IBX581FD685E3292
Browsing Category:

Uncategorized

akhirnya-dateng-ke-event-offline-sembari-jadi-saksi-pengundian-grand-prize-sampoerna-mobile-saving

Judulnya panjang karena seseneng itu bisa dateng ke acara offline lagi dan ketemu teman-teman blogger lainnya. Setelah pandemi 2 tahun terakhir yang berdampak seluruh event berubah jadi online, bisa ngobrol – ketawa – nyanyi bareng sembari jadi saksi para pemenang undian Grand Prize Sampoerna Mobile Saving jadi pengalaman menyenangkan dan nggak akan saya lupakan di Ramadan tahun ini.

Share:
rayakan-awal-baru-dengan-prudential-syariah

Semua orang pasti punya resolusi di tiap pergantian tahun. Sama seperti saya, yang kali ini resolusinya agak spiritual, nih. Iya, saya punya resolusi untuk perlahan meninggalkan yang konvensional dan beralih ke yang berbasis syariah, terutama asuransi. 

Mungkin memang butuh waktu untuk terbiasa ya, meninggalkan yang sudah biasa dipakai (konvensional) dan beralih ke yang mungkin masih awam banget ilmunya yang saya tahu, seperti yang berbasis syariah ini. Tapi, kenapa enggak? Sejujurnya saya penasaran banget pengen belajar dan cari tahu lebih dalam tentang asuransi berbasis syariah.

Share:
melepas-penat-di-dufan-di-masa-pandemi

Adakah yang mulai ngerasa bosan to the max setelah harus working from home selama 2 tahun terakhir ini? Saya ngacung paling tinggi deh! Rasanya udah lelaaaaah banget. Pengen liburan ke luar kota, tapi nggak sanggup ninggalin Monmon si kucing gembul kesayangan sendirian di rumah. Mau di rumah mulu juga udah nggak sanggup. Ke Dufan seru kali ya?

Share:
uninstallkhawatir-bareng-gojek

Beberapa dari kalian pernah baca cerita kesal – sedih – marah – saya sama salah satu brand ojek online karena dulu pernah jadi ‘korban’ diturunin di tengah jalan dengan alasan lokasi pengantaran saya jauh dengan rumahnya doi. Gimana nggak kesel, waktu itu jam 8 malam dan saya diturunin di pinggir jalan raya dekat dengan hotel yang sering dianggap tempat ‘begituan’ sama orang-orang.

Share:
berkat-happyfresh-akhirnya-bisa-berdamai-dengan-calon-suami

Sebulan setelah memutuskan untuk menikah, keluarga langsung memberikan wejangan-wejangan supaya saya dan Odi selalu waras dan sabar selama menyiapkan pernikahan. Maklum, kami mengerjakan A to Z benar-benar berdua karena nggak pengen ngerepotin orang lain. Nasehat-nasehat dari keluarga dan saudara saya simpan baik-baik di ingatan, walaupun sempat bingung. Ada apa sih dengan persiapan pernikahan? Masih clueless karena waktu itu yang saya pikirkan hanya vendor-vendor pernikahan yang harus saya hubungi sesegera mungkin.

Share:
casa-living-senayan

September ini benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Setiap minggunya, selalu saja ada hal yang harus diurusi. Dimulai dengan jadi wedding organizer dadakan di pernikahan teman baik saya, lalu minggu ke-dua dihabiskan dengan mengurus segala perintilan yang berhubungan dengan Jak-Japan Matsuri, lalu minggu selanjutnya dihabiskan dengan rapat keluarga untuk pernikahan saya, sampai menghabiskan akhir pekan kemarin di Tanah Abang, berburu bahan kebaya untuk seragam pernikahan. Lelah, tapi senang, tapi ada sedihnya, tapi bahagia, ah September ini terlalu manis dan seru buat saya.

Share:
lamaran-hemat-budget-5-juta

Sungguh, judulnya menginspirasi sekali ya? Sudah cocok jadi motivator belum? *lol*

By the way, saya nggak tahu ya kapan draft ini bakalan rilis di blog soalnya lagi super hectic parah nih. Sungguh alasan klasik yang masih rutin saya pakai di hampir setiap postingan blog yang telat banget tayangnya hahaha. Soalnya beneran lho, nyiapin perintilan pernikahan ternyata nggak mudah sama sekali. Apalagi karena saya dan calon suami karyawan kantoran 9 to 5 dan kami berdua nyiapin segalanya cuma berdua. Orang tua cuma jadi teman ngobrol dan minta pendapat aja, biaya dan yang sibuk jalan sana-sini ya kami berdua.

Share:
in Uncategorized

Nikah Biaya Sendiri

at
nikah-biaya-sendiri

Judulnya agak-agak gimana gitu ya hahaha soalnya emang insya allah di tahun ini saya mengambil keputusan yang jadi salah satu keputusan terpenting di hidup saya: MENIKAH DENGAN BIAYA SENDIRI.

Mungkin bagi sebagian orang soal nikah ini nggak ribet-ribet banget. Kalau calonnya udah ada, keluarga setuju dan mau ngebiayain, yaudah mau nunggu apalagi? Tapi kalau saya agak beda sih, dari zaman pacaran baru hitungan bulan sama Odi langsung kekeuh mau nikah pakai uang sendiri. Alasannya sederhana: kami berdua tipe orang yang paling nggak suka diatur. Titik.

Share: