IBX581FD685E3292
in Reportase, sponsored post

Serius Mau Beli Apartemen Meikarta Cikarang?

at
serius-mau-beli-meikarta-cikarang

Saat sebelum menikah, saya dan Odi sampai lupa urusan mencari tempat tinggal yang akan kami huni setelah menikah. Urusan dokumen dan segala macamnya benar-benar kami urus berdua, jadi maklum saja kalau urusan rumah yang seharusnya prioritas malah jadi hal terakhir yang kami pikirkan. Dan setelah proses ijab serta resepsi selesai dilakukan, kami akhirnya sepakat untuk tinggal bareng orang tua saya terlebih dahulu sembari ‘nyicil’ untuk down payment.

Baca perjalanan kami menuju “Nikah Biaya Sendiri” di sini.

Sebulan kemudian, kami baru mulai obrolin jenis rumah pertama yang akan kami miliki. Apakah rumah tapak atau apartemen? Pertimbangannya cukup banyak sih, mulai dari lokasi, keamanan sampai fasilitas yang tersedia. Tadinya sempat kepikiran mau pilih rumah tapak, tapi mikirnya panjang banget. Saya sama Odi bukan tipe orang yang resik dan bisa urus rumah. Maunya yang simpel aja nggak banyak ini itunya. Dan setelah menimbang-nimbang biaya, akhirnya rumah tapak kami coret dari daftar hunian pertama impian kami. 

Akhirnya, kami sepakat untuk memilih apartemen, tapi di mana? Sejak jauh-jauh hari, saya kepikiran banget sama Meikarta Cikarang. Gimana nggak kepikiran, berbulan-bulan selalu lihat iklannya di televisi, bioskop, bahkan pamerannya sangat mudah ditemukan di mall-mall Jakarta. Beberapa brosurnya bahkan masih ada di rumah orang tua saya sampai sekarang. Tapi, karena ada berita burung tentang mandeknya progress pembangunan Meikarta, saya dan Odi mulai mengubur pelan-pelan impian untuk punya hunian di rumah. Hingga akhirnya saya baca berita tentang serah terima yang dilakukan oleh Meikarta sejak awal Maret  2020 lalu. Saya dan Odi langsung kembali cari tahu tentang hunian impian kami yang lokasinya ada di pinggir Jakarta.

Kenapa Meikarta? Bukan hal yang tabu kalau apartemen ini menggaung-gaungkan cicilan murah yang bisa dijangkau oleh kalangan muda seperti saya dan suami. Ihiy, mengaku muda nih hahaha. Iya, cicilannya sangat terjangkau, mulai dari Rp 1 jutaan perbulan dengan harga per-unit sekitar Rp 200 jutaan. 

Meikarta juga mengusung konsep Smart Living Apartment, konsep yang memang saya dan suami butuhkan. Mulai dari dukungan fasilitas digital seperti internet Fiberoptic (dengan kecepatan hingga 1 GBPS), fasilitas Smart PopBox yang akan memberikan notifikasi ke ponsel penghuni jika ada paket atau penerimaan dokumen / barang, dan aplikasi MyMeikarta yang menjadi sarana informasi terupdate untuk semua penghuni tower. 

Faktor terpenting yang juga menjadi pilihan buat saya dan suami dalam memilih apartemen adalah daftar tenant commercial dan fasilitas publik. Lokasi komersial yang sudah buka di Meikarta Cikarang bikin saya senyum, mulai dari sekolah, bioskop, berbagai bank, resto sampai barbershop sudah beroperasi. Bahkan denger-denger beberapa tenant baru juga akan buka dalam waktu dekat. Kalau begini sih rasanya malas keluar dari lokasi apartemen ya, maunya di situ-situ aja udah, lengkap sih. Fasilitas publiknya juga nggak bisa dianggap enteng. Ada rumah sakit, terhubung dengan Tol Jakarta Cikampek, KRL, dan beberapa rencana pembangunan transportasi umum yang bikin bahagia kalau beneran sudah jadi seperti MRT, LRT dan Express Train Jakarta. Wah, kalau begini jadi beneran pengen beli unit di Meikarta Cikarang ya?

Walaupun saya dan suami baru bisa lihat unitnya dari brosur, tapi kami berencana untuk datang langsung dan melihat progress pembangunan di Meikarta. Rencananya sih setelah masa pandemi Covid19 berakhir, saya dan suami mau lihat langsung ke Cikarang. Kalau sudah lihat dan merasakan langsung atmosfer tinggal di tempat yang serba ada, saya mau buat lagi tulisannya ah. Tungguin informasi selanjutnya dari saya ya!

Atau kalau mau cari info ter-update seputar Meikarta, silahkan lihat di media sosial berikut ya:

Instagram: @themeikarta

Youtube: The Meikarta

putrikpm
Share:

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.