IBX581FD685E3292
Browsing Category:

Reportase

pasta-gigi-halal

Alhamdulillah ternyata sudah setahun lebih saya resmi (kembali) pakai hijab. Sekitar 8 tahun lalu, saya pernah menutup hijab. Tapi karena tujuannya biar sang pacar – yang sekarang sudah jadi mantan, senang. Iya, dulu si Mr. R itu selalu bilang sama saya kalau perempuan idamannya adalah yang memakai hijab. Karena lagi masa-masa cinta buta, jadilah saya ikut-ikutan pakai hijab. Begitu putus, ikutan dibuka lagi deh rambutnya. Maklum, belum dapat hidayah kalau kata orang-orang mah.

Share:
travel-bra-by-wacoal-indonesia

Siapa yang sering heboh setiap packing buat nge-trip? Saya ngacung paling tinggi deh. Nggak hanya semalam atau dua malam, kadang-kadang nge-tripnya masih minggu depan hebohnya sudah dari sekarang. Ampun deh gemes sama diri sendiri!

Drama setiap packing itu nggak jauh-jauh dari pengen bawa ini bawa itu tapi tasnya nggak muat. Nggak beli bagasi tapi pengen bawa baju segabruk-gabruk. Terus akhirnya stress sendiri karena kok kayaknya nggak sesuai sama ekspektasi bisa ootd ganti-ganti kayak para selebgram hahaha. Sungguh saya ribetnya sereceh itu setiap liburan.

Share:
belanja-hemat-berhadiah-di-itc-shopping-festival-2018

Kemarin saya baru banget nulis cerita tentang persiapan nikah pakai biaya sendiri alias nggak minta orang tua. Buat yang belum baca, boleh cek artikelnya di sini.

Seneng banget karena ternyata respon yang baca positif semua. Ada yang sampai DM di Twitter dan Instagram terus curhat panjang lebar, ada yang ikutan bikin skala prioritas mirip sama yang saya tulis. Pun ada yang ikutan sharing kalau syarat paling mudah untuk menabung untuk menikah itu adalah mengendalikan nafsu belanja. Yes, hasrat belanja emang selalu jadi musuh orang-orang yang niat nabung. Asli. Untung kantor saya sekarang agak jauh dari pusat perbelanjaan, kalau deket mah udah bhay lah uang tabungan bakalan menghilang dengan sendirinya hahaha.

Share:
mitos-dan-fakta-seputar-anyang-anyangan

Entah dari kapan, saya lagi tertohok banget sama pepatah, “Biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.” Kenapa? Karena ada kebiasaan buruk saya yang sebenernya nggak boleh dilakukan tapi tetep aja jadi hal yang rutin saya lakukan berkali-kali: nahan buang air kecil.

Kebiasaan jelek ini saya mulai dari SD, gara-gara salah satu guru saya punya kebiasaan merokok di toilet dan saya yang alergi asap rokok langsung no no ogah pipis di toilet sekolah. Akhirnya setiap kepengen pipis langsung ditahan sebisa mungkin supaya bisa buang air kecil di rumah.

Share:
tabungan-emas-pegadaian

[SPONSORED POST]

Inget banget waktu kecil Nenek nyuruh saya buat menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung. Dulu saya sampai punya beberapa celengan. Buat uang kertas dan uang koin dipisahin btw. Biasanya sih kalau celengannya udah penuh baru deh bisa buat beli barang yang saya pengen. Pas SD saya nabung paling banyak seribu sehari, pas SMP naik jadi 5 ribu sehari dan SMA jadi 7 ribu sehari hahaha naiknya dikit banget karena jarak rumah ke sekolah kudu naik 2x angkot.

Share:
semua-tentang-bra

[SPONSORED POST]

Mencari bra yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan saya itu bukan perkara mudah. Apalagi dengan kondisi badan overweight, pakaian luar aja susah banget ketemu yang pas apalagi pakaian dalam. Di tahun-tahun pertama menggunakan bra, saya struggling setengah mati. Setiap ke supermarket atau toko pakaian dalam, pasti saya selalu dipandang sebelah mata. Bahkan pernah mba-mba penjual bra menatap saya dengan tatapan intimidasi, seolah-olah dia ngomong “Siapa suruh punya badan gede banget?”. Detik itu juga saya langsung keluar dari tokonya dan nggak pernah balik-balik ke toko itu, sampai detik ini.

Share:
investasi-hunian-jakarta

Belakangan ini banyak sekali artikel di media online yang bilang kalau Generasi Y alias para milenial akan kesulitan bahkan nggak bisa punya rumah karena perubahan kebutuhan dan gaya hidup. Buat saya pribadi, anggapan itu ada benar dan nggaknya. Tapi lama kelamaan saya jadi sadar kalau gaya hidup para milenial termasuk saya sendiri yang membuat kenapa rasanya gaji berapapun tetap nggak cukup untuk beli hunian sendiri.

Share:
1237