IBX581FD685E3292

DRAMA SETELAH BERHIJAB

DRAMA SETELAH BERHIJAB

Sesungguhnya, ini bukan kali pertama saya berhijab. Dulu, sekitar 8 tahun lalu, saya pernah berhijab; demi menyenangkan hati seorang pria, pacar saya yang tentunya sekarang sudah jadi mantan :)))

Dulu, gaya pacaran saya sama Mas mantan ini sungguh berbeda dari kisah-kisah cinta monyet lainnya. Nggak ada yang namanya pegangan tangan, pelukan pas boncengan motor, apalagi sampai kiss sana-sini. Mau nyebrang di jalan raya aja saya cuma berani megang bajunya. Asli, saat itu saya pikir dia pria yang saya idam-idamkan untuk menjadi imam saya kelak. Bahkan saya akhirnya berhijab dengan harapan Mas mantan bakalan segera melamar dan menjadikan saya istrinya. Segitu pengennya dinikahin sama Mas mantan lho saya waktu itu.

Hubungan kami baik-baik aja selama 5 bulan pertama, hingga akhirnya saya mergokin ada sms dari mantannya yang menyebut dia dengan sebutan “Pah…”. Ewh, saat itu seketika saya ilfeel setengah mati. Tapi akhirnya pertahanan saya luluh pas dia sakit DBD dan dirawat di RS selama seminggu. Karena saya saat itu masih berstatus karyawan kontrak di kantor pertama saya kerja, jadi saya cuma bisa nengokin Mas mantan sepulang kerja, jam 6 sore. Udah dandan rapih, pakai hijab favoritnya si Mas Mantan plus bawa tas pesta (ya ampun niat banget bawa tas pesta ke kantor demi Mas Mantan hahaha). Dan ternyata, pas saya sampai di kamar rawat, Mas mantan lagi disuapin sama seorang perempuan yang belakangan saya tahu dialah mantan si Mas mantan yang kekeuh mau balikan sama Mas mantan. The ‘Ewh’ moment kembali terulang. Saya langsung balik badan dan pulang dari RS. Seminggu kemudian kami putus dengan nggak baik-baik sama sekali. Drama banget lah pokoknya, mau nginget lagi kok ya males ya hahaha.

Bodohnya, saking patah hatinya saya, akhirnya saya buka lagi hijab yang sudah saya kenakan selama sebulan penuh saat itu. Dan saya akhirnya memilih untuk bereksperimen dengan rambut saya sampai-sampai lupa menutupnya lagi. Bahkan mungkin rasanya saya emang nggak kepengen nutup lagi, waktu itu.

Long story short, akhirnya saya berpacaran sama Odi sampai sekarang usia pacaran kami sudah 7 tahun. Lama ya, ibarat nyicil rumah, 3 tahun lagi lunas. Tapi ya gitu deh, saya nggak akan cerita panjang lebar kenapa hingga saat ini kami belum menikah karena saya pikir hal tersebut bukan urusan publik. Intinya, kami sedang berusaha untuk segera menghalalkan hubungan ini.

Dan sekarang, saya berhijab (lagi). Pertama-tama, saya mau bilang kalau ini bukan karena Odi. Dia memang meminta saya segera berhijab sebelum menikah, tapi sayanya kekeuh nggak mau karena takut ‘terpaksa’ dan kejadian 8 tahun lalu terulang lagi. Jadi pelan-pelan, selama setahun lebih, saya memantapkan diri untuk menutup diri saya perlahan-lahan. Dan insya allah sekarang sudah resmi berhijab. Kalau ditanya alasannya kenapa berhijab, saya nggak bisa jawab secara gamblang. Intinya, saya ngerasa lebih nyaman dan ‘dilindungi’ selama menggunakan hijab. Rasanya adem-adem plus tingkat percaya diri saya meningkat aja gitu. Ditambah setelah dapet scarf cantik dari salah satu event, saya malah jadi semakin pede untuk pakai hijab.

Setelah berhijab, terus masalah selesai? Enggak. Karena sekarang saya kebingungan cari-cari hijab dan pakaian lengan panjang karena ternyata saya punya banyak baju yang terbuka banget! Ya ampun, nggak nyadar lho kalau ternyata 80% lemari saya isinya baju berlengan pendek atau baju-baju yang pundaknya terbuka bahkan yang pendek-pendek banget jadi nggak bisa saya pakai keluar rumah. Jadi sekarang saya lagi rutin-rutinnya order baju-baju baru di online shop langganan saya. Sekalian cari inspirasi model hijab yang bisa saya gunakan setiap hari, supaya orang-orang nggak bosen lihat saya begin-gini aja penampilannya hahaha.

Lalu kepikiran juga, pasti banyak yang ngalamin masa-masa galau saat akhirnya memutuskan berhijab. Galau karena bingung mau pilih hijab yang modelnya kayak gimana atau bahannya kayak apa. Karena bukan cuma tas pesta yang kudu dipadupadanin sama warna gaun, tapi hijab juga lho. Saya aja sekarang butuh waktu 10 menit buat nentuin mau pakai hijab warna apa atau model apa, cocok nggak sama kemeja atau pakaian yang saya pakai. Begitu terus setiap mau keluar rumah hahaha.

Saya jadi punya tips untuk memilih hijab bagi pemula atau yang baru banget memutuskan berhijab. Sebenernya tipsnya buat saya sendiri sih, tapi siapa tahu bisa ditiru juga. Kalau enggak yaudah nggak apa-apa lah ya hahaha atau misalnya ada yang punya tips milih hijab juga, boleh banget dishare di kolom komentar ya. Nanti saya masukkin supaya makin komplit 🙂

  • Pilih bahan yang adem, lembut dan nyaman dipakai. Buat pemula mah nggak perlu lah beli hijab tumpuk-tumpuk karena bakalan panas dan bikin gerah pas dipakai.
  • Jenis bahan atau kain hijab yang bisa dipilih itu katun, wolfis, sifon, spandek dan jersey.
  • Perbanyak koleksi hijab berwarna natural atau polos, karena bisa dipaduin sama baju motif apapun. Kalau hijabnya udah rame, mending jangan pakai baju atau atasan yang rame juga. Bisa-bisa malah nggak pede.
  • Sering-sering gugling jenis-jenis hijab. Kalau saya sendiri sih masih terbatas banget pilihan hijabnya karena baru nemu yang sregnya segitu-gitu aja. Biasanya saya pakai jilbab segi empat, bergo, pashmina, sama scarf. Butuh waktu dan trial & error berkali-kali buat nemuin jenis hijab yang ‘sreg’ dan rasanya pantes dipake. Inget, semuanya kudu pelan-pelan asal kitanya nyaman ya.
  • Perbanyak lihat-lihat tutorial bentuk hijab di Instagram. Saya sendiri sudah follow beberapa akun selebgram yang berhijab dan follow hestek #tutorialhijabpashmina. Tips yang ini saya dapetin dari temen-temen yang komentar di postingan penuh kegalauan saya di Instagram minggu lalu. Makasih ya!

Gaes, aku kehabisan ide buat utak-atik hijab ‍♀️ _ Baru 2 bulanan memang rutin berhijab, tapi entah kenapa belum nemuin gaya yang sreg. Ada sih yang sreg, hijab instan yang beli di online shop cuma 30ribuan, tapi bahannya licin dan ku benci karena gerak dikit bakal melorot dan bikin rambut berantakan lagi. Sebel _ Terus biasanya pakai hijab segiempat begini tinggal kasih peniti di dagu dan diiket sana-sini. Kelar! Simpel sih tapi bosen masa begini mulu. So please kasih referensi akun hijaber yang gaya berhijabnya bisa jadi referensi buat pemula kayak aku ‍♀️ _ Oh ya satu lagi, plis jangan kasih saran untuk pakai jarum pentul karena nggak mau sama sekali. Aku parno karena sodara ada yang ketelen jarumnya jadi maunya yang pakai peniti aja ringkes. Sekalian boleh online shop hijab favorit kalian gengs, sebutin aja mumpung bentar lagi gajian _ Maaci yah semuanya ❤️ btw mau pamer, kacamata baruku dari @optik_kmn. Reviewnya udah tayang yes di blog #clozetteid #biargedetapipede

Sebuah kiriman dibagikan oleh PUTRIKPM (@kpmputri) pada

Dari semua tips di atas, yang terpenting sebenernya adalah hati kita sih. Kalau hatinya sudah siap dan udah nyaman berhijab, insya allah nantinya bakalan lebih mudah untuk beradaptasi dengan penampilan baru.

Untuk teman-teman yang baru memutuskan berhijab, alhamdulillah saya ada temennya. Kita belajar pelan-pelan ya, semoga selalu istiqomah dan semakin pede dengan penampilan barunya. Aamiin.

See you on my next post!

 



47 thoughts on “DRAMA SETELAH BERHIJAB”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.