IBX581FD685E3292
Browsing Tag:

Gojek

uninstallkhawatir-bareng-gojek

Beberapa dari kalian pernah baca cerita kesal – sedih – marah – saya sama salah satu brand ojek online karena dulu pernah jadi ‘korban’ diturunin di tengah jalan dengan alasan lokasi pengantaran saya jauh dengan rumahnya doi. Gimana nggak kesel, waktu itu jam 8 malam dan saya diturunin di pinggir jalan raya dekat dengan hotel yang sering dianggap tempat ‘begituan’ sama orang-orang.

Share:

Kura – kura ninja 💂#gojek

A photo posted by Kartika Putri Mentari (@kpmputri) on May 7, 2015 at 6:57pm PDT

GoJek, aplikasi ojek online yang satu ini memang sedang booming. Sebagai pelopor, promosi GoJek lumayan ampuh karena banyaknya promo – promo yang bikin ngiler. Promo ini pun konsisten, seenggaknya dari awal aku menjadi penggunanya – sekitar bulan Maret lalu. Pertama kali order aku minta dijemput di rumah dan di antar ke Stasiun Gambir. Aku inget banget waktu itu ongkosnya Rp 57.000,- dan aku bayar cuma 7 ribu karena 50 ribunya dipotong dari Go-Jek credit. Go-Jek credit ini sistemnya kayak kartu commuter line, jadi bisa diisi ulang dan dipotong saat ongkosnya sesuai dengan jumlah saldonya atau lebih sedikit dari jumlah saldo yang kita punya. Tapi kalau ongkos kita lebih gede dibanding saldo, mau nggak mau ya bayarnya cash!

Selama 3 bulan menggunakan Go-Jek, bisa dibilang hampir setiap hari aku ketemu dengan berbagai macam tukang ojek. Cara pilih mereka random, sistem kerjanya sama sih kayak order taksi. Siapa cepat dia dapat, jadi kalau driver-nya aktif dia bakalan sering dapat penumpang. Selama 3 bulan ini juga, aku sering denger curhat – curhatan para driver ini. Dulu pas pertama kali pakai Go-Jek sih fasilitasnya cuma instant courier, transport sama shopping. Tapi sekarang nambah Go-Food alias kita bisa minta tolong sama driver Go-Jek untuk beliin makanan yang kita mau. Mereka bakalan bayarin dulu, nah nanti setelah makanannya diantar ke kita, baru deh kita ganti uangnya si Mas Go-Jek ini.

Share: