IBX581FD685E3292
in PutriOdi, True Story

Udah Hamil Belum? Si Anu Anaknya Udah Gede Lho!

at
udah-hamil-belum

Kalimat yang sering banget saya dengar ketika ketemu tetangga, saudara, teman bahkan orang yang baru banget saya kenal. Nggak hanya bertanya, kadang kalimatnya diakhiri dengan embel-embel “si anu anaknya udah dua, kamu satu aja belum.” atau yang paling parah (menurut saya), “perasaan nikahnya lamaan kamu, tapi dia aja udah hamil tuh.” Risih? Nggak sih, tapi lebih ke rasa nyes di dada dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang kadang bikin saya menyalahkan keadaan dan diri sendiri.

Hamil dan memiliki anak sendiri adalah hal yang tentunya jadi impian banyak orang, termasuk saya dan suami. Bukan berarti selama 2 tahun tanpa keturunan terus kami diem-diem aja sih, karena selama ini kami juga udah berusaha untuk mencari cara agar saya bisa hamil secara alami karena saya sempat melalui operasi besar di ovarium kanan untuk mengangat kista yang gedenya mirip bayi. Cerita dan pengalaman operasi kistanya pernah saya tulis di sini.

Ngomongin soal usaha, saya dan suami saat ini sedang memulai program hamil alami hasil cari-cari info dan bertanya sama beberapa dokter via online. Maklum, setahun pandemi dan kami berdua masih belum berani ke rumah sakit langsung jadi bergantung banget sama aplikasi Halodoc karena kami jadi bisa konsultasi langsung sama dokter langganan kami tanpa harus bertatap muka, semuanya cukup via hape aja.

Iya, sudah hampir satu tahun lamanya kami konsultasi dengan dokter kandungan cuma via Halodoc aja. Saya beberapa kali dapet resep dari dokter pun juga tinggal tebus via aplikasi aja lalu dikirim ke rumah sama ojek online. Segampang itu! Bayarnya aja cashless, bisa pakai e-wallet dan langsung real time alias nggak nunggu-nunggu atau kudu antre-antre. Paling males banget kan kalau nungguin obat di apotek rumah sakit yang antreannya naudzubillah banget.

Balik lagi ke program hamil, beberapa dokter yang saya dan suami ‘temuin’ di Halodoc menyarankan saya untuk menurunkan berat badan dan membenahi jadwal menstruasi terlebih dahulu sebelum memulai program hamil yang sesungguhnya. Iya, jadwal mensturasi saya tuh emang parah banget deh. Dulu sebelum nikah bisa 6 bulan sekali. Nah sekarang setelah menikah jadi agak mendingan, 3 sampai 2 bulan sekali. Saya dapat resep regumen yang dikonsumsi satu minggu sebelum menstruasi agar jadwal menstruasi sesuai dengan kalendarnya. Alhamdulillah nih, pe er urusan menstruasi sudah agak berkurang, sudah hampir 4 bulan lebih menstruasi saya lancar jaya.

Sekarang, saya lagi mengubah pola hidup agar lebih ‘bener’ dari sebelumnya. Tujuannya cuma satu, saya dan suami pengen punya anak dengan cara atau kalau kenyataannya ternyata kudu IVF atau inseminasi dan sebagainya, kami siap kok. Insya allah setelah melewati 2 tahun ini rasa siapnya udah semakin mantap.

Jadi plis lah buat teman-teman sekalian, atau mungkin keluarga saya yang baca tulisan ini. Mungkin pertanyaan “kapan hamil” bisa diubah ke pertanyaan lain, ya. Misalnya “kapan gajian” atau “kapan mau liburan dibayarin sama saya?” gitu. :)))

Oh ya, bagi yang sedang berjuang seperti kami atau mungkin sedang hamil, jangan lupa untuk selalu memantau kalkulator kehamilan, ya. Manfaatnya banyak banget, lho. Kita bisa memperkirakan berat janin, memperkirakan hari kelahiran, memperkirakan usia kehamilan, hingga memperkirankan kenaikan berat badan si ibu. Dengan adanya kalkulator kehamilan ini juga jadi ada cerita nanti ke si kecil tentang perkembangannya dari mulai trimester pertama hingga proses melahirkan itu datang.

Anggap saja ini adalah chapter #1 dari perjalanan saya dan suami memiliki keturunan. Jadi, saya bakal sering-sering update di sini seputar lika-likunya, ya. Semoga kalian sabar nungguin cerita-cerita receh atau mungkin nanti sambat-sambatan saya ketika lagi-lagi ditanya kapan punya anak. 🙂

Sehat-sehat ya, kamu.

putrikpm
Share:

1 Comment

  1. Bacaan ipeh

    Sama kak, ternyata keluhannya mirip. Aku pun termasuk yang enggak rutin jadwal mensnya. Sampai sakit sekali kalau mens dan pernah menjalani operasi kista juga. Jadi pengen coba konsultasi ke halodoc buat rencana program hamil

    03 . Mar . 2021

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.