Terlihat sepele namun ini adalah utamanya. Seperti yang dialami mbak Heni, di tahun 2011 ia harus melakukan serangkaian operasi dan kemoterapi demi kesembuhannya dan itu tidaklah murah. Beruntunglah beliau yang sudah menjadi anggota asuransi kesehatan dan setengah lebih biaya pengobatannya ter-cover oleh asuransi kesehatannya. Dalam sesi tanya jawab kemarin, pihak dari Asuransi Garda Medika mengaku akan meng-cover semua biaya pengobatan kanker sesuai dengan premi bulanan yang dibayarkan. Sayang, untuk sementara Garda Medika tidak melayani retail alias hanya melayani korporat. Saya langsung mencari cara gimana caranya kantor saya menggunakan Garda Medika. Karena asuransi kesehatan ini adalah bagian dari Asuransi Astra yang sudah tak diragukan lagi karena sudah mendapat berbagai macam penghargaan seperti Platinum – Indonesia Best Brand Award (2002 – 2014), Top Brand Award (2007 – 2014), Service Quality (2007 – 2014) dan masih banyak lagi penghargaan yang sudah tidak diragukan lagi. Hebatnya lagi, asuransi Garda Medika meng-cover beberapa tindakan medis yang jarang diasuransikan di perusahaan – perusahaan, seperti gigi dan mata. Serius, jadi pengen deketin HRD dan suruh ganti asuransi ke Garda Medika 😛
  2. Konsultasikan dengan dokter yang berpengalaman di bidang kanker, agar segala tindakan yang dilakukan baik itu deteksi dini, penyembuhan dan pemulihan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  3. Browsing! Internet saat ini menjawab apapun informasi yang dibutuhkan manusia. Sering – seringlah mencari informasi seputar gejala dan tanda – tanda penyakit kanker payudara untuk deteksi dini
  4. Melakukan pola hidup sehat dengan mengurangi stress, makan makanan sehat / organik, tidak merokok, tidak minum minuman keras , rajin berolahraga dan luangkan waktu berkumpul bersama keluarga.
  5. Yang terakhir dan terpenting adalah selalu berdoa dan ikhlas pada kenyataan yang ada. Saya selalu ingat sebuah pesan bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan dan ujian melebihi kemampuan umatnya. Maka saya percaya bahwa segala penyakit yang diberikan pasti bisa disembuhkan selama kita berusaha, berdoa dan berikhtiar.

Acara workshop penuh manfaat kemarin diakhiri dengan berfoto bersama seluruh blogger, tim dari blogdetik, Garda Medika dan survivor dari Love Pink Indonesia dengan menggunakan gelang berwarna pink!

ab91de89797f3279923cd548c4b907f6_gelang-pink-2Cheers! (sumber)

Bagi teman – teman yang ingin tahu lebih banyak soal kanker payudara, asuransi Garda Medika dan Love Pink ID, ayo ikutan event besar Jakarta Goes Pink yang akan diselenggarakan pada hari Minggu 12 Oktober 2014 start di Plaza Indonesia dan berakhir Balai Kota Jakarta dengan kurang lebih 3000 peserta yang peduli dengan kanker payudara akan membuat Jakarta berubah menjadi lautan pink! Sayangnya, pendaftarannya sudah ditutup karena kelebihan kapasitas, tapi untuk yang masih peduli dan mau ikut seru – seruan dalam acara ini masih diperbolehkan hadir dengan dresscode serba pink! Mau ikutan? Cek informasi selengkapnya di: http://www.jakartagoespink.com/ atau cek website Love Pink Indonesia di www.lovepinkindonesia.org dan twitter mereka di @lovepinkID atau kunjungi website Asuransi Astra di www.asuransiastra.com dan twitter @GardaOto.

Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dan ilmu bagi kita semua. Ayo support dan sebarkan semangat positif bagi para wanita yang berjuang melawan kanker payudara. Yakinkan bahwa mereka bisa sembuh dan kembali beraktifitas kembali seperti semula. Semangat ladies!

Share:

“Apa yang terjadi di hidupku seandainya internet mati?”

Gue pernah memikirkan hal ini, setahun lalu saat gue mulai masuk ketahun kedua di dunia digital. Kerja sebagai Social Media Specialist ternyata ngebuat gue seakan nggak bisa hidup tanpa internet. Awalnya gue nggak pernah nyangka harus jadi pecandu internet, ternyata disinilah passion gue. Walaupun kenyataannya gue pernah bercita – cita jadi seorang penulis novel, atau minimal teenlit. Kebiasaan gue dijejelin novel dan teenlit dari kecil ngebuat gue punya mimpi buat mewujudkannya. Tapi setelah gue lulus kuliah, semuanya udah kayak khayalan doang. Apalagi gue sekarang udah suka sama kerjaan gue saat ini.

Dan akhirnya kalau nyatanya internet hanya cuma kenangan, dan kita kembali hidup di era buta digital, gue akan memutuskan menjadi penulis. Walaupun nantinya karya gue bakal ditolak mentah – mentah sama penerbit, ataupun kalau terbit nggak ada yang beli, gue akan tetap menulis. Karena jujur sampai detik ini bab novel gue nggak pernah bergeser dari tulisan bab 2. Mentok! Dengan alesan banyak kerjaan dan kenyataannya emang begitu, novel – novel yang gue impikan tak kunjung selesai diketik. Setidaknya kalau internet beneran mati, gue nggak ada alasan sibuk lagi.

Kalau nyatanya novel karya gue bener – bener ditolak pasaran, oke gue nyerah. Mungkin saatnya gue jadi penulis yang mulai semuanya dari bawah. Menulis cerpen buat majalah atau mepet – mepet gue jadi jurnalis. Toh sama – sama jadi penulis, kan? Intinya, kalau internet di dunia ini mati, gue akan jadi penulis. Apapun titel di belakang kata penulis, gue akan tetap jadi penulis.

— tulisan ini diikutsertakan dalam #miniwritingproject Benzbara 🙂

Share: