IBX581FD685E3292

Urus Kartu Indonesia Pintar Sebelum Terlambat, Yuk!

Urus Kartu Indonesia Pintar Sebelum Terlambat, Yuk!

Pernah di satu titik terberat di hidup saya rasanya mau menyerah dan putus sekolah. Secetek itu pemikiran saya karena ngerasa nggak mau membebani orang tua untuk bayar uang SPP, uang gedung, kasih uang transportasi sampai urusan tugas yang sedikit-sedikit butuh uang.

Sejak orang tua saya berpisah dan saya diambil Mama, kehidupan saya setelahnya adalah tinggal dengan Kakek dan Nenek di rumah dinas. Ketika saya masuk ke sekolah dasar, Kakek pension dan melanjutkan kariernya menjadi salah satu staf di Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Australia. Otomatis saya tinggal bersama Nenek, Mama dan Oom. Entah kenapa, dulu itu saya selalu ngerasa nggak enakan kalau misalnya harus minta uang ke Nenek – karena Mama waktu itu belum bekerja, kalau ada urusan sekolah. Bahkan rasanya mending puasa deh daripada harus jajan dengan uang hasil minta orang tua. Ada perasaan ngeganjel nggak enak bukan main walaupun memang mungkin itu hak saya sebagai anak, tapi tetap aja rasanya nggak enak sama sekali. Makanya saya memilih untuk nggak melanjutkan kuliah ke jenjang universitas dan memilih ‘hanya’ ambil diploma di kelas karyawan, dengan biaya sendiri.

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh PUTRIKPM – Content Creator 🇲🇨 (@kpmputri) pada

Mungkin nasib saya bisa lebih baik kalau saja dulu sudah ada Program Indonesia Pintar dari pemerintah, mungkin saja sekarang saya bisa lulus dengan gelar sarjana. Tenang, saya nggak menyesal dengan masa lalu saya kok. Justru pengen kasih tau ke teman-teman yang punya anak, adik atau mungkin untuk kamu yang masih jadi anak sekolahan dan mau menyerah karena kurang biaya, mending buruan deh diurus Program Indonesia Pintar (PIP)-nya. Karena nggak ada kata menyerah untuk belajar dan meraih cita-cita, kan?

Tujuan diadakannya PIP ini adalah untuk membantu biaya personal pendidikan bagi para peserta didik miskin atau rentan miskin yang masih terdaftar sebagai peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Biaya-biaya yang dimaksud adalah: kebutuhan buku dan alat tulis, pakaian / seragam / perlengkapan sekolah (tas, sepatu dan sebagainya), biaya transportasi ke sekolah, uang saku, biaya kursus / les tambahan hingga biaya praktik tambahan atau biaya magang dan penempatan kerja. Kesemua biaya yang saya sebut ditanggung dengan satu kartu sakti bernama Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Urus Kartu Indonesia Pintar

Urus Kartu Indonesia Pintar

Urus Kartu Indonesia Pintar

PIP ini juga memiliki dasar hukum yang diatur oleh negara seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301) hingga Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Pintar. Karena didasari berbagai dasar hukum, makanya saya pengen banget rekomendasiin kalian untuk segera urus PIP-nya.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia sudah menyalurkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2018 sebanyak 16,8 juta peserta didik. Penerima PIP pun beragam jenjangnya, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK. Dana yang diterima disalurkan langsung ke tabungan masing-masing peserta didik dan bisa diurus dengan Kartu Indonesia Pintar.

Syarat pengajuan PIP ini mudah banget, lho! Orang tua / wali / peserta didik bisa langsung daftar dana PIP ke lembaga pendidikan atau sekolah dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) orang tua. Kalau sudah terdaftar, peserta didik akan mendapatkan KIP atau Kartu Indonesia Pintar untuk proses pengambilan dana selanjutnya.

Dengan adanya Program Indonesia Pintar diharapkan nggak ada lagi peserta didik yang putus sekolah karena kekurangan biaya. Ingatlah gengs, ilmu dan sekolah itu segala-galanya. Walaupun mungkin sekarang ngerasa nggak penting, tapi suatu saat bakalan ngerasa nyesel deh kalau nggak ditamatin sampai selesai. Inget, pendidikan penting bukan cuma 9 tahun doang, tapi 12 tahun ya. Tahu sendiri kan sekarang perkembangan dan persaingan para pencari kerja itu ketat banget. Para sarjana lulusan perguruan tinggi aja masih suka kesulitan cari pekerjaan, apalagi kalau sekolahnya nggak tuntas. Jadi buruan diurus ya PIP-nya sebelum terlambat!

PS. Untuk pertanyaan atau pengaduan, bisa kontak langsung ke:

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Direktorat Pembinaan SD

Telepon: 021-5725638 atau Fax: 021-5725644

No. Ponsel: 082298973998, 082298973995, 081316633646, 085604618473, 081219333995, 089507113912 dan 081310705645.

E-Mail: pipsd@kemdikbud.go.id

 

Untuk pengaduan tertulis bisa disampaikan ke alamat:

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (Up. Kasubdit Peserta Didik)

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar – Kompleks Kemdikbud Gedung E Lt. 17

Jl. Jend. Sudirman – Senayan, Jakarta Pusat 10270

 

Sakura Collagen Meiji Indonesia

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.