IBX581FD685E3292
Browsing Tag:

backpacker ala PutriKPM

14 FEB – DAY 3
Entah kenapa di hari terakhir di Bandung saya justru bisa tidur nyenyak. Bahkan baru bangun setelah alarm di henpon pacar berbunyi. Jam 7 pagi, pacar langsung buru – buru mandi. Rencananya jam 10 kami akan jalan kaki ke ST. Hall alias Stasiun Bandung sambil melewati Kartika Sari dan akan mampir untuk membeli oleh – oleh untuk teman – teman blogger. Saya niat beli karena besoknya akan bertemu dengan teman – teman di 2 acara blogger sekaligus. Rasa ngantuk ternyata masih menggelayuti saya pagi itu. Pacar sudah wangi dan rapih jail sedangkan saya masih selimutan di kasur. Setelah diomelin, barulah saya mandi jam 8 pagi. Sarapan roti dan selai coklat (yang dibeli di PVJ kemarin). Tapi kayaknya perut raksasa saya masih belum kenyang dan ngidam nasi uduk hangat. Maka jam setengah 10 pagi kami check out hotel dan segera menuju ke ST. Hall sambil berharap bertemu tempat sarapan yang pas.

Share:

PS: Baca cerita seru Backpacker ala PutriKPM hari pertama disini dan hari kedua disini!

 13 Feb – Day 2 (lanjutan)

Karena perut yang semakin krucuk – krucuk, akhirnya saya dan pacar memutuskan untuk mampir ke PVJ (Paris Van Java) untuk mencari makan sekaligus jalan – jalan dan cari cemilan. Dari De’ Ranch, kami berjalan kaki kea rah jalan raya dan kembali menaiki angkot krem seperti awal berangkat. Ternyata jalur si angkot krem ini memutar, jadi PP ST. Hall – Lembang sama seperti jalur Lembang – ST. Hall. Asyik mengobrol sana sini, akhirnya pak supir menyuruh kami untuk turun dan ganti angkot berwarna biru tua. Kami mengikuti arahan si pak supir dan membayar ongkos 12ribu rupiah. Lalu kami menaiki angkot biru tua yang sudah stand by di samping angkot krem. Baru sekitar 10 menit, angkot biru tua ini berhenti di pertigaan dan supirnya menyuruh kami ganti angkot lagi. Katanya bisa naik angkot kuning ataupun hijau. Kami manggut – manggut setelah membayar ongkos 6ribu rupiah. Jujur, saya nggak tau harga ongkos di Bandung jadi saya menyamaratakan dengan harga ongkos di Jakarta. Toh si supir nggak pernah komplain dengan ongkos yang saya kasih. Sekitar 5 menit kemudian ada angkot berwarna kuning, setelah kami tanya kata si supir angkot ini lewat PVJ. Benar saja, baru sekitar 5 menit kami duduk di angkot kuning ternyata PVJ sudah terlihat di sebelah kiri.

Share:

Bandung, sebuah kota yang menurut sebagian orang adalah tempat yang pas untuk melepas penat akibat terus – terusan dikejar deadline. Lokasinya yang nggak terlalu jauh dari Jakarta menjadi alasan utama saya menghabiskan weekend kali ini di kota yang terkenal dengan kulinernya. Sudah dari sebulan lalu saya merencanakan liburan ke Bandung dengan pacar. Maklum kami LDR yang ketemu enam bulan sekali, rasanya kalau cuma ketemu disitu – situ aja (Jakarta (kota saya) dan Jogja (kota pacar)) sudah terlalu sering kami lakukan. Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya terutama budget kami yang pas – pasan, maka kami sepakat memilih Bandung untuk tempat kami liburan.

Saya dan pacar sudah booking hotel dan tiket kereta dari jauh – jauh hari. Kami memilih naik kereta dibanding transportasi darat lainnya agar mengirit waktu dan mengirit pengeluaran. Selain itu, pemilihan tempat menginap-pun menjadi hal penting kedua, kami sepakat memilih hotel bintang 3 di kawasan wisata Braga karena harganya yang cukup memuaskan dan dekat dengan stasiun. Bisa dibilang liburan kami kali ini bergaya backpacker, walaupun nginepnya di bintang 3 😀

Share: