IBX581FD685E3292

Mengenal Lebih Dekat Profesi Social Media Officer

Empat tahun lalu, saya pun masih geleng – geleng saat ditanya apa itu social media officer. Bahkan ketika teman kuliah saya menawarkan pekerjaan itu, sayang langsung browsing info sebanyak – banyaknya. Dan sehari setelah penawaran itu, saya langsung bilang “Mau!” karena tertarik dengan salary yang ditawarkan. Entah saya yang mata duitan atau memang ini takdir hidup saya. Setelah kejadian itu hingga detik ini, saya sudah mendapatkan gaji dari pekerjaan saya sebagai social media officer. Pekerjaan yang bagi sebagian orang dianggep terlalu mudah ini sebenernya nggak mudah – mudah amat. Saya sering banget dapet statement kayak gini, “Kerjaan kamu social media officer? Pasti sehari – hari cuma online doang, enak banget sih hidupmu!” padahal kenyataannya pekerjaan ini nggak segampang dan seenak yang mereka pikirkan.

 

Saya yang memiliki background advertising di fakultas komunikasi pun ternyata masih harus belajar dari awal. Saya harus memahami job desc yang diberikan karena menjadi social media officer ternyata agak sedikit sesuai dengan jurusan kuliah saya. Sayangnya, mata kuliah social media baru dikeluarkan pihak kampus di satu angkatan di bawah saya. Ngenes ya? Jujur selama kuliah saya nggak pernah dapet pendidikan tentang ke-social media­-an, jadi saya benar – benar meraba dari bawah berbekal pengetahuan yang saya punya sebelumnya, tanya sana – sini dan Mbah Gugel yang setia menemani.

Emang sih, kerjaan saya ini garis besarnya cuma online, browsing, dan chatting doang. Tapi sebenernya, kami para socmed officer ini harus kreatif supaya bisa menulis konten untuk di-post di akun – akun socmed klien. Kontennya pun nggak sembarang konten. Harus memiliki nilai hard selling atau soft selling dan menarik para followers di twitter ataupun fans di fanpage untuk tetap setia mengikuti akun tersebut. Selain itu, kontennya pun dibuat dalam dual language, karena salah satu klien saya kantornya di HongKong, jadi setiap postingan yang dibuat harus dengan dua bahasa, Indonesia dan English. Nggak semudah ngebalikin telapak tangan lho buat nerima approval dari klien. Berbagai macam kritikan dan permintaan ini itu demi konten yang sesuai dengan keinginan klien sudah menjadi makanan sehari – hari saya. Ada juga sih klien lokal, kontennya cuma pakai bahasa Indonesia tapi harus out of the box. Hayo gimana hayo?

Selain kreatif, yang dibutuhkan oleh seorang socmed officer adalah melek perkembangan socmed. Ini sih penting banget, mana ada klien yang pengen akun socmed-nya diisi konten basi dan nggak bermutu? Bisa – bisa followers dan fans-nya menurun drastic dan siap – siap aja dapet email pake capslock sambil nanya WHY? dari klien. pengalaman 😛

Seorang social media officer juga harus stand by dan sabar. Stand by 24 jam untuk ngejawabin pertanyaan dari para followers dan fans. Sifat sabar akan berguna saat ada followers atau fans nanya melulu kayak tamu. Udah gitu pertanyaannya kadang nggak nyambung. Misalnya, ada followers mention gini: “Min, bagi link streamingnya dong?”. Padahal akun socmednya adalah saluran TV berbayar, masak ditanyain link streaming? Pusing pala Barbie…

Dan kalau sudah siap jadi socmed officer, berarti harus siap brainstorming kapan aja dan dimana aja. Harus siap dikejar – kejar deadline postingan padahal di hari libur. Kudu sigap ngehapus postingan spam yang masuk ke wall fanpage meskipun di tengah malem. Dan kudu siap nerima whatsapp klien yang nanyain typo atau salah ketik walaupun cuma satu huruf.

Tapi bagaimanapun juga, social media sudah menjadi mata pencarian utama saya, ditambah dengan nyambi jadi buzzer dan blogger yang juga menghasilkan. Pekerjaan ini memang menambah minus di mata saya jadi -4 dan silinder 2,5. Tapi dari sini jugalah saya bisa belanja ini itu, nyenengin orang tua, sedekah dan nabung. Alhamdulillahnya, jadi socmed officer itu bikin saya makin melek sama dunia baik nyata maupun maya. Jadi, mau kerja sebagai socmed officer?



106 thoughts on “Mengenal Lebih Dekat Profesi Social Media Officer”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.