IBX581FD685E3292
Browsing Tag:

Kamis Ke Bioskop

Nonton film di bioskop emang udah kayak hal wajib yang gue lakuin tiap weekend, apalagi kalau filmnya rame diomongin di social media atau media – media lainnya. Dan kali ini, bukan karena habis baca review atau sinopsisnya, tapi karena adik sepupu kesayangan gue mengajak nonton Guardian Of The Galaxy dan dia kekeuh harus nonton filmnya hari itu juga. Awalnya gue agak males – malesan karena seminggu terakhir ini gue nggak terlalu banyak denger review film ini. Seperti kebiasaan gue sebelum – sebelumnya, gue nggak akan baca sinopsis film yg akan gue tonton. Why? Karena gue nggak mau berekspektasi terlalu banyak. Gue membiasakan untuk membaca sinopsis setelah nonton supaya gue bisa mereview secara subjektif dari sudut pandang gue.
Siang itu gue dan adik sepupu akhirnya sepakat nonton di XXI Grand Mall Bekasi. Gue dating jam 11.30 dan ternyata bioskop baru buka jam 12.30 ya mau nggak mau menghabiskan waktu sambil main muter – muterin mall yg nggak terlalu gede itu.
Sebelum baca review gue, mending baca sinopsisnya dulu:
Setelah 26 tahun diadopsi oleh cahaya yang datang ke bumi, Peter Quill menemukan dirinya menjadi target utama oleh para pemburu manusia setelah menjelajahi planet incaran Ronan.

 

18b149286ca6f2920e017bd5d2ffcbf5

Review:
Kalau lo butuh film untuk refreshing otak alias nggak usah terlalu mikir, lo wajib nonton film ini! Keren! Dengan plot yang dibuat standar, penonton diajak berjelajah ke planet lain, planet Nova. Sasaran utama Peter Quill (diperankan oleh Chris Pratt) adalah sebuah orb yang mempunyai kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Peter yang diperintahkan oleh ayah-angkatnya, Yondu Udonta (Michael Rooker), menemukan sebuah orb berbentuk bulat yang di dalamnya terdapat kepingan berwarna ungu yang bisa member kekuatan bagi mereka yang memegangnya. Ternyata Peter tidak sendiri, ada Gamora (Soe Saldana) yang merupakan anak tiri Ronan yang juga diperintahkan untuk memburunya.
Film terasa lebih seru saat Rocket yang merupakan sebuah Rakun (disulihsuarakan oleh Bradley Cooper) dan sebatan pohon bernama Groot (disuarakan oleh Vin Diesel) juga berburu orb tersebut di planet Nova. Semenjak ada Groot, suasana film lebih hidup karena ternyata si Groot nggak bisa ngomong apa – apa selain ngomong “I’m Groot” hahahahha.
Seperti film – film superhero lainnya, Peter akhirnya bergabung dengan Gamora, Rocket serta Groot. Saat mereka ber-4 tertahan di penjara, mereka bertemu dengan Drax (Dave Bautista) yang ternyata ingin membalaskan dendamnya kepada Ronan (Lee Pace). Ternyata, Gamora pun punya dendam kesumat kepada keluarganya. Ternyata seorang Super Hero punya masalah yang bikin mereka jadi loser. Di film ini diceritakan bahwa masing – masing super hero punya masalah pribadi dan mereka mencoba membalaskan dendamnya masing – masing.

 

guardians-galaxy-big
Akhirnya dibantu Yondu Udonta (Michael Rooker), ke – 5 superhero (Peter, Ganora, Drax, Rocket dan Groot) menyerang Ronan, Nebula (Karen Gilan), dan pasukannya. Sedihnya, Groot mati dalam peperangan. Namun Rocket menanam batangnya di sebuah pot dan akhirnya baby Groot tumbuh berkat air mata kehilangan Rocket.
Film keluarga yang pas ditonton untuk remaja atau anak diatas 10 tahun ini bisa ngebuat weekend makin seru. Nonton ya guys!

Rate: 7/10

 

Share:

Tanggal 1 Mei yang dirayakan sebagai May Day oleh para buruh se-dunia jadi sebuah kelegaan buat gue, kenapa? Karena tanggal 1 Mei lalu bertepatan dengan hari Kamis. Biasanya, setiap hari Kamis jalanan dari kantor ke rumah macetnya nggak ketolongan. Bisa 3 jam dari Buncit ke Cakung. Makanya gue hepi banget pas tau kalau 1 Mei libur. Seenggaknya bisa lepas dari macetnya hari Kamis. Huft.

Tapi ternyata, temen-temen kampus ngajakin kongkow sambil nonton. Gue sih seneng, karena udah beberapa bulan nggak ketemu dan katanya mau nonton The Amazing Spiderman 2. Akhirnya, janjian lah kita di Taman Ismail Marzuki jam 5.00 sore. Gue janjian dengan temen gue yang namanya Fika. Dan ternyata kita datang lebih cepat dibanding teman yang lain, soalnya temen yang lain datengnya jam setengah 6. Oke mataharinya udah mulai menghilang, udah tanda-tanda mau Maghrib. Barulah 2 orang temen gue lainnya dateng. Dan kita sepakat mau beliin dulu tiket temen-temen yang belum dateng. Dan ternyataaaa…….. TIKET THE AMAZING SPIDERMAN 2 NYA HABIS SODARA – SODARA!!! Padahal ada 2 studio di XXI Taman Ismail Marzuki dan semuanya habis, ludes! Padahal baru aja jam 5.45 sore!

Untuk mengubur kekesalan kami yang sudah datang jauh – jauh dari berbagai pelosok daerah (ada yang dari Taman Mini, Kampung Melayu, Harmoni, Cakung, Jatinegara, dll ) akhinya kita sepakat mau nonton Guardian.  Awalnya sih, sempet excited pas baca berita-berita di socmed tentang film ini. Tapi semuanya buyar pas liat filmnya 🙁

20140502_134637[1]

1412621_214047592115723_1871212370_o

Sebelum ngereview, baca dulu deh sinopsisnya.

Setelah terbunuhnya Wisnu di rumahnya, Sarah (Dominique Agisca Diyose) isterinya, berusaha mengajarkan ilmu bela diri kepada anak perempuan mereka, Marsya (Belinda Camesi), yang sebenarnya sangat tidak menyukai ilmu bela diri. Hingga suatu saat, Paquita (Sarah Carter) dan kelompoknya memburu mereka.

Sarah yang meminta bantuan Kapten Roy (Nino Fernandez) sahabat Wisnu di kepolisian belakangan mengetahui ternyata juga diburu oleh anak buah Oscar (Tio Pakusadewo). Adegan-adegan yang memicu adrenalin pun terjadi. Dari kebut-kebutan di jalan-jalan utama Jakarta, tembak-tembakan, sampai pertarungan sengit antara Sarah dan Marsya dengan para pengejarnya.

Dan ternyata filmnya…… bikin nyesel beli tiket 35 ribu 🙁

Film dimulai dengan Wisnu yang nyetir sambil nahan rasa sakit karena pundaknya tertembak. Dari awal udah kesel soalnya teknik pengambilan gambarnya aneh. Terkesan dokumenter tapi kualitas gambar nggak lebih dari video henpon! Dan kemudian, si Wisnu terbunuh, dilihat sama Sarah dan anaknya, Marsha (yang sebenarnya namanya Laura). Nah terus, pas si Marsha nya udah gede, ceritanya Jakarta udah punya MRT, keren sih idenya tapi visualnya menyedihkan. MRT nya 3D dan terkesan murahan! Sejenis film naga-nagaan yang di salah satu tv swasta itu loh! Sayang nggak sempet gue foto dan di mbah gugel pun nggak ada contoh gambarnya. Pokoknya lo bayangin ada MRT dalam format 3D dan ditempel ke film yang resolusinya pas – pasan!

Guardian-1

(Katanya) Ketegangannya di mulai saat Marsha dibuntuti oleh sejumlah preman lalu rumahnya di berondong sama tembakan hingga dibom! Lagi-lagi, efek tembakan dan bom nya 3D murahan yang udah pasti bikin penonton malah ketawa (soalnya kemarin gue sama temen-temen juga gitu :D). Dan makin banyak hal – hal aneh. Misalnya, pas mobil penjahatnya jatuh dari atas flyover dan ketabrak Transjakarta, ternyata TJ nya 3D. Oh God! Dan yang paling parah, pas adegan salah satu penjahatnya jatuh dari lantai 2 ke bawah, ceritanya di bawahnya ada mobil bak terbuka dan you know what? mobil bak nya 3D! Jelas banget keliatannya! Terus, banyak adegan darah yang terkesan nggak natural soalnya warna darahnya merah keunguan terus nggak kentel tapi cair!

Lain visual, lain jalan ceritanya. Jalan ceritanya sebenarnya bagus, cuma dialog yang dibuat kurang banyak. Pas berantemnya pun terkesan hening tanpa suara atau ekspresi apa-apa. Film yang ditujukan untuk wanita ini sebenernya maknanya adalah “Ibu itu segalanya, dia akan berkorban dan berjuang apapun demi anaknya.” Kalau visualnya oke, kayak The Raid, gue rasa film ini bakal booming banget deh. Tapi kalau kenyataannya kayak yang kemarin gue tonton, rasanya gue sangsi kalau film ini bakal tembus Hollywood. Padahal, film ini udah make artis Hollywood yang pernah main di film Final Destination 2, The Vow, dll yaitu si Sarah Carter. Selain itu ada Nino Fernandez dan Tio Pakusadewo yang sebenarnya termasuk aktor cukup oke di Indonesia. Tapi teteup aja, mereka nggak terlalu banyak ngebuat film ini sukses bikin gue nggak tidur!

bi3XVhwGJl

cover-Guardian-retouched

Nah, sekarang terserah sama lo, masih mau nonton buat bangga sama film Indonesia atau nggak :p tapi saran gue, kalau udah nggak ada film di bioskop yang belum lo tonton bulan ini, boleh lah lo nyoba serunya film yang katanya jadi film yang paling ditunggu di tahun 2014 ini. Hehehe 😀

*Anyway, jalan ceritanya mirip Abduction, film action tentang adopsi anak dan mafia yang dibintangi sama Taylor Lautner 😛

Rate: 1/10

Share:

Jadi, Rabu (9 April) lalu sehabis menuntaskan kewajiban sebagai warga negara yang baik yaitu mencoblos, saya dan tante berencana menonton film yang lagi dibicarain banyak orang. Nggak cuma orang Indonesia, tapi juga orang luar negeri. Katanya sih film ini jauh lebih keren dan lebih sadis dari sekuel perdananya yang telah rilis beberapa tahun lalu. The Raid 2: Berandal. Judulnya unik, dan ternyata pas banget sama alur ceritanya.

ImageGue sama tante gue siang itu pergi ke Arion Mall. Jam 11.30 ternyata bioskopnya belum buka. Dan setelah gue gugling, film nya baru bakal mulai jam 15.35, okay cukup perjuangan ya buat nonton film yang katanya premier di UK antriannya paling panjang ini. Dan akhirnya, gue sama tante gue duduk di kursi D 11 – 12 yang ternyata tepat di tengah – tengah jadi tayangannya bakal bener – bener tepat di depan mata kita.

Film dimulai dengan alur maju mundur. Rama (Iko Uwais) akhirnya bergabung dengan sebuah kelompok pembasmi berandal – berandal berduit di Indonesia yang dipimpin Bunawar. Ini alurnya mulai menyatu sama film pertamanya. Tapi bergabungnya Rama dengan kelompok Bunawar itu justru ngebuat Rama harus di penjara selama beberapa tahun. Di penjara, Rama selalu disiksa sama berandal – berandal lainnya. Dan yang gue salut, Rama selalu bersikap cool, nggak peduli orang mau bilang apa dan dia tetep stay calm di ruang tahanannya. Hingga akhirnya dia ketemu sama Uco (Arifin Putra), anak seorang pengusaha film bokep kelas kakap.

ImageImage

Hari – hari berlalu, Uco ngajak Rama untuk bekerja sama tapi selalu ditolak sama Rama. Karena menurut Rama nggak ada satupun orang yang layak buat di percaya. Hingga akhirnya Uco dibantai oleh seorang cowok di lapangan lumpur di dalam penjara. Dan nggak ngerti kenapa tiba – tiba Rama ngebelain Uco mati – matian. Dan dari situlah awal persahabatan Uco dan Rama terjadi.

ImageDua tahun kemudian Rama berhasil keluar dari penjara dibantu oleh Mr. Bangun yang tak lain adalah ayah dari Uco. Rama diberi fasilitas mewah dan ekslusif serta diberi mandate untuk mengawasi Uco kemana pun Uco pergi. Uco itu temperamental, mencoba menguasai dan mewarisi keahlian ayahnya walaupun sebenarnya ia belum mampu. Hingga akhirnya ia dibantu oleh Bejo untuk menemukan musuh bebuyutannya saat masih di penjara. Bejo dan Uco membuat kesepakatan yang sebenarnya akan menjadi boomerang bagi Uco.

Di sekuel kali ini, kehadiran Rama terasa hanya sebagai pelengkap, dan Uco lah yang menjadi peran utama yang di setiap scene nya pasti ada hal – hal penting yang saling berhubungan. Misalnya, saat Prakoso, orang kepercayaan Bangun, mati dikeroyok oleh orang tak dikenal, Uco saat itu ada disana. Namun ia tak tahu pasti siapa yang membunuh Prakoso. Dan pas adegan Prakoso mati, ada yang unik dari film The Raid 2 ini. Jakarta bersalju! Yup, darah Prakoso merembes dan mengalir di atas tumpukan salju.

Adegannya semakin seru dengan makin banyak darah di mana-mana. Julie Estelle juga menampilkan peran yang sangat sadis sebagai seorang Hammer Girl. Ya, dia membawa sepasang palu kemana pun. Palu memang menjadi senjata andalannya. Kesan cantik langsung berubah saat ia beraksi dengan menggunakan kacamata hitam yang menutupi luka di matanya.

Image

Di bagian akhir cerita, ada adegan Rama ngobrol sama kawanannya Goto. Gue nggak tau pasti apa yang mereka obrolin karena disensor dan diakhiri kata “Cukup.” dari Rama nya. Kalo menurut kacamata awam gue, si Goto mengajak Rama buat gabung ke kelompoknya dia. Cuma Rama nya nolak dengan halus, dan kayaknya itu clue buat film selanjutnya karena belum ada kejelasan soal Bunawar dan keluarganya si Rama.

Pokoknya buat lo yang takut darah, takut kekerasan, darah tinggi dan punya penyakit khusus, gue saranin jangan nonton, ya! Film ini tuh emang buat dewasa, nggak Cuma 17 tahun tapi 21 tahun ke atas. Walaupun The Raid 2: Berandal ini jauh lebih sadis daripada The Raid yang terdahulu, tapi ini masuk ke dalem list film wajib tonton karena seru dan alur ceritanya bikin nggak bisa nebak.

Rate: 7/10

Share: